Rasa cinta dan janji pada teman angkatannya, Tommy memotivasi Tari untuk menurunkan berat badannya dan menjadi Jaksa.
Namun setelah ia menjadi Jaksa, Tommy menghilang. Setelah berhasil melupakannya selama bertahun-tahun, Tommy kembali sebagai Hakim dan mendekatinya lagi.
Campur tangan orang tua dalam hubungan mereka memaksa mereka menikah padahal Tommy masih berpacaran dengan Christie, pacar sejak ia kuliah.
Akankah ini menjadi kisah yang berujung manis?
Salam kenal
Betha 🙋
Semoga terhibur dengan cerita ini✌️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Betha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia Tunanganku
Pagi ini Tari hampir terlambat berangkat ke kantornya.
Setibanya di kantor, Ia langsung berlari menuju lapangan tempat apel pagi biasa dilaksanakan.
Tatapan seluruh karyawan tertuju padanya.
Tatapan yang tidak bisa di jelaskan.
Tari menjadi semakin heran.
Ia berpindah tempat untuk berdiri di samping sahabatnya, Monic.
"Mon... Itu pada kenapa? Kok ngeliatin Aku kayak gimana gitu?" Tanya Tari pada Monic sambil berbisik.
"Yaelah Bu... Wajar lah pada ngeliatin lu. Lu tuh kan baru tunangan tadi malem."Jawab Monic santai.
"Perasaan Aku gak bilang sama orang kantor soal acara kemaren. Mereka tau dari mana?" Timpal Tari sambil menggaruk kepalanya.
"Ehm...Itu..." Jawab Monic Terbata-bata.
"OMG! Mon, Kamu update status di FB lagi ya? Astaga!" Tanya Tari sambil meremas tangan Monic di sebelahnya.
"So...Sorry Tar...
Gue refleks aja langsung update status kemaren pas acara. Jangan marah sama gue dong." Jawab Monic sambil merapatkan kedua tangannya memohon maaf.
"Hmmh... Yaudah Mon. Mana bisa aku marah lama-lama sama kamu." Kata Tari sambil tersenyum pada sahabatnya itu.
"Emang kenapa lu gamau orang kantor tau soal acara tunangan kemaren? Ini kan kabar bahagia." Tanya Monic heran.
"Bukannya aku gak mau kasih tau orang kantor Mon. Aku pasti kasih tau nanti pas udah fix semua persiapan pernikahan dan undangan juga udah jadi." Jawab Tari.
"Ya sekali lagi sorry Tar, Gue gak tau kalo lu mau nunggu persiapan mateng dulu baru kasih tau orang kantor." Kata Monic dengan ekspresi wajah yang sedih.
"Udah... gapapa Mon. Kamu gak salah kok." Jawab Tari sambil menepuk pundak Monic.
Percakapan mereka terhenti seketika saat apel pagi di mulai.
•••
Tak terasa sudah hampir jam makan siang.
"Tar mau makan dimana?" Ajak Monic yang sudah masuk ke ruangan Tari.
"Makan di resto depan Kantor Pengadilan aja yuk." Ajak Tari sambil mengambil tasnya.
Tari dan Monic berjalan menuju keluar gedung Kantor Kejaksaan.
Ketika Tari sudah sampai di depan mobilnya. Bunyi klakson terdengar sedikit keras.
Ternyata Tommy sudah tiba menjemput Tari.
Tommy berjalan menghampiri Tari dan Monic.
"Bang... Ngapain ke sini?" Tanya Tari yang kaget melihat kedatangan Tommy.
"Kamu lupa ya? Janji makan siang kita." Jawab Tommy sambil tersenyum.
"Tapi Aku mau makan sama Monic." Kata Tari sambil menatap Monic.
"Yaudah gapapa Tar... Kalian makan aja berdua. Aku pergi duluan ya..." Jawab Monic sambil menekan remote mobilnya.
"Mon... Ayo makan bertiga aja. Aku belum pernah ngobrol sama sahabatnya Tari." Ajak Tommy.
"Beneran gak ganggu kalian?" Tanya Monic ragu.
"Ya enggaklah Mon. Ayo." Jawab Tommy sambil berjalan menuju mobilnya.
"Ayo Mon." Kata Tari sambil menggandeng tangan Monic menuju mobil Tommy.
•••
Di dalam mobil suasana menjadi canggung.
Monic dan Tari yang biasanya selalu cerewet ketika sedang berdua berubah menjadi pendiam.
Tommy yang melihat hal itu berusaha memecah kecanggungan ini.
"Kok pada diam? Mau makan di mana nih?" Tanya Tommy yang tetap fokus mengemudikan mobilnya.
"Di depan kantormu aja, Bang. Tongseng di sana enak." Jawab Tari singkat.
"Oh iya Mon, Gak nyangka kalian bisa awet sahabatan sampe sekarang ya." Kata Tommy mencoba mengobrol dengan Monic.
"Iya... Habisnya kita udah klop banget. Jadi udah kayak saudara." Jawab Monic sambil tersenyum.
"Eh Mon... Nih sahabatmu kenapa sih? Manyun terus dari tadi?" Tanya Tommy pada Monic.
"Tanya Aku langsung kenapa sih? Kok malah tanya Monic." Jawab Tari ketus.
"Abis kalo tanya kamu pasti jawabnya gapapa terus kan?" Kata Tommy sambil mengusap kepala Tari.
"Aduh mata gue kelilipan nih! Bisa gak kalian gak mesra-mesraan di depan jomblo biar gak baper." Gerutu Monic dari kursi belakang.
"Iya maaf Mon. Abis Tari daritadi mukanya kusut gitu. Ada masalah apa sih?"Tanya Tommy heran.
"Jadi gini, sebenernya salah gue Tommy. Sorry. Kemaren gue update status FB soal acara kalian. Sementara Tari gak bilang ke gue kalo dia gak ngabarin orang kantor soal acara kemaren. Tadi pas di kantor, semua orang di kantor jadi kayak ngediemin dan ngeliatin Tari aneh gitu." Jelas Monic.
"Oh gitu... Yaudah sabar aja Tar...
Gak mungkin mereka diem sama kamu terus. Nanti juga mereka balik kayak biasanya lagi." Kata Tommy menenangkan Tari.
Tari hanya tersenyum dan mengangguk.
•••
Tak berapa lama mereka pun tiba di restoran untuk makan siang bersama.
Suasana berubah menjadi obrolan menyenangkan bagi mereka bertiga.
"Bang kita panggil Taxi aja ya. Daripada kamu bolak-balik anter kita." Kata Tari sambil mengambil tasnya dan bangkit dari tempat duduknya.
"Gak usah. Ayo masuk ke mobil. Aku juga mau ada janji sama orang di kantormu." Kata Tommy sambik menarik tas Tari dan berjalan menuju mobilnya.
Tanpa menaruh rasa curiga, Tari dan Monic masuk ke mobil Tommy.
Setibanya di kantor Tari, Tommy keluar dari mobil mengikuti Tari dan Monic.
"Tommy..." Panggil Pak Ronald.
Tommy tersenyum berjalan menghampiri Pak Ronald.
"Beberapa hari ini kamu sering ke sini. Ada hubungan apa sih sama Tari?" Tanya Pak Ronald
"Iya Pak... Saya jemput Tari, Tunangan saya untuk makan siang." Jawab Tommy sambil tersenyum.
"Apa? Tunangan? Kapan kalian tunangan?" Tanya Pak Ronald kaget.
Semua pandangan karyawan terbelalak tidak percaya apa yang mereka dengar.
"Kemarin malam Pak. Maaf memang kami sengaja tidak memberitahukan ke orang kantor dulu, karena kami ingin nanti persiapan pernikahan selesai baru mengabari orang kantor." Jelas Tommy sambil memandang Tari.
"Wah selamat buat kalian. Ayo yang lainnya kita berikan Tari dan Tommy ucapan selamat." Kata Pak Ronald sambil mengajak karyawan lain bertepuk tangan dan menyalami Tari dan Tommy.
Akhirnya suasana kantor kembali seperti biasanya.
Tari tersenyum lega.
Ternyata maksid kedatangan Tommy adalah untuk mengklarifikasi hubungan mereka di hadapan karyawan kantor Tari.
•••
Selamat Membaca😃
Mohon dukungannya✌️
Betha🙋
Semangat update bab barunya thor😍
Salam dari
"Infinity" (romance)
"Ve" (mystery thriller)
"Aku (Bukan) Pelakor" (young-adult romance)