Melisa, seorang gadis yang selalu terlihat dingin dan angkuh, ia tak memiliki seorang teman pun, hingga suatu hari datanglah seorang Satria yang mencairkan dinding beku Melisa. Satria adalah matahari bagi Melisa yang selalu menghangatkannya.
Meski begitu, tak mudah bagi mereka untuk selalu bersama karna status sosial mereka yang berbeda. Akankah mereka bisa terus bersama? Atau akhirnya memilih untuk menyerah?
update setiap hari ❄️❄️❄️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ken Larasati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gosip
Seperti yang sudah direncanakan, hari ini sepulang sekolah Melisa akan datang ke rumah Satria. Kali ini Satria meminta Melisa untuk menunggu hingga sekolah sepi, baru mereka akan pulang bersama. Melisa menuruti kemauan Satria, hatinya sedang bahagia saat ini. Karena ia akan diperkenalkan kepada keluarga Satria.
Satria menunggu Melisa di halte bus depan sekolah. Setelah Melisa datang, Satria pun segera naik ke dalam mobilnya. Mereka lalu melajukan kendaraan menuju rumah Satria.
Sementara di kediaman rumah pak Joni, bu Lastri tengah sibuk melayani banyak pelanggan yang mengantri. Walaupun waktu sudah menunjukkan jam 3 sore, tapi warung gado-gado nya masih juga ramai akan pembeli. Gado-gado buatan bu Lastri memang sangat enak. Meskipun baru beberapa hari berjualan, namun jualan bu Lastri tak pernah sepi. Rian yang melihat ibunya masih sibuk berjualan pun datang menghampirinya.
"bu, katanya ibu mau ngundang temen kak Satria ke rumah, kok masih sibuk jualan aja? emangnya ibu udah nyiapin apa buat suguhan?" tanya Rian berbisik di telinga ibunya.
"nanti ibu bikinin gado-gado aja," jawab bu Lastri.
Mendengar jawaban ibunya itu, Satria hanya mengangguk dan kembali masuk ke dalam rumah.
"kirain mau bikin makanan yang enak-enak," Rian menggerutu. Ia menyalakan televisi menunggu kedatangan kakaknya.
Tak lama terdengar suara mobil sport yang terparkir di halaman depan rumah mereka. Rian pun segera bangkit, dan bergegas menuju ke luar rumah.
Rumah dinas pak Joni berada di sebuah perkampungan, rumahnya tidak terlalu besar, namun halamannya cukup luas. Bagian terasnya juga cukup besar, cukup untuk tempat bu Lastri berjualan dan tempat pelanggannya menunggu.
Bu Lastri hanya melongok sekilas ke halaman depan, lalu meneruskan pekerjaannya. Sementara beberapa ibu-ibu yang ada di sana, langsung melotot melihat mobil mewah yang terparkir di halaman rumah bu Lastri. Apalagi saat yang keluar adalah Satria dan seorang gadis yang sama-sama memakai seragam sekolah. Mereka melirik satu sama lain, seolah memberi kode untuk memperhatikan sepasang remaja itu. Namun tak ada yang berkata apa-apa.
Rian yang sudah berada di luar menyambut kedatangan kakaknya.
"kakak..." Rian melambaikan tangan memanggil kakaknya.
Satria hanya tersenyum pada Rian. Lalu mengajak Melisa masuk. Setelah memberi salam kepada bu Lastri dan tentunya kepada para pelanggan yang ada di sana juga, mereka pun akhirnya masuk ke dalam rumah.
"tunggu di sini ya," Satria meminta Melisa untuk duduk di ruang tengah. Sementara ia akan berganti baju di dalam kamarnya. Sebelum itu ia memberi isyarat pada Rian untuk menemani Melisa. Rian yang sangat bersemangat langsung duduk di samping Melisa.
"halo kak, aku Rian... adik semata wayangnya kak Satria." sapa Rian.
"hai..." Melisa tersenyum pada Rian.
"kakak hebat banget bisa nyetir mobil sport, itu harganya berapa kak?" tanya Rian bersemangat.
"aku ga tau," Melisa menggelengkan kepalanya.
"pasti mahal ya kak?" tanya Rian lagi.
"mmm... mungkin," Melisa kali ini hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
"kakak pacarnya kak Satria?" Rian bertanya lagi.
"aku sih maunya gitu, tapi Satria nya ga mau," Melisa memajukan bibirnya.
"hehe, kakak emang ga dibolehin pacaran sama ayah dan ibu, makanya kakak ga pernah bawa temen cewe ke rumah. Kakak ini cewe pertama yang di bawa kakak ke rumah," Rian berbisik pada Melisa.
Mendengar itu Melisa tersipu, karena sebenarnya ini juga pertama kali ia main ke rumah laki-laki.
"kak, kakak cantik banget deh. Aku yakin kak Satria pasti sebenernya naksir sama kakak." Rian masih berbisik pada Melisa.
Melisa tersenyum mendengarnya, "oh ya? tau dari mana?" tanya Melisa juga ikut berbisik.
"ada foto kakak dan kak Satria di galeri ponselnya," Rian menjawab dalam bisikan.
"itu kemaren aku yang foto," bisik Melisa.
Rian terdiam, "tapi kalau kak Satria ga suka pasti langsung di hapus," kali ini Rian berbisik tepat di telinga Melisa. Dan saat itu juga Satria keluar dari kamarnya. Satria yang melihat Rian membisikkan sesuatu pada Melisa menjadi penasaran, ditambah dengan ekspresi Melisa yang sumringah.
Rian yang melihat kakaknya sudah keluar kamar, segera berdiri. "aku ambil minum dulu y." Rian berjalan menuju dapur sambil senyum-senyum sendiri.
Satria pun duduk di samping Melisa.
"bilang apa tadi adikku?" tanya Satria.
"katanya, kamu naksir sama aku," Melisa tertawa kecil sambil tangannya menutup mulutnya.
Satria menghela nafas panjang.
"aku kebelakang dulu y," Satria pergi meninggalkan Melisa sendiri. Melisa yang ditinggal oleh Satria mengambil kesempatan dengan melihat-lihat rumah Satria.
Sementara itu di teras rumah ibu-ibu sibuk bertanya-tanya pada bu Lastri.
"itu siapa bu? pacarnya Satria y?" tanya seorang ibu yang memakai daster hijau.
"bukan, temen sekolahnya Satria aja," jawab bu Lastri sambil terus melakukan pekerjaannya.
"ahhh... masa sih cuma temen?" ucapnya lagi setengah nyinyir.
Bu Lastri tak menanggapi, ia sebenernya tak menyangka anaknya datang saat warungnya sedang ramai. Sebenarnya, walaupun datang saat warung sepi pun pasti akan ada gosip yang tidak-tidak. Melihat mobil yang dibawa Melisa bukanlah mobil biasa.
Namun bu Lastri tak bisa berbuat apa-apa. Karena dirinya sendirilah yang Mengundang Melisa untuk datang ke rumahnya.
"hebat loh, cewe-cewe bisa bawa mobil balap gitu," timpal ibu yang memakai daster pink.
"iya, anak jaman sekarang bawaannya udah mobil aja." kali ini ibu yang memakai kaos ungu tak mau ketinggalan.
"bu Lastri, itu calon mantunya y?" tiba-tiba bu Bejo yang tinggal di depan rumah bu Lastri dengan hanya memakai tank top dan celana pendek hitam menghampiri bu Lastri.
"hey, bisa kali pake baju dulu yang bener baru keluar rumah." ibu daster hijau kembali bersuara.
"ih, iri ya bu? soalnya badan situ ga seseksi badan saya, jadi ga bisa pake baju kaya gini keluar rumah," timpal bu Bejo lagi.
"Seksi dari mana? itu kurus kerempeng gitu kok dibilang seksi, hahaha..." ibu daster hijau tertawa dengan kerasnya.
"makanya bu, jangan ketinggalan jaman, ga tau ya? sekarang para artis-artis tuh badannya begini semua," bu Bejo dengan muka sewotnya.
"halah... sok ngikutin artis, mereka sih iya beneran diet, kalau situ mah kurang gizi," ibu daster hijau kembali tertawa.
"eh, udah udah. kok malah jadi berantem sendiri sih?" potong ibu baju ungu.
"tau nih, si ibu gendut ini ngajak ribut duluan," bu Bejo masih dengan muka sewotnya.
"eh, apa lu bilang? gendut? elu tuh kurang gizi ga usah sok ngartis. Ke sini juga bukan pengen beli gado-gado kan? dasar kepo," si ibu daster hijau tak kalah sewot.
Mereka berdua saling melotot. untungnya bu Lastri sudah selesai membuat pesenan ibu daster hijau itu.
"sudah... sudah... malu, saya lagi ada tamu, kalian liat sendiri kan? itu tamunya anak orang kaya. Tolong jangan bikin malu diri sendiri, ini bu gado-gado nya udah jadi." bu Lastri menyerahkan kantong plastik berisi gado-gado pada ibu daster hijau. "bu bejo juga, pulang aja ke rumah kalau ga mau beli, ga malu sama anak-anak bujang saya?"
"orang kaya dia mana punya malu bu? keluar telanjang juga berani dia," ucap Ibu daster hijau, setelah berbicara begitu ibu itu pun langsung membayar dan pergi.
"heh, apa lu bilang?" bu Bejo keluar hendak mengejar ibu daster hijau itu, namun di tahan oleh ibu baju ungu.
"udah bu, udah... ayo pulang aja, saya anter." ibu baju ungu itu menarik tangan bu Bejo untuk masuk ke dalam rumahnya.
Tersisa lah si ibu daster pink, "maaf ya bu Lastri, mereka berdua itu emang udah terkenal bar-bar," ucapnya.
Sementara itu bu Lastri hanya bisa menghela nafas dan mengelus dada melihat kelakuan tetangganya itu.
mampir lagi ya thor ke penjahit cantik..
Jadi besok absen dulu ya, akan ada lagi tanggal 5 jam 00.01 ☺️