NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Untuk Anakmu

Menjadi Ibu Untuk Anakmu

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: mommy Eng

(Spin off dari The love story'of Single Parents)
Disarankan membaca novel The love stroy of single parents dulu, agar mengetahui bila Raka dan Jodhi itu tidak bisa terpisahkan.

🌺🌺🌺


Novel ini bergenre Romantis Dewasa, dengan membaca ini, pembaca berarti telah mengerti jika jalan cerita membutuhkan kebijaksanaan yang lebih.

***
Galuh, wanita itu merasa hidupnya hancur kala mengetahui jika suaminya telah menikahi wanita lain secara siri tanpa sepengetahuan dirinya.

Hingga takdir mempertemukan dirinya dengan duda yang notabene merupakan Ayah dari murid tempat dia mengajar. Bisakah mereka bersama? Saat rival masing-masing menghantam tak kenal kasihan?

***

Cintanya yang bertepuk sebelah tangan kepada Lintang membuat Jodhi memiliki sedikit dendam kepada teman semasa SMP- nya itu. Tak di nyana, di masa depan ia bertemu dengan Lintang yang menjadi wanita malam.

Kejadian fatal malam itu membuat Lintang harus mengandung benih dari Jodhi. Sialnya, Jodhi harus kehilangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Eng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Tak sejalan

Bab 15. Tak sejalan

.

.

.

...🌺🌺🌺...

Galuh

Ia menangkup wajah mungil Citra dengan perasaan tak percaya. Bocah sekecil itu harus menerima hujaman perkataan tak pantas dari oknum guru tidak bertanggung jawab.

Benar-benar diluar nalar.

" Kita mulai dari awal ya nak ya? Citra bisa anggap Bu guru sebagai teman, setuju?" Ia menatap wajah lugu Citra dengan menahan sesak di dadanya. Berusaha membenahi apa yang musti ia benahi.

Citra meraih tangan Galuh yang sudah membingkai wajahnya, lalu melepaskannya perlahan. Terlihat hendak melakukan sesuatu.

" Janji?" Bocah itu rupanya menaikkan satu jari kelingkingnya kepada Galuh. Menanti Galuh turut menautkan kelingkingnya demi bukit nyata perjanjian itu.

Entah mengapa Galuh merasa iba dengan Citra. Dalam diri bocah ini benar-benar tercipta rasa kesepian dan kerinduan yang mendalam.

" Janji!" Galuh menautkan jari kelingking sebelah kanannya. Mereka berdua tersenyum senang.

Sejurus kemudian mereka saling melempar tawa. Sebenernya dua perempuan lintas usia itu sama-sama mengalami kesepian. Yang membedakan hanyalah porsi permasalahan.

" Citra ada tan..." Ucapan Raka menguap saat melihat Galuh dan anaknya tengah berhadapan dengan jari yang masih tertaut.

"Apa yang mereka lakukan?"

" Ada apa Yah?" Tanya Citra yang kini membenarkan letak duduknya sesaat setelah melepas jarinya yang baru saja saling bertaut dengan jari bersih Galuh. Menatap ke arah Paman Jodhi dan seorang wanita yang belum pernah ia jumpai sebelumnya dengan tatapan penasaran.

" Ini teman Papa, mau ketemu kamu!" Tukas Raka tersenyum.

" Halo Citra!" Ucap Dewi riang sembari melambaikan tangannya kepada bocah dengan rambut panjang itu.

Tanpa menunggu, Dewi kini melangkahkan kakinya masuk menuju ruangan dimana Citra dan Galuh tengah berinteraksi. Berniat menjalin keakraban.

Citra memasang wajah biasa saja karena memang belum kenal.

" Saya Tante Dewi, teman Ayah kamu. Kamu apa kabar?" Dewi kini turut mendudukkan dirinya di depan Galuh dan Citra. Membuat Galuh mengalihkan pandangannya.

Tanpa sengaja mata Raka dan Galuh saling bertemu, namun sejurus kemudian Galuh lebih memilih menunduk karena sorot mata Raka masih terlihat tak ramah.

" Citra baik Tante, ini lagi belajar sama Bu guru!" Bocah itu tersenyum menyahuti sapaan Dewi. Terlihat obyektif.

Dewi tersenyum seraya membelai rambut lurus Citra dengan senyum ramah. Sepertinya bocah itu memiliki bibit sikap supel.

" Yah, hari ini Citra sama Bu guru sudah jadi teman. Citra seneng deh, pasti Bu guru nanti mau nemenin Citra mainan Barbie, ya kan Bu guru?" Citra kini menoleh ke arah Galuh meminta persetujuan kepada perempuan itu.

Dengan wajah ragu Galuh tersenyum sembari mengangguk demi menanggapi Citra, meski wajah Raka masih sama dinginnya sejak pertama ia masuk.

Dewi yang merasa di acuhkan oleh Citra seketika mencari materi obrolan lain.

" Citra mainannya banyak ya? Udah punya Barbie mermaid yang koleksi terbaru belum? Gimana kalau kita beli sekarang sama Tante, mau?" Ucap Dewi kepada Citra tanpa mempedulikan Galuh. Merasa berhak untuk dekat dengan Citra.

" Maaf mbak, Citra baru saja sembuh. Sebaiknya biarkan dia dirumah saja dulu!" Sahut Galuh yang kurang setuju dengan ide dari perempuan cantik di depannya itu.

Galuh bahkan juga heran, mengapa ia bisa seberani itu menyangkal ucapan Dewi. Astaga.

Dewi menatap Galuh dengan tatapan yang tak bisa di artikan. Cenderung kesal.

" Ya, gurunya Citra benar. Lagipula, Citra perlu waktu juga biar dia bisa pulih!" Sahut Jodhi realistis. Pria itu bisa lebih bisa membaca aura ketegangan yang terjadi disana dari pada Raka.

Sementara Raka terlihat tak enak hati kepada temannya itu.

" Besok aja Tante Dewi, kita jalan sama-sama ya!" Raka mengambil alih suasana canggung yang mendadak tercipta karena penolakan yang terlontar dari Galuh.

Wanita itu!

" Bu guru ayo kita menggambar di dekat kolam, Citra pingin gambar bunga yang di belakang!"

Citra menggeret lengan Galuh dan sama sekali tak memperdulikan Ayah, Paman dan wanita berambut coklat yang ada di depan mereka.

Citra asik dengan teman barunya itu.

" Citra!" Panggil Raka karena merasa tak enak hati pada Dewi.

" Citra!" Ucapnya lagi berharap Citra mau menoleh. Namun upayanya sia-sia.

" Biarin aja Ka, anak-anak biasa kayak gitu. Dunianya memang bermain!" Ucap Dewi mengerti. Memaklumi sikap anak-anak yang kerap semaunya sendiri.

Raka terlihat terkesima dengan sikap Dewi yang penuh pengertian itu. Sejenak mereka saling menatap dan saling melemparkan senyum.

" Ehem!" Jodhi terpaksa berdehem lantaran dua anak manusia itu malah seperti terkena slow motion.

" Aku cabut dulu ya, belum nengok Dapur Isun sedari kapan hari!" Jodhi berpamitan kepada sepupunya itu. Meski sekedar alibi namun sejujurnya ia memang kepikiran dengan usaha mayornya itu.

Raka mengangguk " Hati-hati!"

Sejurus kemudian Jodhi menatap Dewi seraya mengangguk untuk mewakili ucapan 'mari'.

Dewi tersenyum seraya mengangguk elegan. Wanita itu masih menatap Jodhi dengan tatapan yang menyimpan sejuta pertanyaan. Membuat Jodhi tersenyum simpul penuh arti.

Entah apa yang dimaksudkan oleh perempuan itu.

" Belum married" Tanya Dewi.

" Siapa? Jodhi?" Ucap Raka kepada Dewi sembari menemani wanita itu keluar dari kamar anaknya dan menuju ke ruang tengah.

" Hmmm!" Dewi mengangguk.

" Dia pria bebas, tiap di tanya kapan menikah, jawabnya belum ada pikiran kesana!" Tutur Raka seraya menundukkan tubuhnya ke sofa empuk rumahnya.

Dewi terdiam seraya memikirkan sesuatu. Dua saudara yang sama tampannya dan sama mapan.Wow!

.

.

Raka

Ia tak senang dengan sikap Galuh yang semena-mena dalam mengatur anaknya. Apa-apaan dia, belum-belum sudah mengkudeta Citra.

" Saya harap anda tidak perlu berlebihan dalam mengatur anak saya!" Ucap Raka sesaat setelah ia keluar dari kamar Citra dan hendak pulang.

Ya, pria itu bahkan sengaja menunggu Galuh keluar demi ingin membicarakan hal ini. Benar-benar tak bisa menunda untuk tak menyampaikan hal yang penuh di dadanya.

Galuh ditugaskan oleh Bu Bening untuk melakukan pelajaran senyaman dan semenyenangkan mungkin. Ia pulang karena siang itu Citra sudah tertidur usai ia bacakan cerita. Dan entah mengapa Galuh suka akan hal ini.

" Maksud anda?" Tanya Galuh tak mengerti. Memangnya dia melakukan kesalahan apa?

" Tugas anda hanya mengajar kan? Tidak perlu ikut campur terlalu jauh untuk keseharian Citra. Dan juga tadi, saya tidak suka anda menyela teman saya!" Raka menatap Galuh dengan rahang yang lekas mengetat.

Galuh makin tak mengerti, apa maksud pria itu. Bukankah yang dilakukannya adalah demi kebaikan Citra?

" Saya mohon maaf kalau saya telah salah. Tapi apa yang saya lakukan, semata-mata demi kebaikan Citra. Permisi!"

Raka mengeraskan rahangnya demi melihat Galuh yang langsung pergi usai mengatakan hal itu kepadanya. Benar-benar guru kurang ajar.

.

.

.

.

To be continued...

1
Khairul Azam
astaga naga mulutnya,
Khairul Azam
itu nanti tau rumah yg ditinggali lintang jhodi semakin bertambah rasa bersalahnya
Khairul Azam
melok nangis aku, bener" sensitif banget aku klo menyangkut anak dan keadaan seperti lintang ini, dulu aku jg seperti itu, pisah sama mantan suami pas anakku umur kurang dua bulan, aku keluar dari rumahku sendiri cuman bawa anak gak punya uang, pas anak umur 9bln aku krj Alhamdulillah skrng aku bisa nyukupi anak punya tabungan punya kebun, dan mantan suamiku skrg hidupnya ya begutu" saja. iihh jd curhat
Khairul Azam
heran ya sama orang" itu, makan jg gak minta mereka
Khairul Azam
udah baca aku, bagus jg ceritanya
Khairul Azam
aku pas baca mas kawinya langsung tak hitung 😅😅😅
Khairul Azam
bukan nya waktu galuh nyamperin si adi sama maya, waktu itu si maya udah hamil ya? lha kq numpk skrng blm lahir jg
Khairul Azam
kasihan dwwi dia masih kecil gak tau apa" kenapa ditaruh panti asuhan, meski bukan anak kamdungnya kenapa gak dirawat aja orang anak kecil
TongTji Tea
astagaa...sambil makan pecel aku pas baca ini untuk kesekian Kali nya 😩😓.kawusss tenan.
Mommy Eng: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
TongTji Tea
Disini aku jadi meragukan Jodi. badboy beneran Nggak sih? padahal kalo badboy itu biasanya lebih peka ,lebih antisipasi .Bukan sekedar ena2 aja .Jadi kalo mudah banget masuk perangkap Dewi y jodhi ini Masih amatiran 😂
Lia Kiftia Usman
Luar biasa
Lia Kiftia Usman
he eh...😊 nikmat mana lagi yg kamu dustakan
Siti Zubaedah
Luar biasa
Egi Zen
aku ingin kisah Denok dan Jojon dan rumah baru lintang dan mantan2 jodhi
Irawati Soetojo
Sampai kemekel.....astaga
Phiphiet Safitri
Luar biasa
Cha Zharaa
kok jd kpikiran itu calist ya
Muhammad Jain
Kecewa
Mommy Eng: kak jika tidak suka tolong jangan kasih rate dua. Tinggalkan saja dan tidak usah baca
total 1 replies
Widia Annisa Santoso
akhirnya berakhir dg bahagia...🥰
Ennyyl
AQ kok keingat Tini ya. kalau ada mbk denok
Khairul Azam: hahhahh sama, novelnya juskelapa
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!