Sinopsis
Disukai oleh seorang mafia tampan? Tak pernah terbesit dipikiran seorang gadis sholehah yang cantik dan sederhana ini. Dia Shifa Almadinah adalah seorang gadis muda berumur 19 tahun yang lembut dan cerdas yang sedang melanjutkan kuliahnya di negara asing. Gadis yang tak pernah disentuh oleh lelaki manapun.
Revano Alzano adalah seorang mafia muda yang tampan dan dingin. Dia berumur dua tahun lebih tua dari Shifa.
Cinta dari seorang mafia muda itu tak pernah ia harapakan. Akankah cinta dari seorang mafia yang tampan dan dingin ini terbalas? Akankah Shifa menerima takdir ini atau justru menolaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blue Wii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15
Sinar pagi menyinari kamar Celine yang luas. Tampak gadis itu sangat menikmati tidurnya, tentu saja karena permintaannya kepada sepupunya sudah di penuhi.
Celine yang sudah bersiap pergi ke kampus turun dari tangga menuju meja makan Black Wolf.
“Morning all…," ucap Celine kepada Ayahnya, Tuan Zardo, Zano dan Marcel yang sudah mendahuluinya untuk sarapan.
“Morning, girl… Are you sure to go to campus this morning ?“ tanya Uncle Jordan.
“Of course, Ayah… I’m feeling well now," ucap Celine dengan ceria.
Zano, Tuan Zardo dan Marcel hanya mengamati percakapan antara Ayah dan anaknya.
“Oh yaa kak Zan… hmm.. Thank you so much yaa buat kemarin karena kak udah beliin apa yang aku mau," ucap Celine.
Zano yang masih melanjutkan sarapannya masih bersikap datar dan gaya dinginnya tanpa mengucapkan apapun.
“Celine… Kemarin aku juga bersama Zano . Apa kamu tidak say thanks sama aku juga, hah ?" ucap Marcel.
Celine tak menghiraukan ucapan Marcel yang sudah berharap agar Celine mengucapkan terima kasih padanya.
“No problem…. Coz aku juga sedikit happy kemarin," ucap Zano tiba-tiba yang membuat seluruh anggota keluarga Black Wolf penasaran apa maksud dari perkataan Zano barusan.
“Hmm.. Oh yaa ? Is it right ? Wah, aku penasaran nih. Why kak Zan ? Apa yang terjadi kemarin ?" tanya Celine penasaran.
Marcel yang tidak mengerti arti ucapan Zano pun tampak bingung dan menerka-nerka apa yang terjadi kemarin. Sementara Tuan Zardo dan adiknya hanya menyimak apa yang sedang anak-anak mereka bicarakan.
“Apa yang terjadi ? Memangnya Tuan kemarin lagi happy yaa.. ? Mengapa aku tidak menyadarinya ?" tanya Marcel kepada Zano.
Zano melihat ekspresi Celine dan Marcel menjadi canggung karena begitu banyak pertanyaan yang dituju kepadanya.
Suasana di meja makan menjadi lebih hidup karena adanya percakapan yang mereka bahas.
“Biasanya kamu tak pernah mengatakan kapan kamu sedang bahagia. Ada apa ini Zano ? Common cerita, nak. Ayah akan dengarkan ceritamu yang Ayah harap menarik," ucap Tuan Zardo menambahi pertanyaan dari Marcel dan kemanakannya itu sedangkan Uncle Jordan sedari tadi hanya menyimak pembicaraan tanpa mengucapkan apapun.
“Tidak Ayah….Tidak ada apa-apa," ucap Zano.
Zano tidak memberitahu mengapa ia bahagia kemarin padahal Celine kemarin menyuruhnya.
Tidak biasanya seorang Revano Alzano mau diperintah oleh siapapun kecuali Ayahnya.
“Yah…. Kak Zano gak asik," ucap Celine.
Marcel yang masih bingung dan penasaran masih memikirkan bisa-bisanya ia tidak tahu mengapa Tuannya itu bahagia kemarin padahal dia seharian bersama Tuannya.
“Kak Marcel…," panggil Celine.
Tidak biasanya Celine memanggil Marcel tapi kali ini membuat Marcel merasa senang karena Celine memanggil namanya.
“Ya.. ada apa Cel ?" tanya Marcel dengan semangat.
“Masa kakak tidak tahu apa yang terjadi pada kak Zano kemarin ?" ucap Celine.
Baru saja Marcel merasa senang karena Celine memanggilnya tiba-tiba perasaan itu hilang karena Celine mengguruinya.
“Sudah-sudah. Lebih baik Celine, kamu segera berangkat agar tidak telat," ucap Uncle Jordan memperbaiki suasana agar kembali normal.
“Baik Ayah.. but aku gak mau diantar sama kak Zano karena dia tidak memberitahuku tentang tadi," ucap Celine.
“Tak ada penawaran atau kau tidak pergi ke kampus hari ini," ucap Zano datar dan meninggalkan meja makan berjalan keluar menuju mobil yang terparkir di depan istana Black Wolf.
“Hishh…. Always kayak gitu," ucap Celine yang sambil berlari menyusul Zano.
Marcel yang masih di tugaskan Zano untuk menjalankan perdagangan di seluruh kota masih berada di meja makan bersama ayah angkatnya siapa lagi kalau bukan Tuan Zardo dan Uncle Jordan.
“Nanti kita diskusikan berapa banyak jenis barang yang akan kita kirim di berbagai kota," ucap Tuan Zardo kepada adik laki-lakinya dan lelaki yang sudah dianggap sebagai anak angkatnya, yaitu Marcel.
***
Disisi lain, Shifa dan Zainab memutuskan untuk berjalan kaki ke kampus pagi ini. Setelah mereka mengecheck cuaca hari ini agar tidak salah kostum stetelah itu mereka bergegas untuk pergi. Mereka memang pergi lebih awal agar tidak terlambat masuk kelas.
“Zai.. mengapa akhir-akhir ini cuaca begitu mendung yaa.. ?" tanya Shifa ditengah-tengah perjalanan mereka menuju kampus.
“Maybe.. Karena akan masuk musim dingin," ucap Zai singkat.
“Hmm… Kamu kenapa Zai ? Tidak biasanya kamu tidak bersemangat. Biasanya yaa sahabatku satu ini nih yang paling rame bicara kalau lagi jalan ke kampus," ucap Shifa.
Zainab hanya diam saja, tidak menjawab pertanyaan dari Shifa. Tiba-tiba Zainab menggandeng tangan kanan Shifa yang berada di sampingnya.
“Hoh.. kalau begitu sebentar lagi salju turun dong. Btw.. nanti kita main salju yuk saat libur akhir tahun bagaimana ?" tanya Shifa semangat.
Namun karena Zai dari tadi tidak membalas ucapannya, Shifa melepaskan gandengan Zainab dari tangannya dan berhenti berjalan.
“Zai…," ucap Shifa kesal.
Zainab yang sadar akan perilaku Shifa kepadanya memberikan senyuman kepada sahabatnya itu.
“Hish apaan sih," ucap Shifa sambil menutupi wajah Zainab dengan jari-jarinya yang indah.
“Shif… sorry maybe nanti aku tidak bisa temani kamu main salju karena sebenarnya aku tidak suka musim dingin," ucap Zainab.
Sebenarnya Zai ragu untuk menolak ajakan Shifa karena ia tahu Shifa sangat menunggu kedatangan musim dingin tahun ini. Makesure, Shifa pertama kalinya bisa bermain salju di negara Eropa tersebut.
“Oh begitu… Tak apa kok Zai kalau kamu tidak bisa. Aku juga tidak apa-apa kok," ucap Shifa tulus.
Lamunan Zai yang masih bimbang akan ucapannya pecah karena bunyi klekson mobil mewah yang berada di samping tubuh Shifa.
“Hi… Girls..," teriak seorang gadis dari dalam mobil itu.
“Celine," ucap Shifadan Zai.
“Ayo masuk guys.. kita berangkat bareng," ucap Celine antusias.
Zainab dan Shifa hanya tersenyum mendengar tawaran Celine kepada mereka berdua.
“Tidak usah ragu.. Ayo segera masuk. Kita tidak punya banyak waktu Shifa, Zai," ucap Celine sedikit memaksa agar dua temannya itu mau menerima tawarannya.
“Bener tidak apa-apa nih ?" tanya Zai.
Shifa yang melihat Zano duduk di depan setir mobil memakai kaca mata hitam dan pakaian tebalnya yang keren seperti aktor dari negara Korea hanya diam begitu juga dengan Zano tanpa melihat ke arah Shifa dan Zai sedikitpun.
Zano yang masih mengarahkan pandangannya kedepan kaca mobil menekan klekson mobilnya.
“Bener dong Zainab yang cantik," ucap Celine semangat.
Shifa dan Zainab terkejut akan bunyi klekson dari mobil Zano.
“Yawudah Shif, kita bareng sama Celine dan kak Zano saja," ucap Zai kepada sahabatnya yang berada di sampingnya.
Shifa mengangguk pertanda setuju. Mereka langsung membuka pintu mobil Zano dan duduk di belakang. Zano yang melihat Shifa dan Zai sudah duduk nyaman segera menekan pedal gas dan melaju kencang.
kpn rencana up lagi?
sudah saling tembak menembak
si Author malah kabur...
😃🤣
shi-za..... 😍
😁😀
hahahhiiihii author...
jgn ngeprank donk ah....
gk seru lah kl Syifa ma Arka.....
nangis kejer aqu...
Tetap dukung Zano!!!!
dukanya lbh byk....
mulai masuk bab membingungkan ni...
hihii
shifaaaaaaa
itu visual syifa, foto Author tuh... 🤣
Indonesia buangetttt...
knp si zano org Korea yaa?? 😁
Lanjut dan semangat thorquu
jgn pisahkan shi-za dong, thor...
😫😭😭
ruarrr biasa, thor....
Ttp semangat!!
😍😄
maaf....