NovelToon NovelToon
Petualangan Mistis

Petualangan Mistis

Status: tamat
Genre:Horor / Mata Batin / Hantu / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Awan Biru

El-Syakir namanya. kehidupannya biasa saja sama seperti manusia pada umumnya. hingga suatu hari ia mengalami kecelakaan dan akhirnya ia dapat melihat mereka yang tidak terlihat

mata batinnya terbuka dan bahkan banyak dari mereka yang meminta bantuan padanya. berbagai rangkaian kejadian ia alami.

ia bertemu dengan hantu anak remaja laki-laki yang akan mengikutinya kemanapun ia pergi.

"bantu aku mencari siapa pembunuhku dan aku akan membantumu untuk menolong mereka yang meminta bantuan"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Awan Biru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 15

drrrrtttt.... drrrrtttt....

📞 Zidan

halo

📞 misterius

halo Zidan, bagaimana kabarmu...?

📞 Zidan

siapa ini...?

📞 misterius

aha.... setelah sekian lama tidak bertemu ternyata kamu sudah sombong sekali ya

📞Zidan

jangan membuang-buang waktu ku. katakan saja siapa kamu

📞 misterius

padahal kita baru saja bertemu beberapa hari yang lalu. ckckck, sangat disayangkan kamu masih mudah ternyata sudah pikun

📞 Zidan

kalau kamu tidak menjawab pertanyaanku maka lebih baik aku matikan saja

📞 misterius

silahkan matikan kalau kamu ingin melihat mayat keponakan tersayangmu

📞 Zidan

kau.....jadi kau yang menculik Dirga.... bedebah, dimana keponakanku sekarang. akan aku buat perhitungan denganmu.

📞 misterius

hahahaha....senang sekali bisa membuatmu panik, sama seperti kakakmu dulu yang panik akan anak kesayangannya ini.

📞 Zidan

berani menyentuh keponakanku, aku tidak akan mengampunimu

📞 misterius

uuuuhhh....takuuuuut...hahahaha

tuuuuut.... panggilan dimatikan

📞 Zidan

halo....halo.... aaaggghh brengsek.

Zidan memukul mejanya dengan sangat keras. ia menghubungi seseorang untuk melacak nomor yang telah menghubunginya tadi.

sedangkan di tempat lain

"aaah...senang sekali rasanya bisa mempermainkan dia"

"kenapa bos tidak memberitahukan keinginan bos saja. seperti rencana bos memanfaatkan kesempatan yang ada" ucap pengawal

"nanti saja, aku masih ingin bermain-main dengan adik Burhan sialan itu" ia tersenyum menyeringai

****************************************

"jadi apa yang harus kita bawa...?" tanya Adam yang sedang memilih barang yang akan dibawanya

"yang jelas baju dan celana wajib" jawab El

"kalau ini apakah tidak wajib...?" Adam mengangkat boxer milik El

"astaga, simpan nggak" El langsung merampas barang miliknya itu dan memasukkan ke dalam tas

"hehehe ternyata pilihan kamu imut juga ya... Doraemon. hahahah" Adam tertawa cekikikan

"ck...sialan lu" El melemparkan bantal guling ke arah Adam namun hantu itu menghilang dan muncul duduk bersila di atas meja belajar

El mengambil tas ranselnya dan membuka lemari untuk memilih pakaian mana yang akan dibawanya.

"biar aku bantu memilihkan baju untukmu" Adam melayang menghampiri El

"di perkampungan cuacanya dingin kalau malam, kamu harus membawa baju yang hangat" Adam memilah mana yang akan cocok untuk El

"yang ini nggak cocok, ini juga, ini juga, ck apa lagi ini, ini sama sekali nggak cocok" Adam mengambil baju-baju dalam lemari dan menghamburnya di lantai

"ckckck....sama sekali nggak ada baju yang cocok untuk dibawa. apa perlu kita belanja dulu...?" Adam berbalik melihat El yang berdiri di belakangnya dengan pakaian menumpuk di kepalanya

"alamaaa....hehehe maaf" Adam mengambil satu persatu baju yang menutupi kepala El. El-Syakir menatap Adam dengan tajam

"sudah puas mengobrak-abrik isi lemari ku...?" tanya El dengan tatapan dingin

"baju-baju mu jelek semua, ayo kita pergi belanja ke mall" ajak Adam

"ck belanja apanya, minggir...oh ya ampun Adam, perbaiki nggak"

"baik"

Adam memungut semua pakaian itu dan memasukkannya satu kali ke dalam lemari tanpa dilipat dan diperbaiki.

El menepuk jidatnya, ia jadi sakit kepala melihat lemarinya yang berantakan.

isi dalam lemari sudah diperbaiki kembali, semua perlengkapan El sudah berada di dalam tas.

"terus aku mau pakai baju apa...?" tanya Adam

"emang elu bisa pakai baju, nanti orang lihat baju melayang lagi" jawab El

"ck...yaaa nggak jadi pakai baju baru dong" Adam melayang lesu duduk di kursi

"jadi elu mengobrak-abrik isi lemari gue hanya untuk memilih baju yang cocok untukmu...?"

"hummm dan semuanya jelek, aku nggak suka"

"ck...dasar setan" cebik El

"jam berapa kita berangkat, Kenapa teman-teman mu belum juga datang...?"!tanya Adam

"mungkin sebentar lagi" jawab El

"ada yang datang" Adam melihat ke arah pintu

ceklek....

"kak" Alana masuk ke dalam

"ada apa...?" tanya El

"kakak benaran mau pergi...?" Alana duduk di kursi belajar. Adam segera menjauh darinya

"iya. ini kakak lagi siap-siap" jawab El

"yah, Lana nggak ada temannya kalau kakak pergi" Alana cemberut

"kan ada ibu sama ayah. lagian kakak juga perginya nggak lama" ucap El

"tetap saja, kakak pergi liburan Lana malah di rumah. Lana kan juga pengen liburan" ucap Alana

"nanti kalau kakak pulang kita bilang sama ayah dan ibu untuk liburan...liburan keluarga" ucap El

"benar ya...?"

"iya, apa sih ya nggak buat adik kakak ini" El mengusap kepala Alana

"oke, Lana tunggu kakak sampai pulang...tapi Lana pengen ikut juga sama kakak"

"jauh loh dek"

"nggak apa-apa, Lana suka pergi ke tempat yang jauh"

El menarik nafasnya pelan, kalau sudah kekeh begitu maka Alana tetap akan ingin ikut.

"ya sudah, minta izin sama ayah dan ibu dulu. kalau diizinkan kamu boleh ikut"

"assiiik...oke Lana minta izin dulu"

Alana segera keluar dari kamar El untuk menemui ibunya.

"El, apakah ini cocok untukku...?" tanya Adam

El melihat ke arah hantu itu, ia ternyata memakai baju dan celana milik El.

"elu nggak apa-apa pakai baju gue, nanti yang dilihat orang baju melayang nggak ada orangnya"

"tenang saja, nggak akan ada yang melihat baju melayang. jawab dulu bagus nggak...?"

"hummm bagus"

Adam tersenyum, sekarang ini ia memakai baju kaos lengan panjang dan celana jeans serta topi. kalau El dilihat-lihat ternyata hantu itu tampan juga.

"elu ganteng juga ternyata" El menatap Adam

"jangan bilang kamu naksir sama aku" goda Adam

"cih, amit-amit jabang bayi" El merinding sendiri

kedua sahabatnya sudah datang untuk menjemputnya, Alana pun ikut. gadis itu sudah meminta izin kepada ibu Arini dan ayah Adnan lewat telpon karena ayah Adnan sedang berada di toko.

"udah siap, ayo berangkat" ucap Vino

"loh Lana, kamu juga ikut...?" tanya Leo

"iya kak, nggak apa-apa kan...?" jawab Alana

"nggak apa-apa, malah makin seru" timpal Vino

"ayo, nanti kita kemalaman di jalan" ajak Vino

mereka semua berangkat, pastinya dengan sudah berpamitan kepada ibu Arini. El bonceng di motor Vino sedang Alana di motor Leo.

sebelum lanjut, mereka singgah di minimarket untuk membeli beberapa cemilan dan makanan yang mereka butuhkan.

setelah berbelanja mereka kembali melanjutkan perjalanan namun diparkiran seseorang menyapa mereka.

"kalian mau kemana...?"

"starla" ucap El.

"mau liburan, bosan di rumah terus" jawab Vino

"wah...wah...kalian liburan nggak ngajak-ngajak gue" ucap starla

"emang harus gitu...?" timpal Vino

"haruslah, gue kan mulai sekarang bagian dari kalian. pokoknya gue ikut"

(aish...pasti akan sangat merepotkan) batin El

"nggak mau tau pokoknya gue ikut. gue bawa motor. El, elu sama gue ya...masa iya gue bawa motor ke perjalanan jauh" starla menatap El

"makanya, nggak usah ikut. bikin ribet" ucap Leo

"bawel lu berdua, El ayo sama gue" starla berjalan mengapit lengan El dan membawanya dekat motornya

"kak" panggil Alana

"elu sama Leo saja, gue mau bonceng Alana" ucap El

El menjauh dari starla mendekati Leo dan Alana sementara itu Leo ke arah starla.

"kok elu sama dia sih, gue kan bilangnya elu sama gue" starla menatap tidak suka kepada Alana

"kalau elu nggak setuju, ya udah nggak usah ikut" timpal Vino

Vino segera menjalankan motornya di ikuti oleh El yang membonceng Alana.

"jadi gimana, masih mau ikut nggak...?" tanya Leo

"cewek tadi itu siapa sih...?" tanya starla

"kenalan dong, ngapain nanya sama gue" jawab Leo

"ish...gue nanya cewek tadi itu siapa...?" starla semakin kesal

"yang pasti dia cewek yang paling berarti buat El. ayo naik, kita udah ditinggal jauh noh"

"iya iya" starla dengan kesal naik di atas motor

mereka terus membelah jalan raya. karena mengantuk Alana bersandar di punggung El dan memeluk kakaknya itu. melihat itu, starla semakin naik pitam. ia sudah lama mengejar El namun tidak sekalipun El meliriknya dan sekarang ada orang lain yang mendekati laki-laki pujaannya itu, tentu saja starla emosi. padahal yang dia cemburui adalah adik El sendiri.

hari sudah sore, tentu saja mereka harus mencari masjid untuk menunaikan ibadah sholat ashar. setelah menemukan masjid, mereka segera sholat.

"gue lapar nih, cari makan dulu yuk" ajak Vino

"sama gue juga lapar" Leo mengelus perutnya

"kamu lapar juga...?" tanya El kepada Alana dan gadis itu mengangguk

"gue juga lapar banget. di sana ada warung makan. ayo ke sana" starla mengapit lengan El dan berjalan ke arah warung makan yang ia sebutkan sambil tersenyum mengejek ke arah Alana

saat melihat sekeliling, El merasa seperti tidak asing dengan tempat mereka berada sekarang.

mereka sudah berada di warung makan yang ditunjuk oleh starla tadi.

"Le, Vin, kok gue merasa pernah ke sini ya sebelumnya" ucap El

"kakak pernah ke sini...?" tanya Alana

(cih kakak, sok manis banget) batin starla menatap Alana kesal

"iya, gue ingat ini kan daerah waktu kita datang menemui ibunya kak Bima. warung makan ini juga tempat kita makan itu hari kan" ucap Vino mengingatkan

deg.....

seketika jantung El berpacu seperti habis lari maraton.

(warung makan yang waktu itu kan ada....ada...d-dia) El melihat ke arah pojokan dan benar saja dugaannya sesuai apa yang ia pikirkan

seorang nenek tua yang masih setia terus saja duduk di tempat pojokan itu. nenek itu melihat ke arah El yang juga sedang menatapnya. senyuman mengerikan terpampang di wajah itu.

"kita cari tempat lain" El berdiri dan ingin pergi

"loh kenapa, kita udah pesan loh makanannya" Leo menahan El

"apa kalian nggak ingat kejadian waktu itu saat kita sedang makan, seorang nenek tua" bisik El di telinga kedua sahabatnya

"maksud elu, nenek itu masih ada di sini, di tempat ini...?" tanya Vino dengan pelan dan El menggangguk

"cu"

El melihat ke arah sumber suara, nenek itu sudah berdiri di sampingnya dengan wajah hancur sebelah.

"aaaaa" El teriak dan berlari ke arah luar

"kak"

"El"

mereka semua segera mengejar El yang sedang ketakutan.

"kita pergi dari sini cepat" ucap El

"kakak kenapa, ada apa...?" tanya Alana yang bingung dengan perilaku kakaknya sekarang

"cu...tolong nenek" suara itu kembali terdengar di telinga El

"aku nggak mau, aku nggak mau.... pergi kamu...pergi" El menutup mata dan telinganya

"cu...toloooong"

"pergi" teriak El

"El, elu kenapa...?" tanya starla

hap....

satu tangan yang pucat dengan bercampur darah memegang bahu Vino dan Leo. mereka berdua berbalik dan berteriak kaget dengan apa yang mereka.

"aaaaaaa setaaaaaan"

Leo dan Vino berjingkrak takut, sementara Alana dan starla semakin kebingungan. namun selanjutnya Alana merasa ada yang memegang bahunya kemudian ia menundukkan wajahnya entah apa yang terjadi padanya.

"cepat pergi dari sini, ayo cepat"

mereka semua segera pergi dan sudah bersiap di atas motor namun Alana tidak bergeming sedikitpun dari tempatnya.

"Lana, ayo" teriak El

"heheheh....kalian mau kemana cu" ucap Alana dengan suara nenek. rupanya ia telah dirasuki

"L-Lana...ada apa denganmu...?" tanya Leo

Alana membangunkan kepalanya dan melihat ke arah mereka semua dengan tatapan tajam dan mata yang merah.

"aaaa....dia kerasukan" teriak starla bersembunyi di punggung El

"kalau kalian pergi, aku bunuh anak ini" ucap Alana

"mau apa kamu, keluar dari tubuh adikku" ucap El

(adik....jadi gadis itu adiknya El) batin starla

"hehehe...tidak semudah itu cu...aku mau kalian berbuat sesuatu untuk ku" ucap Alana

(Adam...bantu gue, elu dimana sih) batin El yang sedang memanggil teman gaibnya

memang sejak mereka masuk di masjid, Adam sudah tidak kelihatan olehnya. entah pergi kemana hantu itu.

"kakak....s-sakit" ucap Alana. gadis itu sedang mencekik dirinya sendiri

mereka mulai panik. El mendekati Alana bermaksud melepaskan cekikkannya namun ia terlempar jauh karena gadis itu.

"El" ketiga temannya menghampirinya dan membantunya untuk bangun

"aku mau membawa gadis ini bersamaku, akan aku bunuh dia" ucap Alana dengan suara nenek-nenek dan tangannya tetap mencekik lehernya sendiri

"k...k-kak" mata Alana mulai memerah

"aaggghh...s-sakit" air mata gadis itu sudah mengalir

"Alana" teriak El berlari menghampirinya

wuuusshh.....

seketika angin berhembus kencang dan tiba-tiba saja Alana langsung jatuh tidak sadarkan diri.

"Alana" El berlari dan membawa Alana ke dalam pelukannya

nenek tua itu keluar dari tubuh Alana, dan ia berhadapan dengan seseorang.

"siapa kamu, berani mencampuri urusanku" ucap nenek tua dengan marahnya

"aku akan mencampuri urusanmu kalau kamu berani menyentuh temanku" jawabnya

"Adam" El menatap Adam yang sedang menghadapi nenek tua itu

"Adam, siapa Adam...?" tanya ketiga temannya namun El tidak menjawab

"Lana, bangun dek...sadar" El sudah mulai berkaca-kaca

"minggir kamu anak ingusan, aku mau gadis itu jadi milikku" teriak nenek tua

"tidak akan aku biarkan" jawab Adam

"kurang ajar... hyaaaaa"

nenek tua itu langsung menyerang Adam, dengan cepat Adam menghindarinya. hal itu disaksikan oleh El sendiri karena teman-temannya tidak dapat melihat itu. padahal tadi nenek tua itu sudah menampakkan diri ke Vino dan Leo namun Adam langsung menutup kembali penglihatannya mereka setelah berhasil mengeluarkan nenek tua itu dari tubuh Alana. tentunya lewat angin yang dibuatnya tadi.

bugh....

nenek tua itu jatuh mendarat di tanah, ia kalah dari Adam.

"Adam" ucap El

"Adam siapa sih El...?" tanya Leo

"aku hanya ingin meminta tolong kepada mereka" ucap nenek tua itu

"tapi caramu meminta tolong salah nek, nenek menakuti mereka dan mencelakai salah satu dari mereka" jawab Adam

Adam melayang mendekati El. El sudah menangis karena Alana tidak sadarkan diri dari tadi.

"bawa dia ketempat aman, dan bicara pada nenek itu...dia membutuhkan bantuan kalian" ucap Adam

El mengangguk. Alana segera dibaringkan ke dalam warung makan tadi, tentu saja dengan meminta izin terlebih dahulu. mereka beralasan kalau Alana kecapean dan butuh istirahat sejenak. tidak ada seorangpun yang sadar di tempat itu apa yang telah terjadi tadi karena ternyata nenek tua tadi membuat mata semua orang tidak dapat melihat apa yang sedang dilakukannya bersama El dan para sahabatnya.

1
🖤❣ DeffaSha ❣🖤
kayakny gak badanny aja yg berubah tapi otakny juga...berubah jadi gak waras /Speechless/
🖤❣ DeffaSha ❣🖤
gue-kamu tuh koq rada aneh ya kedengaranny...
🖤❣ DeffaSha ❣🖤
kirain yg kaya cuma leo 😁
🖤❣ DeffaSha ❣🖤
leo ngapain bawa2 minyak telon 🤣🤣🤣🤣 biar berasa masih baby yg le 🤣🤣🤣🤣
🖤❣ DeffaSha ❣🖤
heranny gak ada satu guru pun yg liat 🤔
🖤❣ DeffaSha ❣🖤
apaan sih, tadi pas ketemu di kamar mayat gak takut kenapa sekarang ketakutan...kan dah jelas td rohny bilang bakalan ngikutin vino dan leo sampai amanatny di selesaikan...
🖤❣ DeffaSha ❣🖤
aku ngirany dirga atau el yg bakalan punya pengalaman mistis...koq jadi malah mereka berdua yg jd punya pengalaman mistis 😄
🖤❣ DeffaSha ❣🖤
apakah nantiny jiwa dirga akan masuk ke raga el...atau sebalikny 🤔🤔 hemm semoga sama2 sadar ya jgn ada yg meninggoy...
Ainun Hadmirani
menurut sy ceritanya bagus
Lina Suwanti
sekalian honeymoon lg yaa ayah Ardan n ibu Arini
Lina Suwanti
Adam jgn ceroboh,,kamu skrg dah bukan arwah lg ......
Lina Suwanti
Dirga selamat,walaupun blm ketemu sama pembunuh ayah sambung n bundanya tp sdh ada petunjuk.....arwah Dirga tdk jd buih seperti para arwah yg kembali pada sang pencipta
Lina Suwanti
tertabrak kak author,kan tdk sengaja....klo ditabrak itu sengaja🙏
Lina Suwanti
aduh Sisil.....kenapa ga cerita dr awal jd Zidan dkk bisa antisipasi bahkan bisa ambil kembali Azam dr Aris.
Lina Suwanti
kok jd bayangin kayak gimana itu mulut yaa bisa memenuhi melati😅
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

Insyaallah seru ka... xixi
di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Fitriputri
emang masih sma ya Dirga ,kirain udah kuliah
Yennizulva
aku suka...aku suka,cerita nya.
Nadja 🎀
btw Burhan itu terkena karma salah sendiri mencintai istri orang.. mlh hartanya pd dirga bukan anak kandungnya. ckckck 🙃🙃
fitrie fitrie
sedih nya😭😭😭😭
Yusuf Maulana
Thor u episode di atas , boleh jg cerita posisi Sisil , kesanya cewek yg sakit dgn posisi dia , setidaknya 2 bos dia bs cepet metong , kok msh biasa2 alur ceritanya , bisa ga akhir cerita dia/Sisil ngenes apa metong sekalian , posisi Talita alur ceritanya boleh lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!