NovelToon NovelToon
Ranum

Ranum

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Balas Dendam / Mafia
Popularitas:359.7k
Nilai: 5
Nama Author: khebeleteee

Sebuah perjalanan hidup anggota keluarga black economy.

Ranum Anatoly anak ketiga dari keluarga Loshad. Ranum adalah pria yang selalu fokus dalam setiap misinya. Dia tidak pernah melibatkan orang banyak untuk membantu misinya.

Misi pertama yang diberikan untuk Ranum saat usianya 18 tahun adalah bertemu dengan pembeli senjata terbesar di Australia yaitu Master Wu.

Tapi dari pertemuan itu, Ranum melihat banyak sekali kejanggalan yang merujuk pada hilangnya truk keluarga Loshad yang berhasil dicuri oleh orang tak dikenal disekitar Cowwabie.

Setelah berhasil menemukan fakta tentang truk keluarga Loshad yang hilang, Ranum segera menyerang Krowned Towers milik Master Wu. Setelah penyerangan Krowned Towers, Ranum menghilang bertahun - tahun.

Kemanakah Ranum menghilang? Apakah dia tewas saat penyerangan?

Ikuti terus novel Ranum untuk mengetahui perjalanan hidup Ranum Anatoly yang semakin penuh rintangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khebeleteee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

NETRAL GROUND

Sebuah mobil ambulans dan dua mobil polisi terparkir di depan rumah Ranum dan Miranda. Petugas medis mengurus jenazah Miranda, sedangkan polisi menginterogasi Ranum. Dua polisi melontarkan banyak pertanyaan ke Ranum, tapi tidak satupun pertanyaan dari polisi itu yang dijawab oleh Ranum. Ranum mengabaikan semua pertanyaan polisi – polisi itu sambil meminum whiskey dan menghisap rokoknya.

“Jika anda tetap bungkam seperti ini, kami tidak akan bisa menemukan pelakunya tuan.” Polisi pertama berbicara ke Ranum.

“Sedikit informasi saja mungkin bisa membantu kami untuk menangkap si pelaku tuan.” Polisi kedua berbica ke Ranum. “bantu kami dengan sedikit saja informasi agar kami bisa mencari pelaku pembunuhan ini tuan.” Lanjut polisi kedua.

Salah seorang petugas medis menghampiri Ranum.

“Maaf tuan bayi yang ada di dalam kandungan istri anda tidak terselamatkan.” Petugas medis itu berbicara ke Ranum. “Peluru yang berada di perut istri anda mengenai si bayi.” Lanjut petugas medis itu.

“Lebih baik kalian semua pergi dari sini.” Ranum berbicara ke semua petugas yang berada di ruangan tersebut.

“Tapi kami butuh sedikit informasi yang anda ketahui untuk mencari pelaku tuan.” Polisi kedua berbicara ke Ranum.

“Aku akan urus semuanya, lebih baik kalian semua pergi dari rumah ini.” Ranum berbicara ke semua petugas sambil mematikan rokoknya.

“Baik kalau seperti itu, saya permisi tuan Mark.” Petugas medis itu beranjak pergi dari rumah Ranum dan Miranda.

“Kami tidak bisa per-“ Belum selesai polisi kedua berbicara Ranum membanting gelas whiskeynya, lalu menarik kerah polisi itu.

“Jika dalam waktu lima menit aku masih melihat kalian di dalam rumah ini, hari ini akan menjadi hari terakhir kalian bernafas di bumi.” Ranum menatap bengis polisi itu.

“Baiklah jika anda tidak membutuhkan bantuan kepolisian, kami akan pergi dari sini.” Polisi pertama beranjak pergi. “Sebaiknya kita pergi saja Wiggum.” Lanjut Polisi pertama.

Ranum melepas genggamannya, polisi kedua meludah ke lantai lalu beranjak pergi. Petugas medis dan petugas kepolisian pergi dari area rumah Ranum. Ranum pergi ke rubanah, mengambil sebuah koper besar di tumpukkan barang tak terpakai di rubanah tersebut, membuka koper besar tersebut. Didalam koper besar itu terdapat dua buah pistol AMT automag V, dua buah pisau tempur, gun holster, dan uang sejumlah 5000 dollar AUD. Saat Ranum sedang mengambil barang – barang di rubanah rumahnya, tiba – tiba ada seorang pria dengan setelan tuxedo berdiri di tangga rubanah.

“Aku sudah mengira Ranum yang asli akan kembali.” Pria yang mengenakan tuxedo itu berbicara dari tangga rubanah.

Ranum tidak menggubris pria tersebut, Ranum tetap fokus menyiapkan barang – barangnya.

“Mungkin aku bisa membantu mencari pembunuh istrimu.” Pria berusia sekitar 28 tahun itu kembali berbicara.

Tangan Ranum yang sedang memasukkan pistol ke gun holster terhenti.

“Mungkin aku belum tahu siapa pembunuhnya, tapi mungkin aku bisa sedikit membantu, kamu tidak memiliki petunjuk apapun.” Pria itu berbicara lagi ke Ranum.

“.22 WMR.” Jawab Ranum singkat.

“Banyak disini yang menggunakan peluru tersebut. Bagaimana kamu akan menemukan pelakunya dengan sebuah peluru?” Pria itu bertanya ke Ranum. “Apa kamu akan membunuh semua pemilik peluru itu?” Lanjut pria itu.

“Bantuan apa yang ingin kamu berikan?” Ranum bertanya, berjalan menaiki tangga rubanah tersebut.

“Aku bisa membawamu ke netral ground, mungkin kamu bisa mulai dari sana.” Pria itu mengikuti Ranum.

Ranum menuang whiskey ke dua buah gelas, lalu menggelincirkan segelas whiskey ke meja di depan pria yang mengenakan tuxedo.

“Terima kasih.” Pria itu mengangkat gelas whiskeynya. “Namaku Jarrett Barnes.” Lanjut pria itu, yang langsung menenggak whiskeynya hingga habis.

Ranum mengangguk, lalu menuju ke kamarnya. Kurang dari lima menit, Ranum sudah berganti pakaian.

“Kita pakai mobilku saja.” Jarrett berbicara ke Ranum.

Ranum mengangguk.

Di depan rumah Ranum terparkir mobil mazda rx-7 milik Jarrett. Mereka memasuki mobil tersebut, Jarret langsung memacu rx-7nya itu keluar dari komplek perumahan.

“Kamu yang waktu itu di tempat pemakaman?” Ranum bertanya ke Jarrett.

Jarrett mengangguk.

“Kenapa waktu itu kamu menyelamatkanku?” Ranum bertanya lagi ke Jarrett.

“Aku hanya mengulur waktu, pun pada akhirnya para pembunuh bayaran itu mengejarmu hingga rumah sakit.” Jarret menjawab sambil mengambil sebuah bungkus rokok, mengambil sebatang rokok dari bungkus itu, lalu menawarkan ke Ranum. Ranum mengambil sebatang rokok milik Jarrett. Jarret membuka kaca mobil dan membuka sunroof di rx-7 miliknya.

“Bagaimana kamu tahu orang – orang itu mengincarku?”

“Hingga saat ini nama Ranum Anatoly berada di urutan sepuluh teratas dalam daftar pembunuh bayaran.” Jarret sambil menghisap rokoknya. “2 juta dollar USD untuk kepalamu.” Lanjut Jarrett.

“Kenapa kamu tidak membunuhku?” Tanya Ranum, membuang abu rokok di tangannya.

“Simple, aku hanya tidak ingin mencari masalah dengan keluarga Loshad.” Jarret menjawab tersenyum. “Kami yang tahu seluk beluk keluargamu, tidak akan berani mengambil risiko dan mencari masalah untuk 2 juta dollar.” Lanjut Jarrett.

“Lalu siapa yang memasang namaku di daftar itu?”

Jarrett menggeleng. “Aku tidak tahu, mungkin kamu bisa tanyakan setelah kita tiba di netral ground.”

“Netral ground itu apa?” Tanya Ranum penasaran.

“Sebuah tempat para pembunuh bayaran untuk singgah saat mereka melakukan tugasnya di kota atau negara tersebut, sebenernya hanya hotel konvensional biasa, tapi khusus untuk pembunuh bayaran.”

“Bagaimana jika ada masyarakat biasa yang masuk ke hotel tersebut?”

“Resepsionis akan selalu bilang tidak ada kamar kosong, walaupun banyak kamar yang tersedia.” Jarret menjawab sambil mematikan rokoknya.

Mereka tiba di salah satu hotel di Essendon, hotel ini hanya memiliki 2 lantai. Dari luar, hotel ini sama seperti hotel pada umumnya, tapi ketika pengunjung masuk ke dalamnya, para pengunjung akan melihat hotel yang begitu luas, karena bangunannya yang memanjang dan melebar, tidak menjulang tinggi ke atas. Hotel ini memiliki sekitar 200 kamar, setiap kamar di lengkapi dengan kaca anti peluru dan dinding yang tidak dapat di tembus rudal sekalipun, jadi setiap pembunuh bayaran yang menginap disana akan merasa aman dan nyaman. Ranum dan Jarrett berjalan menuju meja resepsionis hotel itu.

“Selamat malam tuan Jarret, mau pesan kamar?” Resepsionis itu bertanya ke Jarrett.

“Aku hanya ingin bertemu manager.” Jarrett menjawab resepsionis itu.

“Manager ada di ruang santai di lantai dua tuan.”

“Oke, terima kasih.” Jarrett langsung menuju ke ruang santai yang berada di lantai dua, Ranum mengikuti Jarrett dari belakang, orang – orang melihat ke arah Ranum, tetapi Ranum tetap menatap ke depan dan berjalan mengikuti Jarrett. Mereka telah tiba di ruang santai, terlihat manager hotel itu sedang menikmati cerutu dan segelas martini, Jarrett langsung duduk di sofa yang behadapan dengan manager hotel itu.

“Ada apa Jarrett?” Manager tersebut bertanya ke Jarrett. “Kenapa kamu bersama Ranum?” Lanjut manager itu bertanya lagi ke Jarrett.

“Malam ini istriku di bunuh orang tak dikenal.” Ranum langsung memotong percakapan.

“Lalu kenapa Jarrett membawamu kesini?” Manager hotel bertanya ke Ranum.

“Aku tidak tahu alasan dia membawaku kemari, tapi yang aku tahu namaku ada di daftar kalian, jadi aku ingin tahu siapa yang menyuruh kalian untuk memburuku.”

“Aku tahu siapa yang menginginkan kepalamu, tapi aku tidak bisa memberitahumu, itu sudah aturan kami.” Manager hotel menghisap cerutunya.

Ranum berdiri dan langsung menodong kepala manager itu dengan pistol, hanya selang sepersekian detik para pembunuh bayaran lain yang berada di ruang santai itu juga menodongkan pistol ke arah Ranum.

“Aku tidak peduli dengan aturan kalian disini, aku Cuma butuh sebuah nama!” Ranum berseru, tetap menodongkan pistol ke arah manager hotel itu.

“Cukup Ranum, kamu tidak akan bisa melakukan itu disini, bersabarlah dulu.” Jarrett memegang lengan Ranum.

Manager hotel itu memberikan isyarat kepada para pembunuh bayaran yang sedang menodongkan senjata ke arah Ranum untuk menurunkan senjata mereka.

“Maafkan aku Ranum, peraturan tetaplah peraturan, aku tidak bisa melanggar aturan itu dan kamu berada di area bebas perang, jika kamu memulai perang disini, seluruh pembunuh bayaran di dunia akan memburumu.” Manager itu berbicara dengan santai.

“Aku tidak peduli dengan aturan kalian, aku hanya peduli dengan istriku!” Ranum berseru sambil menekan pistolnya ke leher manager itu. Manager itu menelan ludah.

“Ranum, lebih baik kita pergi dari sini, kita cari cara lain untuk menemukan pelakunya.” Jarrett memegang bahu Ranum. “Jangan terlalu gegabah, mungkin kita butuh mereka nantinya.” Lanjut Jarrett.

Ranum mulai luluh, dia menarik pistolnya dari leher manager itu. Ranum duduk lalu membakar sebatang rokok.

“Lalu bagaimana cara kita menemukan pelakunya?” Ranum berbicara ke Jarrett sambil menatap rokoknya.

“Ini sudah mulai larut malam Ranum, lebih baik kamu pulang, aku akan mengantarmu.” Jarrett berbicara ke Ranum.

“Aku butuh informasi, bukan pengasuh.” Ranum meremas rokoknya yang masih menyala.

“Aku tahu, tapi kamu butuh mendinginkan kepalamu terlebih dahulu, kamu terlalu tidak terkontrol saat ini.”

“Maafkan aku Ranum, aku tidak bisa membantumu dalam hal ini.” Manager itu berbicara ke Ranum.

Ranum berdiri lalu beranjak pergi dari netral ground tersebut.

“Terima kasih atas waktunya tuan Lenny.” Jarret sedikit membungkukkan badan.

“Jaga dia, kondisinya sedang tidak stabil.” Manager itu berbicara ke Jarrett. Lenny payton adalah nama manager di hotel netral ground tersebut.

“Baik tuan.” Jarrett langsung bergegas menghampiri Ranum.

Jarrett membuka mobilnya, Ranum masuk ke dalam mobil itu, begitupun dengan Jarrett. Jarrett mengantar Ranum kembali ke rumahnya yang berada di Swinton avenue. Ranum tidak berbicara sepatah katapun hingga tiba dirumahnya. Ranum langsung masuk ke rumahnya. Setelah mengantar Ranum pulang, Jarrett juga langsung pulang ke apartemennya. Ranum mengambil sebotol whiskey yang ada di meja makan, Ranum meminum whiskey itu hingga tersisa 1/4 botol, Ranum berjalan ke kamarnya, dia menerobos garis polisi yang di letakkan di pintu kamarnya. Ranum duduk di tempat Miranda terbunuh, Ranum terdiam melihat bercak darah Miranda yang mulai mengering di lantai kamarnya itu. Ranum menyeka air mata yang tanpa dia sadari mengalir di pipinya.

“Maafkan aku, karena semua kejahatanku kamu menjadi seperti ini, maafkan aku telah masuk di kehidupanmu, maafkan aku merusak segala kebahagiaanmu, maafkan aku karena telah menyuruh James untuk membebaskan Anthony, maafkan aku tidak bisa menjagamu, maafkan aku tidak bisa menjadi suami yang baik selama hidupmu, maafkan aku atas segela kesalahanku ini, aku benar – benar minta maaf.” Ranum menangis. Memegang bercak darah Miranda, Ranum menghabiskan sisa whiskey yang berada di botol. Ranum berbaring di lantai hingga terlelap.

***

Kembali ke masa kini, ke taman yang di datangi Ranum dan Dayana.

“Aku tidak percaya kamu bisa mencintai orang hingga seperti itu, aku pikir kamu akan menua sendirian dan tidak akan pernah merasakan cinta.” Dayana memotong cerita Ranum.

“Aku juga tidak tahu kenapa saat itu aku memilih dia.” Ranum mengeluarkan bungkus rokok dari sakunya. “Jika pada saat itu aku tidak bertemu dengannya, mungkin saat ini dia sedang hidup bahagia.” Lanjut Ranum membakar rokoknya.

“Jika kamu tidak bertemu dengannya, mungkin saat ini kamu tidak ada disini karena sudah mati kehabisan darah setelah kejadian di Krowned towers.” Dayana tertawa. Mengambil sebatang rokok milik Ranum, lalu membakarnya.

“Setidaknya dia tidak tewas tertembak seperti itu.” Ranum menatap bunga – bunga di depannya.

“Aku salut sama Miranda, bisa merubahmu jadi seperti itu. Aku tidak menyangka, adikku yang sedingin es bisa membangun keluarga bahagia bersama Miranda.” Dayana tersenyum menghisap rokoknya. “Aku rasa memang orang yang tepat bisa menjadikan kita manusia yang lebih baik.” Lanjut Dayana.

“Aku tidak tahu soal teori itu, tapi setelah aku menikah, aku hanya ingin Miranda bahagia.” Ranum membuang abu rokoknya.

“Lalu kenapa kamu kembali bersama Alexa?” Dayana bertanya penasaran. “Aku berpikir bahwa Alexa adalah kekasihmu.” Lanjut Dayana.

Ranum menghela napas. “Ceritanya akan sangat panjang.”

Dayana menatap Ranum dalam – dalam, siap mendengarkan seluruh cerita.

1
Yanti
anak sultan emang beda
Callista Ayu
huhh bapak nya si chen sok tau skg liat nihhh anak mu aja sampai mau lempar aja badan nya keranum tp ranum gk mw tuhh
yanneBee
bgini ni orng kaya beneran...bukan orang yg pura2 kaya🤭
mami bilqis
lebih sedih bab ini dari miranda
sari
si gampang namanya
Reni acenk
another sad scene
Callista Ayu
sombong sekaapak nya chen pasty si bapak nya itu yg ngebuat chen kerja di rumah bordirr . blm tau aja kau tun siapa ranum olivia saja geram
emma
cerita sebagus ini gk trending lho
Yanti
aku setuju dengan Alexa,tiap nyawa berharga, betapa kehilangannya keluarga yg ditinggalkan...Ranum cepat atau lambat harus berhenti membunuh orang
Angel
sedih
Angel
keren ni authornya, risetnya bagus bisa detail samapai ke nama nama tokohnya
febriano
SIAPA YG NAROH BAWANG!
Callista Ayu
huhhh kehilangan wanita yg sangat mencintai ranum untuk kedua kali nyaa knpa ranum kau tidaj mencoba membuka hati mungkn dengan kematian mmwanita yg menyayangikamu bisa merasakan cinta kmu sebelum dia meninggal . alexa dr awal sgt mencintai kamu menunggu kamu bwrtahan dn melindungi kamu sampai kamu menikah dg miranda pun dy masih mencintai kamuu
yanneBee
dan terjadi lagi....satu persatu orang yg mencintai ranum hrus meninggal,smg ranum segera berhenti
Callista Ayu
chen begitu tulus ke ranum tp semua wanita tuluss ke ranum amalagi si himari
Callista Ayu
sllu himari yg ngebantu ranum dg tantangan misi yg tersulitt
Callista Ayu
ini pasty ad adegan berantem nya yaa krna kepemilikan keluarga nya ranum udah di ambil org lain lagi . semoga misi ranum kali ini dipermudah juga yaa jgn temukan ranum dg wanita lg ya terllu byk wanita bingungg thorr
Callista Ayu
gk kerenn dong yaa di panggil paman ranum . daddy ranum aj hha
Callista Ayu
sepeduli itukan ranum ke chen . chen sangat menyukai ranum kan knpa gk menikh aja deh mereka beedua
Callista Ayu
mudah sekali tantangan ranum kali ini . knpa dy gk mw membabtu lyana yaa .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!