Seorang Pria tua yang di sebut sebagai Manusia Terkuat di dunia Kultivasi, Kekuatan Pria tua itu tidak perlu di tanyakan lagi, Musuh - musuhnya takut hanya mendengar namanya saja. Hal tersebutlah yang membuat dia tidak memiliki satu seorang teman ataupun keluarga.
Hanya kehampaan yang Pria tua rasakannya sekarang, Kerena hal itu Pria tua tersebut meminta kepada Dewa untuk memberikan sebuah dunia menarik untuknya, Dewa mengabulkan dan Mereinkarnasi Pria tua tersebut ke sebuah dunia Baru.
Apakah Pria tua tersebut dapat berdirii puncak dunia di dunia yang baru?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EON, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 15 - Serangan Bandit.
Arthur sedang berlatih di halaman bersama dengan Clara.
“Kenapa dia sangat bersemangat untuk berlatih.” Arthur melihat Clara yang sedang berlatih dengan giat.
Arthur menjadi senang melihat perubahan sikap Clara , Bagaimana tidak dulu Clara akan mencari cara agar tidak berlatih, Sekarang Clara melakukan apa yang Arthur katakan tanpa mengeluh sedikitpun.
“Clara sepertinya latihannya sampai disini.” Arthur melihat ke arah seorang anak kecil berjalan ke arahnya.
“Kakak Arthur.”
“Agni kenapa kamu kemari.” Alasan Arthur berhenti berlatih karena adik perempuannya datang ke arahnya.
“Ibu memanggil kalian berdua.” Ucap Agni.
Arthur mengendong Agni. “Baiklah mari kita pergi.”
Eva melihat Arthur sudah datang di ruang keluarga.
“Ibu Kenapa memanggil kami.” Ucap Arthur.
Arthur melihat ibunya mengarahkan pandangannya kepada Yue dan Arthur melakukan apa yang di lakukan ibunya.
“Karena pertandingan kalian berdua akan di mulai 3 hari lagi, Bibi ingin mengajak kalian untuk liburan.”
“Tidak perlu Bibi Yue, Arthur masih ingin berlatih sampai pertandingan tiba.”
Eva langsung tidak menyetujui perkataan Arthur.
“Arthur yang di katakan Bibi Yue benar, Kalian berdua sudah berlatih dengan giat selama 1 tahun, Ibu ingin Kamu harus sedikit bersenang-senang.”
“Yang dia katakan ibuku benar juga, Jangan sampai kehidupanku sama saja seperti kehidupan sebelumnya.” Batin Arthur.
Di kehidupan lalu, Arthur merupakan seorang yang maniak berlatih, waktunya hanya untuk didedikasikan untuk berlatih.
Hal tersebut menyebabkan Arthur tidak bisa menikmati isi dunia di kehidupan sebelumnya.
“Baiklah aku ikut, Tapi kita akan pergi kemana bu?” Tanya Arthur.
“Sudah jelas ke pantai, sudah lama aku tidak pergi ke sana.” Ucap Clara dengan antusias.
“Benar yang di katakan Clara, Kita semua akan berlibur di pantai, Jadi Arthur sekarang pergi kemas barang-barang kamu, Kita akan berangkat satu jam lagi.”
Arthur hanya membawa beberapa baju dan juga pil secukupnya, Arthur memasukkan semuanya ke dalam cincin penyimpanan.
“Arthur tidak perlu membawa sebuah pedang.” Ucap Clara setelah melihat Pedang di sampingnya.
“Ini hanya untuk berjaga-jaga saja.” Arthur merasa perjalanan mereka akan menjadi perjalanan yang melelahkan.
Arthur dan Clara berjalan keluar rumah, dan melihat ada sebuah kereta kuda yang biasa saja.
Arthur mengerti maksud Grey memilih kereta kuda tersebut, Grey tidak ingin menggunakan kereta kuda yang mewah karena bisa menarik perhatian para bandit atau perampok.
Arthur juga melihat beberapa Pendekar Awal dan menengah.
Gray tentu tidak ingin sesuatu terjadi pada mereka, Jadi Grey sudah menyewa beberapa pendekar untuk menjadi pengawal mereka.
“Jika begitu mari kita berangkat.” Ucap Gray.
Kereta kuda berjalan, Arthur sadang duduk dengan ibunya dan Agni beserta Clara dan Bibi Yue.
Setiap samping kiri dan kanan kereta kuda terdapat 2 Pendekar yang mengawalnya, Kekuatan pendekar tersebut berada di Pendekar Awal dan Menengah.
Sedangkan di bagian belakang kereta kuda terdapat 1 orang Pendekar Menengah dan 2 orang lainnya merupakan pendekar Awal.
Ayah Arthur dan Ayah Clara duduk di depan untuk menjadi kusir.
“Sepertinya tidak akan ada masalah.” Arthur merasa perjalanan kali ini akan aman-aman saja.
“Kakak Clara, Pantai seperti apa.” Tanya Agni.
“Pantai itu di penuhi dengan pasir putih yang cantik dan Airnya sangat asin, Ada juga beberapa binatang yang imut seperti kerang.” Clara menjelaskan dengan antusias.
“Aku dengar pantai yang kita datangi dekat dengan Kota Ikan Bukan?” Eva bertanya kepada Yue.
“Benar, Aku juga ingin mengajak kamu ke sana Eva untuk berbelanja.”
“Tidak di duniaku sebelumnya maupun sekarang sifat perempuan tidak berubah.” Batin Arthur.
Arthur tidak membuang- membuang waktu, dan mulai memejamkan mata untuk berlatih.
“Dia bisa berlatih di mana saja.” Ucap Yue melihat Arthur sedang bermeditasi di dalam kereta.
Arthur sedang melakukan meditasi karena mencoba untuk menembus Pendekar Awal menjadi Pendekar Menengah.
Arthur berfikir seperti itu karena kekuatan fisiknya sudah sebanding dengan kekuatan fisik Pendekar Menengah, Arthur merasa tidak selamanya harus mengandalkan kekuatan Fisik saja.
Jika ingin menjadi seorang Pendekar Awal harus memiliki tenaga dalam, Sedangkan untuk menjadi seorang Pendekar Menengah harus memiliki tenaga dalam sebanyak 100 titik.
Arthur mulai mengumpulkan tenaga dalam ketika dia sudah menjadi Pendekar Awal 6 Bulan lalu.
Sekarang Arthur memiliki 95 titik tenaga dalam, tentu saja Arthur tidak hanya mengandalkan dirinya, Arthur juga beberapa mengonsumsi Pil penambah tenaga dalam yang dia ambil dari Assosiasi Naga Api.
“Aku pikir dengan ini aku akan memiliki tambahan 5 titik tenaga dalam lagi.” Arthur meminum sebuah pil bewarna ke putih.
Pil ini bernama Pil Cahaya yang merupakan sebuah Pil bintang 3, Manfaat Pil ini dapat menambah tenaga dalam sebanyak 5 titik saja.
“2 jam waktu yang aku perlukan untuk menyerap Pil ini.” Arthur mulai menyerap manfaat dari Pil Cahaya.
Setelah satu setengah jam berjalan Tiba-tiba kereta kuda berhenti. “Apa yang terjadi.” Tanya Yue kepada Grey.
“Cepat masuk kedalam.” Grey berkata dengan cepat.
“Keluar kalian semua.” Ucap Han karena merasakan beberapa hawa kehadiran di balik pepohonan.
Han melihat 20 orang keluar dari pepohonan. “Cih mereka terlalu banyak.”
Han melihat seseorang Pendekar Menengah berada di antara Pendekar Awal “Aku rasa dia pemimpinnya.”
“Han.” Grey menjadi panik melihat jumlah musuh.
“Tuan Grey pergi masuk ke dalam, Aku akan mengurusnya.”
“Sayang apa yang terjadi.” Tanya Yue karena heran melihat suaminya masuk ke dalam.
Grey menjelaskan situasi kepada istrinya dan Eva.
“Apa 20 orang, bagaimana bisa.” Yue menjadi panik, Walaupun mereka membawa Tiga pendekar Menengah tapi jumlah musuh sangatlah banyak.
“Sayang tenang saja, Kita mempunyai Han.” Grey memeluk istrinya dengan erat.
BERI LIKE DAN COMMENT