Ecla Chasa Vanny adalah seorang gadis yang berusia 18 tahun. Seorang gadis malang yang melakukan bunuh diri setelah dijual kepada seorang rentenir oleh paman nya sendiri.
"Tuhan mendengarkan doa yang kau panjatkan dengan rasa putus asa......"
Reyhans De' Etrama seorang Ceo dari perusahaan ZR Group yang merupakan perusahaan terbesar dinegara S dan H. Memiliki wajah tampan dengan bentuk tubuh yang sempurna.
"Pertemuan yang seperti nya sudah ditakdirkan oleh Tuhan...."
"Tuhan memberimu kesempatan untuk me-RESET hidup mu....
Apakah kau akan memperoleh kebahagian di kehidupan mu yang baru........"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 15
Awalnya Vanny hendak memasakan makan malam untuk Rey untuk mengisi waktunya, namun dia harus mengurungkan niatnya ketika muncul kemungkinan Rey tidak mau makan masakannya atau sudah makan malam diluar bersama dengan kekasihnya.
Karena dalam pemikiran Vanny tidak mungkin seorang Reyhans De’Etrama yang memiliki wajah rupawan, bentuk tubuh yang sangat ideal ditambah dia seorang pengusaha sukses yang sangat kaya raya dinegara S.
“Ouh…. kau sudah pulang, Tuan Rey?” tanya Vanny ketika melihat Rey memasuki kamar hotelnya.
“Hmmm…kenapa kau belum tidur, ini sudah cukup larut?” tanya Rey mengabaikan pertanyaan Vanny yang sudah pasti jawabannya sambil melepas jas dan dasinya.
“A-aku…aku ingin mengucapkan terima kasih atas bajunya. Jadi aku menunggumu pulang.” ucap Vanny dengan kepolosannya.
“Sudah kubilang! Tidak masalah, bukan!” jawaban Rey yang terdengar begitu dingin, lalu meninggalkan Vanny begitu saja untuk membersihkan dirinya dikamar mandi.
Mendengar jawaban Rey, jiwa sadar diri Vanny muncul. Vanny pun memutuskan untuk tidur saja disofa, karena dia tahu persis posisinya yang saat ini sedang menumpang pada Rey.
Jadi sebisa mungkin Vanny ingin membuat Rey nyaman dengan adanya kehadirannya disana. Mungkin karena dia sudah sangat mengantuk akhirnya dia pun langsung tertidur disofa.
...****************...
Rey yang baru selesai mandi seperti biasanya, dia melihat Vanny yang sudah tertidur disofa akhirnya mendekati dan memindahkan tubuh Vanny kekasur.
“Kenapa gadis itu tidur disofa?”
“Apa perkataanku yang barusan menyinggung perasaanya?”
“Tapi kan aku tidak pernah bermaksud begitu!”
“ Sudahlah, biar aku pindahkan saja dia diranjang!”
Rey pun langsung menggendong tubuh mungil Vanny dan membaringkannya diatas ranjang, tidak lupa dia juga menyelimuti tubuh Vanny agar tidak kedinginan.
“Ya Tuhan! Tubuhnya begitu ringan. Apakah dia tidak diperlakukan dengan baik oleh keluarganya?”
“Sudahlah, itu bukan urusanku!!”
Setelah itu, langsung membaringkan tubuhnya disofa dan tertidur karena hari ini memang cukup melelahkan menurutnya. Prinsip hidup Rey, seorang lelaki tidak pantas tidur dikasur kalau ada wanita yang tidur disofa dan sudah menjadi kebiasaan tidur Rey yang hanya memakai celana boxer pendek dan jubah mandinya saja, meskipun ada orang lainnya dikamarnya dia tetap tidak peduli yang terpenting dia bisa tidur dengan nyaman.
...****************...
Keesokan paginya, Vanny yang pertama kali membuka matanya terlebih dahulu daripada Rey. Vanny merasa sangat bingung ketika menyadari dirinya sudah berada diatas ranjang saat dia bangun, padahal dia ingat dengan jelas bahwa semalam dia tidur disofa.
Vanny pun langsung menatap kearah sofa, dia sangat terkejut ketika melihat Rey masih tertidur dengan jubah mandinya yang sudah tidak menutupi tubuhnya lagi. Sehingga memperlihatkan bentuk tubuhnya yang seksi dan celana boxernya saja.
“Aaaakkkkhhhhh…….!” teriak Vanny histeris, tangannya langsung menutupi seluruh wajahnya yang sudah terlihat merah padam karena saking malunya melihat Rey hampir telanjang bulat.
“Aisshhh…. Apa-apaan, Sih? Pagi-pagi sudah membuat keributan saja!” seru Rey yang akhirnya terbangun karena suara teriakkan Vanny yeang sangat kencang.
Kedua matanya saling mengerjap mencoba memyesuaikan cahaya mentari yang menerpa wajah tampannya itu.
“Tu-tuan…. Kenapa anda tidur tanpa memakai baju?” Vanny bertanya dengan suaranya menjadi terbata-bata, karena detak jantungnya yang terus berdegup kencang.
“Ini memang kebiasaan tidurku!”
“Kenapa? Kau merasa tidak nyaman denganku yang seperti ini?”
“Kalau kau merasa tidak nyaman, kau bisa kemabali kekeluargamu sekarang juga!”
“Ti-tidak, Tuan!”
“Aku tidak mau kembali kesana!”
“Kenapa kau tidak mau kembali?”
“A-akuu….Ak-kuu…..”
“Sudahlah lupakan saja!”
“Lebih baik aku bersiap kekantor sekarang daripada menunggu jawabanmu itu yang entah sampai kapan mau kau sembunyikan!”
Rey langsung beranjak dari tidurnya dan berjalan masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, meninggalkan Vanny yang masih diam membisu ditempatnya.
Selepas kepergian Rey, airmata Vanny berjatuhan begitu saja. Vanny sangat sadar bahwa kehadirannya membuat Rey merasa tidak nyaman, akan tetapi dia tidak punya pilihan lain untuk bersembunyi dari para anak buah Rentenir yang masih mencari tentang keberadaannya. Bagi Vanny tempat teraman untuknya saat ini hanyalah disisi Rey saja.
“Ma-maafkan aku…Hikss…hikss..! Aku tahu kau merasa tidak nyaman dengan keberadaanku disini, Tuan Rey! Dan maaf karena tidak bisa menceritakan yang sebenarnya padamu, Tuan! Hiksss….hiksss”
sekali lagi maaf ya. 🤭