Seorang wanita bernama Andini di jodohkan oleh seorang Pria yang sangat dingin, Meski di nikahi dan menjadi istri nya yang pertama, Andini tak merasakan di pandang ada kehadirat nya di rumah itu, karena laki-laki itu memiliki wanita lain yang diam-diam ia temui di luar sana.
entah apa yang membuat laki-laki itu menikahi nya dan memperlakukan nya seperti ini, Andini mencoba menutup mulut nya, menutup mata nya, menerima suami nya bersama wanita lain.
Karena ia tahu tak ada cinta di antara mereka.
Akan kah ada hari bahagia untuk Andini?, Yuk disimak!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15 - Kesedihan Andini
Andini duduk di pasir kedua mata nya menatap ke arah laut, mencoba menahan tangis nya sejak tadi hingga akhirnya ia keluarkan di pantai.
"Andini, Papa ingin kamu selalu menghargai orang-orang yang sudah baik pada kita, lakukan apa pun yang kita bisa untuk membalas Budi nya." ucapan Itu teringat, nasehat ayah nya saat ia masih duduk di bangku SMP.
"Papa, Mama, Andini kangen."Ucap andini menundukkan kepala nya dan menangis.
Tiba-tiba ponsel nya kembali berbunyi, Andini pun melihat ponsel itu, namun ia tak mengangkat nya, melihat nama Marcel yang menghubungi nya bergantian dengan Fandi.
"Maaf Marcel, Fandi, Puspa, Pitha, aku sedang tak ingin di ganggu." ucap Andini dalam hati nya.
•••
Malam itu Andini pulang kembali ke rumah, ia benar -benar menghabiskan waktu nya di pantai, sampai ia merasa badan nya sedikit tidak enak karena tertiup angin hingga malam hari.
"Andini." Puspa dan Pitha menghampiri Andini yang baru berjalan masuk kedalam halaman rumah.
"Puspa, Pitha, kalian ngapain disini?." Tanya Andini.
"Din, kamu sari mana sih, kita khawatir tahu gak, Kamu gak kekampus juga gak ke cafe."Ucap Puspa.
"Maaf ya, aku sedang ada sedikit masalah."Ucap Andini.
"Kita udah tahu Din, kenapa sih gak cerita ke kita, kita kan sahabat Din, kamu gak boleh sedih sendiri."Ucap Puspa lagi.
"Tahu soal apa?." Tanya Andini.
Puspa dan Pitha saing melihat. "Soal kamu di jodohkan sama Tante dan Om kamu."Ucap Pitha.
"Kenapa gak cerita sih Din."Ucap Puspa.
Andini pun menghela nafas, berjalan ke arah tangga teras rumah bersama kdua sahabat nya.
"Aku belum siap cerita ke kalian "Ucap Andini.
"Tolong rahasiakan ini ya."Ucap Andini.
"Iya, kamu tenang aja."Balas Puspa.
"Pokok nya apa pun yang terjadi, kita harus sama-sama, jangan merasa sendiri Din, kan ada aku dan Puspa."Ucap Pitha.
"Makasih ya."Balas Andini dan merangkul kedua sahabat nya.
Saat kedua nya saling berpelukan tiba-tiba sebuah motor berhenti di depan rumah Andini.
"Marcel tu."Ucap Puspa.
"Aku kesana dulu ya."Ucap Andini pada kedua sahabat nya, Kedua sahabat nya pun berdiri dari teras rumah melihat Andini menghampiri Marcel di pagar rumah.
Andini pun berdiri dan menghampiri Marcel. "Marcel, ada apa?." Tanya Andini.
"Andini, kamu kemana aja seharian, kamu juga gak ke toko, kamu gak apa-apa kan?." Tanya Marcel.
"Maaf ya Cel, aku ada urusan, dan lupa kabarin kamu."Ucap Andini dengan datar.
Marcel melihat Andini, merasa kalau Andini benar benar sedang ada masalah, Andini yang berbeda sikap nya dari Andini yang biasa bertemu dengan nya setiap hari, yang selalu ceria dan semangat. "Kamu pucat Andini, Sakit?." Tanya Marcel.
"Iya, sedikit gak enak badan aja."Balas Andini.
"Ya sudah kamu istirahat aja, besok kalau belum bisa masuk kerja jangan di paksa, aku gak mau kamu kenapa-kenapa."Ucap Marcel.
"Iya, Makasih ya Cel."Ucap Andini. Marcel tersenyum kecil mengangguk.
Andini menatap laki-laki yang ada di hadapan nya saat ini. Laki-laki yang sudah sedikit membuat nya jatuh hati.
"Aku pulang dulu ya, aku lega kamu gak apa-apa, kalau ada apa-apa cerita saja pada ku, jangan menahan sendirian.."Ucap Marcel.
"Hati-hati."Ucap Andini dan tak menggubris ucapan Marcel yang lain.
Marcel melambaikan tangan nya pada Puspa dan Pitha Sebelum ia berlalu pergi.
"Aku jalan dulu Andini."Ucap Marcel, Andini mengangguk pelan dengan wajah datar dan sedikit senyum lelah nya.
Andini melihat Marcel berlalu pergi dengan motor, Air mata nya tiba-tiba menetes kembali melihat laki-laki itu.
rumit ya masalahnya, ngeri ngeri sedap klo ada di antara Marcel, Martin dan Andini.
ini jd salah satu tragedi RT antara saudara.
awal nikah dh salah karna untuk pelarian saja krna kurang komunikasi dan tidak ada ketegasan jd berakhir, dan setelah berakhir baru sadar Martin klo dia dh sayang sama Andini.
Apapun kejadiannya klo sudah jodoh pasti di pertemukan....
Semoga Dewi dan Martin bisa menemukan kebahagiaannya.
Terutama Andini dan Marcel semoga berjodoh....😘