Raja Manusia adalah seseorang pendekar terhebat di benua tengah, Namun Raja dari dataran lain tidak bisa membiarkan Raja manusia bertambah kuat. Raja benua lain bekerja sama untuk membunuh Raja Manusia. Namun tidak menyangka Raja Manusia Bereinkarnasi kembali di sebuah keluarga sederhana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EON, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.15 - Kolam Cairan Giok.
Pagi harinya Aura membuat sebuah Pil Pikiran yang berguna untuk meningkatkan dua kali konsentrasi selama sehari.
Aura memerlukan tiga puluh buah Pil Pikiran yang akan di gunakan selama satu bulan.
“Paman chen, Besok aku akan pergi berlatih di kolam cairan giok.” Aura berbicara kepada Raja Matahari yang sedang makan siang.
“Baiklah, Besok pagi kita berangkat menuju kolam cairan giok.”
“Pergi? Kenapa kau ingin tiba-tiba pergi.” Vany marah kepada Aura yang sedang makan bersama.
“Aku pergi untuk berlatih.” Aura menjawab dengan santai.
“Prang! Yaudah sana pergi, tidak usah kembali lagi.” Vany melemparkan piring dan pergi meninggalkan meja makan.
“Aura kamu harus berbicara dengan Vany, Vany baru saja memiliki teman jadi sifatnya menjadi egois.” Raja Matahari memberikan nasehat.
“Haih!! Baiklah.”
“Oh iya paman, Bisa carikan aku sebuah topeng dan pedang.” Aura tidak ingin identitasnya banyak di ketahui prajurit kerajaan dan juga tidak bisa menggunakan terus menerus pedang naga tersebut.
“Baiklah, Ada sebuah ruangan harta karun kerajaan, nanti kamu pilihlah sendiri yang kamu suka.”
“Baik paman.” Jawab Aura dengan antusias.
“Alden, Aira nanti temenin kakak mencari hadiah untuk kakak Vany.” Aura berniat membujuk Vany dengan hadiah tersebut.
“Baik kakak.” Ujar keduanya.
Setelah selesai makan mereka berangkat menuju pertokoan.
“Apa yang akan ku beri untuknya.” Aura melihat barang-barang yang ada di pertokoan.
“Kakak bagaimana dengan sebuah anting.” Aira mencoba membantu Aura.
“Hmm anting ya, Oke mari kita cari.” Aura pergi ke toko perhiasan yang sudah pernah Aura kunjungi.
“Oh anak muda, kamu datang lagi.” Ujar penjual tersebut.
“Paman, Aku ingin mencari sebuah Anting, bisa kamu tunjukan beberapa antik.”
“Ini ada tiga macam anting yang terbaik di toko ku.” Penjual ini menunjukan sebuah Anting bewarna mera,biru dan putih.
“Aira bagai mana yang ini.” Aura menunjuk ke arah anting yang bewarna merah.
“Tidak kakak, Kulit Kakak Vany sangat putih tidak cocok dengan warna yang terang.”
“Bagaimana dengan warna putih kakak, Apalagi bentuk antingnya adalah bulan sabit.” Aira mengambil anting tersebut.
“Paman berapa anting warna putih itu.”
“Ini Cuma seratus koin emas saja.” Penjual tersebut menjawab dengan antusias.
“Ah, ini paman.” Aura pikir, penjual tersebut akan menjualnya dengan harga tinggi karena kejadian kemarin.
Setelah mereka bertiga membeli anting tersebut Aura melihat Alden tertarik dengan sebuah belati.
“Alden apa kamu ingin itu.” Aura baru ingin hanya Alden saja yang belum mendapatkan hadiah darinya.
“Ah kakak tidak.” Alden tidak ingin merepotkan Aura.
“Alden kakak ingin memberikan mu itu, tapi umur kamu belum cukup, tunggu setelah kamu membangkitkan kan mana.”
“Kakak akan memberikan belati yang lebih bagus kepada mu nanti.” Aura mengelus kepala Alden.
“Baiklah kakak.” Alden merasa senang mendengar hal tersebut.
Aura mengajak Alden dan Aira untuk bersenang-senang karena Aura tidak akan berada di sisi mereka berdua selama satu bulan.
Setelah bersenang-senang mereka kembali ke dalam istana.
“Aku sudah kenyang.” Vany meninggalkan meja makan.
“Anak ku tapi makananmu belum kamu habiskan.” Raja Matahari menjadi sedikit khawatir dengan Vany.
“Aku sudah bilang aku sedang kenyang.” Vany menjawab dengan marah.
“Vany kamu bukan anak kecil lagi, Jangan hanya marah karena hal sepele.” Aura memarahi Vany.
“Itu menurut mu, tapi tidak untuk ku.” Vany pergi meninggalkan ruangan.
“Aura...” Raja Matahari menatap Aura dengan.
“Iya aku tau paman.” Aura pergi meninggalkan meja makan dan berjalan menuju kamar Vany.
Aura mengetok pintu kamar Vany namun tidak ada respon. “Vany ada yang ingin ku bicarakan kepada kamu.
“Apa yang ingin di bicarakan oleh orang yang tidak punya perasaan.” Vany langsung membuka pintu.
“Vany kamu harus tahu bahwa dunia persilatan sangatlah berbahaya, kamu sendiri sudah pernah merasakannya.” Aura mengingatkan kejadian yang di alami Vany.
“Aku tahu itu, tapi bukannya saatnya menjadi kuat.” Ucap Vany menjawab Aura dengan suara kuat.
“Karena kamu ada penjaga, Jika seperti diriku yang mengandalkan diri sendiri untuk hidup apalagi ada yang harus aku lindungi termasuk dirimu.” Aura memberi kan sebuah alasan mengapa Aura ingin sekali menjadi kuat.
“Itu..” Vany tentu senang mendengar alasan yang Aura berikan terkait dirinya.
“Ah, aku lupa memberimu ini.” Aura menunjukan sebuah kotak.
“Apa ini?” Ucap Vany penasaran.
“Buka saja.” Vany membukanya dengan antusias.
“Ini, Anting yang indah,apa ini untuk ku?” Vany masih tidak percaya.
“Kalau kau tidak mau, kembalikan saja.” Jawab Aura dengan becanda.
“Ah tidak mau kamu sudah memberikan ini kepada ku.” Vany menjauhkan anting dari tangan Aura.
“Ini sudah malam, aku harus bangun pagi esok harinya.” Aura berjalan meninggalkan kamar Vany.
“Terima kasih.” Vany memeluk Aura dari belakang Aura hanya membalas dengan senyuman lembut nya.
Paginya Aura berkumpul di sebuah lapangan yang sangat luas bersama Alden, Aira,Vany dan Raja Matahari.
“Huuit.” Raja Matahari bersiul.
Tiba-tiba ada sebuah bangau berukuran raksasa yang menghampiri mereka.
“Kakak.” Aira menjadi takut dan memegang baju Aura.
“Itu namanya Bangau Putih, Bangau itu sudah di jinakkan oleh paman chen.” Aura menjelaskan kepada Aira agar tidak ketakutan.
“Mari kita naik.” Ujar Raja Manusia yang sudah berada di atas tubuh bangau tersebut.
Aura menggendong Alden dan Aira karena belum bisa melompat dengan tinggi.
Mereka berlima berangkat. “Kakak lihat itu.” Aira menunjuk sebuah danau.
“Ah itu namanya danau peri, konon katanya ketika kita membuat sebuah permintaan dengan tulus mereka akan mengabulkannya.” Vany menjelaskan danau tersebut kepada Aira.
Setelah tiga jam mereka terbang mereka sampai di sebuah gua yang sangat besar.
“Mari kita masuk.” Ujar Raja Matahari.
“Yang mulia.” Ucap seorang penjaga pintu.
“Buka pintunya.” Setelah membuka pintu mereka berlima masuk kedalam.
“Aura, di sini tempat berada nya kolam cairan giok.” Raja Matahari menunjuk sebuah kolam.
“Tidak ku sangka, kolam ini sangat besar dari pada perkiraan ku.” Aura melihat energi yang sangat melimpah yang berada di dasar kolam.
“Baiklah, Kami akan meninggalkan mu di sini sebulan, setelah sebulan paman akan menjemput mu.”
“Kakak, Sudah mau pergi?” Suara tersebut tidak lain adalah Aira.
“Aira, kakak akan pulang kok, kamu tunggu saja kepulangan kakak.” Aura mengelus kepada Aira.
“Alden kamu harus menjaga Aira ketika kakak tidak ada.” Aura juga mengelus kepala Alden.
“Baiklah kakak, Aku akan menjaga Aira.” Jawab Alden Sambil menahan diri agar tidak nangis.
“Vany tolong jaga mereka sebentar.” Aura berjalan mendekati Vany.
“Baiklah, Tapi kamu harus berjanji menemani ku kemana saja ketika sudah selesai.”
“Aih, Baiklah.” Aura membalas dengan senyuman.
“Mari kita berangkat.” Ujar Raja Matahari yang sudah menaiki burung bangau.
Ketika Aura berbalik badan ada seseorang yang tiba-tiba memeluknya. “Cepatlah pulang kakak.” Tidak lain Adalah Aira.
Setelah mereka berempat pergi Aura bejalan menuju kolam tersebut.
BERSAMBUNG>>>
Jozzzzzzzzzzz jozzzzzzzzzzz jozzzzzzzzzzz Gandozzzzzzzzzz Author 👍