Anak Konglomerat ternama,Dia dicelakai oleh temannya sendiri yang membuatnya hampir kehilangan nyawanya. Namun berkat kalung giok naga pemberian Nenek, Jiang Are melintasi ruang waktu.
Begitu bangun, Jiang Are menyadari bahwa dirinya masih hidup! dan mendapatkan System yang akan membantunya menggapai puncak keabadaian didunia kultivasi dengan menyelesaikan Quest, agar dapat kembali ke bumi lagi.
Akankah Jiang Are mampu membalas dendam kepada orang yang telah mencelakainya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 15 - Bertemu Seseorang
Bagian 15 - Kepedulian!!
Are kembali sadar... melihat huan yang masih berjaga di depan membuat ku bersimpati sungguh mengabdi sekali.
System apakah daging sudah siap?
"1 buah daging sapi bakar telah siap, silakan buka kotak pesan. durasi waktu sebelum dahi busuk : 7 Jam kedepan setelah pesan masuk" - System
Are melihat kotak pesan, ternyata ada beberapa item dari System belum aku ambil. System Ambil semua barang yang ada di kotak pesan!!
"Selamat Tuan mendapatkan item sebagai berikut : 1 buah Voucher gratis pembelian, Buku Cultivator, 1000 Point tukar. item otomatis disimpan di penyimpanan, sedangkan point otomatis ditambahkan. Total point tuan saat ini : 46.578" - System
buku Cultivator? maksudnya apa?.
"buku Cultivator berisi informasi suatu barang, cara mendapatkan barang, cara menggunakan barang, semua hal tentang dunia Cultivator ada di dalam buku ini" - System
barang yang luar biasa nih, nanti ku pahami. untuk sekarang beri Huan makan saja ahh, kasian dia wokwok
"Huan kesinilah" Ucap Are sambil Senyum
"ada masalah apa tuan?" Ucap Huan mendekati Jiang Are
"ini aku bawakan 1 buah daging sapi panggang untuk kamu makan, habiskan saja yah. Aku sudah makan tadi di kota" Ucap Are
"Ahh, baik tuan terima kasih banyak!!." Ucap Huan dengan tersipu + senang
Argh nyam nyam, "terima kasih tuan daging ini enak sekali" Ucap Huan makan sambil nangis
"Sudah nikmati saja jangan tergesa gesa seperti itu" Ucap Are sambil Tertawa melihat Huan
"Huan aku ingin pergi ke kota, kamu jagalah goa ini sebentar lagi." Ucap Are
"Ahk, baiklah tuan. hati hati di sana, aku akan menunggu di sini" Ucap Huan
Bagian 15.1 - Mencari Putri Chi'er
Are mengenakan pakaian penyamarannya lagi, dan hendak pergi menuju rumah lelang lagi untuk bertemu putri Chi'er.
--- sesampainya dirumah lelang ---
banyak orang yang terkejut, melihat kedatangan tuan Vip Aneh itu, banyak orang juga yang berkomentar seperti ibu ibu arisan XD
hei lihat itu bukannya orang yang berhasil mendapatkan pedang dunia bawah?, buat apa dia kemari!!
Are menghiraukan semua pembicaraan itu, dan segera berjalan mencari orang yang sama saat pertama kali bertemu.
orang yang saat pertama kali melayani tuan Are. melihat Tuan Are datang dan segera menghampirinya serta menanyakan maksud dari kedatangannya.
"Selamat datang kembali Tuan, kalau boleh hamba tahu apa yang membuat Tuan datang kemari hari ini?" Ucap Orang lelang
Are mendekati orang lelang dan berbisik di telinganya "Aku ingin langsung bertemu dengan tuan putri Chi'er, tolong segera beritahu padanya."
dengan segera Orang lelang itu pergi kedalam untuk mencari Putri Chi'er, disaat perjalanan dia menemui Panetua Fu.
"Salam panetua Fu, saya ingin menyampaikan hal penting." Ucap Orang Lelang
"Ho, berita penting apa?" Ucap Panetua Fu
"Tuan Are datang lagi kemari, dan sekarang ingin bertemu dengan Putri Chi'er berdua. Tanpa ada gangguan" Ucap Orang lelang
Apa Tuan itu datang lagi!!, harus dijamu selayaknya tamu penting!!
"Segera kamu beritahukan ke dia untuk menunggu di ruang Vip, ingat bawa ke ruang vip terbaik milik Putri Chi'er." Ucap Panetua Fu
"Baik Tuan, bawahan mohon izin pamit" Ucap Orang lelang
segera dengan cepat, panetu Fu mencari Putri Chi'er dan mengatakan secara langsung… Panetua Fu mencari Putri Chi'er di setiap ruangan… ternyata Putri berada di ruang teh miliknya
"mohon izin Putri Chi'er, saya mendapatkan info bahwa Tuan Are telah datang kesini lagi. Tuan Are mengatakan bahwa ingin bertemu dengan Putri Chi'er secara langsung" Ucap Panetua Fu
eh Tuan Are datang lagi?.. ke mana tetapi ada masalah ap? hati Chi'er tiba tiba gelisah mendengar Tuan Are ingin bertemu dengannya. “Ada apa ini mengapa hatiku tersipu seperti ini, achh!!" Ucapnya dalam hati
"Tetua Fu tolong siapkan ruang Vip milikku sendiri, jangan biarkan ada satu orang pun masuk menemui Tuan Are!!" Ucap Chi'er
"Baik, Hamba mohon izin!!, perintah Putri akan saya lakukan dengan cepat" Ucap Panetua Fu
duh gimana nih, hatiku merasa jadi aneh begini karena Tuan Are. Harus bisa menahan, jangan sampai diketahui dahulu oleh orang orang. Harus bisa menahan!! Semangat Chi'er kamu pasti bisa!!
Chi'er melangkah dengan yakin dan segera menghampiri Tuan Are yang menunggunya
--- disisi lain ---
Are merasakan Orang lelang itu telah datang kembali
"Tuan Are dimohon untuk ke ruangan Vip pribadi milik Putri Chi'er untuk berbicara langsung dengannya" Ucap Orang lelang
"Baiklah, aku mohon untuk menunjukkan jalannya terlebih dahulu!!" Ucap Are
--- Sesampainya di ruangan vip ---
Are berjalan melihat lihat dekorasi yang luar biasa sejenak… ash sudahlah lebih baik duduk sambil menunggu kedatangan Putri Chi'er
5 ± Menit kedepan
Putri Chi'er memasuki ruangan
Jiang Are berdiri dan memberikan hormat kepada Chi'er
"Salam Tuan Putri Chi'er" Ucap Are sambil tersenyum + mengepalkan tangan dan membungkukkan badan
Putri Chi'er tiba tuba tersipu ketika melihat sikap ruan Are
"Putri Chi'er??" Ucap Are heran
"Ah!!... Salam Tuan Are. Silakan duduk" Ucap Chi'er wajah memerah
Ah sial, ada apa denganku!! mengapa disaat dengan Tuan Are aku tersipu malu, sampai sampai aku lupa diri!! //dalam hati Chi'er
"Putri Chi'er…" Ucap Are
"Haikkk!!" Ucap Chi'er
"Maksud saya datang kemari, ingin memberikan hadiah khusus untuk tuan Putri Chi'er" Ucap Are
Seketika pikiran putri Chi'er aneh aneh. ‘apakah itu cincin? Ah tidak aku belum siap, tetapi aku mau. Pasti cincin kan yah!! tetapi aku harap itu ciuman. Kyhaaa eh ciuman bisa dilakukan setelah menikah kan. Pasti cincin kan kyahhha >,< ‘ Ucapnya dalam hati
"Eee… apa ituuu tuuaaannn Aree?" Ucap Chi'er
sebenarnya ada apa dengan Tuan Putri Chi'er apakah sakit demam?, aku khawatir!!
"e sebelum itu, apakah Putri Chi'er baik baik saja?. muka putri memerah, apakah terkena demam?" Ucap Are
"Ah tidak!!, aku hanya terlalu senang saja" Ucap Chi'er nada imut
astaga Chi'er!!!, mengapa pikiran ku seaneh ini sih, dimana harga diriku yang dahulu ku banggakan T-T
"ah okey, tujuanku datang kemarin ingin memberikan ini…" Ucap Are
Chi'er melihat kotak yang dibawa Are, terbayang pikiran aneh lagi, ayolah diriku tahan dahulu!!
Are membuka kotak
Chi'er terkejut setelah melihat isi kotak yang dibawa Are, ternyata pil panjang umur tingkat 6 yang telah disempurnakan. Sama seperti yang pernah di coba
"Ini adalah pil panjang umur, yang sama seperti yang Putri Chi'er gunakan. Aku berikan ini sebagai tanda persahabatan kita" Ucap Are sambil tersenyum melihatnya
"Arhh… aku senang sekali, dengan senang hati aku terima pil ini" Ucap Chi'er
Chi'er memasukan pil kedalam cincin penyimpanannya.
Bagian 15.2 - Sultan!!
"terima kasih banyak Tuan Are, oh iya ada satu hal yang ingin saya berikan kepada tuan Are" Ucap Chi'er
"Eh… apa itu?" Ucap Are
Chi'er mengeluarkan cincin penyimpanan miliknya, yang didalamnya berisi Tael
"Tuan Are ini saya berikan Cincin Penyimpanan gratis, dan didalamnya berisi Uang Tael hasil lelang pil sejumlah 11.010.000 Tael, sudah ku ambil 2.000.000 Tael untuk biaya pedang dunia bawah" Ucap Chi'er
Kyhaaa uang sebanyak ini, bisa aku manfaatkan untuk membeli rumah. Dan sisanya bisa membeli barang atau aku manfaatkan untuk membuka toko xixi
"Kalau begitu saya tidak akan sungkan mengambilnya. Ah iya untuk menghormati Putri, saya akan melepaskan topeng ini, berharap Putri Chi'er tidak menyebarluaskan" Ucap Are
Segera Are membuka topeng, dan memperlihatkan wajah aslinya.
Chi'er terdiam, melihat wajah asli Tuan Are semakin jatuh hati padanya!!. Wajahnya memerah mengeluarkan asap, dan tiba tiba pingsan bahagia
"Tuan putri!!, ada apa denganmu" Ucap Are yang khawatir
Segera Are memeriksa Putri Chi'er, ah hanya pingsan. Mungkin saja kelelahan, jika aku pergi tanpa memberitahunya. Bukanya tidak sopan… emmm…
"Lebih baik menunggunya hingga sadarkan diri saja" Ucap Are
karena alur bagus ya lanjut ajalah😌
Contohnya :
"Aku sangat bosan hari ini" Ucap Are sembari menyandarkan kepalanya pada meja.
Kalo versi pikiran tuh pake : "Batin,Pikir"
Contohnya :
'Aku sangat bosan' Pikir Are setelah pulang ke rumah.