NovelToon NovelToon
Kekasih Gelap Kakak Angkat

Kekasih Gelap Kakak Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:49.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Rahmatul Yulia

Andini Putri Azalia, seorang gadis cantik dan lucu yang baru saja tamat SMP dan akan segera masuk ke SMA. Dia memilih Sekolah berbasis agama di luar kota dan di terima di sana.

Beberapa hari menjalani kegiatan sekolahnya, dia mulai bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Disitu pula dia berkenalan dengan seorang kakak kelas yang bernama Aidan. Awalnya mereka hanya berteman biasa, sampai akhirnya Andin menganggap Aidan sebagai kakak angkatnya, karena dia tak punya saudara di sana. tapi seiring berjalannya waktu, tumbuh cinta diantara keduanya.

Namun cinta mereka tak bisa bersatu begitu saja setelah kehadiran Nita sahabat Andin. Tak hanya Nita yang akan muncul, tapi akan banyak cowok dan cewek yang akan hadir meracoki hubungan percintaan mereka.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka ke depannya yah?? apakah akan tetap menjadi saudara angkat atau malah jadi sepasang kekasih yang bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmatul Yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Hari sudah menunjukkan pukul 17.40, tapi Andin masih tertidur nyenyak dengan mimpinya. Caca yang baru selesai mandi, hanya memandangi wajah temannya yang sedang lelap itu. Dia tak tega membangunkan Andin. Sebab kelelahan Andin masih tergambar jelas di wajahnya.

🌸🌸🌸🌸🌸

Sementara itu, Aidan sampai sekarang masih bungkam. Dia tetap saja tak mengabari Andin. Bahkan untuk membaca pesan dari Andin saja masih malas. Aidan berniat ingin memberi pelajaran pada Andin yang selalu saja membuatnya jengkel dengan cemburu yang berlebihan dari Andin. Tak hanya cemburu saja, namun rasa curiga Andin selalu menggebu-gebu setiap kali mereka komunikasi.

Sekarang Aidan hanya fokus dengan Dina. Mereka semakin hari semakin dekat. Awalnya mereka hanya bertemu di Sekolah, namun sekarang Aidan sudah sering main ke rumah sepupu Dina, karena Dina sendiri tinggal di sana.

🌸🌸🌸🌸

Di kamar Andin,

"Andin ... Ndin ... ayo bangun! udah mau maghrib nih, kamu belum mandi lho," ucap Caca sambil menggoncang kan badan Andin.

"Huuaaaa ..." Andin menutup mulutnya sambil mulai membuka matanya secara perlahan.

"Mandi sana, nanti keburu malam lho. Gak takut emangnya? hehehe," Celoteh Caca.

"Malas aah. Boleh lah ya aku gak mandi kali ini," Canda Andin.

"Ya udah tidur aja sana di dapur, wkwkwk," jawab Caca.

Hampir sepuluh menit berlalu, mereka masih saja bercanda. Akhirnya Caca menarik paksa Andin untuk bangun dari tempat tidurnya. Alhasil Andin pun beranjak dari kasur dan meraih handuknya lalu pergi menuju kamar mandi.

Tak lama kemudian, Nita masuk ke kamar Andin dan Caca. Namun dia hanya menemukan Caca yang lagi sibuk telfonan.

"Caa ... sibuk mulu deh ah!" sapa Nita.

"Ehh lho Nit ... biasa hehehe," jawab Caca.

"Andin mana?" tanya Nita lagi.

"Dia lagi mandi, baru bangun tidur tuh anak," balas Caca.

"Temen lho tuh ... kasih tau ke dia nanti kalau keseringan mandi malam bisa sakit kaki tu bocah," tegas Caca.

"Wkwkwkwk, emang dia sama kayak lho udah tua?," ledek Nita.

"Ahhh ... berisik lho, kalau gak ada perlu keluar dah, gue mau nelfon nih," suruh Caca.

"Hahaha iya deh gue keluar, ntar kalau Andin selesai mandi, bilangin gue cari ya!" pesan Nita.

"Iiiyaaa," jawab Caca.

🌸🌸🌸🌸

Andin selesai mandi. Sesampai di kamarnya, Adzan maghrib terdengar berkumandang. Dia langsung melepas handuknya yang dari tadi membungkus rambutnya. Lalu segera meraih mukenah nya dan bersiap untuk menunaikan shalat.

Dia shalat bergantian dengan Caca, sebab kamar mereka yang tak terlalu besar. Kamar yang harusnya cuma cukup untuk satu orang.

Tapi namanya juga ngekos, mereka harus berlapang dada dengan keadaan, karena kosan itu yang dekat dengan sekolah. Seusai shalat, mereka selalu menyempatkan diri untuk membaca Al-qur'an.

Saat sedang asyik mengaji, terdengar dering ponsel berbunyi. Andin dan Caca terhenti sejenak, lalu saling memandang sambil mendengarkan ponsel siapa yang berbunyi. Hal ini sering terjadi karena nada dering panggilan mereka sama. Tak ada yang mau mengalah untuk mengganti dengan nada lain. Meskipun demikian, tappi mereka senang karena bisa bikin ketawa.

Mereka lalu mengambil ponsel masing-masing, ternyata ponsel Andin yang berbunyi. Terlihat ada nomor baru yang menelfon. Lalu Andin memutuskan untuk tidak mengangkat langsung telfon itu.

"Nomer baru Ca," ucap Andin.

"Ya udah angkat aja, siapa tau penting!" jawab Caca.

"Gak ah malas. Kalau dia ada kepentingan pasti dia ngulang telfon lagi nanti," tegas Andin.

"Hmmm terserah lho aja. Oiya gue sampai lupa, tadi Nita ke sini terus dia bilamg kalau dia nyari lho," kata Caca.

"Ooo ... kalau gitu gue samperin dia dulu yaa, kalau masih aja di telfonin sama nomor baru tu, lho angkat aja," pinta Andin.

"Ok ... kalau gue gak malas juga," balas Caca.

Andin kemudian berlalu meninggalkan kamarnya menuju kamar Nita. Kemudian dia melihat Nita sedang rebahan.

🌸🌸🌸🌸

Di kamar Nita..

"Woiiikk ... kata Caca, lho tadi cari gue . Ada apa?" tanya Andin.

"Iya, gue tadi ke kamar lho tapi lho mandi kata si Caca. Ada yang mau gue ceritain nih," jawab Nita.

"Cerita apaan?" tanya Andin lagi.

Setelah berbincang-bincang, akhirnya mereka sampai ke topik pembicaraan.

"Eehh Ndin, lho tau gak gue mau cerita apa," kata Nita.

"Enggak!" jawab Andin.

"Gini, tadi kan gue mau pergi ke WC Sekolah, terus gue berpapasan sama kak Hesti dan saru temannya. Dia juga mau ke Wc. Eehh gak sengaja gue dengar kak Hesti bicara sama temannya. Ternyata namanya Dina. Dan fix gue udah tau noh selingkuhannya si Aidan tu." Nita bercerita dengan semangatnya.

"Oiyaa?? Lho yakin kalau itu Dina yang kita cari-cari selama ini?" tanya Andin.

Andin memasang wajah pura-pura kaget di hadapan Nita. Padahal sebenarnya dia sudah lebih dulu mengetahui tentang Dina, si kakak kelas dari jurusan keagamaan itu. Bahkan Din juga lah orang yang sudah sukses membuat Andin cemburu pada Aidan yang tiba-tiba berubah.

"Iyaaa!! Gue yakin banget itu Dina. Besok gue tunjukin orangnya ke lho di Sekolah ya," ucap Nita.

"Ok siap buk bos yang gagal move on, hahaha," ledek Andin.

"Eehh lho kalau ngomong enak di lho aja yaa, tapi gak enak di orang. Mana mungkin gue gagal move on. Gue udah bahagia nih sama si Ardi." Ungkap Nita keceplosan.

"Haaa Ardi? anak kelas sebelah?" Kali ini Andin beneran kaget.

"Hehehe gak usah kaget gitu juga dong! Iya, gue habis jadian sama Ardi kemaren. Sebenarnya gue mau ceritain ini ke lho, tapi nunggu momen yang pas dulu! ehh gue malah keceplosan," terang Nita.

Akhirnya mereka menghabiskan malam itu dengan bercerita. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.

🌸🌸🌸🌸

Di mesjid Aidan..

Aidan terlihat sedang sibuk bersih-bersih semenjak sore tadi. Ternyata malam ini ada acara peringatan hari besar Islam, Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Dia dibantu oleh remaja mesjid sekitar tempat tinggalnya.

Acaranya akan di mulai selesai shalat isya. Sementara sekarang baru selesai shalat maghrib.

Jadi dia mengisi waktu luang tersebut dengan beristirahat di kamarnya. Tak lupa, dia juga mengajak adik-adik yang sudah membantu nya berberes dari tadi siang. Mereka menghabiskan waktu istirahatnya dengan main game bersama.

Sama-sama kita ketahui, jarak antara waktu maghrib dengan waktu isya sangat lah singkat. Baru beberapa menit saja rasanya mereka bermain game, eh sudah ada panggilan dari salah seorang pengurus mesjid kepada Aidan untuk segera bersiap-siap adzan isya.

Tak ada seorang pun diantara mereka yang sadar akan waktu, karena terlalu asyik bermain. Aidan yang mendapat panggilan itu, tak butuh waktu lama, segera dia beranjak dari kasurnya menuju tempat wudhu'.

Selesai berwudhu', dia kembali ke kamar untuk mengganti pakaian shalatnya. Tak dapat di pungkiri, kalau pesona Aidan yang tampil menggunakan baju batik dengan peci yang menutupi rambutnya, membuat ibu-ibu jama'ah suka menggodanya.

🌸🌸🌸🌸

Allahu Akbar ... Allahu Akbar ...

Terdengar suara Adzan berkumandang. Menandakan shalat isya akan segera di mulai. Para remaja mesjid yang tadi sedang asyik main, segera menghentikan permainannya. Mereka juga segera menuju tempat wudhu'. Jamaah mulai berdatangan mengisi setiap ruangan mesjid yang kosong.

🌸🌸🌸🌸🌸

Sementara itu, Aidan yang seharian ini tidak ada menghubungi Dina, membuat Dina khawatir. Tak biasanya Aidan seperti itu. Apapun kegiatannya selalu mengabari Dina.

Kok tiba-tiba bang Aidan tak mengabari aku yah seharian ini? gumamnya dalam hati.

Dia masih saja menunggu sambil mengotak-atik ponselnya, berharap Aidan menghubunginya. Ternyata masih saja tidak. Lalu dia memberanikan diri untuk curhat pada sepupunya bernama Jihan.

"Jihan, aku lagi galau nih! kok bang Aidan tak ada kabar ya seharian ini?" ucapnya.

"Haa iya kah? tadi dia balas pesan aku katanya malam ini ada acara di mesjid nya," jawab Jihan.

Dina melongo, matanya pun terbelalak, "Iya?? emang lho ada kontekan sama dia?" tanya Dina curiga.

Bersambung....

1
Bu Fit
sini peluk akak je andin
Bu Fit
keren
Darah Biru (Bangsawan)
like like ❤️
Darah Biru (Bangsawan)
Assalamualaikum jejak dukungan 😇
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
yaaah. pas di tp gak diangkat.. udah tidur baru angkat 🤦‍♀😆
Bu Fit
jan gitu aidan nanti andin ngga pintar2
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
up setelah 1 tahun 🤭
🎯Pak Guru📝📶
LIKE
Sari Istiqomah
Assalamualaikum semangat berkarya thor

aku sudah boom like ya, mampir yuk keceritaku

Dia Untukku. Terimah Kasih.
🎯Pak Guru📝📶
semangat
Ig & fb : Karlina_Sulaiman
like 4 bab kak Yulia 😘
🎯Pak Guru📝📶
Keren sudah Update
🎯Pak Guru📝📶
LIKE
dkjl...
haii gaesss mampir yoo ke novel aku☺☺💖
nrasyaaaa
mampir dungs ke cerita2 ak msh baru bgt ni👉👈
Ev-
hallo kak aku mampir, jangan lupa feedback ya... salam ordinary life🙂
N-chen
halo kak udah saya like mampur juga ke "Kami Santri bukan Artis"minta dukungan, makasih
Hi Mel
Kapan up lagi kak? Udah gak sabar ini.
Mei
semangat thor
nrasyaaaa
Hai mampir ya ke cerita2 baru aku
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!