#PLAGIAT DILARANG MENDEKAT !
📚Mata kita bertemu, dan tiba-tiba aku lupa bagaimana caranya bernafas.🍙
Sesuatu yang kau benci. Semua orang pasti tidak akan berurusan dengan itu. Namun lain bagi wanita manis berambut hitam ini. Robin namanya. Dia akan melakukan apapun itu demi kesembuhan ibunya. Walaupun itu adalah sesuatu yang sangat dia benci sekalipun.
"Aku mungkin membenci diriku sendiri karena melakukan hal tidak senonoh seperti ini. Tapi, aku tidak akan membenci ibuku yang membuatku terpaksa melakukan ini." (Robin)
#Ingat ini adalah karya oda sensei tetapi aku bumbui dengan imajinasi ku. Dan cerita disini gak ada terkaitnya dengan buah iblis sekian :)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dara Nabilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
15. Flashback 3
...Yo guys selamat datang di dunia imajinasiku :)...
...Disclaimer tentu saja oda sensei ...
...Story by daranabilah ...
...Pairing zorobin ...
...📚🍙📚...
Franky membawa mobilnya secara cepat, entah kenapa perasaannya terhadap Nico Robin sangat tidak enak. Seolah-olah senyuman yang Robin berikan adalah senyuman terakhir yang akan dilihat dirinya.
Franky memang sudah sangat lama memendam rasa cinta dengan Robin. Dia lah yang pertama kali teman cewek yang mau berteman dengannya, dia bahkan rela melakukan hal yang aneh aneh agar Robin memperlihatkan senyuman manisnya.
Franky memberhentikan mobil ketika melihat plang yang berada di sisi jurang tidak lagi berbentuk mulus.
"Oi oi jangan-jangan," lirih Franky menghampiri dan melihat ke arah bawah jurang dan seketika air matanya turun, melihat mobil yang sudah tidak berbentuk dengan wanita yang tidak terlalu jauh dari sana sedang berbaring penuh darah
"Aku harus menghubungi ambulan,"
...📚🍙📚 ...
Plak
"HAHAHAHA kenapa Nico Olvia ?, ayo tampar lagi," ujar seorang lelaki paruh baya kepada wanita yang memiliki wajah sangat mirip dengan Robin tetapi berambut putih
"Kurang ajar !. Apa salah anak ku sampai kau melakukan hal keji seperti itu," bentak Olvia kepada lelaki itu yang sekarang sedang tersenyum meremehkan
"Salah anak mu adalah karena dia lahir dari rahim seorang wanita yang dulu menolak ku mentah-mentah," ujar lelaki itu dengan enteng
Nico Olvia mengepalkan tangannya "KAU MEMANG SUDAH GILA CROCODILE !"
"Iya. Aku gila karena mencintai mu Olvia, tapi sayangnya kau malah memilih lelaki dari kalangan Nico," sahut Crocodile
"Kau beserta anakmu itu memang murahan," lanjut Crocodile
Plak
"KAU BOLEH MENGHINA KU, TETAPI TIDAK DENGAN ANAKKU," bentak Olvia.
"HAHAHAHA, bagaimana kalau kita taruhan saja Olvia, dalam kurun waktu 4-5 tahun kedepan. Anakmu yang bernama Nico Robin itu akan buting duluan di luar nikah," ucap Crocodile sambil tertawa beserta dengan para anak buahnya
"ITU TIDAK AKAN PERNAH TERJADI," ucap Olvia dengan menekan setiap katanya dari yang dia ucapkan
"Oh ya ?, mari kita liat siapa yang akan menang. Olvia atau Crocodile,"
"Dan kau tau kan permainan ini ada peraturan nya,"
"BERANINYA KAU !. NYAWA ANAK KU ITU BUKAN UNTUK MAINAN,"
"Ingat Olvia, jika aku menang maka kau harus mau menjadi istriku dan jika kau yang menang maka aku akan berjanji tidak akan menggangu keluarga mu lagi," ucap Crocodile
"Deal?" tanya Crocodile sambil memberikan salah satu tangannya ke arah Olvia dan setelah berapa lama berpikir Olvia pun menjabat tangan tersebut
Robin tidak akan pernah melakukan hal sekeji itu apa pun kondisi nya batin Olvia
"Deal"
...📚🍙📚...
"Franky dokter sudah keluar?" Franky mengeleng
"Bagaimana mungkin ini terjadi kepada Robin san ?" tanya Brook yang mulai mengeluarkan air matanya karena Robin merupakan salah satu murid favorit nya tidak seperti Nami yang sering menonjoknya karena menanyakan tentang warna ****** ***** yang dia kenakan.
"Aku yakin ini pasti ada sesuatu, lagi pula jika di perhatikan celakaan ini sama sekali tidak wajar," ucap Usopp
"Maksudnya apa Usopp kau, seperti tau saja," ejek Nami
"Tidak Nami-swan apa yang di bilang Usopp ada benar nya juga, Robin-chan itu ahli dalam mengemudi tidak seperti kepala lumut," elak Sanji sambil mematikan rokoknya dan bersandar di dinding dengan kamar dengan tulisan 'UGD'
"Loh Robin kenapa kau ada disini?" tanya Usopp dengan hiteris melihat Robin berada di depan matanya yang sejarang sedang mengatur nafas
Pletak
"Bodoh itu Ibunya Robin," ucap Franky memukul kepala Usopp
"Ittai"
"Nee, tante Olvia sudah lama sekali ya aku tidak melihat mu," ucap Nami
"Kau benar Nami, tante sangat sibuk diluar negeri bahkan waktu tante dan Robin pun juga terbatas," sahut Olvia sambil tersenyum tipis dan ditanggapi senyuman tipis milik Nami
Kreek
Pintu UGD itu terbuka dan Robin pun dibawa oleh beberapa suster keruang ICU.
"Dok bagaimana keadaan anak saya?" tanya Olvia kepada dokter lelaki yang berambut coklat dan terlihat marga keluarga Water di name tag
"Kondisi pasien sangat memprihatinkan, otak kirinya terbentur cukup kuat dan lagi pula lama sekali membawa pasien ini sehingga membuat pendarahan di dalam otak," ucap dokter tersebut panjang lebar
"Jadi dok anak saya?"
"Nico Robin mengalami koma dan kami tidak tau kapan dia akan bangun bahkan hanya 0.5% dia bisa bangun. Dan juga pasien akan kehilangan beberapa memo-" Olvia tiba-tiba terkena serangan jantung ketika mendegar bahwa hanya 0.5% Robin bisa sadar dan beliau segera dibawa ke dalam ruangan untuk di cek
"Hiks hiks" Nami menangis di dalam ruangan bernuansa putih itu dengan Robin yang sedang tertidur dengan banyak sekali bahwa alat pernapasan di pasang di tubuh Robin.
"Nee Robin hiks, kenapa kau mengalami hal ini ?" tanya Nami yang masih menangis sambil menaruh tangan Robin di pipinya
"Kau jangan seperti Luffy Robin, ayo bangun," rengek Nami
"Nee kita shopping yuk,"
"Kalo kamu gak mau bagaimana kita beli buku aja. Aku janji akan membelikan banyak buku buat mu jika kau bangun. Ayo Robin bangun dengan cepat,"
"Robiiinn,"
"Robiin kumohon buka mata mu," lirih Nami sambil menangis sekencang-kencangnya di sisi kanan tubuh Robin
"Nami-san pasti sangat terpukul," ujar Brook yang berada di luar kamar milik Robin
"Nee, bagaimana kalau kita mencari tau akar permasalahan ini?" usul Ussop
"Kau benar sudah terlalu banyak keluarga Nico terkena siksaan," timpal Franky dengan semangat membara-bara
"Hei hei jangan gegabah, kita harus perlahan-lahan mengerti!" ujar Sanji
"Baiklah kita pokoknya harus bantu keluarga Nico Robin dari para lintah darat itu," teriak Franky sambil meniju ke udara di atas kepalnya
"Yoah" Teriak mereka ber-tiga tidak kalah besar dari Franky dan melakukan hal yang sama seperti dilakukan Franky.
"Shutttttttt !"
"Hehe, maaf maaf,"
...📚🍙📚...
"Robin kami tinggal dulu ya, besok aku janji akan menjaga mu," ucap Nami
"Aku juga,"
"Aku juga,"
"Tentu saja Nami-swannnn0"
"Mee too Yohoho0"
"Byee," ucap mereka sambil menutup pintu dan setelah beberapa menit kemudian pintu terbuka dan masuk lah seorang cowok dan duduk di samping kasur tidur Robin. Dia mengengam tangan Robin yang dingin itu dan sesekali mengecupnya.
"Aku disini dear, cepat buka mata mu dan aku janji akan menghajar mereka semua," ucap lelaki itu
Lelaki itu mengarahkan mulutnya ke arah telinga Robin "Ini aku, tuan pendekar. Jadi cepat lah bangun My Heart Nico Robin," lelaki itu pun mengecup kening Ribin dengan cukup lama.
Bersambung...
Robin cepat sadar ya :(.
Jangan kayak Luffy :'(
Lelaki itu kok alay ya? Ada yang tau dia siapa?
See you Next chapter...