Kisah seru sepasang sahabat dari Masa Sekolah, Kuliah, hingga bekerja saat ini, Tidak ada yang tau jodoh seseorang, hingga akhirnya mereka di satukan dalam ikatan perjodohan oleh kedua orang tuanya
Munculah kisah-kisah seru dan kocak di perjalanan hidup keduanya, setelah liku-liku percintaan yang kandas di tengah jalan, Teman dan sahabat yang saling mendukung dengan semua kehebohanya hingga akhirnya keduanya bersatu dalam sebuah ikatan
Percikan Asmara dan cinta akhirnya tumbuh diantara keduanya, namun mampukah mereka menghadapi badai ujian yang datang menghantam hubungan yang di jalaninya sampai ke pelaminan?
Yuk ikuti Cerita selanjutnya
Kisah ini merupakan lanjutan dari karya Author yang pertama yaitu "POWER OF WOMAN"
Salam dari Sinho
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15 (Makan Siang)
Setelah membantu mengobati Satria, Ira segera masuk ke kamar dan membersihkan diri tanpa memperdulikan Satria, hd ngga akhirnya Satria pamit lewat pesan WhatsApp dan segera pulang
"Dasar, laki-laki geblek, pulang cuman ninggalin pesan, gak ngasih penjelasan apapun" batin Ira saat keluar dan mendapati pesan WhatsApp dari Satria
Ira berpikir sejenak dan merasa aneh saat hatinya berdenyut sakit mengingat sikap Satria terhadap mantan pacarnya dulu
*
Pagi hari, seperti biasa Ira segera berangkat ke kantor, dilihatnya handphone beberapa kali dan tidak ada pesan ataupun panggilan masuk dari Satria
"Ngapain sih aku nunggu kabar dari Satria, bodoh amat" batin Ira
Ira selalu mempersiapkan segala hal tentang pekerjaannya dengan teliti, sampai akhirnya rapat penting yang akan diadakan di sebuah ruang pertemuan di hotel mewah dilaksanakan
"Bagaimana Ira, semuanya sudah siap?" Tanya sang bos Agam Wijaya
"Sudah pak, memang kita akan kerjasama dengan siapa kali ini?"
"Perusahaan Adikku, Ronald Wijaya"
Ira berpikir sejenak mengingat sesuatu saat nama adik dari sang Bos disebutkan
"Sepertinya pernah mendengar namanya, tapi di mana ya?" batin Ira
Tak lama kemudian datanglah seseorang yang membuat Ira kaget dan langsung mengingat siapa yang di maksud oleh bosnya, Ronald Wijaya adalah seorang pengusaha muda yang pernah beberapa kali menjalin kerjasama dengan Alex istri Sahabatnya Reyna, dan tentu saja orang yang di bilang ingin menembak dirinya dulu adalah seorang laki-laki yang kini sudah berada di depannya
"Halo nona Ira, Apa kabar?" Ucap Ronald dengan senyum manisnya
"Oh, iya, baik pak Ronald" jawab Ira
"Seperti yang dulu aku lihat, rupanya anda selalu tampak cantik di mata saya"
Ucap Ronald mengambil tempat duduk di samping Ira
"Apa?!"
Ira masih berdiri dengan keterkejutannya
"Hahaha, duduklah Nona Ira, rupanya kamu jarang sekali dapat pujian dari seorang laki-laki ya?" Ucap Ronald dengan senyum lucunya
"Breng*sek ini orang, sengaja dia buat aku kelimpungan gini" batin Ira kemudian segera duduk
"Sudah Ron, jangan membuat sekretaris hebat ku jadi resah dengan sikapmu" ucap Agam memperingatkan
Sesaat kemudian Ira segera mempresentasikan bahan yang sudah disiapkan, semua mata selalu takjub dengan cara Ira menyampaikan sesuatu hingga membuat menarik banyak relasi untuk bekerjasama dengan perusahaan tempat kerjanya, dan hal inilah yang membuat pak Agam bosnya sangat senang dengan kerja Ira
Setelah beberapa lama akhirnya pertemuan sudah berakhir dan berjalan dengan lancar, Ira sangat lega dengan hasil kerjanya, begitu juga dengan pak Agam dan tim yang lain, semuanya saling support untuk kemajuan perusahaan
"Terimakasih Ira, seperti biasa kau sangat hebat" ucap Agam
"Sama-sama pak, saya hanya berusaha bekerja sebaik mungkin"
"Aku tau, kamu memang selalu bisa aku andalkan, malam Minggu datanglah kerumah untuk makan malam bersama keluarga ku, istriku mengundangmu"
"Benarkah pak, wah, terimakasih, saya akan datang"
"Jangan sampai kau tidak datang, kedua bocah cilik ku juga merindukanmu"
"Siap pak, saya juga sudah kangen dengan mereka"
Ira segera bergegas mengikuti langkah bosnya bersama yang lain untuk kembali ke perusahaan, namun ketika di loby hotel ternyata ada yang sudah menunggu dirinya, Ira terkejut ketika Ronald berdiri dan menyambut kakak nya
"Boleh aku berbincang dengan sekretaris mu kak, aku hanya meminjam nya sebentar" kata Ronald
"Tentu saja kalau dia berkenan" ucap Agam
"Bagaimana nona Ira, apa ada waktu untuk ku?" Tanya Ronald
"Baiklah"
Keduanya kini berpisah dari rombongan Agam dan masuk di mobil sport mewah milik Ronald, dalam perjalanan keduanya saling terdiam dengan pikiran masing-masing hingga akhirnya Ronald membuka pembicaraan
"Aku ingin mengajakmu makan siang, kamu ingin dimana?"
"Emh, maaf bukannya tadi anda ingin berbincang sesuatu dengan saya sebentar?"
"Iya, tapi perutku juga lapar, apa kau keberatan berbincang dan menemaniku makan?"
"Nggak pak, tapi saya juga harus melanjutkan pekerjaannya saya"
"Tenang, aku janji cuma bentar saja, makan sambil berbincang terus aku akan mengembalikan mu ke perusahaan"
"Baiklah, saya tau tempat lumayan enak makanan nya, saya juga biasa kesana, Resto dekat perusahaan, bagaimana?"
"Ide bagus, aku bisa hemat waktu nanti kalau ngantar kamu balik"
Ronald segera melajukan mobilnya ke arah Resto yang di rekomendasikan oleh Ira, tak berapa lama merekapun sampai, tempat itu sudah mulai agak ramai, karena memang ini sudah waktunya jam makan siang, Ira segera masuk diikuti oleh Ronald di belakangnya, setelah mendapatkan tempat yang nyaman, Ira mempersilahkan Ronald untuk duduk
"Wah, lumayan rame ya Ir"
"Iya pak Ronald, karena ini memang jam makan siang"
"Hem, jadi begitu
Keduanya di datangi oleh pelayan Resto yang sudah membawa buku menu untuk di pesan, Ira memilih beberapa menu kesukaannya begitu juga dengan Ronald, saat menunggu menu yang di pesan datang, beberapa kali handphone Ira bergetar, ada beberapa pesan masuk dan juga panggilan, Ronald sedikit terkejut ketika Ira hanya merijek nya saja
"Gak di angkat itu panggilan masuknya?"
"Oh, gak perlu pak, gak penting juga"
"Tapi bolak-balik telpon Lo, beneran gak penting?"
"Nggak kok pak, biasa dari temen, suka seneng ganggu memang"
"Ya sudah"
*
Sementara itu di sebuah perusahaan ada laki-laki yang sedang bingung karena sikap aneh sahabat sekaligus calon istri nya yang tak lain adalah Satria, kedua teman setianya juga menatap heran ke arah Satria yang mondar mandir mirip setrika
"Loe sekali lagi mondar-mandir gitu, gue ikat ya" ucap Andre
"Tau ini orang, mata gue hampir juling tau nggak, lihat kelakuan kamu Sat" sahut Rio
"Diam, kalian ini berisik banget tau nggak, aku lagi bingung ini sama Ira, pesan gak di buka, telpon gak diangkat, tumben banget ini anak"
"Ya sibuk kali dia, lagian ngapain loe resah kayak Ira itu bini loe aja" ucap Andre
"Masih Calon Bini"
"Hah, anjir, yang bener loe kalau ngomong Sat!" Sahut Andre
"Beneran, gak bohong gue, udah ah, jangan ngajak ribut" ucap Satria
"Eh, bang*sat, bukan ngajak ribut, tapi kaget kita ini, kok bisa?" Sahut Rio
"Kita di jodohin sama orang tua"
"Hahaha"
Rio sama Andre langsung ngakak bersama
"Dasar teman laknat, temannya pusing malah ngakak, gak ber priketemanan banget, udah gue lapar, ikut gak kalian ke Resto cari makan?"
"Ikut lah!"
Teriak keduanya langsung ngintilin Satria di belakangnya
*
Makanan pun akhirnya datang, keduanya sangat senang dan langsung meng eksekusi dengan semangat, acara makan itupun berlangsung dengan perbincangan kecil diantara mereka, Ronald sering menatap Ira dan tersenyum tipis saat melihat wanita di depannya sedang makan dengan lahap hingga kadang belepotan di bibirnya
"Pelan makannya Ira, tuh belepotan semua"
"Hehehe, maaf pak, habis lapar banget ini"
"Dasar kamu itu, sini aku bersihkan"
Ronald tiba-tiba saja mengambil tissue dan membersihkan bibir Ira, sesaat keduanya terdiam saling menatap dan membeku, hingga suara seseorang mengagetkan keduanya
"Gak perlu acara suap-suapan di depan umum"
DEG
Ira menoleh dan sangat terkejut ketika mendapati seseorang yang dengan muka emosi ada di depannya, sementara Ronald menatap penasaran dengan laki-laki yang sudah membuat Ira terdiam saking kagetnya
Bersambung
Kisah ini kelanjutan dari Karya Author yang pertama "POWER OF WOMAN"
Masih bisa Up sekali sehari 1 Episode
Jangan lupa berikan dukungan Author
LIKE LIKE LIKE LIKE
KOMEN KOMEN KOMEN
FAVORIT FAVORIT FAVORIT
HADIAH HADIAH HADIAH
VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE
Imanmu setipis kulit bawang di belah 1000 bang Sat.. 🤦🏻♀️🤦🏻♀️
Pantes mereka cocok karena karakternya sama!
Sama2 ngga bisa tegas ke perempuan!
Satria yang paling fatal!
Ntar klo sampe kehilangan perusahaan n Ira baru nyesel..
Makanya jadi laki2 kudu punya sikap!
Katanya pemilik perusahaan tapi ngga ada bijak2nya! 🤦🏻♀️
Menurutku Satria ini kurang tegas sebagai laki2 apalagi laki2 yg sudah punya istri
Tapi dari awal sebelum nikah pun Satria ini terlalu baik hingga lupaa batasan dg mantan
Bahkan setelah nikah pun masih ajaa ngga tegas.. seolah masih ngasu harapan dan mauu ajaa di bego2in sama Imelda
Harusnya sebagai laki2 yg sudah punya istri bisa ngasi batasan tegas sama Imelda 😤🤦🏻♀️