NovelToon NovelToon
Alisha

Alisha

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintamanis / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:62.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Yuliana Farida

Ini hanyalah kisah romansa remaja yang dialami Alisha, remaja SMA ketika ia dekat dengan seorang anak laki laki yang berbeda dengan dirinya. Keseharian berjualan kaki lima tak surut untuk Alisha dalam mendekati Dika yang diam diam menyimpan kesempurnaan dalam hidupnya.


"Aku menyukainya.. tidak mau menahu akan pandangan orang orang disekitar akan dirinya, karena hanya aku yang mengetahui segalanya mengenai dia, Dika Arya."

Alisha Puteri,



"Sejak kapan kamu menjadi sosok puitis?"


Dika Arya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliana Farida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

True Statement

Sudah dua hari Dika tidak kunjung datang ke ruangan rawat Alisha. Alisha merasa kesepian karena tidak ada Dika yang bisa digodanya.

Alisha mencoba menghubungi dan mengirim pesan kepada Dika, namun laki laki itu tidak juga membalas atau menghubungi kembali Alisha membuat Alisha kesal setengah mati.

"Ma, mau pulang." beritahu Alisha karena merasa bosan terus berbaring di ranjang rumah sakit.

"Kamu harus nunggu kabar dari dokter dulu. Kalau bisa nanti mama bicarakan lagi ke Dokter Faisal." jelas mama yang sedang menonton TV sambil memakan salad buah di sofa.

Alisha mengehela nafas kasar dan kembali memeriksa ponselnya berharap Dika menghubunginya dan memberi kabar.

Alisha mencoba sekali lagi menelepon Dika.

'Ini terakhir kalinya aku telepon Dika. Awas aja kalau gak angkat.' gerutu Alisha dalam hati dengan bibir mengerucut kesal ke arah layar ponselnya.

"Dikaaa." seru Alisha manja ketika akhirnya Dika mengangkat teleponnya.

"Kamu kenapa Lish?" tanya Dika di seberang sana.

"Kamu kenapa gak kesini?" tanya Alisha tanpa menjawab pertanyaan Dika.

"Aku lagi sibuk Lish." jawab Dika tidak sepenuhnya benar. Memang Dika sedang sibuk dengan persiapan sekolahnya, dan juga ditambah kekesalannya terhadap Evan yang terus menghubungi Alisha membuat Dika lebih memilih menjauh dari Alisha sementara waktu.

"Kerja?" tanya Alisha masih dengan nada manja.

Diseberang sana Dika menggeleng seolah Alisha bisa melihatnya. Kemudian Dika tersadar dan menjawab.

"Eh, enggak."

"Terus?" Alisha masih penasaran apa yang dilakukan Dika mengingat jawaban Dika yang selama dua hari kemarin ia tidak bekerja dan menemani Alisha tapi sibuk dengan sesuatu.

"Nanti aku cerita. Aku akan ke sana." ucap Dika akhirnya sebelum menutup panggilannya.

Memang Dika akhir akhir ini menutup lapak berjualannya karena insiden wabah kemarin membuat wilayah sekitar alun alun ditutup untuk kegiatan ramai sementara waktu.

"Ish main tutup aja." gerutu Alisha sedikit kesal, tapi tak ayal pernyataan Dika tadi membuatnya senang karena sebentar lagi Dika akan sampai kesini untuk menjenguknya.

"Ma, Alish mau sisir rambut." pinta Alisha kepada mamanya yang hanya sendirian menemaninya, karena ayahnya sedang bekerja.

Sudah beberapa hari ini Alisha tidak menyisir rambut panjangnya, sehingga terlihat sangat berantakan.

"Biar mama sisir. Lihat, rambut kamu berantakan banget, dua hari gak mau sisiran, apalagi mandi." Kali ini mama Alisha yang menggerutu kesal melihat anaknya yang tidak mau mengurus diri selama dua hari terakhir karena beralasan malas.

"Males ma. Aww, pelan ma." jawab Alisha ketika rambutnya yang menggumpal sedikit ditarik paksa oleh mamanya.

"Salah kamu sendiri rambutnya jadi kucel. Ini mama udah pelan Lish." beritahu mama Alish.

"Ma, bedak Alish dibawa kan?" tanya Alisha kepada mamanya yang masih kesusahan menyisir rambut Alisha.

"Nih, kamu mandi aja belum, mau langsung pakai bedak aja."

"Hehe, biarin ma. Kan ada parfum." Alisha mulai memoleskan krim wajahnya dengan rata kemudian membuka wadah bedaknya, lalu memulaskan bedak tipisnya sama rata. Setelah itu, ia mengoleskan lipbalm untuk menutupi bibir pucatnya dan menyemprotkan parfum ke tubuhnya.

"Mama kepang aja rambutnya ya Lish, biar gak terlalu berantakan lagi rambutnya." ucap mama dan Alisha menganggukinya.

"Makasih ma." kata Alisha ketika mamanya selesai mengepang rambutnya. Beberapa saat kemudian pintu ruangan diketuk dan dibuka oleh Dika.

Tante Kirana melihat Dika yang masuk dan menghampiri mereka berdua, kemudian mama Alisha itu melirik Alisha dengan tatapan jahil.

"Oh, jadi Alish mau dandan gara gara mau dijengukin Dika?" tanya mama Alisha sengaja memghoda anaknya agar Dika mendengarnya.

Alisha maupun Dika bersemu merah di pipinya mendengar godaan dari mamanya.

"Maa." ucap Alish mencoba mengingatkan mama, tapi mama tidak menanggapinya dan malah semakin memojokkan Alisha.

"Tuh Dik, masa udah pake bedak, padahal cuci muka aja belum dari kemarin." Mama Alisha bercerita kepada Dika dengan tertawa keras yang dibalas Dika dengan senyuman tipisnya.

"Ish mama." Alisha merajuk ditambah malu karena ketahuan, membuat tawa mamanya semakin tak bisa dihentikan.

Dika duduk di ranjang Alisha dan menyimpan tas gendongnya di hadapannya.

Kemudia Alisha menyadari suatu hal.

"Kamu pakai kaosnya Dik?" tanya Alisha dengan binar ceria seperti anak kecil yang sedang mendapat hadiah.

Dika mengangguk memperhatikan kaos pemberian Alisha yang dipakainya hari ini. Kemudian Dika melihat ke arah Alisha, dan ia baru menyadari bahwa Alisha juga memakai kaos yang sama sepertinya. Dika tersenyum malu menyadari ia memakai kaos yang sama dengan Alisha, padahal ia tak ada janji dengan Alisha sebelumnya.

"Ih lucunya." ucap Alisha merasa gemas dengan penampilan dan sikap Dika pagi ini. Tante Kirana hanya menggeleng kepala melihat tingkah anaknya yang suka menggoda Dika yang pendiam.

"Om Kemal kemana tan?" tanya Dika menyadari bahwa Ayah Alisha tidak ada di kamar rawat Alisha.

"Kerja Dik. Sarapan dulu Dik?" jawab mama Alisha yang sedang memakan sarapannya, kemudian ia menawarkan sarapan kepada Dika.

"Sudah tante." tolak Dika halus diiringi gelengan kepalanya, kemudian seorang perawat masuk membawa sarapan untuk Alisha.

Setelah menyimpan sarapan untuk Alisha di atas nakas, perawat itu permisi keluar lagi dan menjalankan tugasnya.

"Makan Lish." ucap Dika seraya mengambil nampan berisi makanan Rumah Sakit itu, berniat untuk menyuapi Alisha.

"Nanti ah, gak enak." jawab Alisha yang enggan memakan makanan sehat itu.

"Nanti lebih gak enak, soalnya udah dingin. Aaa?" bujuk Dika melihat Alisha memalingkan wajahnya ke arah lain. Tapi melihat Dika akan menyuapinya, Alisha memutar kepalanya mengahadap Dika dan membuka mulutnya lebar mengunyah makanannya.

"Dasar manja." gerutu mama Alisha kemudian menghampiri ranjang dan membawa nampan makanan dari tangan Dika.

"Kamu makan buah aja Dik, biar tante yang suapi Alish." perintah mama Alish kepada Dika yang hanya tersenyum tipis.

Saat Dika akan berdiri, Alish mencegahnya dengan memegang tangan Dika.

"Ih mama, mama kan belum selesai makannya. Biar Dika aja yang suapi Alish."

"Udah diam, berhenti modusnya." icap mama Alish jengah melihat kelakuan anaknya yang centil. Alisha hanya merengut tak suka ke arah mamanya. Sementara Dika, ia hanya tersenyum dan tetap duduk di depan Alisha yang tetap mencekal tangan Dika tak mau melepaskan.

Setelah Alisha menyelesaikan sarapannya, Dokter Faisal memasuki ruangan hendak memeriksa kondisi Alisha.

"Alisha besok sudah bisa pulang, hanya saja ia harus bedrest total untuk menyembuhkan pencernaannya yang masih rentan, paling lama sekitar dua bulan Alisha harus istirahat, jangan dulu sekolah dan melakukan hal yang berat." terang dokter Faisal setelah memeriksa Alisha dengan beberapa catatan yang ada di tangan perawat.

"Terima kasih dok." ucap Mama Alisha sopan.

"Dik, bisa ikut saya? Ada hal yang ingin saya sampaikan." ujar Dokter Faisal kepada Dika. Dika hendak mengiyakan ajakan dokter itu. Akan tetapi, ia merasakan cekalan tangan Alisha mengerat ditangannya sebagai tanda agar Dika tak ikut dengan dokter itu.

"Ehm, bisakah nanti saja dok?" tanya Dika meminta waktu.

"Oh baiklah, nanti jam makan siang kamu ke ruangan praktek saya." putus Dokter Faisal pada akhirnya yang di setujui Dika.

Dokter Faisal keluar dari ruangan diikuti Mama Alisha yang akan mengurus surat surat kepulangan Alisha dari Rumah Sakit.

Kini hanya ada Alisha dan Dika di ruangan itu. Suasana menjadi hening karena tidak ada yang memulai untuk berbicara.

"Ehm Dik, kenapa kamu waktu itu langsung pulang? Terus telepon aku gak kamu angkat, sms juga gak dibales, kenapa? Katanya mau cerita." tanya Alisha meminta penjelasan Dika.

"Maaf Lish, aku gak bermaksud untuk membiarkannya. Tapi aku kemarin bener bener sibuk siapin segala hal, dan juga... ehm,.. Aku gak suka kamu deket sama Evan." Dika memilih melanjutkan perkataannya di dalam hati.

"Apa Dik?" tanya Alisha masih penasaran.

"Ehm Lish, aku ditawarin sekolah sama Dokter Faisal." beritahu Dika mencoba menghilangkan pikiran tentang Alisha dengan Evan.

"Beneran Dik? Kamu nerimanya kan Dik?" yanya Alisha antusias dan merasa senang melihat Dika menganggukkan kepala dan tersenyum.

"Wah, selamat ya." ucap Alisha senang sambil memegang tangan Dika yang ternyata ikut menggenggam tangan Alisha. Kini tangan mereka terpaut cukup lama.

"Jadi kamu sibuk gara gara siapin sekolah kamu?" Alisha bertanya masih dengan raut wajah senangnya. Dika mengangguk dan ikut tertular dengan senyuman Alisha yang manis.

Alisha hendak berbicara lagi, tetapi pintu ruangan terbuka menghadirkan Dina, Reno dan Evan.

"Loh kalian bolos ya?" selidik Alisha mengingat mereka berkunjung pada saat jam pelajaran sekolah.

"Para guru sedang rapat, jadi kita dibubarkan. Dan Dina mengusulkan untuk menjenguk kamu sebelum pulang ke rumah" jelas Reno.

"Gimana keadaan kmu Lish?" tanya Evan yang sudah duduk di kursi sebelah ranjanh. Melihat itu, Dika kembali ingin menjauh namun tetap ditahan oleh genggaman Alisha.

Dika memandang Alisha dengan tatapan bertanya, namun Alisha tidak menjawabnya dan tetap menggenggam tangan Dika.

"Baik Van." jawab Alisha. Evan melihat tangan Alisha yang terus menggenggam tangan Dika tanpa mau melepasnya sedetikpun.

"Eh kaosnya couple an ya." celetuk Dina tiba tiba mengalihkan tatapan Evan ke arah Dika dan Alisha secara bergantian.

Alisha tersenyum bangga dan memperlihatkan kaosnya ke arah Dina, sementara Dika menggaruk kepalanya menggunakan tangan yang tidak digenggam oleh Alisha.

"Eh Lish, besok dari sekolah mau ke sini jenguk kamu katanya." beritahu Dina tentang pesan dari wali kelasnya sebelum ia keluar dari area sekolah tadi.

"Gak usah Din, besok aku pulang kok."

"Gitu ya, nanti aku bicara lagi deh sama Bu Yanti."

"Din, pulang yuk?" ajak Reno tiba tiba yang sedang duduk di sofa.

"Loh, sekarang banget ya?" tanya Dina karena masih ingin menemani Alisha. Reno mengangguk dan berjalan menghampiri Dina.

"Lish, aku bawa Dina duluan ya, aku baru inget ada urusan keluarga nanti." lamit Reno sambil membawa Dina keluar.

"Lis, Van, duluan." ucap Dina sebelum ia menutup pintu ruangan.

Kini Alisha sudah berbaring kembali, dan hanya Dika bersama Evan yang menemani Alisha diruangan itu. Tidak ada yang berbicara seorang pun, mereka bertiga hanya sibuk dengan pikiran masing masing. Hingga beberapa saat kemudian, Evan memutuskan untuk pulang.

"Lish, kalau gitu aku pulang ya."

"Emm, Van tunggu. Kamu enggak nganggap yang waktu itu kan? Maksudku ehm,.."

"Maaf Lish, Aku ngerti kok."

"Maaf Van, jangan ganggu aku lagi ya? Maksudku ehm kita bisa berteman seperti biasanya." jelas Alisha hati hati. Namun meskipun begitu, tetap Evan merasakan patah hati saat dirinya ditolak oleh sang pujaan hati.

Evan hanya tersenyum miris dan mengangguk lemah, kemudian ia pergi dari hadapan Alisha dan Dika.

Setelah kepergian Evan, kini Alisha dan Dika saling bertatapan beberapa saat hingga kemudian Dika memutuskan pandangannya. Mereka berdua kini dilingkupi kecanggungan lagi.

"Dik, jangan cemburu lagi dong." Alisha mencoba mencairkan suasana dengan menggoda Dika. Sekarang Alisha tau kenapa Dika tiba tiba menjauh dari Alisha, karena Dika cemburu dan tidak nyaman jika Alisha dekat dengan Evan!

"Ss-siapa yang cemburu?" Dika mengelak sambil memalingkan wajahnya ke arah lain.

"Aku udah jelasin ke Evan loh. Tinggal aku minta penjelasan dari kamu." jelas Alisha serius walau mimik mukanya terlihat tidak serius.

"J-jelasi apa? Aku, gak ada yang perlu aku jelasin." Dika gelisah menghadapi situasi ini. Ia rasa, ia belum siap untuk mengungkapkan perasaannya.

"Oh, ck yaudah." ucap Alisha lemah hendak membalikkan tubuhnya menyamping memunggungi Dika. Namun Dika menahan pergerakannya dan berbisik pelan di telinga Alisha.

"Aku suka kamu."

Deg, Alisha menghentikan pergerakannya yang setengah menyamping, kemudian ia menengokkan wajahnya ke arah Dika yang sedikit membungkuk ke arahnya sehingga mereka bertatapan dengan jarak yang sangat dekat.

Alisha menatap seluruh inci wajah Dika, begitupun sebaliknya. Setelah puas memandang satu sama lain, kini mereka memisahkan diri dengan wajah yang memerah.

"Ekhm Lish? Aa-aku mau bertemu Dokter Faisal dulu." beritahu Dika dengan gugup kemudian berjalan keluar ruangan.

"Ehm Dik, kamu beneran?" tanya Alisha memastikan.

Dika setengah membalikkan badan kemudian mengangguk samar dan tersenyum tipis. Kemudian ia membuka pintu keluar dan menutupnya kembali. Sementara Alisha memandang kepergian Dika dengan raut wajah yang bahagia dan dada yang berdegup kencang.

1
lee_you
haaiii... masih ada yang Dateng ke lapak ini?? semoga aja ada yak😆.. meskipun cerita ini udah tamat.. aku kangen banget sama Dika dan mampir kesini lagi setelah sekian lama😭😭😭 kepikir buat revisi semua bab karena aku akui novel ini masih banyak kekurangan.. mulai dari alur yang berantakan, bahasa kepenulisan yang masih banyak salah.. dan banyak lagi😭😭 aku pikir mau rombak cerita ini sepenuhnya agar lebih baik lagi dan layak baca🥰🥰 thanks banget buat yang udah baca cerita ini sampai habis.. apalagi sama komentar" yang inovatif, suportif, dan kocak".. semoga cerita ini begitu berkesan yaa:)
🍒⃞⃟🦅₳яяσω σƒ яσмαη¢є
Baca ulang deh, kangen banget sama Dika
🍒⃞⃟🦅₳яяσω σƒ яσмαη¢є: Wah MaasyaaAllah.. Kembali berjumpa kita ya. Semangat terus dalam berkarya ya Yul
total 2 replies
🍒⃞⃟🦅₳яяσω σƒ яσмαη¢є
Ehh baru sempat buka cerita ini lagi, dulu aku baca pakai akun yang satunya, btw update selanjutnya pindah lapak ya yul..?
Aduh gak bisa ikutan aku😭
Doaku, semoga dikau sukses di lapak sebelah ya..!

Ini aku admin gc mu, aku udh gak menerima member karna gc sekarang pada sepi, takut cuma nampung doang sedang kita disana sering bertukar poin. Member disana asli sudah terpercaya dan memanfaatkan gc sebijak mungkin.
🍒⃞⃟🦅₳яяσω σƒ яσмαη¢є: Akhir² ini aku jarang on, aplikasi error terus. Gc pada hilang.
total 2 replies
Joko Jokoo
evan n dina jg seru kyk ny. buat crita evan yg ditinggl kekasih ny. trus nmuin cewk bru gitu.
Joko Jokoo: oche 👍
total 2 replies
Joko Jokoo
crita alex n kina, mau buat di mna thor??
lee_you: di dreame juga.. nunggu rampung dika sama alish dulu haha
total 1 replies
Nenk Fadila
inovel ada ga thor ?
lee_you: ada kak
total 1 replies
Joko Jokoo
kangen dika n alish
lee_you: sabaaarr😭😆
total 1 replies
Joko Jokoo
kpan lnjut lgi??
lee_you: tunggu beberapa hari lagi yaa
total 1 replies
Kiki•Put(ভ_ ভ)
haahhh... 🙀
begitu berat... tapi gak apa lahh,
Semangat terus kak Yul😁😆😆
lee_you: siapp😆❤
total 1 replies
RO_che
semaangat thor.. edisi jilid 2 yaa thorr... 🥰🥰🥰🥰🥰 pindah t4 kah thor??
lee_you: iyaa.. terima kasihh😁
total 1 replies
Flamboyan Dari Timur
suka bnget nget
Flamboyan Dari Timur
suka bnget..... jgn cpat tmat donk
lee_you: nantikan Dr.D ya☺💕
total 1 replies
Joko Jokoo
dika dri naik sepeda, smpe naik mobil. saling setia dn saling mendukung dlm meniti karir masing2.
lee_you: uwuu banget kak😁
total 1 replies
Joko Jokoo
ini lnjut di nt atw dream thor.

jangn buat konflik yg berat2 dong. msa crita ny di pisah kn melulu. 😣😣

ap lgi klw ad smpe ad konflik lupa ingatn dn gk ingt dgn pasangn ny.
Joko Jokoo: 👍👍👍👍👍👍👍
total 4 replies
Akifa
sukaaaa
lee_you: makasihh❤
total 1 replies
melfida
suka bangetttttt.....
lee_you: bener?? uuhh makasihh😘
total 1 replies
RO_che
masih puanjangg kan thoor ceritaanya..🥰🥰
RO_che: okeh siap thorr.. 🥰🥰
total 2 replies
RO_che
jgn buru2 dunk thor..
RO_che: ceritanyaa.. jgn c4 ending thor
total 4 replies
Joko Jokoo
dika, nyebeliiiiinnnn

tpi kmu suka kn liiiiisssshhh
lee_you: sukaaa😝
total 1 replies
icha.sunflower
yang novelnya welcome to wania disana ta thor. Dr. D nya belum ada
lee_you: iya.. Dr. D belum bikin, nanti nyusul☺
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!