NovelToon NovelToon
Brondong Tajir Mengejar Janda

Brondong Tajir Mengejar Janda

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Berondong / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 5
Nama Author: cucu@suliani

IG. Suliani_Cucu

Seasen 1

Aksara Pramudiya adalah seorang pria muda yang kaya raya, dia menyukai seorang perempuan yang terlihat cantik dan sederhana.

Dilihat dari sisi manapun perempuan itu terlihat sangat cantik dan masih terlihat berusia dua puluh tahunan.

Sayangnya dia berbeda keyakinan dengan nya, bahkan ternyata dia sangat kaget jika perempuan yang dia sukai ternyata lebih tua lima tahun dari nya.

Lebih parah nya, perempuan itu ternyata adalah seorang janda beranak satu.

Season 2

Banyak anak membuat hidup Aksa dan juga Najma penuh warna, bahkan kisah anak-anak mereka pun begitu beragam.

Pastinya, diantara salah satu anak Aksa dqn Najma ada yang kecantol sama Janda.

Siapa ya?

Yuk kita kepoin kisah nya.

Mohon dukungan nya buat si aku penulis yang masih amatiran ini..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cucu@suliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Maria Berkunjung Ke Kantor Aksa

Maria berangkat ke kampus dengan hati yang kesal, kalau boleh jujur Maria lebih nyaman bersama dengan Andrew. Karena selain pengertian, Andrew juga lebih penyabar menghadapi sikapnya yang masih kekanak-kanakan.

Akan tetapi, apalah daya. Penghalang di antara mereka bukan seperti selembar kain tipis yang bisa di sibak dengan mudah.

Namun, perbedaan di antara mereka sudah seperti jurang yang dalam dan juga curam. Jika keduanya memaksa melintasi jurang tersebut, yang ada dia akan tergelincir dan jatuh ke dasar jurang yang dalam.

Bahkan, gara gara kejadian semalam Maria sudah mendapatkan teguran dari sang ayah. Selain Aksa satu keyakinan dengan Maria, perusahaan Aksa juga termasuk donatur terbesar di perusahaan ayahnya.

Tentu saja sang ayah tidak mau kehilangan tambang emasnya begitu saja, tentu hanya karena kesalahan yang di perbuat oleh putrinya sendiri.

Andrew juga sebenarnya termasuk keluarga berada, tetapi level kekayaannya memang jauh di bawah Aksa.

Sesampainya di kampus Maria langsung memarkirkan mobilnya, saat keluar dari mobilnya ternyata dia sudah di tunggu oleh Andrew di sana.

"Ngapain kamu diam aja di parkiran?" tanya Maria.

Andrew tersenyum mendengar pertanyaan dari Maria, walaupun wajah wanita itu terlihat tidak bersahabat, tetapi Andrew tetap menampilkan senyum termanisnya.

"Nungguin kamu, biasanya juga ngga pernah ditanya lagi apa. Kok tumben sih?" jawab Andrew dengan kembali bertanya.

Maria menekuk wajahnya, dia senang karena pria itu selalu saja menunggui dirinya. Namun, kesenangan itu tidak boleh terus berlanjut.

"An, sepertinya mulai sekarang kita harus jaga jarak deh. Aku ngga mau tiap hari ribut terus sama pacar aku, kamu tau sendiri kan' tadi malam aja dia marah banget sama aku." Maria berbicara dengan tidak enak hati.

Andrew terlihat begitu sedih mendengar apa yang dikatakan oleh Maria, karena wanita itu dengan terang-terangan meminta dirinya untuk menjaga jarak

"Tapi, Maria. Aku ngga bisa jauh dari kamu. Seengganya kalau kita ngga bisa pacaran karena perbedaan, tapi aku pengen kita deket seperti teman." Andrew berbicara dengan raut wajah yang begitu menyedihkan.

"An, tapi sikap kamu ke aku itu sudah seperti sama pacar. Aku memang nyaman saat bersama dengan kamu, tapi aku juga ngga mau ngecewain pacar aku. Please, ngertiin aku." Maria berbicara dengan berat hati.

Andrew menghela napas berat, rasanya dadanya begitu sesak mendengar ucapan dari perempuan yang sudah tiga tahun ini dia sukai itu.

Jika berpacaran tidak bisa, setidaknya dekat seperti sahabat tidak apa. Jangan langsung disuruh untuk menjauh, itu sangat berat bagi dirinya.

"Baiklah Maria, aku akan mencobanya. Tapi jika lelaki itu menyakiti kamu, aku akan selalu ada buat kamu," ucap Andrew pasrah dan dengan berat hati.

Dia mencintai Maria, walaupun wanita itu sudah menolaknya tetapi dia tetap berusaha mencoba untuk bisa terus bersama dengannya.

"Ya, terima kasih untuk pengertiannya." Maria berucap dengan tulus, walaupun hatinya merasa berat.

Setelah obrolan mereka selesai, akhirnya Andrew dan Maria masuk ke dalam kelas. Tidak ada obrolan lagi di antara mereka, bahkan hari ini mereka bersikap seperti orang yang tak saling mengenal.

Akan tetapi di antara diamnya mereka, terkadang salah satu dari mereka berusaha mencuri pandang .Tidak bisa mereka pungkiri, walaupun mereka bisa saling mendiamkan, tetapi dalam hati mereka seperti ada sesuatu yang terasa kurang.

Selsai jam kuliah, Maria tak langsung pulang. Dia pergi ke sebuah Resto jepang, Maria sangat tahu jika Aksa adalah penggemar makanan jepang.

Hari ini dia akan mencoba memperbaiki hubungannya dengan Aksa, setelah memesan beberapa menu kesukaan kekasihnya Maria langsung melajukan mobilnya ke kantor Aksa.

''Semoga saja dia akan luluh dengan aku datang ke kantornya," ujar Maria penuh harap.

Setibanya di perusahaan Pramudya, Maria langsung menghampiri meja resepsionis. Dia ingin menanyakan di mana ruangan kekasihnya berada.

"Permisi, Mba. Ruangannya Aksa di mana, ya?" tanya Maria dengan sopan.

Wanita yang bekerja di balik meja resepsionis itu nampak terdiam, dia memperhatikan penampilan dari Maria. Lalu, wanita itu tersenyum dan berkata .

"Maksud, Nona, tuan Aksa Pramudya?" tanya wanita itu.

Dia harus memastikan terlebih dahulu apakah wanita itu benar-benar kekasih dari atasannya atau bukan, jangan sampai dia salah dan nantinya pekerjaannya akan terancam.

"Iya, Mbak," jawab Maria.

"Apa anda sudah membuat janji dengan tuan Aksa?" tanya wanita itu lagi.

Maria langsung menekuk wajahnya mendengar apa yang dikatakan oleh wanita itu, suasana hatinya kini sedang tidak baik. Mendengar pertanyaan seperti itu dari wanita itu, tentu membuat suasana hatinya semakin tidak nyaman.

"Aku ini kekasihnya, apa perlu membuat janji terlebih dahulu?" tanya Maria dengan kesal.

"Maafkan saya, Nona. Tolong tunggu sebentar, akan saya telpon dulu. Takutnya beliau sedang sibuk, tunggu sebentar ya," ucap wanita itu dengan nada ketakutan.

Setelah melakukan panggilan telpon, Maria dipersilakan untuk naik ke lantai dua puluh. Lantai tempat para petinggi perusahaan berada, di lantai itu pula Aksa bekerja.

Maria langsung berjalan menuju lantai dua puluh dengan menggunakan lift, hatinya sudah sangat senang karena dia diperbolehkan untuk bertemu dengan Aksa. Padahal kalau dilihat dari raut wajahnya tadi pagi, Aksa begitu kesal kepadanya.

"Semoga saja dia benar-benar sudah memaafkan aku," ujar Maria penuh harap.

Sampai di depan ruangan Aksa, dia sudah disambut oleh om Agam. Maria dipersilakan untuk masuk karena Aksa sudah menunggu kedatangannya, dengan senang hati Maria langsung melenggang masuk.

Saat pintu terbuka, nampaklah Aksa yang masih serius dengan pekerjaannya. Dia masih sibuk membaca beberapa berkas di kursi kebesarannya, Maria berdehem agar Aksa tahu jika dia sekarang sedang tak sendiri.

"Ehm!"

Deheman Maria membuat Aksa langsung menolehkan wajahnya ke arah wanita itu, dia tersenyum lalu berkata.

"Kamu sudah datang?" tanya Aksa yang terdengar konyol di telinga Maria.

Nyatanya dia sudah datang, rasanya Aksa tidak perlu lagi bertanya. Cukup menyambut kedatangannya, pasti Maria akan langsung merasa senang.

"Sudah, Sayang. Mamu serius sekali sampai aku datang saja kamu tidak tahu," ujar Maria dengan wajah ditekuk.

"Maaf, Sayang. Sekarang kemarilah!" ujar Aksa sambil melambaikan tangannya.

Maria langsung menghampiri Aksa, Maria menyimpan makanannya di atas meja dan langsung duduk di atas pangkuan Aksa.

Tanpa ragu bahkan Maria mengalungkan tangannya di leher pria itu, lalu Maria menunduk dan mengecup bibir Aksa. Dia berharap Aksa akan senang dengan perlakuannya yang seperti itu.

"Maafkan atas sikapku beberapa hari ini, aku tahu kalau aku sudah salah sama kamu." Maria berucap seraya mengelus lembut rambut Aksa.

Aksa tersenyum mendapatkan perlakuan seperti itu dari Maria, dia bahkan menyelipkan rambut Maria yang menutupi wajahnya pada telinga wanita itu.

"Aku akan memaafkan kamu, Sayang. Yang penting kamu jangan deket sama si Onta lagi." Aksa berucap dengan tegas.

Maria tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Aksa, karena walaupun Aksa marah, tetapi dia masih memberikan toleransi.

"Tentu saja, Sayang. Aku tidak akan pernah dekat sama dia lagi. Aku hanya milik kamu seorang, jadi jangan pernah abaikan aku lagi." Maria kembali menunduk dan mencium bibir Aksa.

Aksa begitu senang mendengar ucapan kekasihnya, bahkan dia membalas ciuman dari kekasihnya itu.

Maria begitu senang saat melihat respons dari Aksa. Maria tak menyianyia-nyiakan kesempatan itu, Maria mencium Aksa dengan begitu berhasrat.

Aksa langsung menyambutnya, ciuman yang awalnya begitu lembut kini menjadi ciuman yang panas . Tangan Aksa bahkan sudah mulai nakal dan menyusup ke dalam baju Maria, begitu pun dengan Maria. Tangannya sudah mulai nakal dan menyentuh area terlarang milik Aksa.

Aksa yang mendapat lampu hijau pun jadi tambah semangat, tangannya sudah mulai pindah ke area depan wanita itu.

Dia mencari dua benda yang selalu di incar oleh kaum Adam. Maria tak menolak, karena dia juga menginginkan hal itu.

Akan tetapi, sepertinya Tuhan masih sayang kepada mereka, Tuhan seperti mengirimkan seorang malaikat untuk menyadarkan kesalahan yang telah mereka lakukan.

Tok! Tok! Tok!

Terdengar suara ketukan yang sangat keras dari luar, Aksa dan Maria langsung menghentikan aksi mereka. Maria langsung bangun dari pangkuan Aksa dan segera duduk di sofa tamu, sedangkan Aksa berusaha menetralkan diri dengan berdehem.

"Ehm! Siapa?" tanya Aksa.

"Ini Om Agam, apa Om boleh masuk?" tanya Om Agam.

"Boleh, Om. Masuk saja," izin Aksa.

Om Agam langsung membuka pintu, dia langsung masuk dan duduk di depan Aksa.

"Om cuma mau mengingatkan, nanti pukul dua kita ada meeting di luar dengan perusahaan Korea. Jangan lupa siapkan berkasnya, jangan lupa juga untuk makan siang karena sekarang sudah hampir jam satu." Om Agam mengingatkan apa yang seharusnya dilakukan oleh Aksa.

"Iya, Om. Berkasnya akan segera saya siapkan," jawab Aksa.

"Bagus, kalau begitu Om tinggal dulu," pamit Om Agam.

Selepas kepergian om Agam, Aksa dan Maria langsung makan siang bersama. Maria bahkan menyuapi Aksa sampai makanannya tandas, Maria tersenyum senang karena akhirnya mereka bisa berbaikan kembali.

"Terima kasih," ucap Maria tulus.

"Sama-sama, Sayang," jawab Aksa.

1
untung untung
hebat Imajinasinya
FIRA_SHAFIRAH27
kok ngk ada si kak
Cucu Suliani: Oh, diganti judul jadi Hati Yang Kau Sakiti😊
total 3 replies
KIRANA
kok ngk ada ya
nuraeinieni
Luar biasa
falea sezi
lagian lu gatel amat itu kakak ipar lu mau jd pelakor yee dasar g sesuai ma nama lu yg bagus tp hati busuk
falea sezi
karma mu bas g inget anak istri meski amnesia biasa nya feeling nya kuat nah ini tergoda ama jalang kek Deby mampus deh hidup lu
🌹🪴eiv🪴🌹
terimakasih untuk tulisan indah mu thor
🌹🪴eiv🪴🌹
sedang khusyuk baca ada yg garing "makaroni" 🤧
🌹🪴eiv🪴🌹
siapa Elsa 🙄
🌹🪴eiv🪴🌹
selalu
🌹🪴eiv🪴🌹
menoleh
🌹🪴eiv🪴🌹
menegur
🌹🪴eiv🪴🌹
merajut 🙈
🌹🪴eiv🪴🌹
bukannya semester 4
obrolan bunda sama ayah bilang kuliah 2 tahun udah belagak udah jadi dokter kalo ada yg sakit
🌹🪴eiv🪴🌹
mengurus
🌹🪴eiv🪴🌹
astoge,menggedor

menggoda 🤧
🌹🪴eiv🪴🌹
di biasain
🌹🪴eiv🪴🌹
humornya....?
🌹🪴eiv🪴🌹
wow
emezing kali 💃💃💃
🌹🪴eiv🪴🌹
tenang ayah Aksa ,bunda najma udah author jodohkan untukmu
he he he he
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!