NovelToon NovelToon
Teman Rasa Suami

Teman Rasa Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Romansa Modern
Popularitas:419.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Daffo Azhar

Dihianati pacar dan sahabat, membuat Danisa atau yang akrab disapa Nisa enggan menjalin hubungan percintaan dan persahabatan dengan perempuan lagi.
Dari itu dia hanya dekat dengan Senopati, atau yang akrab disapa Seno, hanya dengan Seno dia merasa nyaman.

Saking akrabnya, Seno sudah seperti suami bagi Nisa. Sebelas tahun menjalin persahabatan, rasa cinta mulai tumbuh di hati Seno. Namun, tiba-tiba cinta masa lalu Nisa datang lagi.

Apakah Nisa memilih cinta masa lalunya atau berbalik memilih sahabatnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daffo Azhar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14

Sore itu Nisa mengantar Seno ke bandara diantar Viko. Tadinya Nisa ingin Viko tidak ikut karena nanti dia tidak akan leluasa melakukan perpisahan dengan Seno, tapi Viko memaksa untuk ikut, katanya kalau Seno sahabat Nisa berarti sahabat dia juga. Itu sebuah teori yang memuakan bagi Seno.

Dan sore itu juga untuk pertama kalinya Seno melihat kebersamaan pasangan itu. Sakit? Sudah pasti. Tapi Seno berusaha menjaga sikapnya supaya terlihat wajar dan baik-baik saja. Mungkin nanti saat di pesawat ia baru menumpahkan segala emosinya.

"Lo yakin mau ninggalin gue, Sen?" tanya Nisa seolah masih tidak terima kalau Seno akan meninggalkannya. Pandangan Seno hanya pada Nisa walaupun di samping gadis itu ada Viko yang tengah menggenggam tangannya dengan erat seolah tidak ingin kehilangan untuk yang kedua kali.

"Sekali lagi maafin gue, Nis, gue gak bisa nepatin janji gue buat selalu nemenin elo," tutur Seno.

Diam-diam Viko memerhatikan sorot mata Seno pada Nisa, dan tiba-tiba dia merasa terusik dengan tatapan itu. Radarnya mengatakan bahwa tatapan itu bukan seperti menatap seorang sahabat, melainkan ....

Pria itu menunduk, bahkan ia takut untuk menebaknya sendiri karena radarnya tidak pernah salah. Tatapan Viko beralih pada Nisa. Pemuda berkulit putih itu melihat mata Nisa berkaca-kaca, di sana tergambar jelas bahwa di lubuk hati gadis itu ada rasa sakit karena ditinggalkan. Astaga ... ada apa ini? Viko mencium ada yang aneh dalam persahabatan mereka?

Walaupun tangan Nisa sedang digenggamnya, tapi seolah tangan itu ingin melepaskan diri lalu memeluk pria di hadapannya. Perlahan Viko melepaskan genggamannya lalu mundur selangkah, membiarkan mereka meluapkan emosinya masing-masing, walaupun demi Tuhan ia tidak rela. Kita lihat saja, kalau Nisa sampai memeluk Seno berarti semua yang ada di pikirannya benar.

"Gue akan ngirim email setiap hari," ujar Seno. Nisa bergeming. "Video call?" Nisa tetap bergeming.

"Apa dong?" tanya Seno bingung. Tak lama air mata Nisa tumpah. "Gue pengennya elo tetep di samping gue, jadi mother fierce-nya gue, ngingetin gue makan supaya maag gue gak kambuh, ngomelin gue setiap hari, ngerusak tidur lo saat gue gak bisa tidur, dan semua yang selalu kita lakuin selama ini," tutur Nisa dengan berurai air mata. Di belakang Nisa, Viko menunduk, tiba-tiba ia merasa jadi penghalang mereka berdua.

"Maafin gue Nis, tapi mulai sekarang kita enggak bisa kayak dulu lagi," kata Seno sambil melirik pada Viko, setelah itu Seno tersenyum pada Nisa, walaupun rasanya senyuman itu terasa pahit sekali.

Seno mengangkat sebelah tangannya melihat jam. "Baiklah, waktunya pergi nih, jaga diri lo baik-baik, ya. Gue gak mau dengar kabar lo sakit atau apapun yang negatif tentang elo," katanya, lalu meluncurkan senyum ramah pada Viko sebelum pergi.

Seno berbalik dan melangkah meninggalkan Nisa, tapi pada langkahnya yang ke lima Nisa berseru memanggil namanya, "Seno ...!" Pria itu memejamkan matanya sejenak sebelum berbalik menatap gadis itu. Namun, sebelum ia membalikan badannya Nisa sudah memeluknya dari belakang.

Nisa tidak tahu kenapa ia melakukan itu di depan pacarnya sendiri, Nisa hanya tahu ia akan ditinggalkan oleh pelengkapnya, oleh penjaganya, pelindungnya. Oleh Seno.

"Jaga diri lo, dan cepat kembali," lirih Nisa.

Dada Seno seperti terhimpit dua balok beton yang kokoh hingga ia kesulitan bernapas menahan tangis. Sekuat tenaga ia menahan tangis, tapi saat ia mendengar ucapan Nisa, air matanya memaksa keluar, dan perlahan sekali dadanya mulai lega seiring dengan jatuhnya sungai kecil dari matanya itu.

Seno menghapus air matanya, berbalik menghadap Nisa. "Nis, lo jangan begini. Lo lupa ya sekarang ada Viko di sisi lo. Lakuin yang biasa lo lakuin sama gue dengan Viko."

Nisa mengerjap. Seperti ada petir yang sontak membelah wajahnya, ia baru menyadari bahwa sekarang ada Viko. Kenapa ia sampai tidak sadar? Gadis itu terdiam sejenak memikirkan apa yang terjadi pada dirinya. Kenapa ia seperti ini? Kenapa ia merasa sangat sakit ditinggalkan oleh Seno? Perasaan apa ini?

Perlahan Nisa mundur beberapa langkah dari Seno. Benar, sekarang ada Viko. Nisa harus menjaga perasaan kekasihnya itu.

Seno meluncurkan senyumnya sebelum benar-benar pergi. Dan bibir Seno terus menyunggingkan senyum sampai ia masuk ke ruangan khusus penumpang, hatinya tidak pernah selega ini dan sesenang ini, sikap Nisa barusan menunjukan perasaan apa sebenarnya yang ia rasakan terhadap Seno. Karena firasat Seno selalu benar.

***

Sepanjang perjalanan pulang dari bandara ke apartemen, Nisa diam seribu bahasa walaupun Viko terus memancing obrolan. Saat ini pikiran dan perasaan Nisa sangat kacau. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukan tanpa ada Seno di sampingnya. Viko mendengus kesal, tapi ia berusaha tidak menunjukannya di depan Nisa.

Viko memarkirkan mobil di pelataran parkir apartemen Nisa. "Udah sampe, Nis," kata Viko. Nisa mengerjap, ia baru sadar. "Oh, udah nyampe, ya?" katanya lalu melepaskan sabuk pengaman. Saat ia akan menarik gagang pintu mobil, Viko menahannya. "Nis ...." Nisa menoleh pada Viko.

"Mau aku temenin, gak?" tanya Viko. Nisa berusaha mengeluarkan senyum. "Enggak usah, terima kasih, aku pengen sendiri dulu sekarang," kata Nisa. Walaupun Nisa tersenyum, tapi Viko masih bisa melihat dengan jelas kesedihan dalam diri gadis itu.

"Aku enggak tahu sejauh mana hubungan persahabatan kalian selama ini, tapi menurutku ini__"

"Ini apa?" potong Nisa agak jutek. Viko berdeham, ia tidak menyangka Nisa akan bersikap seperti itu, perasaan cemburunya malah membuat suasana jadi kaku. Viko tidak melanjutkan ucapan yang akan dia katakan pada Nisa.

"Entahlah ...," kata Viko sambil menunduk, lari dari tatapan Nisa yang membuatnya sesak itu. Nisa juga sebenarnya tahu apa yang ada di pikiran Viko sekarang, orang buta juga bisa melihat bagaimana sikap Nisa pada Seno waktu di bandara tadi, tapi Nisa enggan berbicara banyak soal ini dengan Viko.

"Kamu sebaiknya pulang, dan jangan berpikir yang macam-macam tentang aku dan Seno. Besok kamu ada janji sama dokter Vanesh, kan?"

Viko mengangguk. "Iya. Oke aku pulang dulu kalau begitu, nanti kalau ada apa-apa kamu telepon aku aja, ya ...." Viko menerbitkan senyum dan mengelus kepala Nisa dengan sayang.

***

Nisa keluar dari lift dengan langkah gontai. Matanya tertuju pada pintu apartemen Seno yang sebelahan dengan pintu apartemennya. Gadis itu seperti melihat bayangan Seno yang tengah menunggunya pulang sambil bersandar di depan pintu. Sekarang tidak akan ada lagi yang dengan setia menunggunya pulang. Sekarang tidak akan ada lagi yang memaksanya masuk ke sana lalu menikmati pizza berdua. Tidak akan ada lagi ....

Nisa duduk bersandar di depan pintu apartemen Seno. Entah kenapa kepergian Seno membuat Nisa rapuh sekali, tidak ada yang bisa menyembuhkannya selain Seno kembali dan ada. Walaupun sekarang ada Viko.

Benar, bahwa Nisa mencintai Viko karena dia sekarang sedang sakit, tapi kepergian Seno membuatnya menyadari sesuatu yang sebelumnya tidak ia bayangkan. Seno segalanya untuk Nisa, ia tidak bisa melakukan hal apapun tanpa Seno. Iya, karena setiap derap langkah, ataupun keputusan yang harus ia ambil selalu meminta pendapat Seno dan pendapat Seno adalah benar.

Sekarang Seno tidak ada, Nisa harus bagaimana sekarang? Seperti kehilangan satu sayap dan ia tidak bisa terbang lagi. Sebelas tahun mengenal Seno dan selama sebelas tahun itu tidak sekali pun Seno meninggalkannya. Dia selalu ada di sampingnya bagaimanapun keadaannya.

Viko adalah kekasihnya saat ini, tapi kenapa Nisa merasa sangat sedih dan rapuh ditinggalkan oleh orang yang bukan kekasihnya? Bahkan ia memeluk orang itu di depan kekasihnya sendiri. Perasaan apa yang sebenarnya ia rasakan terhadap Seno? Ia juga merasa lega dan__senang mendengar bahwa Seno jomlo.

Nisa meraupkan tangan ke muka. "Astaga, apa yang terjadi padaku sekarang? Kenapa aku seperti ini?"

Nisa bangkit dan masuk ke apartemennya setelah mendapat pesan dari Viko mengingatkannya untuk istirahat.

***

Cast Seno, Nisa, Viko

1
Sherly Nafik
kalau ceritanya makk daffoo jann gak pernah gagal tp paling gk bisa move on dari hapdag
Mion Ming
baru kali ini baca novel seru abis, bikin nyesek sampe aku dikira tetangga lagi brantem ma paksu karena tiba2 keluar rumah dengan mata bengkak gitu😭
Efvi Ulyaniek
jgn"Andi yg kepo dg mengabaikan lwt hp..calon pebinor nih
Efvi Ulyaniek
waduh knp ga jujur sihbaang seeno....bs runyam nih...
Efvi Ulyaniek
Andi ada rasa sama U nis ga peka"
Efvi Ulyaniek
wkwkwkkwkw...apes no..Seno...harus puasa seminggu 😀😀😀
Efvi Ulyaniek
mbok ya ga usah nikah ko Viko..buat anak orang jd janda aja 😀😀maksa lho KD penghalang cinta Nisa sama Seno aja..ujung"nya meninggong
Efvi Ulyaniek
Viko egois sdh tau si Nisa suka Seno msh aja mau dinikahi
Daffo Azhar
hai, apa kabar pembaca Senopati, masih ada kah yang stay?
tyas: ga bisa di buka ya?
total 2 replies
Rena
keren banget
sumpah
lanjutt thorr
Dewi Suherman
tengkyuuu thor
Dewi Suherman
tak ada persahabatan antara ce dan co, pasti ujung2nya ada cemburuuuuuu. pasti jadi cinta
Yetty widya
critanya ngegantung thor.. blm selesai
Daffodil Koltim
bru baca,siap2 marathon,,,,
augst
maaf ini penulisnya msh sehat kan ya?...crtnya bgs2 tp g ad yg slesai dn itu udh lma bgt?
augst
keren
augst
sran asih tor dr bbrpa nvelnya ni kok upny lma knapa sbnrnya bgus crtanya bg pmbca ngsih hdiah vite akan smkn malas klo upnya ad lama bgt
augst
beh
augst
egois g sih viko...
augst
yg parut disalahkan smua ini adalah gita...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!