NovelToon NovelToon
In Times Of Rain

In Times Of Rain

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Contest / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:97k
Nilai: 5
Nama Author: Mila Y

Berawal dari menolong seorang laki-laki yang habis-habisan di hajar oleh ketiga preman. Maila juga harus bertemu kembali dengan laki-laki itu di sekolah barunya. Yang ternyata laki-laki itu adalah kakak kelasnya sendiri, yang merupakan laki-laki populer di sekolah. Yang ternyata namanya adalah Larbi.


Bukan hanya itu. Larbi juga terus mengusik dirinya. Sehingga, membuat Maila sebal pada Larbi sendiri. Namun, tanpa mereka sadari. Pertemuan mereka ada hubungannya dengan masa lalu mereka sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ucapan Selamat Pagi.

"Tadi hujan deras lama, dan Maila berteduh dulu. Jadi Maila tidak les," jawabku sedikit gugup.

"Lalu di antar sama cowok?" tanyanya. Aku sedikit tertegun, jadi ibu tahu dan kemungkinan melihatku pulang di antar Larbi barusan.

"Iya, karena dia yang memaksa untuk mengantar Maila karena hujan."

"Cowok tadi cakep banget sama seperti cowok yang datang kemarin malam," ucap ibu dengan kelihatan sedang mengingat dan berpikir dengan cowok itu. Aku kira ibu akan marah, tapi malah memujinya. Sudahlah lebih baik aku pergi ke kamar.

"Ya udah, Maila mau ke kamar dulu."

...***...

Aku memasukan buku-buku untuk materi besok ke dalam tasku. Aku sedikit menguap karena lumayan lama aku duduk di kursi meja belajarku sambil belajar untuk materi besok. Aku meraih ponselku yang dekat denganku. Aku menghidupkannya, menghidupkan data, dan membuka media sosial untuk chat, yaitu whatsApp. Chat langsung berhamburan masuk mulai dari group dan juga chat pribadi. Dan ada yang membuatku bingung yaitu nomor yang tidak di kenal mengirim chat padaku. Dan langsung ku buka saja isi chat tersebut.

+62 08**********

Assamualaikum

Cie, langsung buka isi chat!

Aku membaca isi nya. Tapi aku penasaran siapa yang mengirim chat yang tidak di kenal padaku. Dan aku pun membuka photo profil nya, dan orang tersebut adalah orang yang menyebalkan itu, siapa lagi kalau bukan Larbi. Dari mana ia bisa tahu nomor ponselku?

Aku terdiam sesaat, dan aku ingat sesuatu kalau kak Anggi pernah minta nomor ponselku untuk keperluan. Dan bukankah kak Anggi bersahabat dengan cowok yang menyebalkan itu? Atau jangan-jangan kak Anggi yang sudah memberikan nomor ponselku. Dan kemungkinan bisa jadi. Dan untuk memastikan aku akan menanyakan padanya, dan aku pun menyimpan nomor nya tersebut.

Aku pun berniat membalas chatnya tadi.

----

Maila :

Lo tau dari mana nomor ponsel gue?

Tawon menyebalkan :

Nggak perlu tau.

Maila :

Lo nggak jelas!

Dan kenapa gue harus bertemu dengan lo yang menyebalkan begini? Gue ngerasa risih bertemu lo tau!

Tawon menyebalkan :

Karena takdir.

Maila :

Tau ah, lo nggak jelas dan nyebelin lagi.

----

Aku langsung mematikan ponselku dan meletakkannya di meja, karena sangat merasa sebal dengan dia. Kemudian, aku merebahkan diriku di atas kasur, dengan balutan selimut. Aku memejamkan mataku setelah membaca doa sebelum tidur.

... ***...

Aku membuka mataku karena pagi sudah datang. Aku menguap dan mengeliat, dan segera beranjak ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap-siap pergi ke sekolah.

Setelah bersiap-siap dengan memakai seragam sekolahku. Memakai sepatu dan megambil tas yang tergeletak di atas meja belajarku. Aku beranjak ke bawah menuruni anak tangga untuk menghampiri ayah dan ibu yang sedang sarapan pagi.

Aku duduk di kursi, lalu megambil sehelai roti tawar dan di olesi dengan selai coklat lalu memakannya.

Ting!

Terdapat SMS masuk dari ponselku. Aku langsung mengambil ponselku di saku bajuku, sambil melahap roti tawar. Dan ternyata itu SMS dari tawon menyebalkan itu. Karena penasaran dengan isi SMS tersebut, aku pun langsung membukanya.

---

Tawon menyebalkan :

Cahaya sang surya sudah mulai menyinari bumi. Tapi senyuman pagimu menyinari semangat pagiku.

-Selamat Pagi-

---

Setelah membacanya aku sedikit tersenyum kecil membacanya. Tapi tetap ia itu menyebalkan, isi SMS tersebut terlalu alay bagiku. Aku mematikan ponsel tersebut lalu kembali melahap roti tawar, yang merupakan sarapan pagi ku.

Setelah mengabiskan sarapan tersebut, aku menghampiri mamang yang sudah siap untuk mengantarkan aku berangkat pergi ke sekolah, karena motorku masih belum selesai di perbaiki. Sedangkan dengan ayah dan ibu, mereka berdua sudah berangkat terlebih dahulu ke tempat kerja mereka masing-masing.

"Berangkat sekarang, neng?" tanya mamang padaku, dan aku hanya mengangguk untuk mengiyakan. Aku masuk ke dalam mobil, dan mamang mulai melajukan mobilnya menuju ke sekolah.

Tak butuh waktu lama untuk sampai kesana, akhirnya hampir sampai juga di depan gerbang sekolah. Aku menyuruh mamang untuk menghentikan mobilnya yang lumayan agak jauh dari gerbang.

"Udah mang berhenti, sampai disini aja," ucapku pada mamang, lantas mamang langsung menghentikan mobil tersebut.

"Masih agak jauh neng."

"Udah sampai disini aja mang, makasih," ucapku sambil membuka pintu mobil dan turun.

"Sama-sama. Hati-hati ya neng."

"Iya Mang."

Setelah itu, aku beranjak menuju gerbang Sekolah. Nampaknya disini ada juga yang berjalan kaki berangkat ke sekolah, sama sepertiku. Walaupun aku hanya berjalan menuju ke gerbangnya saja.

"Selamat pagi tuan putri."

Aku mengalihkan pandanganku ke arah laki-laki yang sedang berdiri dan menyender di gerbang sekolah. Nampak, ia tersenyum manis ke arahku dengan menampakan gigi nya yang putih. Sementara aku hanya menatap malas ke arahnya.

Ia mengikutiku masuk ke dalam gerbang. Sehingga kami berdua berjalan bersama. Dan saat kami berjalan, anak-anak cewek yang aku lewati, mereka menatap tidak suka ke arahku, dan bahkan menatapku dengan sinis. Dan ku yakin mereka adalah fans nya tawon menyebalkan ini, mereka pasti tidak suka jika aku berjalan berdua dengannya.

"Lo kenapa sih ngikutin gue? Gara-gara lo ngikutin gue, fans lo menatap sinis ke arah gue," bisikku.

"Nggak usah di peduliin." Ia masih terlihat santai tanpa peduli sedikit pun karena tatapan mereka.

Enak bener tuh anak baru, bisa di deketin Larbi!!!

Tau, padahal nggak cantik-cantik amat!!!!

Padahal baru beberapa hari sekolah disini, eh udah ada yang ngedeketin!

Udah gitu, di deketinnya sama cowok populer lagi di sekolah!

Itulah omongan mereka di depanku dengan menatap sinis ke arahku. Sementara aku hanya terdiam, dan sama sekali tidak peduli dengan omongan mereka. Bagiku, mereka begitu karena mereka hanya iri padaku.

"Lo ngapain sih ngikutin gue? Ini udah di wilayah kelas 11. Apa lo nggak masuk ke kelas lo sendiri?" tanyaku sedikit berbisik padanya. Namun, ia hanya terdiam tidak menjawab pertanyaanku.

Akhirnya aku sampai juga di depan kelasku, tapi tiba-tiba kelasku gemuruh ramai oleh cewek-cewek karena kedatangan Larbi kesini.

Ini cowok sebenarnya ngikutin gue cuman mau pamer apa? Nyebelin banget, sih?

Kak Larbi!!!

Kak Larbi sarangheo!!!

Ah, ganteng banget sih!!! Pengen gue karungin terus langsung bawa ke penghulu.

Aku ingin muntah mendengar perkataan mereka, segitu kerennya kah dia? Perkataan mereka terlalu norak bagiku. Bahkan aku merasa risih dengan mereka. Mereka terdengar teriak-teriak memanggil nama tawon menyebalkan ini, dan bahkan teriak-teriak tidak jelas entah apa yang di teriakan, seperti orang tidak waras saja. Lita saja yang mengidolakan ketiga cowok populer itu tidak senorak mereka. Sedangkan Rini ia tidak peduli dengan ketiga cowok populer itu, sama denganku yang tidak peduli.

"Udah lo sana pulang ke kelas lo, gue ngerasa risih dengan teriakan mereka memanggil lo," suruhku dengan ketus.

"Iya, iya gue balik ke kelas gue. Soalnya lo udah mulai cemburu." Ia pun pergi beranjak menuju ke kelasnya dengan terkekeh ke arahku.

Cemburu? Cemburu apaan, sih? Memangnya aku cemburu melihat dia banyak yang suka? Ogah!!!

Aku masuk ke dalam dengan menghapiri Lita dan Rini yang sedang duduk di kursinya masing-masing sambil memainkan ponsel mereka. Aku meletakan tasku ke kolong mejaku. Dan langsung duduk dengan raut wajah yang begitu sebal.

"Lo diantar kak Larbi ke kelas?" tanya Lita sambil memainkan ponselnya.

"Dia sendiri yang ngikutin gue."

...***...

Jam istirahat tiba, kami bertiga pergi ke kantin untuk makan. Kami duduk di meja kursi paling pojok seperti kemarin. Aku sedang menggulungkan mie ayam pesananku. Aku masih bingung, kenapa aku tidak pernah melihat kak Jova di sekolah, saat di kantin pun aku selalu clingak-clinguk untuk mencarinya karena siapa tahu aku bisa bertemu dengannya.

"Lit, kak Jova itu kelas apa, sih?" tanyaku padanya. Ia yang sedang mengunyah bakso yang ia pesan langsung menoleh ke arahku.

"Dia kelas 12 IPS 4," jawabnya setelah menelan kunyahan baksonya.

"Kok dia jarang terlihat, ya?" tanyaku sambil memasukan mie ayam pesananku ke dalam mulut.

"Gue juga kurang tau, tapi dia emang jarang terlihat," jawabnya.

"Gue sering ngeliat kak Jova di rumah kosong di jalan xxx, dan kemungkinan gudang itu basecamp nya sama teman-temanya," sahut Rini.

"Lo sering ngeliatnya? Dan sering melewati tempat tersebut?" tanyaku.

"Iya, kan jalan xxx itu jalan menuju rumah gue. Jadi ketika gue berangkat atau pulang sekolah gue sering melewati rumah tersebut," jawabnya.

"Berarti rumah lo dekat dong sama rumah tersebut?" tanya Lita pada Rini.

"Jauh," jawabnya.

"Memangnya lo kenapa nanyain kak Jova?" tanya Lita dengan kepo kepadaku.

"Nggak kenapa-kenapa, sih." Jawabku.

Sebenarnya aku rindu sekali dengan dia, dia adalah teman kecilku yang selalu bermain denganku. Bahkan saat aku tinggal di Singapura waktu dulu aku selalu merengek kepada ayah ingin pulang ke Indonesia. Karena aku ingin bertemu lagi dengan kak Jova. Karena bisnis ayah terkontrak lima tahun di Singapura. Jadi terpaksa aku harus mengikuti apa yang ayah lakukan.

Dan ketika aku sudah pulang dari Singapura, aku sedikit kecewa karena kak Jova pindah rumah, dan bahkan pembantu di rumahku dan juga tetanggaku tidak mengetahui jika kak Jova dan keluarganya pindah kemana.

Dan bukannya aku bertemu dengan kak Jova, tapi aku malah bertemu dengan tawon menyebalkan itu. Berkali-kali lagi.

Jangan lupa like, komen, vote, dan rate.

1
Ai laelasari
Aku udah mampir kak, jangan lupa mampir di novel aku ya "MY TROUBLE MAKER SECRET HUSBAND"
auliasiamatir
mari saling dukung yah Kaka auyhor
Lee anna
kok kota kediri? othor berasal dari kediri kah?
Hiatus: Hehe bukan, Author bukan orang Kediri. itu cuman pantun 😅🙏
total 1 replies
Ria Diana Santi
Alhamdulillah kalau kamu senang Maila! Aku juga ikut senang! 🥰

Oh, jadi gitu. Syukurlah, ingatan kamu balik Larbi. Semoga, kalian bisa semakin dekat lagi, ya!🥰🥰

Benar! Cinta pasti akan ada coba dan uji. Tidak mungkin akan selalu mulus² saja. 👍🏻❤️

Tetap semangat ya Dek! Semoga, Allah selalu menjaga dan melindungi kamu serta membimbing kamu di mana dan kapanpun itu. Sehat terus! Aamiin!!

Sukses terus buat kamu, Dek!🥰👍🏻❤️
Ria Diana Santi: Aamiin ya rabbal alamin!🙏🏻🥰 🤲🏻❤️🤗 Makasih banyak doanya, Dek.
total 2 replies
Ria Diana Santi
Pasti lah rasa rindu itu menguasai dirimu, Maila! Apalagi, kalian terpisah ruang, jarak dan waktu. 😔😔
Ria Diana Santi
Apa tuh yang dititip ke Anggi oleh Maila?🙄🙄
Ria Diana Santi
Buku diary itu bertuliskan kisah cinta kalian yang teramat indah, Maila. Larbi ... ayo kembali ... 🥺🥺
Yukity
mampir lagi Thor..
like😍
TK
next Thor
Mila sari
bakal rindu mereka😪😪
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
dah end ya☺️
tetap semangat thor
ditunggu karya barunya💪
Lenkzher Thea
Keren thor, lanjut 👍❤❤❤
IG: Saya_Muchu
lanjut
Lenkzher Thea
Lanjut ka semangat 👍❤❤❤💪💪
Roselia Dufan
next thorr
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah)
semangat💪☺️
Ria Diana Santi
Ini namanya ujian hidup, Maila!

Kita tidak bisa menentang takdir yang sudah di tetapkan! 🤧🤧
Mila sari
lanjut thor
Roselia Dufan
smangattttt thorr
Lenkzher Thea
Lanjut ka mila, 👍❤❤❤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!