"Still With You" adalah sebuah novel yang menceritakan kisah cinta antara Sofia dan Daniel, yang terinspirasi oleh lagu Jungkook. Mereka mengalami pasang surut dalam hubungan, menghadapi rintangan, dan menemukan kekuatan cinta sejati di tengah kesulitan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝓐𝓻𝓲𝓿𝓲𝓸𝓷𝓪, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perhatian
Pagi tiba Silvi mulai bangun dari kasur rumah sakit, Ia melihat Fery tidur sambil duduk di samping kasurnya sambil menggenggam tangannya, Ia begitu bahagia merasakan kehangatan, dan kenyamanan. Ia mengelus kepala Fery. Tiba-tiba saja Fery terbangun dari tidurnya, mata masih sedikit keriyipan. Silvi kaget lalu ia langsung menarik tangannya kembali.
"Pagi Panda udah bangun ya." Ucap Fery tersenyum.
"Ah iya baru bangun kok." Jawab Silvi. Sambil ia beralih ke posisi duduk dan Fery membantunya.
Seorang suster datang mengantar makanan untuk sarapan pagi.
"Sil ini kamu makan ya biar cepat sembuh."
"Baik tuan muda."
"Sini aku suapin untuk balas Budi kemarin kamu kan udah nyuapin aku."Ucap Fery.
Ketika disuapin Fery, ia merasa cintanya sudah mulai terbalaskan sepertinya ia tidak mencintai sendiri. Fery juga mulai menyukai nya, seperti itulah pemikiran Silvi, lalu ia mencoba untuk bertanya walaupun dengan rasa gugup.
"Tuan ak...aku mau tanya boleh?."
"Tanya apa panda?."
"Tuan kamu ju...juga punya per...peras..." Ucapan Silvi terpotong karena kedatangan dokter.
Dokter itu memberi tahu Silvi bahwa ia bisa pulang sekarang, dan memberitahu untuk membayar administrasi. Akhirnya Fery langsung keruang administrasi. Dan Silvi tidak jadi bertanya tentang bagaimana perasaan Fery kepadanya. Ia bingung kenapa akhir-akhir ini tuannya berubah dan sangat baik padanya nggak kayak yang dulu-dulu, yang sering nyuruh-nyuruh dan berlagak semaunya, dan lebih membuat Silvi nggak nyangka sampai ia dibilang sebagai pacar saat waktu pesta.
"Ahhh udahlah kenapa selalu mikirin Fery sih, awalnya saat di ancam Nora ingin sekali melepasnya, Namun semua sudah di bantu Fery jadi semakin ingin lebih memiliki, kenapa aku selalu nggak kepikiran tentang perbedaan ku dan dia sih, Udahlah aku pasrah aja." Batin Silvi geram.
Tak lama kemudian Fery datang dan mengajak Silvi untuk pulang. Ia menggenggam tangan Silvi untuk membantu berdiri, lalu berjalan menuju mobilnya. Saat diperjalanan pulang suasana begitu hening, akhirnya Fery memecahkan keheningan tersebut.
"Sil gimana sudah membaik badan kamu, oh ya jangan kerja dulu jika badan belum benar-benar fit ya." Ucap Fery.
"Iya tuan muda."
"Eittss sekarang jangan panggil aku tuan muda lagi panggil aja Fery, yaa maapin aku dulu ya yang selalu berbuat seenaknya sama kamu." Ucap Fery merasa bersalah.
"Iya tuan muda.. eh maaf Fery." Ucap Silvi tersenyum.
Fery kembali fokus menyetir mobilnya sampai dirumah Silvi. Ibu Lidia menunggu didepan rumah tak lama kemudian akhirnya mereka datang. Ibu Lidia lari dan langsung membantu anaknya turun dari mobil, Fery pun juga membantu. Lalu Silvi dibawa ke kamarnya.
"Nak makasih ya sudah menolong Silvi." Ucap Bu Lidia.
"Iya buk sama-sama." Balas Fery.
"Oh yaa Sil ini obat yang aku tebus tadi jangan lupa diminum teratur ya, makannya juga jangan telat, jangan terlalu kecapek an. Nanti kalau udah sembuh total kamu bisa bekerja lagi dirumah aku." Ucap Fery lagi memberi perhatian.
"Iyha makasih pasti kok." Jawab Silvi tersenyum.
Fery lalu berpamitan dengan Ibu Lidia dan Silvi untuk pulang.
Dikamar Silvi terpikir dengan keadaan dirumah sakit tadi sepertinya ia ingin mengulangi kejadian itu, Seperti saat disuapi Fery, diperhatikan, dan saat tangannya digenggam begitu erat. Ia tak sabar ingin bertanya tentang perasaan Fery padanya. Ia tidak ingin menunda-nunda lagi dan dilihat dari matanya perasaan Fery juga sama.
"Perbedaan ku dengan Fery tak terpikirkan lagi oleh ku, aku benar-benar ingin memiliknya semoga apa yang aku pikirkan tentangnya adalah benar." Batin Silvi sambil tersenyum.
"Kamu kenapa senyum-senyum sendiri kayaknya habis pulang dari rumah sakit bahagia deh, siapa yang buatmu tersenyum seperti ini." Tanya Bu Lidia.
"Nggak kok Bu, Silvi seneng aja bisa pulang dari rumah sakit dan bertemu ibu." Jawab Silvi meyakinkan.
"Kamu lagi kasmaran ya sama Fery?."
"Ahh... apaan sih Bu nggak kok."
Lalu ibu Lidia keluar dari kamar Silvi.
"Akhirnya ibu nggak tanya aneh-aneh." Ucap Silvi lirih.
Tiba-tiba ada orang yang sedang mengetuk pintu rumahnya. Terdengar ibunya yang sedang membukakan pintu itu. Ternyata David yang datang menjenguknya.
"Silvi kata ibu kamu kemarin habis kepleset ditoilet ya saat menghadiri pesta ulang tahun?." Tanya David kawatir.
"Eh iya vid, ibu kok bisa cerita sama kamu?."
"Iya karna kemarin malam aku kerumah kamu tapi ternyata kamu nggak ada yang ada cuma ibu kamu, aku lihat ibu kamu kayak merasa khawatir terus aku tanya, ternyata kamu lagi dirumah sakit." Jawab David menjelaskan.
"Kok ibu tadi nggak bilang ya sama aku."
"Kemarin ibu kamu juga aku temani Sampai larut malam."
"Yaampun makasih ya David."
"Kamu gimana keadaannya sekarang sudah mulai membaik.?"
"Ya, Alhamdulillah mulai membaik kok."
David melihat tubuh Silvi kaget karena pipinya dan tangannya memar. Ia berfikir bahwa luka dipipinya seperti bekas tamparan dan bibirnya juga agak bengkak.
"Sil kenapa kamu bisa kayak gini." Tanya David.
"Cuma kepleset aja di toilet kok."
"Nggak mungkin kan ia kepleset sampai mukanya kayak gitu, kalau kepleset mungkin kakinya yang parah, pasti Silvi nyembunyiin sesuatu dariku." Batin Fery.
Lalu ia mencoba memegang pipi Silvi dan melihat lukanya, namun Silvi tidak memperbolehkan ia takut David curiga dan bertanya banyak hal.
Disisi lain David benar curiga memang ada yang bermasalah dengan Silvi. Akhirnya ia mencoba untuk mencari tau ngapain Silvi ditoilet dan bersama siapa.
"Ohh... maaf Sil aku mau nyentuh pipi kamu, sakit ya?." Tanya David.
"Nggak kok nggak papa."
"Kamu besok kuliah aku izinin ya."
"Oh ya kenapa kamu sekarang nggak pergi ke kampus malah kesini?." Tanya Silvi.
"Iya karena aku pengen liat keadaan kamu, aku sangat kawatir Sill."
"Seharusnya kamu kuliah dulu habis kuliah jenguk aku."
"Namanya juga orang khawatir hehehe..." Ucap David sambil cengengesan.
"Oh ya sampai lupa aku bawa buah dan vitamin buat kamu biar tambah sehat dan cepat pulih sakitnya." Lanjut David sambil memberikan buah itu.
"Waahhh... makasih ya David."
"Oh, ya aku pamit dulu ya, kamu jaga kesehatan jangan sampai telat makan besok aku kesini lagi."
"Kamu kalau kesini habis kuliah aja ya."
"Siap...hehehehe.." Ucap David sambil cengengesan.
Setelah itu David keluar dari kamar Silvi. Sebelum itu David menoleh kebelakang sambil tersenyum, lalu berjalan keluar.
"Silvi andai kau tahu aku sangat mencintaimu." Batin David dalam hati.
mampir juga ya ke karyaku judulnya
"ANGKASA :salam penghuni bumi"
Ijin promosi juga untuk karya saya,
DELAPAN PUSAKA : AMARAH HARIMAU
ceritanya menarik lanjut aku pantengin terus 😍😍