(Novel kisah tentang perselingkuhan dan pelakor)
Eva gadis manja dan keras kepala dia sangat dicintai Orang Tuanya, tapi kenyataan pahit harus diterima Eva disaat Orang Tuanya akan bercerai karena Papahnya mencintai Wanita lain.
Untuk membalas rasa sakit hatinya Eva akan menghancurkan kebahagian Papahnya dan Wanita itu. Dengan membuat Rafto menjadi Budak cintanya dia akan melakukan segala cara hanya untuk Eva
Akan kah misi Eva berhasil atau malah terjebak akan permainannya sendiri...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanazel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada apa
Ting...Ting...Ting suara alarm terdengar diseluruh ruang kamar membangunkan Mulan sang pemilik kamar. Mulan bangkit dari kasur meregangkan otot tubuhnya, lalu mengambil handphone mengecek apakah ada balasan dari Reno, Mulan menghela nafas ia kira Reno membalas chat atau telepon Mulan tapi tidak sama sekali. Mulan melihat jam ia harus bergegas menemui Reno dikantor sebelum Reno melakukan Rapat pagi.
*****
Rafto yang tidur diruang perpustakaan segera bangun karena ada Rapat yang sangat penting. Rafto Melangkah keluar dari ruangan menuju kamar tidur yang mana terdapat Eva yang sedang tertidur pulas, Rafto menatap Eva sekilas lalu bergegas mandi. Setelah membersihkan tubuh Rafto menghubungi seseorang, lalu menulis sesuatu di note dan menempelnya di lampu tidur lalu mencium kening Eva lama, dan melangkah pergi ke kantor Reno.
****
Mulan memasuki Perusahaan Reno dan berhenti di lobi, mengambil handphone lalu menghubungi seketaris Reno, karena Mulan tau jika ia asal masuk pasti dilarang keras karena Mulan bukan pegawai dan jika ia bilang ke resepsionis kalo Mulan kekasih dari pemilik Perusahaan ini pasti ia akan ditendang keluar.
Didalam ruang presdir, Rafto dan Reno sedang berdiskusi dengan serius untuk menentukan bahan Rapat yang akan diadakan hari ini.
"Rafto." pangil Reno melirik Rafto.
"Hm," balas Rafto tanpa mengalihkan dari berkas yang sedang ia lihat.
"Aku harus apa Rafto?" tanya Reno.
"Apa?" tanya Rafto menatap Reno.
"Tentang Eva dan Mulan aku harus apa?" tanya Reno yang merasa frustasi karena tidak menemukan jawaban yang Martha bilang.
"Aku tidak tau Om, karena aku ga punya pengalaman seperti Om dan tak akan sudi punya pengalaman seperti Om," kata Rafto santai tanpa memperdulikan Reno yang kesal akan ucapannya.
"Berikan saran mu pada Om."
"Om kalo menurutku, seharusnya Om memilih antara Eva atau kekasih Om itu."
"Apa tak bisa membuat mereka saling menerima satu sama lain."
"Ya itu harus dari Omnya lah, mampu atau tidak menyatukan mereka. Oh ya Om, jika aku jadi Om pasti aku lebih milih putri kandungku sendiri, karena Om sudah tua seharusnya merawat anak semata wayangmu dari pada mencari cinta yang hanya sesaat," ucap Rafto lalu bangkit karena melihat kekasih Reno yang datang.
Otak tua Reno masih ingin mempertanyakan lagi ucapan dari Rafto karena Reno masih belum memahami maksud perkataan Rafto, tapi Mulan datang tiba-tiba dan Rafto sudah berlalu pergi.
"Duduklah," ucap Reno bingung dengan kedatangan Mulan secara tiba-tiba.
"Reno, kamu kenapa ga ada kabar dari kemarin, kamu buat aku khawatir," kata Mulan dengan tangan mengelus telapak tangan Reno lembut.
"Aku sibuk, bukannya seketarisku telah memberitahu kamu," kata Reno dengan menarik tangannya dari Mulan.
"Tapi saat kamu sibuk, kamu tetap menghubungi terus. Apa ada sesuatu yang terjadi Reno," ucap Mulan penuh kelembutan.
"Tidak ada, kamu tak usah mengkhawatirkan apapun. Oh ya aku harus segara keruang Rapat, kamu pulanglah aku akan menyuruh asistenku untuk menghantarmu pulang, nanti aku kabari kamu." kata Reno berlalu pergi begitu saja membuat Mulan mengerutkan keningnya bingung akan sikap Reno padanya.
Mulan melangkah pergi dari ruang Reno dengan lesuh, Mulan menolak diantar oleh suruhan Reno, ia lebih memilih naik Taxi. Didalam Taxi Mulan hanya diam, kepalanya menengok kekiri menatap jalanan yang padat dari jendela mobil. Entah kenapa air mata Mulan mulai jatuh hatinya sakit saat Reno seakan menghindar darinya, dan saat Mulan menggenggam tangan Reno ia menariknya kembali padahal Reno sangat suka digenggam olehnya, dan tidak ada ciuman atau pelukan yang Reno selalu lakukan kepadanya.
"Apa aku melakukan kesalahan pada Reno, hinga dia bersikap aneh padaku."pikir Mulan dengan mata yang masih mengeluarkan cairan bening.
"Tuan, Nona Mulan menolak diantar pulang." ucap seketarisnya Revan
"Dia pulang dengan apa?" tanya Reno dengan langkah menuju ruang Rapat.
"Dengan Taxi." jawab Revan seketaris Reno yang hanya di balas dengan anggukkan kepala Reno tanda mengerti, lalu bergegas menuju ruang Rapat yang mana terdapat Rafto.
"Jangan lupa Vote dan komennya"
Untuk mendukung karya ini Up tiap hari.
Terimakasih Para Readers yang setia dengan Novel My dream...Sampai jumpa
maaf baru hadir
semangat 😁👍
salam dari :
- menikah karena skandal
- balas dendam cowok kampungan
🥀ceosomplak & MDD
Semangat ngetiknya 💪💪
Salam dari "Awal Tanpa Cinta" dan "Aku yang dijual" 😍