Kakak angkat ini bertemu setelah 10 tahun berpisah dengan adik angkatnya, bagaimana jadinya setelah pertemuan mereka tumbuh benih - benih cinta.
Lama kelamaan mereka menjalin hubungan backstreet sebagai kekasih bukan hubungan sebagai saudara tanpa diketahui oleh siapapun.
"Ini tidak benar Fer, apa yang kita lakukan salah...dan tidak seharusnya kita melakukan hal sejauh ini...."ucap Alya Putri Pratiwi dengan isak tangis dalam pelukan sang kekasih.
"Ststst....Cinta tidak pernah salah....dan apa yang kita lakukan atas dasar cinta tanpa adanya paksaan....i love you..." hibur Ferdi sang adik sekaligus kekasih Alya.
Hingga hubungan mereka terbongkar oleh orang tuanya. Bagaimana kisah cinta mereka? apakah mereka harus berpisah atau cinta mereka semakin kuat tak terpisahkan?
Ayo baca terus agar tidak penasaran dengan kelanjutan hubungan mereka.
Ini karya pertamaku semoga dapat menghibur para pembaca dan dukung terus dengan like dan votenya ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aura Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menantang
" Ingat baik - baik..!! ini peringatan terakhir buat lo..!! pergi secepatnya dari rumah gue...!!" teriak dan ancam Ferdi mencengkeram rahang Alya.
" Kalo tidak....!!!."
Ferdi menatap Alya dengan tajam sedangkan Alya memegang tangannya yang sakit karna dihempaska dengan kasar oleh Ferdi dan meringis merasakan sakit di rahangnya lagi.
" Gue bakal berbuat sesuatu yang lebih daripada tadi..! yang bisa bikin lo gak betah tinggal disini..!! melepaskan rahang Alya dan mengusap bibir tipis gadis itu dengan senyuman sinis.
" Kenapa sih lo begitu benci sama gue dan berharap gue pergi dari sini...!" tanya Alya penasaran.
" Lo tanya kenapa..!!" tertawa lirih.
" itu karna gue gak suka sama lo dan gue benci sama lo..!!" berbisik di telinga Alya hingga membuatnya meremang saat nafas Ferdi menyentuh kulitnya.
Ferdi bangkit berdiri dan berjalan menuju pintu. Tapi belum sampai dia mencapai pintu jalannya terhenti mendengar teriakan Alya.
"Gue gak takut sama lo..!!" teriak Alya menantang Ferdi dengan beraninya.
" Dan gue juga gak akan pergi dari rumah ini..!!" lanjutnya menatap Ferdi yang sudah mencapai pintu .
" Ok…kita lihat seberapa kuat dan lama lo bisa betah tinggal disini..." menoleh kebelakang dengan suara lebih pelan dengan tersenyum licik.
Ferdi berbalik lagi berjalan keluar dari ruangan itu menuju kamarnya. Membuka pintu, masuk kedalam dan menutup pintu dengan keras karna merasa geram dan kesal dengan sikap Alya yang sudah terang terangan berani melawannya. Padahal selama ini belum pernah ada orang yang berani dengannya apalagi hanya seorang wanita seperti Alya.
" Baiklah kita lihat...siapa yang akan menang..." sambil menjatuhkan tubuhnya diranjang dengan telentang sembarangan.
Tiba tiba dia memegang dan mengusap bibirnya dengan ibu jarinya. Ciuman yang dia benamkan sekilas dibibir Alya masih dia rasakan benda kenyal tersebut menempel di bibirnya.
" Rasanya manis..." berbicara sendiri masih membayangkan bibir tipis dan ranum milik Alya.
" Kenapa rasanya beda ya..?! tidak seperti saat gue berciuman dengan cewek cewek lain..?!". masih memegang bibirnya dengan tersenyum licik.
Lalu tangannya pindah memegang dadanya, entah kenapa setiap dia menatap Alya dadanya berdetak lebih cepat dari biasanya bahkan jantungnya serasa berdebar hebat. Apalagi tadi saat dia mendekati dan duduk disebelahnya bisa dia merasakan hal yang aneh yang belum pernah dia rasakan. Dan yang lebih parah saat dia menatap Alya dari dekat tadi jantungnya berdebar tidak karuan.
Makanya dia segera beranjak dan pergi setelah mengancam Alya karna dia sudah merasakan sesuatu didalam dirinya yang ingin sekali menyentuhnya lebih dari sekedar ciuman tadi.
" Apa yang terjadi sama gue...?" Ferdi mengernyitkan alisnya masih belum mengerti apa yang terjadi dengan dirinya.
'Kenapa gue merasa ingin menyentuhnya terus..?' gumamny dalam hati memegang kepalanya masih bingung.
" Perasaaan apa ini..? selama ini gue gak pernah merasakan perasaan seperti ini, saat dekat bahkan sedang bercinta dengan cewek sekalipun..!!" berbicara sendiri dengan frustasi menjambak rambutnya sendiri .
" Aarrghhh…!! teriaknya memukul kepalanya pelan.
" Gue gak boleh lemah dan kalah dari cewek itu..." mengangguk sendiri menyemangati dirinya.
" Gue harus tetap menjalankan rencana gue buat ngusir dia dari rumah ini secepatnya..." ujarnya sambil beranjak dari rebahannya memikirkan cara untuk mengusir Alya secepatnya dia berjalan mondar mandir di kamarnya.
-
-
Sementara itu Alya masih duduk termenung diruang keluarga belum berniat beranjak pergi ke kamarnya.
Dia masih menatap tajam kearah pintu, seakan dia masih melihat Ferdi berdiri dengan wajah dinginnya dipintu itu.
Dia benar benar merasa marah dengan apa yang sudah Ferdi lakukan terhadapnya, diusap bibirnya adengan ibu jarinya.
" Dasar cowok brengsek, kurang ajar!!" ujarnya geram denga berteriak marah.
Ferdi telah mengambil ciuman pertamanya dengan paksa dan kasar, dia sangat marah dan benci dengan tindakan Ferdi yang seenaknya tanpa merasa bersalah.
Tapi entah kenapa ciuman sekilas dari Ferdi masih terasa menempel dibibirnya, bahkan saking dekatnya tubuh mereka tadi, Alya bisa mendengar suara detak jantung yang saling bersahutan keras. Dia juga bisa menghirup aroma parfum yang dipakai Ferdi bahkan sampai sekarang masih bisa dia rasakan aroma parfum itu.
" Brengsek..!! kurang ajar..!! beraninya dia mengambil ciuman gue...!!" teriaknya lagi dengan suara lantang.
" Gue gak akan maafin lo..!! dan gue bakal bikin lo...bertekuk lutut dan meminta maaf sama gue...!!" geram Alya meninju sofa yang didudukinya.
" Baiklah kita lihat siapa yang akan menang.., lo atau gue yang harus segera pergi dari rumah ini..!!" Alya berbicara sendiri sambil mengepalkan kedua tanganya .
" Gue bakal bikin lo menyesal karna telah mengancam seorang Alya Putri Pratiwi" ujarnya berbicara sendiri dengan tersenyum samar.
Sejenak dia berdiam diri dalam pikirannya.
' Kenapa dada gue selalu berdebar saat gue duduk didekatnya..?' bergumam dalam hati sambil memegang dadanya.
' Bahkan sampe sekarang gue masih merasakan dada gue berdebar. ' lanjutnya mendesah berat.
Diam sejenak dengan pikirannya.
" Pasti ini karna gue sangat marah sama dia, jadi dada gue berdebar karna menahan amarah..." pikirnya mengunggulkan kepalanya.
" Ya itu benar, ini karna gue sangat marah sama dia...!" masih menyangkal kalo yang dirasakan karna kesal dan marah.
Setelah bermonolog sendiri dia beranjak berdiri lalu berjalan keluar menuju kamarnya.
Begitu sampai didepan pintu Alya menatap pintu kamar sebelahnya yang ditempati Ferdi.
' Kita lihat siapa yang akan menang' gumam dalam hati menatap pintu itu.
Lalu membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam terus menuju kamar mandi untuk ganti baju dan membersihkan diri. Setelah selesai dia berjalan menuju ranjangnya, karna hari ini dia begitu lelah setelah perjalanan pesawat kurang lebih 17 jam, bertemu cowok dingin yang sudah berbuat seenak jidatnya, bahkan menunjukkan rasa tidak sukanya dengan ancaman yang benar- benar melelahkan tubuh dan pikirannya.
" Kenapa sih dia begitu tidak sukanya dengan gue..." masih kepikiran dengan sikap Ferdi.
' Dulu dia sangat menyayanginya bahkan jauh dari gue aja nangis...' bergumam dalam hati.
' Memangnya apa sih salah gue...? kenapa dia begitu ingin gue pergi dari rumah ini..'
' Tapi bagaimanapun dan apapun yang terjadi gue tetep tinggal disini dan gue gak akan pergi dari rumah ini...' gumamnya meyakinkan dirinya sendiri.
Dia merebahkan tubuhnya memakai selimut dan memejamkan mata untuk mengistirahatkan tubuhnya dan pikirannya berharap esok hari menjadi hari yang cerah dan indah. Dan semoga kejadian yang baru dia alami hanyalah mimpi sebagai bunga tidurnya.
Dikamar sebelah Ferdi masih belum bisa memejamkan matanya, masih berjalan mondar mandir dengan pikirannya masih melayang membayangkan bibir ranum Alya bahkan ingin menikmatinya lagi. Tidak hanya itu dia juga memikirkan rencana apa yang akan dia lakukan untuk mengusir cewek cantik itu dari rumahnya.
***Kira rencana apa yang akan Ferdi Dan Alya lakukan ya....
**ikuti dan baca terus ceritanya ya para reader, jangan lupa dukung terus novel ini dengan vote dan likenya dongg.
eh tunggu2 kok ada nama tiara yg sllu disebut oleh author🤔