Bagaimana jadinya jika seorang anggota perampok abad 21 tiba-tiba terlempar ke Zaman Dinasti Shang (1600 SM) sebagai seorang calon Permaisuri??
Beberapa kali Xiao Tan mencoba melarikan diri dari perjodohan itu hingga Ia harus menyamar sebagai laki-laki agar tidak dikenali para pengawalnya, namun ternyata usahanya malah diketahui Pangeran Ke-8 membuatnya mau tidak mau kembali dan menjalani perjodohan itu.
Akankah Ia bisa lari dari perjodohannya dan kembali ke masa modern, ataukah harus terkurung disana selamanya?
Karya ini hanyalah karangan dari penulis semata, tidak ada kaitannya dengan sejarah asli Dinasti Shāng, Selamat membaca 🙏😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yeni Sw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seperti Medusa
Setelah selesai membersihkan tubuhnya ia berjalan menyusuri lorong istana, Xiao Tan berjalan dengan gaya seenaknya sesekali ia menepuk bahu beberapa pengawal kerajaan yang berdiri disetiap lorong
"Apa kaki kalian tidak pegal hah?" tanyanya, seketika para pengawal yang ia tepuk bahunya menunduk hormat tanpa menjawab.
Xiao Tan tertawa melihat ekspresi mereka "Ayolah kalian kaku sekali" namun para pengawal tetap diam membisu membuat Xiao Tan merasa bosan
"Ah kalian membosankan" ia berjalan entah kemana karna yang ia tau ia harus menemui pangeran Zian
"Dimana lelaki itu?" ucapnya dengan menengok ke berbagai arah, namun seketika matanya tertuju pada sebuah ruangan yang memiliki pintu yang cukup besar
Apa dia disana?
Xiao Tan kemudian berjalan ke arah sana namun ada 2 pengawal yang berjaga, merekapun menghentikannya "Maaf yang Mulia, anda tidak bisa memasuki ruangan ini" ucap salah satu pengawal
"Kenapa memangnya? aku hanya ingin mencari pangeran ke-8 apa dia di dalam?" namun para pengawal itu tak menjawabnya, karna kesal ia pun menerobos masuk ke dalam
Braak
"Yang mu.. " belum sempat ia menyelesaikan ucapannya, namun Xiao Tan sudah begitu terkejut karna semua orang di dalam ruangan itu menatap ke arahnya, begitupun dengan kaisar Yongle yang menatap tajam ke arahnya, tampaknya kaisar sedang melakukan rapat dengan para pangerannya, pangeran Zian menatapnya dengan tatapan kesal sementara pangeran Zhu Qui menatap keberadaan Xiao Tan dengan tatapan tak terbaca
Xiu Tan'er... sedang apa Dia disini. batin pangeran Zhu Qui
Matilah Aku... gumamnya dengan menepuk dahinya, Xiao Tan menjadi salah tingkah ia pun mengangkat tangannya menyapa semua orang yang ada disana
"h-haaii semua" ucapnya dengan sedikit meringis merutuki kebodohannya, seketika ia berbalik
"Aiisshhh bodohnya aku... " ucapnya pelan, kemudian Xiao Tan mengambil jurus seribu langkahnya dan kabur dari ruang rapat istana.
kaisar Yongle menatapnya tak percaya, sementara pangeran Zian berdiri memberi salam
"Maaf yang mulia kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi, maaf atas kesalahan permaisuriku" kaisar Yongle tampak tidak terlalu memperdulikannya dan memilih melanjutkan kembali diskusinya, sementara salah satu pangeran nampak menahan tawanya melihat tingkah Xiao Tan.
Dia kah wanita yang diperebutka Zhu Qui dan Zian'er? Batin pangeran Yuan Zhang yang merupakan pangeran ke-9 adik dari pangeran Zian.
***
"Ahh bodohnya Aku! lihatkan kaisar itu benar-benar menakutkan, bahkan tatapannya saja seperti mau membunuhku!" ucap Xiao Tan dengan berjalan cepat entah kemana arahnya.
Ia kemudian sampai ke sebuah pavilun kecil yang terletak disamping sebuah kolam, tanpa ia sadari disana permaisuri Jia dan selir Agung sedang bersama membuat sebuah tembikar, ketika Xiao Tan menyadarinya dan hendak memutar arah namun permaisuri Jia malah memanggilnya
"Tan'er" panggilnya, Xiao Tan pun menghentikan langkahnya dan berjalan mendekati mereka dengan malas
"Salam Ibu permaisuri, salam ibu selir Agung" ucapnya memberi salam, permaisuri Jia mengangguk tersenyum, sementara selir Agung menatapnya dengan tatapan tak terbaca
"Kaukah Xiu Tan'er itu?" tanya selir Agung, Xiao Tan kembali menunduk
"Benar yang mulia"
"Duduklah disampingku nak" pinta permaisuri Jia, Xiao Tan pun duduk disampingnya dan berhadapan dengan selir Agung
"Ku dengar kau hampir tenggelam di danau tepat di hari pernikahan putraku" tanya selir Agung dengan sedikit menarik salah satu sudut bibinya, Xiao Tan memutar bola matanya
Kenapa Aku harus terjebak dengan para Ibu-Ibu seperti ini. Bantinnya
"Ah itu,..hanya sebuah kecelakaan kecil yang mulia hehe" jawab Xiao Tan mengarang
"Ku harap kau hidup bahagia dengan pangeran Zian dan tak perlu mengganggu hidup putraku lagi" ucapnya dengan diselingi senyum lebar, tangannya masih aktif membuat tembikar dari tanah liat
Wahh benar-benar seperti medusa, ucapannya pedas sekali namun bibirnya tersenyum lebar. Batin Xiao Tan
sementara permaisuri Jia nampak tak enak hati mendengarnya, ia memandang Xiao Tan dengan tersenyum
"Yang mulia sepertinya kita harus saling melupakan masa lalu yang tidak penting dan menjalani masa kini dengan bahagia" mari hidup dengan masing-masing dan jangan saling mencampuri urusan orang! ucap Xiao Tan dengan tersenyum, permaisuri Jia nampak lega mendengar ucapan yang keluar dari mulut Xiao Tan itu
"Baguslah" ucap selir Agung tersenyum dengan menatap ke arah Xiao Tan, tak lama Na datang memberi salam
"Salam yang mulia, pangeran Zian memerintahkan agar permaisuri Xiu Tan'er menemuinya"
Seketika Xiao Tan berdiri senang karna Ia memiliki alasan untuk pergi
"Yang mulia saya undur diri" ucapnya memberi salam dan langsung berjalan pergi dari paviliun
"Huft syukurlah Na, kau menyelematkanku! kau tau tidak ibu-ibu mertuaku itu sungguh membuatku pusing, dan selir Agung itu nampak seperti ibu tiri di mataku" ucapnya dengan sedikit bergidik ngeri, Na tertawa melihatnya "nona sangat lucu"
.
.
.
.