Cerita ini menceritakan tentang. Seorang lelaki yang selalu disuruh agar cepat mencari pendamping di umurnya yang hampir mengajak ke 29tahun.
Bagaimana kah kisah selanjutnya!
apakah dia bisa mencari seorang wanita idaman keluarganya?
Atau justru dia harus menerima perjodohan dari keluarganya?
Semakin aku sering bersamanya.
Maka semakin besar rasa cinta yang ku berikan kepadanya.
Semakin besar cintaku padanya.Maka akan semakin besar pula rasa sakit yang akan kurasakan nantinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon senja.21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Adit yang di puji.
Pagi ini Adit akan ke kantornya. Dengan asisten pribadinya, yang sudah menunggu di depan mobilnya itu.
Adit yang memakai setelan tuxedo berwarna hitam dan di padupadan kan dengan t-shirt ber warna putih serta sneakers putih Adidas Stan Smith. Membuat gayanya sedikit berbeda dari sebelumnya pasalnya dirinya selalu memakai tuxedo dan kemeja serta sepatu pantofel. Membuat asisten pribadinya itu sedikit heran.
"Gimana Yan, dengan Brew cafe." tanya Adit, sambil masuk mobil dengan pintu yang sudah dibukakan asisten Ayan.
"Brew cafe sudah menjadi milik anda Tuan." ucap Ayan.
Ayan pun melajukan mobil ke kantor. Setelah berapa menit akhirnya mereka pun sampai di kantor yang bertuliskan JK GROUP.
Asisten Ayan pun keluar dari mobilnya terlebih dahulu, sebelum membukakan pintu mobil untuk atasannya.
Setelah mereka berdua turun mereka langsung masuk ke kantor. Saat Adit masuk kantor banyak karyawan yang melihatnya dengan kagum karena gayanya yang sedikit berbeda. Adit pun tak terlalu memperdulikan hal itu. Setelah Adit masuk ke dalam lift. Karyawan kantor membicarakan tentangnya.
"Wah.... Tuan Adit seperti ada yang beda dari sebelumnya." ucap karyawan A.
"Iya, sepertinya auranya juga keluar gitu, seperti orang baru nikah saja." ucap karyawan B.
"Masa,Tuan Adit nikah diam-diam, ya kali orang sekaya Tuan Adit mah kalo bayar WO mah kecil." ucap karyawan C.
"Tapi, stylenya itu lo seperti selera anak muda banget." ucap karyawan D.
"Seperti ada yang ngurusin." ucap karyawan A lagi.
"Ehem." Suara deheman itu adalah milik asisten Ayan, yang dari tempat HRD dan tak sengaja mendengarkan pembicaraan karyawan.
"Mau dipecat kalian." ucap asisten Ayan dengan wajah datarnya itu.
"Maaf Tuan." ucap karyawan yang membicarakan Adit.
"Bubar kalian." ucap asisten Ayan kepada karyawan itu.
Ayan pun memutuskan untuk ke ruangan atasannya di lantai 35.Setelah sampai ke atas Ayan melihat sekretaris Dinda yang mondar-mandir di depan pintu Presdir. Membuat Ayan berdehem dengan keras.
"Ehem." Deheman asisten Ayan, membuat Dinda kaget dan membuat Dinda membalikkan badannya.Dan alangkah terkejutnya dia kalau yang ada di belakangnya adalah asisten Ayan.
"Apa yang ada lakukan disini sekretaris Dinda." tanya asisten Ayan melipat tangannya di dada.
Sambil menekankan kata sekretaris Dinda.
Dinda yang di tanya asisten Ayan tak bisa menjawab pertanyaan itu.
"Sekretaris Dinda, kenapa anda diam!." ucap Ayan dengan nada mengintimidasi.
"Ma-maaf Tuan." jawab sekretaris Dinda dengan terbata-bata.
"Kembali ke ruangan, jika tidak ada kepentingan lain, anda di bayar untuk bekerja, bukan untuk mondar-mandir di depan ruangan Presdir." ucap Ayan dengan nada sinis.
Asisten Ayan tahu jika sekretaris Dinda ini punya perasaan dengan atasannya. Setelah kepergian sekretaris Dinda. Ayan mengetuk pintu ruangan Adit.
Tok... Tok...
"Masuk." sahutnya orang yang ada di dalam.
"Permisi Tuan, apa ada yang bisa saya bantu Tuan." tanya asisten Ayan, karena Adit tadi menelponnya waktu dia ada di ruangan HRD. Untuk mengecek para karyawan yang sering izin. Jika ada karyawan yang sering izin selama tiga hari dalam satu bulan maka perusahaan JK GROUP akan memberikan potongan gaji atau bisa saja memecatnya.
"Yan." panggil Adit.
"Iya, Tuan." ucap asisten Ayan berdiri di depan Aditya.
"Duduklah,Yan." ucap Adit meminta agar asisten pribadinya ini duduk.
Ayan pun mengikuti perintah atasannya itu.
"Yan, menurutmu kenapa karyawan-karyawan kantor melihatku seperti itu." tanya Adit yang tak tahu kenapa karyawan kantor melihatnya tidak seperti biasanya.
"Mungkin saja mereka mengagumi, Tuan." ucap asisten Ayan.
"Aku tahu itu, tapi tatapannya itu berbeda tak seperti biasanya." ucap Adit, memainkan bolpoin yang ada di tangan kirinya dan mengetuk-ngtukan di meja yang terbuat dari kayu jati.
"Apa Tuan tak menyadari, apa yang membuat semua karyawan memandang anda berbeda hari ini Tuan." tanya asisten Ayan.
"Emangnya ada yang berbeda dari saya Yan!." tanya Adit yang belum mengerti maksud asisten pribadinya ini.
"Saya rasa itu karena style yang anda pakai hari ini, Tuan." ucap Ayan, memberi penjelasan bahwa style fashion atasannya ini sangat berbeda dari sebelumnya, saat belum menikah satu hari yang lalu.
"Apa ini terlalu jelek Yan, wanita itu benar-benar ingin merusak citra saya di depan karyawan-karyawan kantor." ucap Adit, yang ingat jika istrinya yang menyiapkan bajunya tadi pagi.
"Bukan karena jelek Tuan, tapi karyawan kantor melihat style yang anda pakai pagi ini seperti fashion anak muda jaman sekarang, Tuan." jawab asisten Ayan.
"Emmm, baiklah Yan, kamu boleh keruangan mu sekarang." ucap Adit.
"Baiklah, Tuan kalau begitu saya permisi." ucap Ayan sambil bangun dari duduknya.
Tok.. Tok..
"Masuk." ucap orang yang ada di dalam.
"Permisi Tuan, ini kopi yang anda pesan." Ucap sekretaris Dinda.
Tadi Adit menelpon sekretaris Dinda setelah Ayan keluar ruangannya, karena tadi pagi dia belum meminum kopi.
"Taruh di meja." ucap Adit menjawab Dinda sambil main ponselnya itu.
"Apa ada yang bisa saya bantu lagi Tuan." tanya Dinda yang ingin dekat dengan atasannya.
"Tidak, anda boleh keluar dari ruangan saya sekarang." ucap Adit yang tak melirik Dinda sama sekali.
"Baiklah, Tuan kalau begitu saya permisi." pamit sekretaris Dinda.
"Hmmm." balas Adit.
Sekretaris Dinda keluar dari ruangan Adit dan bergumam dalam hati.
Tuan Adit, anda hari ini sangat tampan dan seksi aku akan berusaha agar kau menjadi milikku Tuan. Batin Dinda.
Adit pun meminum kopi buatan Dinda. Namun kopi buatan Dinda tak seperti kopi yang di minum sore kemarin.
"Ini kopi atau apa manis banget." ucap Adit sambil mengusap mulutnya pakai tisu.
"Sekretaris enggak guna, gayanya saja sudah seperti wanita malam." ucap Adit, yang tak suka dengan wanita yang memperlihatkan lekukan badannya, karena menurut Adit itu adalah aset berharga seorang wanita. Seharusnya seorang wanita tak melakukan hal itu.
Jam sudah menunjukkan pukul 11:30 siang. Dimana semua orang kantor akan makan siang.
Untuk mengisi perut agar bisa bekerja lagi nantinya.
Entah itu makan di cafe atau membawa bekal dari rumah. Namun berbeda dengan Aditya Jackson sepertinya merencanakan akan sesuatu hal, yang nantinya akan membuat seseorang itu yang akan kerepotan, Adit mengambil telpon genggam dan..
Sambungan terhubung! .
" Yan, ke ruangan saya sekarang."ucap Adit kepada orang yang ada dalam sambungan telepon.
1menit kemudian
Tok.. Tok.
"Masuk Yan." ucap Adit yang tahu jika yang mengetuk pintu adalah asisten pribadinya.
" Ada apa Tuan meminta saya kesini."tanya Asisten Ayan langsung pada intinya.
"Yan, bukankah! kau punya nomor wanita bar-bar itu." tanya Adit yang duduk di kursi kebesarannya itu.
ceritanya bagus
walau tidak selurus jalan raya
terima kasih untuk author
yang sudah buat cerita nya bagus
dan agak dikit lain.
🙏🙏
sukses selalu buat authornya
Tuhan memberkati selalu🙏
salam kenal 🙏