Kinara adalah gadis simpel dan sederhana. Kesehariannya hanyalah kuliah dan berkerja paruh waktu untuk membiayai pendidikannya. Dengan kesederhaannya itu mampu membuat pria muda sukses dan kaya raya jatuh hati padanya.
Suho park presdir GY Group tergila-gila padanya, sampai mau melakukan apapun untuk membalas penderitaan yang dialami kirana selama ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana mama diana
Kinara melangkah dengan cepat, berharap ia dapat mengomeli jessy sahabatnya.
Setelah sampai parkiran kinara mengedarkan pandangannya, mencari mobil jessy berada. Setelah ketemu, kinara melangkah mendekat. Membuka pintu mobil dam masuk kedalamnya.
"Kamu ini ya kebiasaan deh. Datang gak bilang-bilang" kinara mengomel
"Mangkanya punya hp itu dicek, ada pesan masuk apa enggak. Mereka pasti sudah menunggu lama" jessy
"Nari sama monic juga ikut?" kinara
"Hem" jessy "mereka menunggu dicafe milik adit sekarang" lanjutnya
"Emmmm....kalian tau aja kalau aku kangen" kinara mencubit pipi jessy
"Hey hentikan, aku sedang menyetir ini. Bahaya tauk" jessy
"Iya...iya maaf" kinara tersenyum senang
_-_
Nari dan monic sedang menikmati suasana malam dengan alunan melodi dicafe.
"Apa kalian menikmatinya" adit menyapa
"Tentu dong" nari dan monic bersamaan
"Kak adit, boleh dong minta ditemani" monic mengoda
"Tentu saja boleh" adit tersenyum
"Iiih mas adit, jangan senyum seperti itu nanti aku rindu lho" monic
"Monic apa'an sih, lebai deh" nari
"Biarin" monic menjalurkan lidahnya keluar
Nari yang melihat tingkah monic merasa kesal sedangkan adit yang melihat ulah mereka hanya tersenyum.
Kinara dan jessy sudah sampai didepan cafe milik adit, mereka melangkah masuk menuju meja yang sudah dipesan nari.
"Dimana mereka" kinara
"Dimeja biasanya, nari memesan meja sesuai kesukaan kamu" jessy
"Waouw...dia memang bisa diandalkan" kinara tersenyum melangkah dengan cepat menuju meja dimana kedua sahabatnya duduk.
Jessy tersenyum dan mengikuti kinara dari belakang.
seperti biasa sambil menunggu pesanan datang, mereka mulai bercerita pengalaman pertama magang.
Walau ketiga teman kinara magang dikantor papanya sendiri namun kinara tidak menyangka kalau mereka diperlakukan seperti karyawan lainnya.
"Aku pikir kalian akan diistimewakan disana" kinara keheranan
"Papaku itu type orang yang gak mau instan nara, jadi dia mau aku merasakan semuanya dari bawah" nari
"Bener banget, papa ku juga. Walau aku sudah merenggek minta dipindahkan ketempat yang lebih ringan dia menolaknya. Katanya biar aku tau perjuangannya dulu membanggun kantor itu" monic kezel
"Bagus dong itu tandanya papa kalian sayang sama kalian, agar nanti kalian bisa memimpin perusahaan keluarga kalian dengan baik" kinara
"Dengerin tuh kata kinara, jangan hanya merenggek saja bisanya" jessy
"Heyy kau ini yaa, mentang-mentang ditempatkan diposisi enak gitu" monic
"Sudah-sudah, ayo makan dulu udah datang itu makanannya" nari
Meraka begitu menikmati kebersamaan mereka.
Baru saja satu minggu tidak bertemu sudah banyak cerita disetiap orang.
Malam makin larut, terpaksa mereka harus berpisah satu dengan yang lainnya.
Pulang dan beristihat menyambut hari esok.
"Mau aku antar?" nari menawarkan diri pada kinara
"Tidak perlu, kalian cepat pulang saja dan beristirahat. Aku bisa pulang sendiri kok" kinara
"Hey...yang membawa kamu kesini itu aku jadi kamu pulangnya aku yang antar" jessy
"Iya nara, ini udah malem lho. Bakal sulit juga mencari taxi kan. Biar salah satu dari kita antar kamu ya" nari
"Sahabatku ini memang pengertian sekali, tapi maaf kali ini aku menolaknya yaa. Aku pulang sendiri saja" kinara
Adit mendengarkan percapakan mereka lalu melangkah mendekati mereka.
Muncul ditengah-tengah mereka dengan senyum manis dibibirnya.
"Biar kinara aku yang antar, kalian tidak usah khawatir" adit
"Ide yang bagus tuh, dan kamu kinara kali ini gak boleh menolak" monic tegas
Kinara hanya menghela nafas panjang dengan tingkah sahabatnya.
"Baiklah aku mau" kinara akhirnya menyerah
"Nah gitu dong, jadi kami tidak usah khawatir lagi" monic tersenyum
"Kalau gitu kita pisah disini ya, kapan-kapan kita ngumpul lagi oke" nari
Mereka mengangguk bareng lalu berpelukkan satu sama lain sebelum berpisah
"Bye-bye. Hati-hati dijalan" kinara melambaikan tangan
Adit meraih tangan kinara dan mengenggamnya lalu tersenyum menatap kinara.
"Ayo, disana mobilnya" adit menunjuk letak mobilnya.
kinara hanya tersenyum kecil, dan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman adit.
"Tidak enak dilihat orang mas" ucap kinara saat tangannya sudah terlepas dari genggaman adit.
Adit yang canggung berusaha tersenyum pada kinara.
Adit membukakan pintu mobil dan menyuruh kinara masuk.
Disepanjang perjalanan mereka hanya terdiam, tak ada satu kata pun yang terucap dari bibir mereka.
Hanya angin malam yang melintas ditelinga.
Adit menatap kinara, mencoba mencari bahan pembicaraan namun tidak ia temukan. Akhirnya hanya senyuman yang terlontar.
Sampailah mereka didepan rumah hadi wijaya, kinara keluar dari mobil disusul dengan adit.
"Malam om tante" adit menyapa
Papa kinara hanya tersenyum kecil menanggapi sapaan adit, berbeda dengan mama diana. Ia begitu antusias dengan sapaan adit.
"Duduk dulu nak adit, sekedar minum teh mungkin" mama diana
"Maaf tante, sudah malam lain kali saja saya menerima tawaran tante" adit
"Tante kecew lo" mama diana
"Lain kali deh tante, adit janji" adit tersenyum
"Tante tunggu lo ya" mama diana
" iya tante, kalau gitu saya permisi tante om kinara" adit
"Iya hati-hati dijalan nak adit" mama diana
"Iya tante terima kasih" adit melempar senyum
Kinara menunggu sejenak sebelum mobil adit keluar dari halaman rumahnya. Kemudian ia masuk kedalam rumah disusul dengan mama diana dari belakang.
"Kinara tunggu" mama diana
Kinara menghentikan langkahnya dan menatap mama diana.
"Aku lagi capek ma, gak ingin ribut" kinara
"Mama gak ingin ngajak ribut kok, hanya mau bicara sedikit apa tidak boleh" mama diana
"Mau bicara apa?" kinara seperti malas menanggapi
"Kamu pacaran sama adit" mama diana
"Enggak, kita hanya teman biasa. Memang kenapa ma" kinara penasaran
"Jangan kecewakan dia, papanya adit adalah kolega papamu. Jadi kalau bisa kamu dekati dia jangan sampai lepas" senyum licik mama diana
Maksud mama apa sih. Kinara
"Udahlah ma, kinara capek mau istirahat" cetus kinara lalu melangkah menuju kamarkan
"Anak ini, Mama belum selesai bicara" mama diana
"Biarkan dia istirahat, kenapa kamu menganggunya" papa tiba-tiba datang dari belakang
"Enggak mas, hanya saja tadi ada yang perlu ku tanyakan pada kinara" mama diana
papa melangkah menuju kamarnya, mama diana mengikuti dari belakang.
"Pa" mama diana
"Hem" papa
"Gimana tanggapan papa sama adit?" mama diana
"Adit siapa" papa
"Adit tadi, diakan anaknya subroto kolega papa" mama diana
"Lalu?" papa
"Sepertinya adit suka sama kinara, gimana kalau kita jodohin mereka. Sepertinya adit anak yang baik " mama diana
Seribu jurus untuk merayu mama lontarkan. Bagaimana pun papa harus setuju dengan perjodohan ini. Dengan begitu mereka akan mendapatkan apa yang mereka mau.
Kalau kinara dan adit sampai menikah, aku juga bakal dapat enaknya. Mereka harus menikah bagaimanapun caranya papa harus setuju dengan perjodohan ini. Mama diana
"Pa, inj jugakan demi kinara. Mama tau kinara selama ini sudah sangat menderita kan. Ini sudah saatnya kinara bahagiakan?" mama diana
"Aku gak mau memaksakan kinara ma" papa
"Tidak memaksa pa, papa hanya perlu setuju mama yakin semua akan berjalan dengan baik. Kinara pasti juga tidak akan menolaknya" mama diana
Papa sepertinya mulai terpengaruh dengan kata-kata mama diana yang mengatas namakan kinara. Ia tau kalau saat ini papa sudah mulai memikirkan kebahagiaan kinara, itu sebabnya mama diana tambah membenci kinara. Apa lagi kini ia harus bersikap baik pada kinara.
Ayolah pa, setuju saja. Ini jugakan demi anakmu. Mama diana
"Gimana pa" mama diana
" terserah mama saja yang mengatur asal kinara bahagia" papa beranjak untuk tidur
"Papa tenang saja, kinara pasti bahagia" mama diana tersenyum bahagia
Akhirnya, sebentar lagi aku akan menjadi besan nyonya besar subroto, ahh senangnya. Mama diana tersenyum kegirangan