Tidak pernah gadis itu bayangkan akan mempunyai kekasih yang kejam dan juga mengklaimnya tiba-tiba menjadi miliknya.
Dia Danial Arsalan Putra Syahreza, cowok tampan dan cool, ketua OSIS dan juga penguasa. Apapun itu untuk gadisnya menjadi miliknya.
"Kamu hanya milikku sayang!" tegas Danial tanpa ada bantahan dari gadisnya.
"Hikz... aku mau pulang."
"Jangan mencoba berlari sayang. Sejauh apapun kamu berlari. Aku akan tetap menemukan mu."
Anja tidak peduli. Dia ingin pulang dan menghindari Danial mulai sekarang. Maupun selamanya.
Danial menyeringai, "Maaf sayang!"
Danial langsung membekap mulut Anja menggunakan sapu tangan yang sudah ia taruhkan obat bius sebelum nya.
"Hfmmt.... hikz.."
"Tidur yang nyenyak sayang ku!" ucap Danial tersenyum mengecup bibir mungil itu lama. Setelah itu membaringkan tubuh gadisnya di atas kasur.
"Kamu hanya milikku Anja Adelia. Sekarang maupun Selamanya sayang."
# SELAMAT DATANG DI NOVEL FIKSI REMAJA, YANG BUCIN DENGAN PERCINTAAN, YANG SUKA DENGAN TEKA-TEKI DI DALAMNYA.
# SELAMAT DATANG DAN BERGABUNG DI CERITA INI🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Audia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Rumah Selsa
🥳 KALAU INGIN LANJUT, VOTE YANG BANYAK OKE... KALAU NGAK VOTE NGAK LANJUT NIH... 🥳
"Kamu beneran ngak kenapa-kenapa sayang?" tanya Danial cemas, melihat gadis kecilnya ini nekad ingin ke rumah Selsa, dengan alasan tugas Biologi nya akan segera di kumpulkan besok.
"Beneran Nial, aku ngak kenapa-kenapa kok."
"Ya udah, ponsel ngak boleh mati, kabarin aku kalau ada apa-apa. Dan buat kalian berdua, jaga gadisku, kalau sampai ada apa-apa kalian tahu kan akibatnya?"
Mereka berdua mengangguk patuh.
"Aku pamit ya Nial," ujar Anja tersenyum hendak membuka pintu mobil Danial.
"Tunggu sayang," Andra mengecup singkat bibir mungil gadis kecilnya, iya sangat menyayangi gadis nya ini.
"Hem..."
Mereka semua keluar dari mobil Danial, mobil Danial melaju dengan kecepatan sedang, meninggalkan mereka di area rumah mewah dan besar, yakni rumah Selsa.
"Langsung kita masuk girls!!"
"Ini beneran rumah lo Sel?" tanya Lala kagum dengan bangunan mewah didepannya ini. Seberapa kaya keluarga Selsa.
Selsa mengangguk, lalu masuk dengan santai nya ke dalam rumah itu. Jangan lupakan pengawal yang berjaga di sana dengan baju formal mereka.
"Gue jadi ragu nih masuk ke rumah lo."
"Anggap rumah sendiri."
Anja dan Lala duduk di sofa, sedangkan Selsa pamit ke atas untuk mengambil sesuatu katanya.
"Gue ke atas dulu ya? nanti ada pembantu yang akan menyiapkan makanan untuk kita."
"Jadi ngerepotin," jawab Anja malu.
Selsa menaiki tangga dengan seringai tercetak jelas di wajahnya itu, Iya berhasil memancing gadis tuan mudanya itu ke rumah ini. Tunggu tanggapan dari tuan besarnya sekarang.
Tok...tok...
"Masuk!!" suara berat dan penuh kekuasaan mengizinkannya membuka pintu tersebut.
"Bagaimana?"
Selsa menunduk hormat, lalu memandang ke arah tuan besar, "Gadis itu sudah ada di sini tuan."
"Bagus. Sekarang di mana gadis itu?"
"Di bawah tuan, sedang menikmati makanan."
"Cucuku yang keras kepala itu mengetahui kehadiran mu?"
Selsa mengangguk, "Tuan muda mengancam saya, kalau terjadi sesuatu ke gadisnya, maka tuan muda akan nekad menghancurkan perusahaan tuan."
"Berani juga anak itu."
"Sepertinya tuan muda sangat menjaga gadis kecilnya tuan, saya sering melihatnya."
"Saya ingin melihatnya," pria tua itu tersenyum licik. Ia jadi penasaran bagaimana rupa wajah gadis kecil cucunya itu.
****
"Kamu ngak merasa aneh ngak sih La? Selsa lama banget,"
"Ngak sama sekali, mungkin hanya firasat lo kali."
Anja merasa dirinya di awasi dan di perhatikan, tapi siapa yang memperhatikan dirinya? atau hanya pikirannya saja.
Selang beberapa menit, Selsa turun dengan pakaian santai nya dan membawa beberapa buku dan perlengkapan belajar.
"Tuh Selsa."
Anja merasa lega Selsa datang jugak.
"Maaf ya nunggu lama?"
"Ngak apa-apa kok," jawab Anja pelan.
"Kita mulai ya?" ujar Selsa.
"Kesya ngak ikut nih jadinya?" tanya Lala mulai menggaris kertas di pinggir dengan rapi menggunakan penggaris.
"Nanti jugak ia bergabung sama geng nya. Ngak usah pikiran cewek luknut itu."
"Kita mulai dari mana?"
"Kita mulai bagi tugas oke."
"Aku bertugas untuk menulis apakah itu akar serabut atau akar tunggal. Sedangkan Lala bertugas menggambar tumbuhan yang di teliti dan Selsa, bertugas untuk memeriksa tumbuhan tersebut. Gimana?"
Mereka mengangguk setuju, lalu mereka bertiga serempak pergi ke rumah kaca di sebelah rumah tersebut.
"Photo dong, sebagai dokumentasi nantinya," ujar Lala antusias.
Mereka berphoto di depan rumah kaca tersebut. Sungguh pemandangan yang indah bukan.
"Silahkan masuk girls."
"Pasti keren nih penelitian kita. Kayaknya ada tumbuhan langka nih."
Mereka bertiga segera melaksanakan tugas masing-masing. Anja yang menulis hasil penelitian, Lala yang jago menggambar dan Selsa yang mencabut sedikit demi sedikit tumbuhan yang di teliti dan memeriksanya.
"Photo kita yang tadi nanti di tempel di sebelah tulisan ini," ujar Anja menjelaskan.
Seseorang memperhatikan mereka, lebih tepatnya memperhatikan titik objek seorang gadis yang tengah menulis dan sesekali tersenyum manis. Dia Anja Adelia calon anggota keluarga nya, karena apapun yang sudah di klaim dari keluarga mereka, maka tidak akan terlepas sampai kapan pun.
@Opa (S)
Bagaimana kalau aku bermain dengan gadis kecilmu, sepertinya membuatnya takut sangat mudah.
@Danial (S)
Menyentuh nya, sama saja mengantarkan nyawamu Opa ku sayang.
@Opa (S)
Benarkah? aku jadi ingin mengetes seberapa jago cucu ku sekarang.
@Danial (S)
Jangan memancingku.
@Opa (S)
15 menit, atau gadis kecilmu akan tahu siapa dirimu!
"Lo kenapa Anja?" tanya Selsa melihat Anja yang terlihat risih.
"Ngak ada."
Selsa melihat ke sekelilingnya, mungkin Anja menyadari dirinya di awasi, "Tuan besar sedang mengawasi gadis ini, apa Anja bisa merasakan hal itu?" gumam Selsa pelan.
"Tuan besar siapa?" tanya Lala penasaran.
"Ngak ada."
"Sepertinya aku punya mainan baru untuk memancing dan mengancam cucu ku itu," ujar seseorang yang tengah menatap Anja dengan seringai nya.
Danial, cucunya yang hampir mirip dengannya, mungkin lebih kejam dan temperamental dan jangan lupakan sifatnya yang keras kepala, gadis itu bisa ia manfaatkan untuk mengatur Danial dan menyiapkan fisik dan mental Danial untuk menjadi ahli waris nya.
kalo ada belinya di mana??
soalnyaa ceritanya bagus banget, bikin penasaran..
kok gg lanjut sii thor??
Berarti benar yg di tabrak Anja itu anaknya si Viktor,,