NovelToon NovelToon
After We Died

After We Died

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nongnong

Lima orang tewas dalam malam yang sama.

Setelah perang berdarah antara dua klan mafia terbesar—Dark Blood dan Darkness—pecah, semuanya berubah menjadi neraka. Dark Blood, klan yang dipimpin Anneta, jatuh ke tangan Joe, pemimpin Darkness yang terkenal kejam dan haus kekuasaan. Di malam kehancuran itu,
Anneta mati tertembak panah.
Sahabat sekaligus inti Dark Blood, Naura dan Viona dibunuh tanpa ampun. Sementara Luna dan Leo, saudara kembar yang koma, tewas terbakar di rumah sakit.

Dunia menganggap kisah mereka telah berakhir. Tapi ternyata… kematian bukanlah akhir.

Kelimanya terbangun di tubuh orang lain—anak-anak SMA yang hidupnya sangat kacau. Mereka hidup kembali dengan wajah baru, nama baru, namun dengan masa lalu yang belum selesai.

Akankah mereka mampu melanjutkan kehidupan di tubuh baru mereka? Yuk baca kisahnya agar tidak penasaran!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nongnong , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nostalgia

Lampu ruang perawatan akhirnya padam. Seorang dokter keluar sambil melepas masker. Ravian yang sedari tadi berdiri langsung menghampirinya. Dokter itu mengembuskan napas lega.

"Kondisinya sudah stabil, Tuan. Namun pasien masih membutuhkan istirahat. Kemungkinan akan sadar dalam beberapa jam. Anda sudah bisa masuk."

Ravian hanya mengangguk. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia melangkah masuk ke ruang rawat.

Ruangan itu sunyi. Hanya terdengar bunyi alat pemantau detak jantung yang berdetak pelan. Keira tertidur tenang di atas ranjang. Wajahnya masih terlihat pucat. Ravian menarik sebuah kursi, lalu duduk di samping ranjang.

Tanpa sadar, tangannya perlahan menggenggam tangan Keira khawatir. Genggamannya tidak kuat, namun ia juga tidak berniat melepaskannya..Seolah-olah jika ia melepaskan tangan itu, Keira akan kembali menghilang dari hadapannya.

Waktu terus berlalu. Malam berganti dini hari. Namun Ravian masih duduk di tempat semula. Masih menggenggam tangan Keira. Bahkan tak sedikit pun berpindah.

Salah seorang perawat muda yang baru saja memeriksa keadaan Keira berbisik pelan kepada rekannya.

"Tuan Ravian belum tidur sama sekali?"

"Belum."

"Dari tadi?"

"Iya. Lihat aja wajahnya."

Perawat itu menatap pasangan tersebut dengan kagum.

"Padahal kelihatannya dingin..."

"Ternyata sayang banget sama calon tunangannya."

Beberapa saat kemudian...

Jari Keira bergerak pelan. Kelopak matanya perlahan terbuka. Pandangan pertama yang ia lihat adalah langit-langit putih rumah sakit.

Lalu...

Seseorang yang tengah menggenggam tangannya.

"Ravian?"

Pria itu yang sejak tadi menundukkan kepala perlahan mengangkat wajah. Tatapan mereka bertemu. Untuk pertama kalinya sejak tiba di rumah sakit, Ravian benar-benar merasa lega.

"Lain kali... Kalau pulang malam, jangan naik taksi. Telepon gue, biar gue jemput lo."

Keira menatap Ravian beberapa detik.

"Gue gak mau repotin lo."

"Keselamatan lo yang paling penting."

"Orang tua lo juga udah mempercayakan lo untuk gue jaga. Gue gak mau mengecewakan mereka."

Keira sempat tertegun mendengar penuturan Ravian. Pria itu, yang biasanya hanya mengucapkan beberapa patah kata, kini berbicara lebih panjang. Namun, nada suaranya tetap sama, dingin dan sulit ditebak.

'Kalaupun lo gak jagain gue dengan baik, mereka juga nggak akan peduli sama nasib gue.' batin Keira.

...****************...

Sementara itu, di Kantin SMA Alexander School...

Jam istirahat pertama baru saja dimulai. Kantin sekolah kini dipenuhi suara obrolan para siswa.

Di salah satu sudut kantin, Aleta, Aura, dan Viana tampak menikmati semangkuk bakso urat lengkap dengan mi kuning dan sawi hijau. Di samping mangkuk masing-masing, segelas es teh manis milik Viana, jus jeruk milik Aura, dan es lemon tea milik Aleta tersusun rapi di atas meja.

Namun sejak tadi, Viana tampak tidak fokus. Kepalanya terus menoleh ke kanan dan kiri seolah sedang mencari seseorang. Aura yang menyadarinya pun mengernyit.

"Kenapa, Na?"

"Sttt..." Viana mengangkat telunjuknya, Ia lalu menatap Aura dan Aleta secara bergantian.

"Kalian tahu Ravian?"

Keduanya menggeleng. Membuat Viana langsung mendengus kesal.

"Ravian itu kan ada banyak, Na," ujar Aura santai.

"Ya bukan sembarang Ravian."

"Terus?"

"Itu loh, tunangannya Keira yang nabrak Aleta waktu itu."

"Oh..." Aura mengangguk paham. "I see."

"Nah iya itu." Viana langsung duduk tegak.

"Kemarin pas gue habis dari toilet, dia tiba-tiba megang tangan gue."

Aleta mengangkat sebelah alis.

"Terus?" tanya Aura sambil memajukan kepalanya sedikit.

"Terus ngajak kenalan."

Aleta hampir tersedak minumannya. "Hah?"

Viana mengangguk penuh semangat.

"Kalian tahu apa yang bikin gong?"

"Apa?" tanya Aura.

"Dia ngajak kenalan di depan Keira."

Aura terdiam beberapa detik.

"Iya. Di depan tunangannya," ulang Viana.

"Eumm..." Viana menggaruk pipinya. "Belum tunangan sih. Intinya di depan calon tunangannya."

Aura dan Aleta saling berpandangan.

"Mampus," ucap keduanya bersamaan.

"Makanya itu, kalian berdua lindungi gue dari amukan si Keira."

Aura menatap Viana curiga.

"Btw, kenapa lo tiba-tiba bahas dia?"

Viana terdiam sesaat, membuat Aura semakin curiga.

"Oh iya." Viana baru teringat tujuan awal ceritanya. "Semalam gue ketemu Keira."

"Di mana?" tanya Aleta yang sejak tadi diam.

"Di studio tato."

Aura langsung tertarik.

"Dia jadi pelanggan lo?"

"Yap. Awalnya kabur pas lihat gue."

"Terus?"

"Balik lagi."

"Kenapa balik?"

"Gue tawarin dia pizza, dan dia mau."

"Kenapa ditawarin, Na? Sok baik banget, sih," sindir Aura dengan nada pedas.

"Yee... gimana nggak ditawarin, Au? Kasihan, tahu. Perutnya bunyi kencang banget di depan para pelanggan yang lagi antre," ucap Viana.

"Hah? Serius?" tanya Aura sambil terkekeh.

"Iya," jawab Viana dengan wajah polos.

"Lucu banget, hahaha," Aura terkikik.

"Kayak nggak dikasih makan aja sama Ravian. Ya nggak, Let?" lanjutnya, masih cekikikan.

"Hmm," sahut Aleta seadanya.

"Iya, kan? Hahaha..." Aura masih tertawa geli.

Sementara itu, Aleta dan Viana saling bertatapan heran.

"Eh, Keira ternyata nggak seseram yang gue kira tau Ta," bisik Viana.

"Emang sejak kapan dia seram?" tanya Aleta.

"Sebelum kita lahir maybe? Gue pernah dengar gosip soal dia."

"Gosip dipercaya," cibir Aleta.

"Semua orang bilang gitu. Aura juga pernah bilang kalo dia seram. Kan, Au?"

Aura menopang dagunya. "Iya. Na."

"Hmm. Lo suka Ravian?" tanya Aleta tiba-tiba. Viana langsung menggeleng tanpa berpikir.

"Cepat banget jawabnya," kekeh Aura.

"Ya iyalah. Udah mau tunangan itu. Yakali diganggu." Viana menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Emangnya gue Luna?"

Kalimat itu langsung membuat meja mereka mendadak sunyi.

"Kalau dipikir-pikir..." Aura tersenyum tipis. "Luna dulu nggak pernah nyerah ya. Apalagi kalo soal cinta."

"Dia keras kepala." Viana terkekeh.

"Banget," timpal Aleta. "Tapi Leo lebih parah."

"Nah itu." Aura langsung setuju.

"Kalau Leo mau sesuatu, dunia pun harus ngalah. Dari kecil sampai dewasa dia masih aja ngejar-ngejar Viana. Walaupun Viana jelas-jelas gak mau. Tapi dia tetap ngejar tanpa jeda," lanjut Aura.

"Ya... Ya... Ya... Respect sih gue sama dia," ucap Viana.

"Kalau Leo ternyata ngalamin hal yang sama kayak kita, gimana Na?" tanya Aura dengan wajah serius.

"Ga gimana-gimana," jawab Viana ngasal.

"Bukan gitu... Maksudnya, lo mau terima dia nggak?"

"Kalau dia masih suka dan terlahir ganteng, kenapa enggak?"

"Cieee..." goda Aleta dan Aura serempak.

"Udah deh... Makan dulu tuh baksonya. Nanti dingin," ucap Viana.

Aleta dan Aura saling berpandangan sejenak sebelum keduanya kembali fokus pada mangkuk bakso di hadapan masing-masing.

Suasana yang tadinya sedikit riuh perlahan berubah tenang. Hanya terdengar bunyi sendok yang beradu pelan dengan mangkuk serta sesekali suara mereka menyeruput kuah hangat. Tak butuh waktu lama, semangkuk bakso itu pun habis tak bersisa.

"Haaah..." Viana tiba-tiba menguap lebar, membuat Aura reflek menoleh.

"Lo tidur jam berapa semalam?"

"Satu."

"Hah? Ngapain?" heran Aura.

Viana langsung bersandar malas. "Kerja."

"Masih ramai?"

"Ramai banget."

"Malah makin malam makin banyak pelanggan."

Aura menggeleng tidak habis pikir. "Kenapa sih orang-orang suka tato tengah malam?"

"Nggak tahu." Viana mengangkat bahu. "Mungkin galau."

"Atau mungkin baru putus," ucap Aura yang ikut memberikan pendapat.

"Mungkin habis lihat mantan nikah," timpal Viana lagi.

"Atau mungkin memang mau nato," ucap Aleta sambil menatapnya datar.

"Nah itu juga bisa." Viana tertawa. "Lagian pelanggan malam ganteng-ganteng."

Aura langsung melirik.

"Oh ya?"

"Beuh..."

"Yang datang kemarin ada yang mirip aktor. Yang satu badannya bagus. Yang satu lagi matanya cakep. Yang satu bulu mata—"

"Gantengan mana sama Leo?" tanya Aleta memotong ucapan Viana tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel.

Viana terdiam.

Satu detik.

Dua detik.

Tiga detik.

"Maybe... Leo."

Aura langsung tertawa. "Udah ketebak sih jawabannya."

"Parah," komentar Aleta, sudut bibirnya terangkat.

"Yang dibandingin satu kota, yang menang orang yang udah meninggal" ucap Aura sambil menggeleng.

Viana hanya mendengus pelan. Namun tanpa sadar, senyum kecil muncul di sudut bibirnya.

'Jadi kangen, Leo.' batinnya.

1
𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖚𝖓𝖆 𝕭𝖆𝖗𝖚
prasaan kemarin masih lo gue deh, kok tiba-tiba udah aku kamu aja 😭😭
mana dipanggil honey lagi /Doge/
Chika
Akhirnya ktm mommy kandung 😍
Chika
Adrian lo jgn kayak Joe ya, lucu² setan /Smug/
Chika
Joe sama Anneta selucu itu kok harus pisah sihhh 😭😭
Yuni
wkwkwkwk waajr sih mak nya Aleta marah/ga terima Aleta ngaku Anneta. secara kan dia ga percaya adanya reinkarnasi. Apalagi pas awal Aletanya kayak plenger bangt, siapa yg ga kesel cba. Anak tunggal udh meninggoy belasan thn trus tb² ada yg ngaku 🤣🤣
Yuni
ih udah honey aja nih 🤭
Peach
loh kok udah lopyu lopyu aja nih? udah jadian apa begimana? apa cuma aku yg ketinggalan berita?
Peach
circle ini isinya manusia lantam smua 💜
Yuni
🥀💔
𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖚𝖓𝖆 𝕭𝖆𝖗𝖚
ternyata orang seasik dan setengil joe juga bisa jahat
𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖚𝖓𝖆 𝕭𝖆𝖗𝖚
awas jodoh 😂🤭
𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖚𝖓𝖆 𝕭𝖆𝖗𝖚
makin deket niehh
𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖚𝖓𝖆 𝕭𝖆𝖗𝖚
demen bgt sama cw yg pemikirannya begini 🤣🤭
𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖚𝖓𝖆 𝕭𝖆𝖗𝖚
kocak umur sndiri pun tak ingat 😂🤣
𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖚𝖓𝖆 𝕭𝖆𝖗𝖚
yg ini agak lain ya, malah ngakunya wlw 😭😭
𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖚𝖓𝖆 𝕭𝖆𝖗𝖚
perempuan nyembelin
𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖚𝖓𝖆 𝕭𝖆𝖗𝖚
Viana sendiri aja ributnya minta ampun. Apalagi kalu ditambah Keira sama Ravian trus Gavin Ezra. ga kebayang ribut & berantakannya bakal kayak apa 😂
𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖚𝖓𝖆 𝕭𝖆𝖗𝖚
Mampus lo Ravian, siapa suruh udah bikin gue nangis tiap baca kisah lo ama Keira
𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖚𝖓𝖆 𝕭𝖆𝖗𝖚
Gitu deh manusia, kehilangan dulu baru menyesal
𝕻𝖊𝖓𝖌𝖌𝖚𝖓𝖆 𝕭𝖆𝖗𝖚
LOHHH
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!