NovelToon NovelToon
Devil Dragon System

Devil Dragon System

Status: sedang berlangsung
Genre:Sci-Fi / Balas Dendam / Sistem
Popularitas:203
Nilai: 5
Nama Author: BE SA

Mereka membunuhnya karena dia manusia murni.

Kesalahan terbesar yang pernah Benua Sangakama buat.

Arjuna Sasrabahu bangkit dari kematian membawa sesuatu yang jauh lebih berbahaya dari dendam, sebuah sistem kekuatan warisan naga abyss yang haus akan darah dan kekuasaan. Di dunia yang memandang ras manusia sebagai kotoran paling hina, seorang pria yang seharusnya sudah mati justru sedang menghitung satu per satu nama di daftarnya.

Tujuh prefektur. Tujuh ras. Satu manusia murni dengan kalkulasi yang tidak pernah meleset.

Pertanyaannya bukan apakah dia akan menang? Pertanyaannya adalah berapa banyak yang akan jatuh sebelum Benua Sangakama menyadari kesalahan mereka?

[Ding!]

[Devil Dragon System teraktivasi sepenuhnya. Inang diterima]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BE SA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Art Transformation Of Twikrama

Wyvern Dragon mengembangkan sayap raksasanya. Setiap kepakan menciptakan badai yang merobek lantai tujuh hotel Nararya dari pondasinya.

“Aku akan mencabik-cabikmu sampai hancur berkeping-keping manusia bajingan!” geram Wyvern Dragon dengan suara menggema.

Tubuhnya tiga kali lebih besar dari Dragonoid Wyvern sebelumnya. Sisik abu-abu kebiruan yang melapisi seluruh tubuhnya kini lebih tebal dari baja terkuat di Benua Sangakama.

“Super Darkness Claw! Selamat bertemu raja neraka! Hahahaha ….”

Black Demon Panther bergerak dari sisi yang berlawanan. Tubuh raksasa hitam legamnya mengalir seperti bayangan yang diberi bobot. Setiap langkah meninggalkan retakan di lantai yang sudah hancur.

Enam mata kuning emas dengan pupil vertikal memancar dari kepalanya yang sebesar batu besar.

Arjuna berdiri di antara keduanya dengan Dyah Ayu di belakangnya. Energi Ether miliknya masih terkuras 95%.

Seperti prajurit yang berdiri di medan perang dengan pedang yang hampir patah.

"Lari!" bisik Dyah Ayu dari belakang punggung Arjuna, suaranya bergetar tapi matanya tidak meminta. "Tinggalkan aku, kau bisa lari."

"Diam!" balas Arjuna, suaranya tidak naik satu not pun.

Wyvern Dragon membuka mulutnya, energi Spirit Awakening Realm: Crimson Star mengumpul di antara deretan giginya yang sebesar tombak.

"Wyvern Breath Cannon!"

Gelombang energi abu-abu kebiruan memancar seperti sungai yang dilepaskan dari bendungan, lalu membakar seluruh udara di depannya menjadi abu dalam hitungan detik.

Arjuna mengaktifkan skill Devil Phantom Raijin. Lalu domain 20 meter terbentuk seketika.

Dia menggunakan lompatan instan, menarik Dyah Ayu bersamanya. Kemudian muncul di sisi kiri ruangan sebelum gelombang itu menyentuh posisi mereka sebelumnya.

Lantai di tempat mereka berdiri tadi menguap menjadi lubang menganga yang menembus seluruh bangunan sampai ke tanah.

"Cepat sekali," geram Black Demon Panther, enam matanya mengunci posisi baru Arjuna dengan presisi yang mengerikan. "Tapi domain itu punya batas waktu, manusia."

Dia tidak salah.

Arjuna merasakan energi domain menguras sisa Ether yang ada. Setiap detik di dalam Devil Phantom Raijin memakan cadangan yang sudah hampir tidak ada.

Black Demon Panther melesat, tubuh raksasanya bergerak dengan kecepatan yang tidak seharusnya dimiliki makhluk sebesar itu.

"Phantom Void Claw!"

Empat cakar raksasa menghantam dari empat arah sekaligus, menciptakan pola serangan yang tidak bisa dihindari dengan lompatan instan biasa.

Arjuna membuat keputusan dalam sepersekian detik.

Dia mendorong Dyah Ayu ke sudut ruangan yang paling aman, lalu membiarkan tiga dari empat cakar itu menghantam tubuhnya sekaligus.

Amuk Marugul memancarkan cahaya keemasan untuk memantulkan 50% kerusakan kembali ke Black Demon Panther.

Akan tetapi 50% sisanya tetap menghantam Arjuna dengan tenaga Spirit Awakening Realm: Crimson Star yang penuh.

Tiga luka dalam membuka di dada, bahu kiri, dan paha kanannya sekaligus.

Darah memancar lebih banyak dari semua pertempuran sebelumnya apabila digabungkan.

"Arjuna!" jerit Dyah Ayu dari sudut ruangan, tangannya menutupi mulutnya.

Black Demon Panther terhuyung karena pemantulan kerusakan 50%, tapi tubuh raksasanya menyerap kerusakan itu dengan lebih baik dari yang Arjuna kalkulasikan.

"Masih hidup?" geram Black Demon Panther, enam matanya memancar dengan kenikmatan yang tidak disembunyikan. "Manusia yang keras kepala."

Wyvern Dragon mendarat di sisi lain, sayapnya mengembang menutup seluruh jalur kabur yang tersisa.

"Sudah tidak ada tempat untuk bergerak," ucap Wyvern Dragon, suaranya bergema dari tiga sumber sekaligus. "Menyerahlah manusia, kami akan membuat kematianmu cepat."

Arjuna berdiri dengan lutut yang hampir menyentuh tanah, darah mengalir dari tiga luka dalam yang terbuka.

Matanya memindai kedua raksasa itu dengan kalkulasi yang tidak berhenti meskipun tubuhnya sudah mencapai batas.

“Tiga Vital Strike tersisa. Satu domain yang hampir kehabisan energi, “ batin Arjuna mengkalkulasikan, “Satu Dyah Ayu yang harus dilindungi. Dua raksasa Spirit Awakening Realm: Crimson Star di hadapannya.”

Kemudian ia bersiap, "Vital Strike!"

Arjuna melesat maju dengan kecepatan domain yang tersisa. Abyssal Fang terarah ke titik vital di leher Wyvern Dragon dengan presisi yang tidak terpengaruh oleh luka-luka di tubuhnya.

Energi merah menyembur masuk ke dalam titik vital itu, lalu membakar meridian Wyvern Dragon dari dalam.

Wyvern Dragon mengaum. Tubuh raksasanya berguncang dengan kesakitan yang melampaui antisipasi.

"Aaaargh! Apa ini?!" pekik Wyvern Dragon, lehernya seperti tercekik, “To-tolong! Ja-jangan bu-bunuh aku!”

Black Demon Panther bergerak dari belakang. Cakarnya menghantam punggung Arjuna dengan tenaga penuh.

Arjuna terpental. Tubuhnya menghantam dinding yang sudah retak dengan suara yang mengerikan.

Darah semakin banyak.

Crimson Lifesteal bekerja menyerap 20% energi vital dari setiap serangan yang diterima, tapi jumlah yang diserap tidak sebanding dengan kerusakan yang masuk.

"Vital Strike!" seru Arjuna untuk kedua kalinya. 

Kemudian bilah pedangnya menembus celah armor Black Demon Panther di sisi kanan dadanya.

Black Demon Panther mengerang. Tubuhnya melengkung dengan cara yang tidak natural.

Akan tetapi dia tidak jatuh.

Meridiannya rusak sebagian, tapi Spirit Awakening Realm: Crimson Star memberinya ketahanan yang melampaui kalkulasi Arjuna.

"Dua Vital Strike," geram Black Demon Panther, tubuhnya menstabilkan diri dengan susah payah. "Satu lagi, dan meridianmu akan hancur, manusia. Aku tahu batasmu."

Arjuna berdiri di tengah ruangan yang sudah hampir tidak berbentuk, darah menetes dari setiap sudut tubuhnya. “Oh, ya? Seharusnya kau yang mengkhawatirkan diri sendiri karena akan bertemu raja neraka, hahaha ….”

Satu Vital Strike tersisa.

Wyvern Dragon bangkit kembali, luka dari Vital Strike pertama masih menganga, tapi gerakannya tidak melambat secara signifikan.

"Selesaikan ini," perintah Wyvern Dragon kepada Black Demon Panther, suaranya berat karena kesakitan. "Aku tidak mau bermain lebih lama. Aku tidak ingin mati, manusia sampah itu yang pantas mati."

Black Demon Panther melangkah maju. Enam matanya menatap Arjuna dengan tatapan predator yang sudah memutuskan bahwa mangsa di hadapannya tidak akan kemana-mana lagi.

Arjuna tidak bergerak. Matanya merah membara, memindai kedua raksasa itu untuk terakhir kalinya.

“Satu Vital Strike. Dua target,” batin Arjuna. Dia sedang mengkalkulasi, dan selesai dalam satu detik.

Lalu sesuatu yang tidak pernah dia minta, dan tidak pernah dia kalkulasikan terjadi.

Panel hologram meledak di hadapannya dengan cahaya yang lebih terang dari semua panel sebelumnya digabungkan.

[Devil Dragon System mengaktifkan kenaikan ranah dengan mempercepat penyerapan energi Ether dari dua jantung Dragonoid]]

[Ranah Kultivasi: Spirit Awakening Realm: Silver Star]

[Dragon's Hunger aktif pada kapasitas baru dan akan menyerap energi ether 70 kali lipat dalam radius 100 meter]

[Penyerapan energi Ether sekitar: 70 kali lipat]

Energi Ether mengalir masuk ke dalam tubuh Arjuna seperti air terjun yang tidak punya tombol untuk dimatikan. Energi itu mengisi meridian yang hampir kosong dengan kecepatan yang membuat udara di sekitarnya bergetar.

Luka-luka di dada, bahu, dan pahanya mulai menutup perlahan, karena Crimson Lifesteal yang kini bekerja pada kapasitas baru.

Aura merah gelap memancar dari seluruh tubuhnya, jauh lebih kuat, dan lebih dalam dari sebelumnya.

Black Demon Panther berhenti melangkah.

Enam matanya memindai perubahan aura Arjuna dengan insting predator yang mulai merasakan sesuatu yang salah.

"Dia," desah Black Demon Panther, suaranya kehilangan keyakinannya untuk pertama kali. "Dia naik ranah?"

"Tidak mungkin," geram Wyvern Dragon, tapi suaranya bergetar. "Di tengah pertempuran? Tidak ada yang bisa naik ranah di tengah pertempuran."

Arjuna mengangkat Abyssal Fang dengan tangan kanan yang sudah tidak gemetar lagi.

"Vital Strike!"

Tubuhnya melesat dengan kecepatan Spirit Awakening Realm: Silver Star yang penuh. Jauh melampaui kecepatan domain sebelumnya.

Abyssal Fang menembus titik vital di dada Black Demon Panther dengan presisi yang tidak bisa dihindari. Kemudian energi merah gelap menyembur masuk ke dalam seluruh meridiannya sekaligus.

Venom Fang Poison mengalir bersamaan. Racun fatal itu merayap ke seluruh sistem tubuh Black Demon Panther dalam hitungan detik.

“To-tolong! Ja-jangan bu-bunuh aku,” pinta Black Demon Panther mengiba, tetapi Arjuna menanggapinya dingin sedingin es kutub Antartika.

Black Demon Panther kemudian membeku. Setelah itu tubuhnya jatuh.

Tubuh raksasanya menghantam lantai dengan suara yang mengguncang seluruh sisa bangunan hotel Nararya, transformasi Art Transformation Triwikrama: Black Demon Panther memudar. Hanya menyisakan tubuh Panthera yang sudah tidak bernyawa di antara puing-puing.

Wyvern Dragon mengaum penuh amarah. Sayapnya mengembang penuh dengan kemarahan yang melampaui ketakutan.

"Wyvern Storm Blast!"

Gelombang energi terbesar yang pernah dia lepaskan malam itu memancar ke arah Arjuna dari jarak dekat.

Arjuna tidak menghindari.

Amuk Marugul memantulkan 50% kerusakan, Crimson Lifesteal menyerap 20% energi vital. Sisanya menghantam tubuh Wyvern Dragon sendiri dengan tenaga yang cukup untuk merobohkan tembok baja.

Arjuna terhuyung satu langkah ke belakang.

Hanya satu langkah.

Lalu matanya menatap Wyvern Dragon dengan tatapan yang membuat raksasa itu berhenti bergerak untuk pertama kalinya malam itu.

"Giliranku," bisik Arjuna.

Abyssal Fang bergerak dengan kecepatan Spirit Awakening Realm: Silver Star untuk menembus titik vital di leher Wyvern Dragon dengan satu gerakan yang tidak bisa diantisipasi oleh makhluk yang sudah kehilangan keyakinannya itu.

“Ke-kenapa? A-aku bisa kalah oleh manusia murni yang sampah dan bu-busuk itu?” pekiknya.

Wyvern Dragon membeku seperti patung.

Lalu transformasinya memudar hanya menyisakan tubuh Dragonoid Wyvern yang sudah tidak bernyawa di lantai yang hancur.

Keheningan turun di atas reruntuhan hotel Nararya lantai tujuh.

Panel hologram berkedip.

[Vital Strike digunakan: 3/3]

[Meridian Stress: 100%. Vital Strike tidak bisa digunakan sampai besok]

[Jantung ras Dragonoid diserap]

[Jantung ras Warbeast diserap]

[Kemajuan Misi Sapta Dewanata: 4/7]

Arjuna berdiri di tengah kehancuran itu, Spirit Awakening Realm: Silver Star mengalir tenang di seluruh meridiannya.

Dyah Ayu keluar dari sudut ruangan dengan langkah yang masih gemetar. Matanya memandang pemandangan di sekitarnya, lalu kembali ke Arjuna.

"Kau," bisik Dyah Ayu, suaranya tidak menemukan kata yang tepat. "Kau bukan manusia biasa."

Arjuna tidak menjawab. Dia hanya menyimpan Abyssal Fang ke dalam bracelet penyimpanannya dengan gerakan yang efisien.

***

Di markas rahasia Prefektur Ethereal, jauh dari kota perbatasan Prefektur Draconis.

Komandan Wiryo berdiri di depan panel hologram besar yang menampilkan rekaman kehidupan terakhir Panthera. Mata biru miliknya memancarkan kemarahan yang tidak membutuhkan kata-kata untuk dijelaskan.

Rekaman itu menampilkan momen terakhir sebelum Panthera tewas. Aura Spirit Awakening Realm: Silver Star yang memancar dari tubuh Arjuna. Vital Strike yang menembus pertahanan Crimson Star dengan satu gerakan, dan keheningan yang menyusul setelahnya.

Wiryo menutup rekaman itu dengan kepalan tangan yang menghantam panel hologram hingga retak.

"Manusia itu naik ranah lagi," geram Wiryo, suaranya rendah dan mengerikan. "Di tengah pertempuran."

Di sampingnya, dua sosok berdiri dengan aura yang memenuhi seluruh ruangan.

Komandan Abhinata dari Prefektur Celestial, tubuhnya dibalut jubah putih bersih dengan satu pasang sayap yang terlipat rapi di punggungnya. Sisanya tidak ada ornamen berlebihan, hanya aura Chaerubim yang memancar dengan cahaya yang membuat seluruh ruangan terasa lebih terang dari yang seharusnya.

Di sisinya, Komandan Suryadewa dari Prefektur Empyrean berdiri dengan tubuh yang memancarkan aura keemasan. Matanya berwarna emas murni tanpa pupil seperti Kaisar Indrawarman tapi dengan intensitas yang berbeda, lebih tajam, dan lebih lapar.

Keduanya berada di ranah Spirit Awakening Realm: Celestial Star.

"Manusia murni yang membunuh anggota Phantom?" ucap Abhinata, suaranya tenang seperti seseorang yang sedang membaca laporan rutin, "Sungguh menarik."

"Bukan hanya membunuh," timpal Suryadewa, matanya tidak berkedip menatap layar hologram yang sudah dimatikan Wiryo. "Dia naik ranah di tengah pertempuran. Itu bukan sesuatu yang bisa dilakukan manusia biasa."

Wiryo berbalik, aura Spirit Awakening Realm: Celestial Star miliknya memancar dengan kemarahan yang tertahan.

"Aku yang akan memimpin perburuan ini," tegas Wiryo, suaranya tidak memberi ruang untuk didebat. "Arjuna Sasrabahu adalah tanggung jawabku."

Abhinata, dan Suryadewa saling bertukar pandang sebentar.

Lalu keduanya mengangguk.

"Kami ikut," ucap Abhinata singkat, satu pasang sayapnya mengembang sedikit sebelum terlipat kembali. "Tiga prefektur. Satu manusia."

Suryadewa tersenyum, tapi senyuman itu tidak mengandung keramahan apapun.

"Pastikan kali ini dia tidak keluar dalam keadaan hidup."

1
carat28
Hai kak, boleh follback? Saya mau kirim inbox terkait penawaran kepenulisan. Terima kasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!