NovelToon NovelToon
I AM SHIENOLL DALLETRA

I AM SHIENOLL DALLETRA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis / Anak Genius
Popularitas:59.6k
Nilai: 5
Nama Author: LeoRa_

HAI... Readers nya LeoRa_
Author cuma mau kasih tau kalo novel yang ini bakal di buat ulang dan tentunya perlu waktu.
Semoga, perbaikan kali ini menarik perhatian kalian... aku tunggu dukungannya...

Mengetahui fakta bahwa ia lahir di luar nikah akibat perbuatan jahat ayah biologisnya yang dengan tega menghancurkan masa depan wanita yang dicintainya -ibu- membuatnya bertekat untuk membalaskan rasa sakit ibunya tersebut dengan caranya sendiri.

Terlebih ketika dia tahu bahwa skenario yang Tuhan ciptakan begitu menarik, membuatnya bersedia mengambil peran yang sudah di siapkan untuknya.

Peran yang mengizinkannya untuk memegang kendali penuh atas hidupnya.

Seperti ketika keluarga ayah biologisnya memaksa untuk menggantikan nama keluarga di belakang namanya. Dengan lantang dan tegas ia menekankan.

"I AM SHIENOLL DALLETRA!!!"




😊ini karya pertamaku, semoga kalian suka!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LeoRa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IASD-13

Segala sesuatunya sudah selesai. Pasangan ibu dan anak itu pun sudah siap dengan penampilan mereka yang rapi dan menawan. Bahkan Sherina yang sudah memiliki anak saja masih tampak muda layaknya gadis pada umumnya sedang Shienoll jangan di tanya lagi. Parasnya yang amat mirip dengan ayah biologisnya benar-benar membuatnya luar biasa tampan.

Kini mereka telah siap menanti kedatangan orang-orang yang di nanti. Sembari menunggu ibu dan anak itu memilih menghabiskan waktu dengan bermanja-manja hanya berdua.

Sebenarnya sejak tadi Shienoll sudah di buat penasaran oleh ibunya. Pasalnya selain makanan yang di masak begitu banyak oleh Sherina, ibunya itu juga tampak bahagia. Ia tahu ibunya akan selalu bahagia bila dapat merayakan ulang tahunnya, tapi kali ini entah mengapa terasa berbeda. Kebahagiaan yang di pancarkan ibunya melalui suasana hatinya yang menguar hingga dapat di rasa oleh siapapun yang ada di dekatnya sungguh luar biasa.

"Kurasa ada yang spesial hari ini!" -batinnya berseru menduga-duga meski tetap saja yakin akan hal itu.

Karena tak tahan hanya melihat ibunya yang bahagianya tak terkira, ia pun memilih membuka suara.

"Mama... Mama terlihat sangat senang hari ini?" tanya Shienoll heran lantaran tak biasa melihat wajah sumringah ibunya. Tapi, itu bukan masalah justru ia sangat senang karena dapat melihat ibunya begitu bahagia.

"Hehe... Menurut Noll?!" tanya balik Sherina dengan senyum manisnya yang sejak tadi tidak kunjung pudar. Putranya tak bisa bila tak tertular oleh senyum manis yang begitu membiusnya itu.

"Noll tidak begitu yakin. Tapi, karena ini hari bahagia kita, Noll rasa tidak jauh dari itu." ujar Shienoll sambil menatap ibunya menelisik tanpa Sherina sadari. Mencari tahu ada apa gerangan.

Saat ini posisi mereka adalah saling berhadapan dengan dia yang tak henti-hentinya mengucap syukur dari dalam hati seraya memandangi anaknya dan menemaninya bermain rubik yang jumlahnya sudah lebih dari 5. Mereka duduk di lesehan lantai dua ruko yang mereka tempati. Maklum ruko tersebut tidak begitu besar sehingga Sherina tak ingin di repotkan dengan barang-batang berat dan besar layaknya Sofa. Karpet permadani saja sudah lebih dari cukup.

Saat ini putranya itu sudah terlihat sangat tampan dengan baju terbaiknya dan itu adalah baju baru yang di beli Namika saat mereka menikmati waktu bersama. Namika juga membelikan beberapa mainan meski ia tahu keponakannya itu tak begitu suka mainan. Tapi setelah di beri tahu bahwa ada mainan yang dapat mengasah otak, tanpa pikir panjang tentu Shienoll akan menerimanya. Dia begitu suka bila berkaitan dengan pendidikan baik otodidak maupun tidak.

Sebagai seorang anak kecil tentu ia tetap menyukai mainan. Akan tetapi, mainan yang ia inginkan juga bukan sembarang mainan. Selain buku yang sudah menjadi kekasih setianya itu, ia juga memiliki mainan yang semua mainan miliknya pasti mainan yang mengasah otak. Contohnya rubik. Itulah belanjaan yang di belikan Namika selain beberapa setel pakaian.

Sebagai seorang ibu, Sherina merasa sedih juga senang di saat bersamaan. Ia merasa sampai saat ini belum juga bisa memenuhi kebutuhan putranya terlebih tak lama lagi putra tercintanya sudah akan menginjakkan kakinya di jenjang pendidikan.

Sherina mengusap kepala putranya dengan sayang kemudian menciumnya. "Mama tahu pangeran Mama ini pintar." katanya seolah tengah mengutarakan sebuah teka-teki. Shienoll hanya tersenyum mendengarnya dan kembali memainkan rubik sambil terus membiarkan otaknya bekerja.

"Tidak salah lagi. Bibi Mika pasti yang akan datang. Dan tentunya bersama keluarganya. Sesuai janjinya. Aku sungguh tidak sabar!" -batinnya senang.

Ia mendongak menatap Sherina yang di balas dengan naiknya kedua alis Sherina sambil menanti apa yang hendak di katakan putranya.

"Mama... Kau berbohong padaku!" katanya dengan mimik kesal.

"'Eeh... Bohong apa?" tanya Sherina tak mengerti.

"Bohong soal pesanan yang mama buat pagi ini dan ternyata tidak di bungkus sejak tadi. Malah membiarkannya tertata rapi di atas meja. Apalagi kalau bukan bohong." Shienoll cemberut merasa di tipu. Pangeran Sherina itu memang selalu bisa menunjukkan berbagai ekspresi bila bersama ibunya.

Tawa Sherina pecah seketika. "Tidak sayang. Mama tidak bohong. itu memang pesanan, tapi orangnya akan memakannya disini, di rumah kita ini bersama kita. Jadi, di mana letak kebohongannya, hem?" jelas Sherina dengan gurat bangga di wajahnya melihat putranya benar-benar mendengar didikannya dengan baik.

Mata Shienoll memicing. "Kena kau Mama!" -batinnya sukses. Ternyata sejak tadi Shienoll sudah menyusun rencana untuk membuat ibunya buka suara mengenai apa yang ingin ia ketahui meskipun hal itu sudah lebih dulu melintas di benaknya.

"Berarti akan ada tamu hari ini bukan? Apa itu tamu yang akan memeriahkan hari ulang tahunku? Mungkinkah Bibi Mika dan keluarganya yang datang? Kurasa begitu..." tanya Shienoll seraya menebak yang parahnya semua tebakannya benar adanya.

Sherina menganga tak percaya. Putranya ini terlalu pintar sehingga membuatnya tampak mengerikan.

"Astaga... Noll, kau... Ahh... Mama tak bisa berkata apa-apa lagi." sambil melemaskan bahunya yang sempat tegang sesaat akibat ulah putranya. Sedang Shienoll hanya tersenyum tanpa dosa setelah berhasil merusak sebagian kecil rencana Namika.

Meringsek mendekati putranya dan merangkulnya kemudian berujar. "Sayang, meskipun Noll sudah mengetahuinya. Mama, mohon bersikaplah seolah-olah Noll tak tahu akan ada yang datang untuk merayakan ulang tahunmu bersama. Setidaknya mereka bisa bahagia melihatmu benar-benar terkejut dengan kehadiran mereka." pinta Sherina.

Shienoll mengangguk semangat. "Tentu, serahkan saja pada Noll, Mama!" katanya yakin.

Keduanya asik menikmati kebersamaan hingga hari menjelang siang atau tepatnya pukul 10 pagi. Di tengah keseruan ibu dan anak tersebut tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari luar. Tampak seseorang tengah mengetuk pintu ruko milik Sherina.

Mendengar suara tersebut membuat Sherina menghentikan keseruannya untuk kembali memperjelas pendengarannya sampai suara Shienoll meyakinkannya.

"Ma, ada yang datang." tanpa perlu menunggu lagi Sherina dan Shienoll bangkit dan bergegas turun ke lantai satu lalu berjalan memasuki bagian toko kuenya.

"Itu pasti mereka. Bersiaplah!" tebak Sherina dan di angguki oleh Shienoll.

Ceklek!

Di tarik pintu tersebut agar terbuka lebar. Tapi yang dapat justru mengejutkan bagi Sherina. Mata dan mulutnya terbuka lebar dengan ekspresi tak percaya tampak jelas di wajah Sherina sedang Shienoll sudah mengernyit waspada lantaran mendapati sosok pria tinggi gagah tengah berdiri menjulang di depan mereka.

Yang terlintas di benak Shienoll adalah takut sesuatu yang buruk terjadi.

Sementara pria di depannya hanya terpaku memandangi wajah yang sudah lama sekali tak ia lihat lagi. Sorot matanya tak lagi dapat menutupi perasaannya yang merindu. Dari yang ia lihat, wanita di depannya ini semakin cantik saja meskipun garis-garis lelah dapat terlihat namun tak juga dapat melunturkan paras cantik nan anggunnya.

"Hai, kak She..." sapanya membuka suara tak lupa senyum tipis yang menawan miliknya itu.

Mata indah Sherina pun mengerjap tak percaya dengan siapa yang ia lihat saat ini. Shienoll menangkap semua itu sehingga membuat perasaan waspadanya berganti menjadi tanda tanya.

"Mereka saling mengenal?! Tapi siapa pria ini?!" -batinnya bertanya-tanya.

Menutup mulutnya dengan sebelah tangannya dengan mata yang sudah berkaca-kaca. "K.. Kau... Da... Damian... Benarkah itu kau?" tanya Sherina masih tak percaya.

Pria itu tersenyum senang mendengar namanya di sebut, menandakan ia tak pernah di lupakan oleh wanita tangguh di hadapannya yang sebentar lagi akan menangis rindu padanya.

"Seberapa yakinnya kau bahwa ini aku... Maka inilah aku!" ujarnya yang langsung di hadiahi pelukan rindu dari Sherina yang selalu ia panggil dengan sebutan 'Kak She' itu.

Pelukan itu nyaris menghuyungkan tubuh tegapnya tapi tak urung ia balas juga.

"Kemana saja kau, hah?!" tanya Sherina di sela-sela pelukannya.

"Kau yang kemana?! Aku mencarimu ke kota sebelumnya kau malah tak ada lagi. Aku juga menghubungi ponselmu tapi tak ada jawaban. Kau menghilang begitu saja." jawabnya panjang lebar.

Sherina mengurai lebih dulu pelukan tersebut. Mengusap sedikit air mata yang jatuh tadi. Ia menoleh kebelakang di mana Shienoll telah berdiri dengan wajah bingungnya. Sherina menariknya untuk mendekat.

"Noll kemarilah!" pria yang di sebut bernama Damian langsung melihat ke arah bocah 6 tahun yang berdiri di sebelah Sherina. Meski usianya masih 6tahun tapi tinggi badannya sungguh membuat bocah seusai nya iri.

Damian berjongkok mensejajarkan dirinya di hadapan Shienoll sambil memerhatikan terus rupa pangeran kecil Shienoll yang juga membalas tatapannya yang tiada takut-takutnya itu.

"Sungguh mirip. Bila wajah itu di publish kemungkinan besar akan ada masalah yang datang. Aku yakin kakak She tak ingin hal itu sampai terjadi." -batin Damian penuh misteri tanpa ingin melepas pandangannya dari paras Shienoll.

"Kenalkan sayang. Ini Damian Cortez. Dia juga paman mu. Teman mama sejak kau lahir kedunia. Dan Damian, ini putraku Shienoll Dalletra. Aku harap kau tak lupa." jelas Sherina memperkenalkan keduanya. "Aku sungguh tak menduga kau akan muncul setelah sekian lama. Senang rasanya bisa bertemu lagi denganmu!" lanjut Sherina senang.

"Ouuh... Teman mama... Pantas saja!" -batin Shienoll lega.

"Hai, Noll! Kau pasti sudah lupa denganku bukan?" tanyanya sambil mengusap lembut pada lengan kecil Shienoll. Bocah tampan itu mengernyit tak mengerti.

"Kenapa berkata seperti itu?! Paman ini mengenalku?!" -batin Shienoll bertanya penasaran.

Putra Sherina memang tak begitu mengetahui cerita masa lalu ibunya. Karena ibunya selalu berkata belum siap lantaran dirinya yang masih terlalu dini untuk mendengarkan cerita yang sebenarnya berat untuk di ceritakan oleh ibunya.

Selama ini yang ia tahu adalah mereka hidup berdua dengan segala kesusahan dan kesenangan bersama. Tanpa adanya pendatang dari masa lalu ibunya seperti yang akhir-akhir ini terjadi.

"Haha... Aku yakin kau tidak mengingatnya. Lagi pula saat itu kau baru lahir mana mungkin kau ingat padaku." katanya seraya memberikan senyum bersahabat yang di balas dengan naiknya kedua alis Shienoll polos.

"Paman Damian sudah pernah melihatku sewaktu bayi?! Lalu, kira-kira apa saja yang dia ketahui tentang Mama...?!" -batin Shienoll semakin penuh dengan tanda tanya.

"Sudah-sudah... Mau sampai kapan kita terus berada di luar sini. Kalau ingin bercerita masuklah. Aku akan siapkan minuman dan camilan untukmu." Sherina berlalu masuk kedalam rumahnya seusai mengatakan kalimat tersebut.

"Kau dengar itu, Noll... Come on! Kita masuk." di raihnya tangan Shienoll untuk di genggam dan membawanya masuk mengikuti Sherina. Bocah itu hanya diam menurut, lagi pun ia tak merasa ada yang perlu di curigai dari teman pria ibunya itu meski ini adalah kali pertama ia bertemu.

Menoleh menunduk melihat keponakan tampannya. "Akan aku ceritakan bagaimana pertemuan pertamaku dengan kak She dan kau. Aku yakin kau akan suka mendengar ceritaku." ujarnya santai dan yakin.

Mendongak membalas tatapan Damian yang menjulang tinggi di sampingnya. "Benarkah?! Kalau begitu tunggu apa lagi..." begitu selesai dengan ucapannya ia pun menarik kuat pria dewasa yang tak lain teman ibunya itu untuk ikut menaiki tangga menuju lantai atas rukonya.

"Thanks God! Aku tak mungkin menyia-nyiakan kesempatan ini! Mencari tahu masa lalu mama adalah misiku sekarang. Sekecil apapun itu!" -batinnya berujar lugas tak terelakkan.

1
Nazla Afriza
kak ceritanya yg ini kok g update, kl bisa tolong dilanjut soalnya cerita nya bagus sayang kl g lanjut 😭😭
Nurhartiningsih
ini GK ada sambungannya???cerita bagus kok digantung
vhy_er
lanjut thor..
syaa0_0
lanjutt
syaa0_0
update thorr
Fitriani Fitriani
laaaaassaajuuuuuuit
Ayu Bunda
aku suka ceritamu thorr,semangat up nya💪💪
Saras Wati
kena karma nih...dulu maksa Sherina sekarang "dipaksa" harus mau sama istri nya
Yenika
Thor sekian purnama aq menati kok blm up LG thorrr
Umu Alula
jangan lama2 Thor ayook semangat
Umar
gue heran smua crta novel yg intinya permpuan gak bsa jga dri shingga hamil, ap emg ini pengalaman othor sndri yg hamil anak haram atoe cma hlue othor yg pngen hamil di luar nikah y, buatlah crta yg jngan mnjatuhkan hrga dri prempuan, krngan othor bsa kblik khdupan othor otoe kluarga othor sndri
Ilan Irliana
Ending'y jan ke bapak'y She y k Othor...bapak'y udh pny ank 2...aq g rela y..
Ilan Irliana
tnng Mika..Shiennoll akn psycopat kcil ko..hihi....
Ilan Irliana
OMG...suka bngt si m Shenoll....tegas....jan kek bapak mu y boy..
Neneng Misdarliah
jangan lama2 thor up nya....💪💪💪💪💪💪
Desilia Chisfia Lina
ah ip juga apa Alvin sangup menemui sherina
Uni Rasid
lanjut up lg thor
KENYUN
kalau sudah tiada baru terasa...🤭🤭🤭🤭
Maya 😇
makasih thor 🤗🤗,


semangat thor buat up nya 💪💪
Desilia Chisfia Lina
susah mau komen apa serba salah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!