“Ternyata Meisya tidak pernah menikah lagi setelah kami bercerai!” Sebuah informasi yang Kenzo dengar hari itu menimbulkan semangat baru di dalam diri Kenzo setelah tiga tahun lamanya terpuruk dalam luka yag begitu dalam karena berpikir mantan istrinya sudah menikah lagi.
Mengetahui hal tersebut, lantas saja membuat Kenzo berencana untuk merebut cinta mantan istri yang masih ia cintai sampai saat ini.
Ya, meski sudah dua tahun berpisah dengan Meisya, besar cinta Kenzo pada Meisya masih saja tetap sama. Bahkan, setelah mendengar Meisya berencana menikah dengan pria lain, Kenzo masih saja sulit untuk melupakan rasa cintanya pada Meisya.
“Aku akan mendapatkan kamu kembali bagaimanapun caranya, Mei!” Kenzo ~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SHy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TCMI 14 - Dia Datang
Meisya pikir, ia akan kembali bertemu dengan Kenzo setelah beberapa hari belakangan ini selalu bertemu dengan Kenzo. Tak sesuai perkiraan, ia dan Kenzo sudah tak pernah lagi bertemu sejak terakhir mereka makan bersama di resto.
“Kenapa aku jadi memikirkan tentang dirinya. Sungguh tidak penting sekali!” Meisya segera menepis semua pemikirannya tentang Kenzo. Seharusnya untuk saat ini dia hanya fokus memikirkan pernikahannya dan Rendy yang sudah berada di depan mata. Bukannya justru memikirkan Kenzo sekaligus masa lalu pernikahan mereka.
Selang beberapa saat menyadari kesalahannya, Meisya mendapatkan pesan di grup alumni kompetisinya dulu jika mereka mengadakan acara makan malam lusa. Meisya pikir lebih baik ia setujui saja untuk ikut. Mengingat sudah cukup lama juga mereka tidak pernah berkumpul lagi.
Untuk rencana makan malam bersama yang akan dilaksanakan esok hari, Meisya pikir Kenzo tidak akan ikut bersama mereka. Karena sepertinya pria itu sudah kembali ke Singapura.
“Dia gak mungkin lama meninggalkan pekerjaannya, kan?” Begitulah isi pikiran Meisya. Yang membuatnya berpikir jika Kenzo tidak mungkin ikut ke acara pertemuan mereka esok malam.
Mengetahui jika meisya akan berkumpul bersama teman-temannya, Rendy berinisiatif menawarakan untuk mengantarkan meisya ke restoran yang akan menjadi tempat makan malam meisya dan teman-temannya. Awalnya meisya menolak tawaran Rendy. Namun, karena Rendy bersikeras tetap mengantarkan meisya, membuat meisya akhirnya pasrah mengiyakan permintaan Rendy.
“Aku jadi gak enak ngerepotin kakak terus.” Kata Meisya di tengah perjalanan menuju restoran malam itu.
“Kamu ini gimana, sayang. Masa udah mau nikah masih sungkan aja sama suami sendiri?” Tanya Rendy dengan wajah tersenyum. Sebenarnya pria itu bisa merasakan kalau Meisya masih saja suka sungkan pada dirinya. Namun, Rendy selalu mengabaikan hal tersebut.
Meisya tersenyum kaku. Jujur saja ia sulit sekali untuk bersikap biasa saja pada Rendy layaknya seorang calon istri. Seolah Rendy belum bisa membuat meisya nyaman saat bersamanya seperti saat bersama Kenzo dulu.
“Maaf.” Kata meisya tak enak hati.
Senyuman di wajah Rendy kembali terbit. Pria itu memang suka sekali tersenyum pada Meisya. Jika saja dulu Meisya selalu terpukau melihat senyuman di wajah Rendy, kali ini tidak lagi. Meisya terlihat biasa saja saat melihat senyuma manis itu.
Mobil terus melaju hingga akhirnya tiba di restoran. Karena tidak diajak untuk makan bersama oleh Meisya, Rendy hanya mengantarkan Meisya sampai di depan restoran saja. Tanpa membuang waktu lama, Meisya segera masuk ke dalam restoran setelah mobil Rendy pergi meninggalkan restoran.
Deg
Baru saja melihat ke arah di mana teman-temannya berkumpul, Meisya dibuat terkesiap karena ternyata di sana ada seseorang yang tadi ia pikir tidak hadir juga turut ada di sana.
“Kenzo, dia ada di sini juga?” Untuk beberapa saat, Meisya terdiam di posisinya berdiri. Kakinya terasa berat untuk melangkah mendekati teman-temannya. Meski mereka tidak mengetahui hubungannya dan Kenzo sebelumnya, tapi tetap saja Meisya merasa canggung untuk berkumpul bersama mereka dengan ada Kenzo di sana.
“Bagaimana ini. Kenapa jantungku jadi berdetak kencang seperti ini. Aku juga gugup mau mendekati mereka.” Gumam Meisya dalam hati. Sungguh, ia sangat ingin pergi dari sana saja dengan kondisi seperti saat ini. Namun, hal tersebut tidak mungkin untuk ia lakukan. Apa lagi saat ini salah satu temannya terdengar memanggil namanya. Dan tak hanya itu saja, sosok Kenzo juga terlihat sedang menatap ke arah dirinya.
Glek
tapi terimakasih untuk karyanya.. semoga sukses 💪🏻
ditunggu launching novel terbarunya
kak shy jangan lama-lama ya, sehat selalu dan samangat selalu kakak....