NovelToon NovelToon
Orang Ketiga

Orang Ketiga

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: PaRaS_Sllh

.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PaRaS_Sllh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 15~

Sesampainya di depan gerbang kediaman Candra, Desi pun turun dan mengeluarkan kopernya dari dalam taksi online tersebut dan membayar uang taksinya. Desi menarik kopernya menuju gerbang besar rumah Candra yang menjulang tinggi dan kemudian membuka gerbang tersebut, lalu ia menarik kopernya masuk, kemudian dia kembali menutup gerbang tersebut. Lalu dia berjalan ke arah pintu rumah sambil menarik kopernya. Sesampainya di depan pintu, dia langsung membuka selempangnya dan mengambil kunci cadangan rumah jadi dia tidak perlu mengetuk pintu atau menekan bel terlebih dahulu karena dia memiliki kunci cadangan. Setelah pintu terbuka, dia pun masuk sambil menyeret kopernya kemudian dia menutup pintu itu dan tak lupa ia menguncinya, lalu ia memasukkan kunci itu kembali ke dalam tasnya. Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan itu. Dia mengamati setiap ruangan itu, tidak ada yang berubah, semuanya masih tetap sama. Cat rumahnya berwarna kuning(warna kesukaannya Melani), foto pernikahan Melani dan Candra di pajang di dinding yang berada di ruang tamu dengan bingkai foto berukuran besar. Desi yang melihat semua itu tersenyum kecut, hatinya merasa sakit, dadanya sesak, dia merasa tidak dianggap di rumah itu. Dia sama sekali tidak ada foto pernikahannya dan Candra yang di pajang di dinding, semuanya hanya foto pernikahan Candra dan Melani baik yang berukuran kecil ataupun yang berukuran besar.

Ia pun kembali menarik kopernya menaiki tangga menuju kamarnya. Pada saat dia menginjakkan kakinya di lantai keenam, dia berpapasan dengan Melani yang saat itu ingin turun mengambil minum ke dapur.

Melani langsung tersenyum manis pada Desi yang berada di hadapannya.

"Hai, Des!"sapa Melani.

"Hai"balas Desi singkat dan datar tanpa seulas senyum pun.

"Des"panggil Melani

"emmm"Desi berdehem dan menoleh pada Melani, menanggapi panggilan Melani padanya.

"Selama ini kamu pergi kemana? Kenapa kamu tidak memberi tahuku kalau kamu ingin pergi? Apa kau tahu, aku sangat mencemaskanmu."Tanya Melani

"Aku pergi kemana dan tinggal dimana, itu bukan urusanmu dan juga kau tidak berhak ikut campur dengan urusan pribadiku. Aku tidak perlu meminta izin kepadamu terlebih dahulu untuk pergi dari rumah ini karena kau bukanlah suamiku, ibuku, atau mertuaku. Kau tidak perlu merasa cemas ataupun merasa khawatir terhadapku, karena suamiku pun tidak pernah mencemaskan dan mengkhawatirkanku."jawab Desi pada Melani dengan datar dan dingin. Desi mengalihkan pandangannya ke depan yang semula menatap ke arah Melani. Melani yang mendengar penuturan dari mulut Desi merasa sakit hati dan dia meneteskan air matanya.

"Desi, aku mau minta maaf atas namaku dan juga atas nama Candra. Tolong maafkan kami, Des. Aku ingin kita berteman lagi, Des."Melani meminta maaf pada Desi.

"Apa maafmu itu bisa merubah segalanya? Tidak bisa."Desi menjawab Melani dengan datar dan dia menutup matanya agar air matanya tidak jatuh.

"Sekali lagi maafkan aku Des"Kata Melani dengan kepala yang menunduk.

"Sudahlah aku tidak ingin membicarakan ini. Aku capek, aku lelah, aku ingin betistirahat."balas Desi dan langsung menyeret kopernya masuk ke dalamr kamarnya. Akhirnya airmata yang ditahannya agar ia terlihat tegar dan kuat di depan Melani tadi.

Dia pun membereskan barang-barangnya yang berada di dalam koper ke dalam lemari. Setelah selesai beres-beres dan merapikan barang-barangnya, dia pun masuk ke dalam kamar mandi dan berdiri di depan wastafel yang di dindingnya terdapat cermin, lalu tangisnya pun pecah. Setelah selesai menangis, dia mencuci mukanya dan menggosok giginya. Setelah bersih-bersih dia pun keluar dari kamar mandi dan naik ke atas kasurnya lalu dia menarik selimutnya sampai ke lehernya.

...----------------...

'Ternyata benar kata Candra, kau sudah berubah Des. Kau bukan lah Desi yang ku kenal lagi, Desi yang ku kenal dia orangnya lemah lembut dan dia tidak pernah berbicara seperti itu. Aku sangat merindukanmu yang dulu, sangat-sangat merindukanmu. Bahkan untuk berbicara padamu pun sangat sulit. Aku minta maaf Des, aku minta maaf padamu. Aku sakit hati, sangat sakit, ketika kau mengatakan hal itu seakan-akan aku adalah orang lain bagimu." batin Melani. Untuk pertama kalinya Melani menangis di rumah itu, dan yang membuatnya menangis bukanlah Candra suaminya melainkan Desi madunya. Lalu dia berjalan menuruni tangga dan menuju dapur lalu dia mengambil gelas lalu dia menuangkan air minum ke dalamnya, lalu dia meneguknya hingga habis. Setelah itu dia balik ke dalam kamar. Lalu dia naik ke atas ranjang yang sama dengan Candra lalu menarik selimut yang sama dengan yang di pakai Candra sampai ke dadanya.

...****************...

Keesokan harinya, kebetulan hari itu adalah hari weekend, jadi mereka semua libur. Desi bangun dari tempat tidurnya, dan langsung membereskan ranjangnya. Setelah itu dia mengambil pakaian gantinya dari lemari dan membawanya ke kamar mandi. Selang beberapa menit kemudian Desi keluar dari kamar mandi dengan wajah yang fresh. Lalu dia menyisir rambutnya dan mengikat rambutnya dengan asal. Lalu dia berjalan ke arah jendela dan membuka gordennya dan juga membuka jendela kamarnya. Dia menghirup udara pagi yang segar. Kemudian dia berjalan keluar kamar dan pergi ke dapur.

Dia memeriksa stok bahan makanan yang bisa di masak di kulkas, tapi tidak ada isinya. Lalu dia pergi ke kamar dan mengambil tas selempangnya, dompet, dan juga ponselnya. Ketika sampai di depan gerbang dia langsung memesan ojeg online. Selang beberapa menit, ojeg tersebut datang. Dia langsung memakai helm dan naik ke atas ojeg tersebut.

Sesampainya di pasar, dia membuka helmnya dan memberikannya ke tukang ojeg tersebut dan langsung membayarnya. Lalu dia masuk ke dalam pasardan membeli segala bahan yang di perlukan untuk memasak. Setelah dirasa semua yang di perlukan sudah di beli, dia langsung pulang dengan ojeg yang ada di pengkolan ojeg yang berada di pasar. Sesampainya di rumah, dia langsung masuk ke dalam rumah tak lupa ia mengunci gerbang dan pintu.

Kemudian di dapur, dia sudah mulai sibuk membereskan semua bahan-bahan yang di belinya tadi. Dia memasak cumi taucho, tumis kangkung udang pedas, teri sambal tumis cabai rajang.

Dia pun sibuk di dapur memotong, dan mengolah semua bumbu makanannya. Melani pun turun ke bawah dan berjalan ke arah dapur dan bermaksud ingin memasak tapi niatnya dia urungkan ketika melihat Desi sedang memasak makanan.

"Desi, kamu bisa masak juga?"tanya Melani karena baru pertama kali ini dia melihat Desi memasak.

"Bisa. Dulu aku sering bantu ibu memasak jadi aku bisa memasak. Aku kuliah di sini, tidak ada orang tua dan aku tinggal di asrama kampus. Aku bekerja sambil kuliah walaupun orang tuaku sanggup membiayai seluruh kebutuhanku, uang kuliahku, uang semesterku, dan biaya-biaya lainnya. Tapi aku tidak mau, dan aku lebih memilih masuk dengan beasiswa dan bekerja paruh waktu untuk membiayai kebutuhanku yang lainnya"jawab Desi sambil tersenyum kepada Melani.

"Berarti kamu murid yang pintar dan berorestasi dong. Oh ya, apa yang bisa ku bantu?"Tanya Melani.

"Tidak ada. Semuanya sudah selesai aku hidangkan. Tinggal menyiapkannya ke meja makan itu saja. Kalau kamu mau, tolong bawakan makanannya ke meja makan."jawab Desi.

"Oh ya, kamu tahu dari mana makanan kesukaannya Candra? Kamu tahu Candra sangat menyukai makanan ini"cerita Melani.

"Oh iyakah? Aku tidak tahu itu, aku hanya memasak dengan apa yang sedang aku pikirkan. Dari pada banyak cerita lebih baik kamu susun makanannya ke meja makan dan aku akan membereskan dapur"ujar Desi.

"OK"jawab Melani.

Mereka pun mengerjakan bagian mereka masing-masing. 15 menit kemudian, dia sudah selesai membereskan meja dapur dan memncuci srgala peralatan masaknya.

Melani pun naik ke atas dan membangunkan Candra. Seperti biasa, Melani langsung membereskan tempat tidur mereka. Lalu dia berjalan menuju lemari dan mengambilkan pakaian gantinya Candra.

Setelah Candra selesai berpakaian, Melani dan Candra pun berjalan keluar kamar dengan berjalan beriringan menuju meja makan. Melani melayani Candra dengan menuangkan makanannya ke piring Candra dan mengisi gelasnya dengan air putih.

Ketika dia memasukkan makanannya ke dalam mulutnya, dia pun memuji masakan itu. Dia mengira yang memasak itu adakah Melani bukan Desi.

"Melani, makanan ini sangat enak. Oh ya, kok rasa masakanmu kali ini rasanya berbeda ya? Masakanmu kali ini jauh lebih enak dari masakanmu."puji Candra.

Desi yang mendengar itu merasa kecewa, tapi ada rasa senang di hatinya karena dia bisa mengalahkan rasa masakan Melani. Melani yang mendengar itu merasa senang, tapi dia juga merasa sedih karena Candra lebih menyukai masakan Desi

Setelah selesai makan, Melani dan Desi mebersihkan meja makan dan mencuci segala peralatan makan mereka.

1
Nofta Putri111
jrang dpt shbat yg baik kyak gitu
Nofta Putri111
sabar ya dess
Dameria Inda Butar-butar
orang kristen tidak boleh poligami...
Elok Pratiwi
males amat melanjutkan baca nya sangat tidak menarik ... banyak drama menderita ujung ujung bersama kembali ... halu amat cerita nya
ajiu jiu
ud di tungguin nihh
Nur atika Saparudding
jijik aku lihat orang rujuk nya
Nur atika Saparudding
mungkin kalau bagi saya tidak usah rujuk lagu karena mantan suaminya celup sana celup sini
Saraswati Wati
janganlah balikan sama candra lelaki tak punya hati
Lienda nasution
gak bagus alur ceritanya Thor untung aq hanya baca sebagian dan akhirnya saja
Heni Yuhaeni
aku pengen nabok si candra, biar kan dia me yesal seumur hidupnya, jngn biarkan dia kembali sama desy
Heni Yuhaeni
masih banyak typo
Heni Yuhaeni
terlalu monoton, g ada tanda seru, koma. jadi bacanya kurang greget, semangat, bagus novelnya, cuma itu kekurangan nya
Sri Wahyuni
emang orang kristen boleh poligami..lieur crta nya
Sri Wahyuni
desi goblog
Setiani
aku tunggu karyamu
Murtini
kayaknya dah pernah baca
millie ❣
Salah loe sdr bego jadi perempuan byk mikir loe udah dijadiin keset masi mikirin org lain g gerak2 ngomong ama ortu loe skg trima akibat loe kan gemes gue loe liat cewe goblok di cerita novel lemah bgt si 😡😡😡
Miss Sgs
seperti cerita melati adi Anyelir
Tining Revi
aku suka ceritamu thor jelas padat dan singkat..
Tining Revi
anggap aja kamu ngekost di rumah suamimu sendiri desi..dari pada kamu makan hati tiap hari ngelihat mereka mesra.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!