velisia naina Mahendra harus menerima perjodohan yang telah disetujui kakeknya sebelum ia terlahir, dan disisi lain seorang vino lelaki yang mempu mengusik hatinya, tapi perjodohan salah paham yang membuat naina membenci lelaki itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Kasuma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
menemukanmu
Rafathan alvino Wijaya
Kami memutuskan untuk ber istirahan sejenak saling bercanda ria dengan memijit kaki yang kram karna terlalu lama berjalan tak lama ada suara yang datang dari arah belakan mengejutkan kami
"Syukurla kalian tidak apa apa?" tanya sala satu tim sar perhutanan
"Lo pak kok bisa disini memang ada apa?" bukannya menjawab gilang malah bertanya kepada tim sar tersebut
"tadi ada kabar sala satu dari teman kalian jatuh kejurang,ayo sekarang kita kembali ketenda" kata tim sar tersebut
Kami mengikuti para tim sar yang menjemput kami untuk kembali ketenda
"Aneh siapa sih cerobah banget bisa bisanya jatuh" kata ferdi sala satu kelompokku
"Hus namanya musibah siapa yang tau, memang siapa sih pak yang jatuh kejurang" tanya gilang yang kesal akan sikap ferdi, sebenarnya aku pun penasaran
"Bapak kurang tau namanya yang jelas yang jatuh cewek" jelas salah satu bapak tim sar
Sesampainya kami di perkemahan semua sudah berkumpul aku mencari naina namun pandanganku terkunci ketika melihat revi dan kelompoknya menanggis
aku langsung menghampiri mereka
"Vi naina mana vi.." tanyaku panik kuguncang badan revi yang menanggis
"Na...naina....naina jaaaatuuuhh.....vin" detik itu juga kakiku lemas ingin sekali gue teriak" tuhan tolong selamatkan dia" tapi itu akan menjadi tontonan orang aku hanya bisa berdoa disetiap tetes air mataku
Aku bergegas menghampiri para guru dan tim sar "Pak saya ikut dalam pencarian ya pak" kataku kepada tim sar
"Ngak bisa nak vino ini terlalu bahaya" larang pak andi
"Pak tolong pak saya ikut" bujuku lagi
"Tapi ini terlalu bahaya hari juga sudah mulai sore,sebaiknya nak vino tunggu kabar dari kita saja" kata bapak tim sar tersebut
"Pak saya mohon gimana pun juga naina teman saya pak.." bujukku lagi
"Tapi..." belum sempat pak andi menyelesaikan omongannya gilang dan ferdi angkat bicara
"Kita juga ikut pak " ucap gilang dan ferdi
Pak andi dan pak alim saling berpandangan lalu melihat tim sar ia tersenyum mengangukan kepala
"lebih banyak yang mencari lebih cepat kemungkinan dia ditemukan"
Hari mulai senja namun didalam hutan sudah gelap semua tim sar para guru dan murid yang ikut dalam mencari di titik terjatuhnya korban
"Ya allah selamatkan naina ya allah" lirihku dengan mengusap keringat
"Bagai mana tim satu rogger."
"Tim satu bersih rogger"
"Tim dua rogger disini kami menemukan ikat rambut dan syal"
"Posisi tim dua rogger"
"Tim dua di arah utara rogger"
Kami pun mengikuti dimana ara tim sar keutara,aku melihat pak rian kepala tim sar memegang ikat rambut berwarna hijau dan syal yang berwarna senada
"Iya pak ini punya naina" aku mengambil ikat rambut dan syal itu
"berarti korban di perkirakan di sekitar sini,ayo sebelum hal yang tak di inginkan terjadi sebaiknya kita mencari lagi" kata kepala bagian tim sar
senja berganti hitam namun pencarian belum menuai kan hasil semua tim sar dan yang lain sudah lelah mencari di sekitar penemuan petunjuk tadi namun nihil,
"Pak ini sudah jam 8 malam apakah sebaiknya kita lanjut besok saja pak" tanya sala satu tim sar kepada bapak arianto selaku kepala bagian
"Iya kita juga sudah mulai kelelahan" sahut teman sekolahku bernama ferdi
Aku diam jujur aku lelah tapi aku ngak mau kehilangan naina secepat ini seharusnya aku jujur dari awal walaupun sakit
"Ye ni anak malah benggong ayo mau pulang ngak" aku tersadar dari pikiranku mendengar suara gilang
"Iya, duluan aja"jawabku tak bersemangat
Aku berada paling belakan untuk menaiki perbukitan karna sekarang kami berada di dalam jurang tempat naina jatuh,aku brjalan dengan pikiran kosong hampir terjungkal karna kakiku tersandung sesuatu
" ya allah"kataku dengan berusaha berdiri menyeimbangkan badanku,aku melirik apa yang membuatku hanpir terjatuh "sepatu ini punya siapa?" kataku denga melihat sepatu itu namun ketika ku telusuri ada kaki" Naina ya ini naina, pak andi pak arianto, gilang gue nemuin naina..." aku berteriak sekencang mungkin agar mereka mendengarkanku
*maaf ya baru bisa publis sekarang*
Komen.
Komen
Komen
buat teman teman tolong syaran dak kritikannya soalnya aku ngak tau ceritaku ini bagus apa engak.
tolong maafin juga jika masih ada typo
ditunggu kehadirannya.
Terima kasih🤗🤗🙏🙏🙏
klo berkenan mampir di karya aku ya.
jangan tersinggung ya Thor..cuma memberi masukan 🙏💖💖
cuss bacaa jan lupa tinggalkan jejaak🤗
tkan prfil q ajaa yaa😍
vielen danke😘
buat temen-temen aku kasih saran cerita yang menarik nih judulnya Mencintai bayangan dan psikopat cantik..
jangan lupa singgah ke ALICE yah k