Benua timur telah hancur.
Menyisakan sisa-sisa pertempuran yang memilukan.
Semua orang bergantung harapan kepada Liu Feng. Mereka semua mengakuinya sebagai penguasa alam manusia.
Liu Feng telah membulatkan tekadnya untuk naik ke alam dewa, demi menyelamatkan Dewi Yun Xian dan juga Dewi Ning Yudie.
Ini adalah kisah seorang penguasa alam manusia yang mengalahkan segala rintangan. Melawan dewa, melawan iblis surgawi kuno.
Ini adalah lanjutan karya Liu Feng - Penguasa Dunia.
Special Bab pertempuran para dewa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Battle of Gods - Chapter 14
"Saudara Liu, di depan adalah istana faksi Dewa Es dan Salju!" ujar Sun Jian.
Liu Feng dan Sun Jian pun tiba di wilayah kekuasaan faksi Dewa Es dan Salju. Suatu wilayah yang di mana semua permukaan tanah tertimbun oleh salju tebal, semua dedaunan, pepohonan, dan semuanya tertimbun salju, dan di lapisi kristal es yang beku.
Kini, mereka telah tiba di istana faksi Dewa Es dan Salju. Satu istana yang megah nampak terbuat dari lapisan kristal es yang menjulang tinggi ke langit. Di depannya, lahan yang luas itu terbuat dari lantai yang di lapisi lapisan kristal es yang sangat begitu bening.
Cuaca tidak menunjukan kehangatan, butiran-butiran salju turun dari langit, udara sangat kencang dan sangat begitu dingin.
"Siapa yang begitu lancang menerobos wilayah kekuasaan faksi Dewa Es dan Salju!" ucap seseorang dengan suara yang begitu menggema.
Kedatangan Liu Feng dan Sun Jian telah di rasakan oleh mereka. Tiga orang melayang di udara, dan ribuan pasukan faksi Dewa Es dan Salju telah berada di bawah, di depan istana es.
Satu orang berjubah biru dengan bulu-bulu hangat berwarna putih melingkar di lehernya, maju ke depan dengan kedua tangan yang berada di punggung.
"Sun Jian!" seru orang berjubah biru.
Dia adalah Dewa Bing He— 2300 tahun, seorang praktisi kuat dari faksi Dewa Es dan Salju dengan tingkatan ranah Heavenly God puncak dan merupakan seorang Tetua.
"Bing He, lama tidak bertemu!" ujar Sun Jian dengan nada yang sangat tenang.
"Apa maksudnya ini, Sun Jian?" tanya Bing He. Matanya melotot, menatap Sun Jian dan Liu Feng dengan sangat serius.
"Bing He ... aku berikan kamu waktu 10 detik untuk menyerahkan seorang wanita bernama Yun Xiao, kalau tidak ...." kata Sun Jian terpotong.
"Kalau tidak apa, kau pikir apa yang bisa kau lakukan kepadaku!" ucap Bing He memotong perkataan Sun Jian.
"Sun Jian, jika pada masa jaya Klan Dewa Matahari, mungkin faksi Dewa Es dan Salju akan sangat takut kepada Klan kalian, tetapi sekarang ...." perkataan Bing He terhenti, di saat ia mendengar Sun Jian yang acuh dan terus berhitung.
"Sepuluh, sembilan, delapan," Sun Jian terus berhitung, tetapi Liu Feng tetap terdiam tenang di sampingnya.
"Sun Jian, jangan keterlaluan!" teriak Bing He.
"Tujuh, enam, lima," Sun Jian terus saja berhitung.
"Dasar tidak tahu diri, bunuh mereka!" ujar Bing He kepada dua orang di sampingnya.
Mereka adalah Bing Chu— 2000 tahun, seorang praktisi dengan tingkatan ranah Heavenly God awal, dan Bing Wei— 2000 tahun, seorang praktisi yang berada pada tingkatan ranah Heavenly God awal.
"Siap menerima perintah, Tetua!" ucap serentak Bing Chu dan Juga Bing Wei.
Lalu, Bing Chu dan Bing Wei pun melesat untuk menyerang Sun Jian dan juga Liu Feng.
"Dua, satu, jangan salahkan aku bertindak kejam!" kata Sun Jian dengan tegas.
"Saudara Liu, tunggu aku sebentar, aku akan segera menyelesaikan dua orang ini!" kata Sun Jian dengan sangat percaya diri.
Liu Feng hanya terdiam dan tersenyum, tetapi tidak berkata sepatah katapun.
Sun Jian pun melesat di langit, cahaya orange berkelebat di langit seperti komet yang melesat sangat cepat. Di sisi lain, dua orang bergerak bersama untuk menghadapi Sun Jian.
"Siapa kau, anak muda?" tanya Bing He kepada Liu Feng dengan nada yang sangat dingin.
Tetapi Liu Feng tetap terdiam dan hanya menatap Bing He dengan tatapan yang biasa-biasa saja.
Di abaikan oleh Liu Feng, membuat Bing He sangat begitu kesal.
"Dasar tidak tahu diri, sepertinya kau ingin cepat mati!" cetus Bing He. Kedua matanya melotot, menatap tajam kepada Liu Feng.
Saat itu, baru lah Liu Feng berkata: "Kau ... tidak mempunyai kualifikasi seperti itu!"
Liu Feng berbicara dengan sangat dingin, tetapi ekspresinya masih begitu tenang.
"Sombong sekali!" kata Bing He sembari mengibaskan jubah birunya.
"Dari kekuatan mana kau berasal, bocah tengik?" ucap Bing He dengan tajam. satu telunjuk terangkat menunjuk Liu Feng.
"Alam manusia, Kekaisaran Tian Yuan!" ujar Liu Feng dengan sangat dingin.
Sontak membuat Bing He terkejut ketika mendengarnya.
'Alam manusia ... sepertinya dia datang untuk menyelamatkan gadis darah yang di kurung oleh yang mulia Bing Tian, tetapi apa tingkatan ranah bocah ini, kenapa aku tidak bisa merasakan kekuatannya!' gumam Bing He di dalam hatinya.
"Bing He, serahkan adikku, Yun Xiao. Jika tidak ... jangan salahkan aku jika aku membantai semua orang di faksi Dewa Es dan Salju!" tegas Liu Feng memberi satu peringatan.