Karena ulah sang ibu yang pergi meninggalkannya bersama laki - laki yang lebih kaya , berdampak sangat besar bagi kehidupan gadis bernama Sri Asih.
Hingga ia susah mendapatkan restu dari orang tua laki - laki yang di cintainya.
Akankah Sri bersatu dengan Hasan , atau ada cinta lain yang datang kepadanya.
ikuti kisahnya.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wahyoeni"23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14. Ungkapan Cinta Zaka
Sri menceritakan pertemuannya dengan Bunda Isma pada Ningsih.
" Aneh enggak sih Sri , tiba - tiba banget Ibunya Pak Zaka mau bertemu dengan kamu , kalau cuma mau mengucapkan terima kasih kan enggak perlu , masa iya makan di restoran harus mengucapkan terima sama Chef nya..kamu curiga sesuatu enggak ?".
" Iya juga , tapi aku enggak ada pikiran buruk pada Bunda Isma , dia baik sekali Ning , sampai memelukku , padahal badanku bau masakan ".
" Tau enggak Ning , nyaman rasanya di peluk sama Bunda Isma , apa begitu rasanya ya kalau kita di peluk sama Ibu kita ". Sri kembali teringat saat di peluk tadi....matanya berkaca - kaca.
Ning pun tau betapa rindunya Sri pada sosok ibu yang telah melahirkannya...hanya sebuah foto yang Sri punya , yang selalu ia simpan dalam dompetnya.
Meski semua tetangga bilang ibunya orang yang tidak baik karena meninggalkan dirinya saat ia masih begitu kecil , tapi Sri ingin membuktikannya sendiri, jika suatu saat ia bertemu dengan Ibunya , hal pertama yang akan ia tanyakan adalah alasan sang ibu kenapa meninggalkan anak dan suaminya.
" Nah loh , udah manggil Bunda aja kamu Sri , udah kayak calon mantu aja nih , jangan....jangan...." Ningsih mengalihkan perhatian Sri yang pasti akan melow kalau mengingat tentang ibunya.
" Apaan sih Ning , kan Bunda Isma-nya yang nyuruh, kalau aku sendiri mana berani ".
" Iya tau , kalau semisal Pak Zaka beneran suka sama kamu bagaimana Sri.....memangnya mau kamu tolak, kalau aku ya langsung terima aja tanpa banyak pikir lagi ".
" Mana mungkin Ning".
" Apanya yang enggak mungkin , aku rasa Pak Zaka beneran suka sama kamu deh , kamunya aja yang enggak peka , coba kamu pikir....kita di kasih tempat menginap gratis , tempatnya bagus lagi , apalagi ternyata itu bekas kamar istirahat pak Zaka ".
" Perhatiannya ke kamu itu beda Sri , terus....beliau sering membelikan makanan buat kita , meski alasannya belinya kebanyakan tidak akan habis di makan sendiri, masa belinya kebanyakan hampir tiap hari....kan agak aneh ".
Sri terdiam, semua ucapan Ningsih memang ada benarnya juga.
" Masa sih Pak Zaka suka sama aku Ning....".
" Masa sih , masa sih......kamu itu apa enggak sadar Sri , kamu itu cantik meski enggak pake make up berlebihan , kamu tau Sri , Kak Alam , Kak Rudi , Kak Hanif sering merhatiin kamu , kirim salam juga tiap hari , sampai aku bosan ".
Aku bukannya enggak peka Ning , tapi lebih ke sadar diri ....aku jauh di bawah Pak Zaka....aku enggak mau jadi punguk yang merindukan bulan , cukup dengan Mas Hasan aku patah hati , aku enggak mau mengulang kesalahan yang sama...
*
*
Zaka menepati janjinya pada Bunda Isma . Hari ini ia membawa Sri pulang ke rumahnya.
" Mau kemana ?" tanya Ningsih berbisik.
" Ke rumah Bunda Isma ". Sri juga berbisik, jangan sampai karyawan lain mendengarnya.
" Cie....ciee....mau ketemu sama camer rupanya ".
" Jangan berisik Ning , awas aja kalau ada gosip menyebar , pasti kamu biangnya ". Ancam Sri , tapi Ningsih malah menjulurkan lidahnya dan pergi dari menjauhi Sri karena ada Zaka yang datang mendekat ke arah mereka.
" Kamu sudah siap Sri ?".
" Sudah Pak , tapi Pak....apa tidak apa - apa saya meninggalkan restoran, nanti Chef Juned keteteran ".
" Tidak akan , kamu lupa sudah ada pegawai tambahan lagi di dapur , ayo !". ajak Zaka , Sri mengekor di belakang.
Melihat Sri yang akan membuka pintu bagian penumpang, Zaka reflek menarik tangan Sri dengan lembut.
" Duduk depan Sri , jangan di belakang , aku bukan sopir mobil online ".
" Jangan protes !". Mulut Sri yang hampir terbuka langsung menutup kembali....barusan ia memang mau menolak perintah Zaka.
Sri seperti patung, di dekat Zaka rasanya seperti sedang uji nyali , apalagi mereka hanya berdua bahkan sedekat ini , ia tidak bisa bergerak dengan leluasa.
" Bernafas Sri , nanti kamu pingsan lagi ". ucap Zaka , ia tersenyum tipis melihat Sri yang tegangnya bukan main.
" Iy...iya Pak ".
" Santai Sri , aku enggak makan orang kok , kamu takut ya sama aku sampai tegang begitu ?".
" Bukan begitu Pak , saya belum pernah naik mobil semewah ini , makanya saya tidak banyak bergerak , takut muntah saya ". tawa Zaka pun meledak.
" Kamu lucu juga, muntah juga enggak apa - apa , kan tinggal di bersihkan , masalah selesai kan ?".
" Tapi sayang kan Pak , mobil semewah ini jadi kotor kena muntahan ".
Zaka kembali terkekeh.....tak lama mereka berdua terdiam.
" Hemmm Sri......".
" Iya Pak ".
" Kamu punya pacar ?".
" Enggak punya Pak ".
" Calon suami?".
" Enggak juga Pak "
" Berarti single dong ?".
" Iya Pak.....Eh....". Sri menengok ke arah Zaka , tapi dengan cepat ia kembali menundukkan kepalanya.
Kok Pak Zaka tanya- tanya soal itu sih.....
" Sri......aku menyukai kamu ".
Sedetik.....
dua detik....
tiga detik....
Hingga , beberapa saat Sri pun belum menjawab ungkapan cinta dari Zaka.
" Sri....kamu tidak mendengar apa yang aku katakan barusan?".
" Yang mana Pak....". Sri ingin memastikan bahwa apa yang di dengarnya bukan halusinasinya saja.
" Aku bilang aku suka , aku cinta sama kamu Sri ". ulang Zaka , membuat Sri makin cepat detak jantungnya .
" Pak Zaka tidak salah ucap ?? apa sedang latihan menembak seorang Perempuan ". ini harus jelas , agar Sri tidak salah menjawab. jangan sampai ia sudah senang karena ungkapan cinta dari Zaka , eh ternyata hanya prank saja.
Zaka meminggirkan mobilnya.
" Aku serius Sri....aku suka kamu , apa jawaban kamu Sri, ini sudah ketiga kalinya aku mengucapkannya , apa masih kurang ?? jangan kamu mengira ini hanya latihan saja ".
" Saya ......".
" Saya apa Sri ??? kamu terima cintaku tidak ?". setelah terdiam sejenak, akhirnya Sri hanya mengangguk pelan , tidak sanggup bersuara lagi , lidahnya terasa kelu. Jika ini mimpi biarlah.....Sri akan terima.
" Kamu juga mencintaiku Sri ?" betapa senangnya Zaka , cinta terpendamnya tidak bertepuk sebelah tangan.
Sri kembali mengangguk , " Jawab Sri...jangan menggangguk saja , aku butuh jawaban dari kamu ".
" Iy...iya Pak...., saya juga suka sama Pak Zaka ". ucap Sri terbata.
" Yes........". teriak Zaka...ia pun kembali melajukan mobilnya dengan wajah riang , dan senyum yang mengembang , bahkan ia sedikit bersenandung.
Tapi di sebelahnya Sri malah kembali tegang....ia teringat bagimana Bu Yati yang menghinanya.....akankah Bunda Isma juga akan menolak cintanya kali ini.
Bersambung....
Like dan comment nya ya....