Pernikahan adalah suatu ikatan sakral dua insan manusia untuk saling melengkapi, saling berbagi dan saling membutuhkan namun bagaimana jika pernikahan yang sudah berlangsung selama dua tahun harus di warnai oleh perselingkuhan?
Ayu Anindia yang semula bahagia dengan pernikahannya bersama seorang pengusaha Prasetyo Aryaduta harus mengalami kepahitan akibat perselingkuhan Prasetyo atau yang lebih akrab di panggil mas Tio. akankah Ayu memaafkan suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mccain, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alasan
Waktu sudah menunjukkan pukul delapan lewat dua puluh tiga menit. Ayu dan Tyo akhirnya tiba di rumah, namun di sepanjang perjalanan tidak ada obrolan di antara ke duanya. Mereka hanya sibuk dengan pikiran masing-masing hingga akhirnya Tyo memarkirkan mobil di garasi.
"Sayang, kamu kenapa sih? Dari tadi diam saja? Kamu nggak mau turun? Udah sampai di rumah lho..." Tanya Tyo saat melihat Ayu yang enggan turun dari mobil
Ayu yang tersadar dari pertanyaan Tyo mengerjapkan matanya. Ah... Ia ingin sekali bertanya tapi bagaimana? Bagaimana merangkai kata agar suaminya tidak tersinggung dengan pertanyaannya? Ia tidak ingin mencemburui sesuatu yang tidak pasti dan hanya akan meninggalkan pertengkaran yang selama ini ia hindari. Ah, sebaiknya ia bertanya saja..
"Mmm... Mas... Em.. Aku pengen nanya dong.." Ucap Ayu sambil melihat ke arah Tyo. Perasaan takut menghinggapinya namun ia bertekad ingin menanyakan langsung apa yang ia lihat tadi.
"Iya sayang. Kamu pengen nanya apa sih? Kok kamu kayak grogi gitu? Hmm???"
"Mas.. Tadi siapa perempuan yang kamu tarik?"
deg.....
deg...
'Astaga... Jadi Ayu melihatnya? Aku harus jawab apa ini? Sialan' batin Tyo
"Yang mana?" Tanya Tyo balik
"Yang itu, waktu mas ngantri beli popcorn alu sempat liat mas narik tangan gadis itu kasar banget"
"Oh.. Yang itu... Hm..." Tyo nampak berpikir keras, alasan apa yang akan dia berikan untuk istrinya tersebut
"Iya, mas ingatkan? Mas kasar banget tadi tau nggak. Emang mas kenal dengan gadis itu? Apa dia teman mas?" Selidik Ayu
"Bukan sayang. Tadi waktu mas lagi ngantri, dompet mas di copet sama perempuan tadi. Untung mas langsung tahu. Pas mas berbalik, mas liat ternyata yang mau nyopet dompet mas perempuan. Nggak mungkin dong mas teriak bilang copet, kasian juga kalau nanti di keroyok apa lagi dia perempuan. Mau di taruh di mana muka dia, apa lagi perempuan. Akhirnya mas tarik tangannya keluar dari antrian terus mas tanya kenapa nyopet, tapi nggak di jawab terus mas bilang mau bawa aja ke kantor polisi tapi dia bilang lagi butuh biaya jadi mas kasih uang aja habis itu mas ke toilet deh.." Jelas Tyo panjang lebar berusaha tenang. ternyata ia sudah pandai berdusta
"Oh gitu.."
"Iya, emangnya kenapa? Nggak percaya sama mas?"
"Bukan gitu, tapi mas kan nggak pernah kasar sama perempuan makanya aku kaget pas liat mas narik perempuan iti kasar banget."
"Terus kamu inkutin mas tadi, gitu?"
"Pengennya ikutin, tapi karna udah giliran beli tiket akhirnya nggak jadi dehh. Abis beli tiket aku langsung duduk di bangku tunggu nungguin mas" Jawab Ayu polos.
Ia memang bukan tipe pemikir sempit, namun selalu berusaha berpikir positif. Jika ada yang mengganggu pikirannya, sebisa mungkin ia akan mengambil sisi positifnya namun berbeda dengan yang tadi ia lihat karena suaminya tidak pernah melakukan sesuatu yang kasar kepada perempuan makanya Ayu kepikiran terus.
Sedangkan Tyo menghembuskan napas kasar atas jawaban yang ia berikan dari pertanyaan Ayu.
'syukurlah Ayu tidak mengikutiku dan Radina tadi'. Bisa gawat kalau sampai ia tahu apa yang aku dan Radina lakukan tadi' batin Tyo.
akhirnya Tyo dan Ayu keluar dari mobil dan masuk ke rumah.
"Rasanya lelah sekali setelah makan di restoran dan nonton di bioskop. Ingin sekali segera mandi dan tidur." Batin Ayu
mereka pun melangkah menuju kamar mereka, Ayu segera masuk ke kamar mandi untuk mandi sedangkan Tyo duduk di pinggir tempat tidur menselonjorkan kakinya dan bersandar membuka pesan yang masuk dari aplikasi wh*ts*pp berisikan foto seksi radina dengan tulisan 'aku tunggu di rumah'. Tyo tersenyum membaca pesan tersebut dan memikirkan alasan yang bagus untuk bisa keluar menemui Radina.
Setelah Ayu keluar dari kamar mandi, Tyo pun masuk bergantian dengan Ayu untuk mandi. Tak butuh waktu berapa lama untuk Tyo menyelesaikan mandinya, setelahnya ia keluar dari kamar mandi dan mendapati istrinya sudah tertidur. Tyo segera mengganti pakaiannya dengan kaos oblong dan celana pendek. Tyo kemudian mendekati Ayu dan mengelus pipi mulus istrinya sembari mengecupnya perlahan hingga Ayu yang sudah tertidur kembali terbangun karena sentuhan Tyo.
"Mas.. Maaf Ayu ketiduran. Ayi capek soalnya" kata Ayu sambil mengerjapkan matanya mengumpulkan kesadaran
" Nggak apa-apa.. Mas mau ke ruang kerja dulu ya. Kamu tidur aja, mungkin mas mau lembur malam ini. Ada pekerjaan yang harus mas selesaikan malam ini juga."
"Oh.. Ya sudah deh. Mas nggak makan dulu mas?"
"Mas masih kenyang. Kan tadi abis nonton kita makan lagi.. Ntar perut mas buncit karena kekenyangan. Kamu nggak turun makan?"
"Nggak mas. Aku juga capek banget, masih kenyang juga. Aku lanjutin tidur deh... Ya udah gih, ke ruang kerja kalo masih ada kerjaan"
"Okey sayang. Muuaah..." Satu kecupan Tyo berikan di bibir seksi Ayu sebelum ia berlalu meninggalkan Ayu di kamar.
para pengusaha hampir 90% begutu, main sgn bawahannya, cukup dikencani 3 x pertemuan setelah itu dilempar ke teman2nya. mana mau punya istri model murahan.
suami klu cinta jgnkan zinah sama perempuan lain, menatap mata perempuan lain aja ogah.
ini kan luar biasa si tio, cinta yg seperti apa coba!!
maaf, sebaiknya waktu pergantian POV dikasih tanda Thor... jadi gak bingung antara POV Ayu dan POV author