NovelToon NovelToon
Mr. Obsessed

Mr. Obsessed

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Dikelilingi wanita cantik / Percintaan Konglomerat / Cinta Murni / Bad Boy
Popularitas:214.2k
Nilai: 4.6
Nama Author: dewi ervendi

7 tahun berlalu Briana Luna keluar dari rumahnya sendiri semenjak sang ibu meninggal dunia. Statusnya sebagai anak angkat membuat gadis tidak bisa melakukan apapun selain angkat kaki dari rumah tersebut.

Seperti biasa, saat libur semeter Luna akan berubah menjadi gadis gila pekerjaan. Semua dia lakukan demi kelangsungan hidup dan untuk biaya kuliahnya. Sampai hari itu tiba, Elova. Satu-satunya sahabat yang dia miliki menawarkannya sebuah pekerjaaan dengan gaji yang fantastis.

Niat ingin bekerja Luna malah dijadikan obsesi seorang pria aneh yang sialnya adalah majikannua sendiri. Dia Scott Diego Nevalion

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi ervendi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Sedangka dirumah utama keluarga Navalion sedang terjadi ketegangan, berita tentang kedatangan putra kedua tuan Nevalion menjadi perbincangan hangat saat ini, membuat nyonya Amora murka. Semua tahu jika Scott adalah aib keluarga Nevalion, dia hanya pria cacat yang tidak akan pernah memiliki masa depan.

“Bagaimana bisa anak itu ada di Negara ini, HA?” Teriakan Nyonya Amora menggema kesegala sisi mansion, disaksikan oleh semua anggota keluarga kecuali Scott dan putra ke tiga tuan Nevalion, Valenitino.

Nyonya Amora menoleh pada suaminya yang sejak tadi hanya diam dikirsinya. “Suamiku, kenapa kau diam saja? Katakan itu tidak benar, anak itu masih di luar negri dalam pengawasan mu kan.”

“Ma, apa salahnya kak Scott kembali. Dia keluarga kita, putra mama…”

“Diam Bellatrix, kau tidak tau apa-apa.” Balas Nyonya Amora dengan kemarahan.

Satu fakta yang mengejutkan, gadis cantik yang tengah duduk dengan anggun diantara keluarga Nevalion itu adalah Elova. Dia, dia putri keempat Tuan Lucas Nevalion. Bellatrix Elova Nevalion. Kali ini gadis itu sangat jauh berbeda dengan Elova yang Luna kenal, malam ini dia mengenakan gaun yang sangat indah, rambut yang biasanya tercepol kini terurai menjutai dengan indah, bibir biasanya telihat pucat malam ini lebih berani dengan warna merah. Siapapun yang melihat tidak akan percaya bahkan jika Luna mengetahui fakta ini mungkin akan jauh lebih tidak percaya atau bahkan sesuatu lebih buruk akan terjadi.

Bagi Elova, terlahir dari keluarga Nevalion adalah hal yang sedikit memuakkan. Hidupnya selalu diawasi, orang sekitarnya tidak ada yang tulus. Mereka berteman dengan Elova hanya sedar ingin mencari untung, entah itu kerja sama yang mulus dengan perusahaan sang ayahnya, atau hanya sekedar ingin mencari tahu tentang ketiga kakak laki-lakinya yang fenomenal karena ketampanan masing-masing.

.

.

.

”Sudah saatnya Scott kembali ke mansion ini.”

Darren yang sejak tadi hanya diam, mengangkat pandangannya yang tajam menatap lurus sang ayah. Diam-diam rahangnya mengeras menahan amarah. Melihat respon sang ayah, secara tidak langsung dia berada dipihak para dewan direksi untuk memanggil Scott dalam perusahaan.

Sedangkan diambang pintu, pria dengan kemeja yang berantakan namun membuatnya semakin tampan. Sorot mata tajam, alis hitam dan tebal, hidung mancung, bibir yang indah tengah berdiri menguping pembicaraan keluarganya. Dia Valentino Navalion, putra ketiga tuan Lucas Navalion

“Tapi suamiku, anak itu monster…”

Tuan Navalion menoleh tajam. “Ini keputusan mutlak, Scott akan kembali ke mansion dan tinggal bersama kita. Besok aku sendiri yang akan menjemputnya.” Keputusan final tuan Lucas tak terbantakan bahkan nyonya Amora satu-satunya yang selama ini yang berani menentang keputusan tuan Nevalion tak bisa melakukan apa-apa. Dia terduduk kesal diatas sofa, melihat ke arah putra pertamanya.

“Aku akan membereskan kamar untuk kak Scott.” Satu-satunya paling bahagia dirumah ini hanya Elova, dia menarik hampir seluruh pelayan membersikan sebuah kamar yang luasnya tak seberapa.

“Anak itu, dia selalu membuat ibu sakit kepala.” Gumam nyonya Amora, pandangannya kemudia menatap Darren yang sejak tadi hanya diam.

“Darren, Ibu akan…”

“Menurut aku ayah benar ibu. Bertahun-tahun Scott meninggalkan rumah ini, sudah saatnya kembali.” Kalimat Darren memotong ucapan Nyonya Amora.

“Lalu bagaimana dengan mu?”

“Tidak ada yang perlu ibu khawatirkan, aku sudah dewasa ibu. Aku tau apa yang harus aku lakukan.“

Disisi lain Valentino yang tidak pernah perduli dengan permasalahan rumah, melangkah cepat menaiki tangga memuju laintai atas, mencari adik gadis yang membuatnya terpaksa pulang bahkan sesaat setelah pertandingan basket baru selesai.

“Elova.”

Elova baru saja keluar dari kamar Scott, dia tidak sebodoh itu sehingga tidak langsung mengenali suara kakaknya. Gadis itu meringis dalam langakhnya bahkan dia tidak menoleh sekalipun hanya untuk sekedar menyapa, Elova berjalan cepat hanya untuk mengindari Valentino

“Mau kemana gadis nakal?” Valen mencekal pergelangannya

Elova memberikan sorot memelas. “Kak, aku lupa. Hari aku ada kuliah tambhan.”

“Kau pikirk aku siapa? Ayah? Yang dengan gampang kau bodohi?”

Valentino menedekati Elova dengan tatapan tajam membuat gadis itu hanya bisa memundurkan kepalanya menjauh. “Okey, mau kakak apa?” Ucap Elova akhirnya.

“Dimana Luna?”

Elova baru bisa benafas legah setelah Valentino menarik mundur tubuhnya. ”Mana aku tau kak. Kita sedang libur , aku belum pernah bertemu dengan Luna.”

Valentino menarik napas panjang, kembali mendekati Elova, kali ini dengan seringai mematikan. “Jadi, kau belum juga mengerti dengan kakakmu, Bellatrix Elova?”

“Kak, aku sungguh tidak tau. Dia bilang hanya ingin bekerja.”

“Dimana?”

“Aku tidak tau. Sungguh.” Gadis itu berucap penuh sengguhan.

Valentino memicing pada Elova, dia mengamati ekspresi itu dengan lekat, mencari tau apakah adik kecilnya itu berbohong. Setelah beberapa saat memastikan adiknya tidak berbohong, barulah Valen melepaskannya.

“Jika kau bertemu dengannya, hubungi aku!”

“Kenapa? Serius ya kak, aku sangat tidak nyaman kalau aku sedang bersama Luna kakak datang. Lagian diantara jutaan wanita kenapa harus Luna sih kak?”

“Itu masalah kamu.” Valentino berjalan memunggunginya namun langakahnya berhenti tepat diujung anak tangga. Dia berbalik. “Ingat, hubungi aku jika kamu bertemu dengan Luna.” Telunjuknya mengarah tepat dihidung Elova.

.

.

.

“Yeahhhh”

Luna meloncat kegirangan, tepat sesaat sekertaris Don meninggalkannya, berjoget, menggoyangakan pantatnya seperti bebek, berputar-putar sampai lututunya terbentur di pot dengan bunga layu, sampai-sampai pria yang sejak tadi mengawasinya bergerak mengulurkan tangan hendak menolong. Padahal jarak mereka yang sangat jauh dibatasi cermin kaca yang tinggi.

Luna meringis, mengadapkan wajahnya kearah kamar Scott hingga dengan bebas pria itu bisa menatap wajah pucatnya.

“Apa yang membuatnya sesenang itu?”

“Maaf tuan, apa yang anda maksud adalah nona Luna?” Tanya Don, pria itu sudah seperti hantu, selalu berada dibelankang Scott dalam bayang kegelapan.

”Menurutmu siapa lagi kalau bukan gadis itu?”

Untuk sesaat sekertaris Don dibuat terdiam. Pertama kalinya, tuan muda tertarik pada sesuatu padahal sebelumnya bagitu cuek dan tidak pernah perduli pada siapapun.

“Saya membiarkan Nona Luna tetap bekerja sampai kontrak yang saya sepakati dengannya.”

“Kapan kontrak itu berakhir?” Scott bertanya masih menatap Luna dengan tingkah konyolnya.

“Dua minggu lagi tuan.”

“Hemm…” Tanpa sekertaris Don sadari, seutas garis senyum tipis tertarik diwajah Scott setelah sekian lama pria itu akhirnya tersenyum. Tersenyum hanya untuk Briana Luna. “Setelah itu???”

“Nona Luna kembali ber-kuliah seperti sebelumnya”

Scott memutar badannya, kedua keningnya mengerut bertanya. “Dia kuliah? lalu kenapa dia bekerja?.”

“Ini bukan pertama kalinya tuan, sepertinya Nona Luna sering melakukan pekerjaan selama libur semester atau setelah pulang dari kampus.” Jelas sekertaris Don.

Untuk sesaat Scott terdiam dalam waktu yang cukup lama, sampai pada akhirnya pria itu menghelai nafas dalam langkahnya. “Bagaimana tugas yang saya berikan? Kau sudah menemukannya.”

1
Qaisaa Nazarudin
Aelah udah baca dan ikut kesel dengan ulah Amora dan Diana ternyata CUMAN MIMPI DOANG..🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Udah Nikah masih aja manggil TUAN,Nanti orang-orang akan bergunjing lagi kalau kalian itu sekedar PURA-PURA NIKAH..
Qaisaa Nazarudin
Mulai deh punya rencana LICIK JADI PELAKOR..😏😏🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Hah datang lagi si ular kepala dua 🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwk MAMPOS kau JALANG..
Qaisaa Nazarudin
Scott Hukum aja Tuh JALANG yang dengan berani2 nya menghina dan merendahkan isteri mu..
Qaisaa Nazarudin
Hah MAMPOS kau Amora..
Qaisaa Nazarudin
Pasti ini ulah Amora..
Qaisaa Nazarudin
Jadi benar Scott bukan anak kandung Amora, Pantesan mati2an Amora membangkang dan segitu membenci Scott..
Qaisaa Nazarudin
Apa Scott BUKAN anak kandung mereka ya??
Qaisaa Nazarudin
Segelas WINE maksudnya??
Qaisaa Nazarudin
typo #Menunggu Di meja makan..#
Qaisaa Nazarudin
cenggini 👍👍👍👍👍👍💪💪💪
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Luna gak bisa TEGAS kayak Lova?? Belajar dari Lova utk bersikap Tegas,Biar gak bisa diremeh dan direndahkan,Apalagi kamu itu ISTERI NYA Scott,Berarti kamu itu MAJIKAN mereka yang patut di patuhi dan Hormati lho..
Qaisaa Nazarudin
Ia ialah namanya juga Cassanova,mana cukup dengan satu wanita.. Berarti ini Alur verita luar negeri ya..
차니 Chani🇰🇷: Halo kak, izin perkenalan diri sbg penulis baru ya. Kalau tertarik, aku menulis novel nuansa negeri ginseng. Mulai dari kisah konglomerat, balas dendam, sistem, dsb. Yuk mampir~ terima kasih♡
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Gadis MAMBA?? Mamba itu apa? terlalu banyak kata2 yang tidak ku fahami,dan typo juga bertebaran,padahal ceritanya seru lho.
Qaisaa Nazarudin
Ini Luna udah melanggar janjinya,Di KATA JANGAN MERAYAU eh malah Merayau..🤦
Qaisaa Nazarudin
Waahh udah kayak masuk sarang MAFIA aja lagaknya..😁😁
Qaisaa Nazarudin
Bodyguard dong..wkwkwkwk mampir thor 🙋
resia
thor where r u ?
are ok thor ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!