Bercerita tentang Diaz seorang arsitek fresh graduate yang baru saja tiba di Jakarta dan bertemu pelukis ternama yang cantik dan dingin (Rosmalia).
Sampai suatu insiden terjadi, Rosmalia kehilangan tangan kanan nya dan itu membuat nya frustasi lalu berhenti untuk melukis.
"Hujan tak sengaja mempertemukan kita untuk suatu alasan. Salah satu nya mungkin aku bisa menjadi tangan kanan mu!"
-Diaz-
Mampukah Diaz membuat Rosmalia kembali merangkai mimpi-mimpi nya, dan membuat nya melukis lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gafiqih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Empat belas
Hari pun sudah mulai gelap dan Diaz masih ada di rumah Rosmalia di temani Lily.
"Aku pulang aja kali ya," Ucap Diaz.
"Sebentar lagi juga kak Lia bangun kak tunggu aja," Sahut Lily.
Diaz pun menyalakan rokok nya lagi yang sudah tinggal satu batang.
"Kalau sampai jam delapan Rosmalia tidak bangun juga, aku pulang aja dan titip salam saja ke Rosmalia," Ucap Diaz.
"Apa mau aku bangunin aja sekarang?" Tanya Lily.
"Gak usah, kasihan kakak mu pasti capek banget," Jawab Diaz.
Lily pun menuruti Diaz dan mereka melanjutkan obrolan masa kecil Rosmalia, Diaz pun bersyukur karena dapat dukungan dari adik nya Rosmalia.
Sedang asyik ngobrol, tidak lama kemudian Rosmalia pun akhir nya menghampiri mereka dan berkata, "Maaf aku ketiduran."
Diaz pun mematikan rokok nya dan berkata, "Gak apa-apa kok, lo kenapa bangun, gue baru aja mau pulang."
"Jangan pulang dulu," Ucap Rosmalia yang duduk di hadapan Diaz.
"Cuci muka dulu sana! Muka nya masih kotak tuh, kayak bantal." Ledek Diaz, Rosmalia memutar bola mata nya dan bersandar di sofa.
"Di depan gebetan tuh harus nya kakak terlihat cantik biar gebetan nya tambah suka," Ledek Lily.
"Gebetan apa nya, orang dia cuma teman kok," Sahut Rosmalia.
"Papa dan Mama juga mereka teman kok dulu, dan akhir nya mereka saling jatuh cinta bahkan sampai menikah," Ucap Lily.
"Kamu gak usah sok tahu tentang cinta, memang nya kamu udah pernah?" Balas Rosmalia.
"Memang belum pernah, tapi kalau ada kesempatan untuk jatuh cinta aku gak akan melepas nya gitu aja," Ujar Lily.
Rosmalia pun tak menjawab dan pergi ke kemar mandi untuk mencuci muka.
"Kakak mu itu memang judes ya dari dulu?" Tanya Diaz.
Lily pun mengangguk dan berkata, "Tapi biar judes dia itu baik kok."
Rosmalia pun tiba dengan wajah yang lebih segar sekarang dan Diaz pun tersenyum melihat nya.
"Nah gitu kalau gitu kan lebih enak di pandang," Ledek Diaz.
Rosmalia tak menjawab dan kembali duduk, dia pun melihat ke arah asbak dan bertanya, "Kamu ngerokok sebanyak itu?"
Diaz pun menganggukan kepala nya.
"Kamu ingin mati muda?" Ujar Rosmalia.
"Memang nya kalo gue mati kenapa, lo ngerasa kehilangan?" Ledek Diaz.
"Iya aku ngerasa kehilangan cowok bawel yang ngeselin," Ucap Rosmalia.
"Ngeselin, tapi orang nya mau pulang gak boleh," Sahut Lily sambil tertawa.
Rosmalia pun terdiam dan sibuk dengan handphone nya.
"Kak aku laper," Ucap Lily.
"Kamu mau makan apa, biar kita pesan online aja," Sahut Rosmalia yang masih sibuk dengan handphone nya.
"Udah lama aku gak makan pecel lele yang di pertigaan jalan itu kak," Ucap Lily.
"Kayak nya enak tuh pecel Lele," Sahut Diaz.
Rosmalia yang sibuk dengan handphone nya pun berkata, "Aku males keluar ahhh."
"Yaudah Ly kita makan berdua aja," Ujar Diaz.
"Yuk kak Diaz, kita makan di sana aja biar sambel nya bisa nambah," Sahut Lily sambil tertawa.
Rosmalia pun meletakan handphone nya lalu berdiri sambil berkata, "Tunggu, aku mau ganti pakaian dulu."
"Kakak takut kak Diaz aku rebut ya," Ledek Lily.
"Ambil saja kalau kamu suka," Balas Rosmalia sambil menuju kamar nya.
Setelah Rosmalia selesai mengganti pakaian, mereka bertiga pun berjalan dan menuju warung pecel lele yang berada di pertigaan jalan.
Setelah sampai di sana mereka pun langsung memesan, sambil menunggu pesanaan mereka pun asyik mengobrol. Rosmalia ikut mengobrol kali ini, suasana malam itu mencair karena mereka sudah akrab.
***
Setelah selesai makan, Diaz pun langsung membayar semua nya. Rosmalia pun terkejut dan berkata, "Nih aku ganti uang nya."
Diaz pun menghirau kan nya dan menjawab, "Pegang aja, anggap lah itu ungkapan terimakasih gue karena udah lo tinggalin tidur tadi."
"Kak Diaz aneh," Ucap Lily sambil tertawa.
Rosmalia pun ikut tertawa mendengar ucapan Diaz.
"Gue langsung balik aja ya, udah malem besok gue harus kerja," Ujar Diaz.
Rosmalia menarik tangan Diaz dan berkata, "Besok pagi aku tunggu di taman seperti biasa ya."
Diaz pun menganggukan kepala nya dan Rosmalia dengan berat melepaskan tangan Diaz.
Diaz pun mengusap pipi Rosmalia sambil berkata, "Sampai ketemu besok ya cantik."
"Ehmmm... Ada adik nya lo di sini," Ucap Lily.
Diaz pun menghentikan usapan nya dari pipi Rosmalia dan sekarang mengelus kepala Lily sambil berkata, "Aku titip si judes ya."
Rosmalia menyingkir kan tangan Diaz dari kepala Lily dengan wajah masam, Lily tertawa melihat tingkah laku kakak nya.
"Kakak cemburu ya?"Ledek Lily.
Rosmalia tak menjawab tapi wajah nya masih saja di lipat.
"Katanya kalau aku mau ambil aja, giliran kepala ku di usap kak Diaz, kakak malah cemberut." Sindir Lily, Rosmalia pun memalingkan wajah nya tanpa mengucap kan satu kata pun.
Diaz pun mengusap kepala Rosmalia sambil berkata, "Udah jangan cemberut, nanti cantik nya luntur."
Rosmalia menatap Diaz dan berkata, "Kalau cantik ku luntur, apa kamu masih mau menemui ku?"
Diaz tertawa dan mengusap pipi Rosmalia lagi sambil berkata, "Gue akan selalu datang untuk menemui lo, gak perduli apapun itu kondisi nya."
Rosmalia pun kembali tersenyum dan Diaz melepas kan tangan nya dari pipi Rosmalia.
"Gue pulang dulu ya," Ucap Diaz.
Rosmalia mengangguk dan Diaz pun pergi meninggal kan mereka berdua.
Diaz berjalan dengan senyum lebar di sepanjang perjalanan nya, sampai di tengah jalan Diaz baru sadar bahwa dia lupa meminta nomer WA Rosmalia.
Diaz pun berlari kembali ke warung pecel itu, tapi sesampai nya di sana Diaz tidak melihat sosok Rosmalia dan adik nya.
Diaz pun kembali dengan perasaan menyesal, dan kecewa karena menurut nya esok hari terasa sangat lama.
***
Diaz pun sudah sampai di apartemen nya, ketika sedang menuju kamar nya Diaz berpapasan dengan Sara yang keluar dari kamar Ghea sambil tertawa.
Mata mereka pun saling melihat dan Sara pun menghampiri Diaz.
"Lo dari mana, pantesan gue ketok-ketok kamar lo ga ada jawaban," Ucap Sara yang sudah ada di samping Diaz.
"Kepo banget deh lo," Jawab Diaz.
"Kenapa gue WA ceklis satu?" Tanya Sara.
"Sengaja biar gak di ganggu kalian," Jawab Diaz.
Sara pun menarik Diaz masuk ke kamar Ghea, di dalam sudah ada Ghea dan Jihan yang kemudian menyapa Diaz.
"Nih dia orang nya, dari tadi Sara nanyain lo terus," Ucap Ghea.
"Jangan fitnah lo," Sahut Sara.
Ghea dan Jihan pun tertawa, Diaz pun langsung duduk di sofa dan bersandar. Terlihat jelas Diaz ingin bercerita tentang bahagia nya hari ini bersama Rosmalia ke teman-teman nya, tapi Diaz merasa berat untuk menceritakan nya.
Sara menghampiri Diaz membawakan soft drink untuk Diaz dan duduk di sebelah nya, Diaz pun mengambil soft drink itu dan mengucapkan terimakasih pada Sara.
Diaz sudah merasakan hal aneh pada Sara, tapi Diaz masih menganggap itu wajar di lakukan oleh seorang teman dan tidak berfikir bahwa Sara menyukai nya.
Seperti biasa mereka pun mengobrol sambil bercanda, sampai larut malam.
Sara akhir nya memutuskan untuk pulang karena jam sudah tepat di angka 11.
Diaz pun mengantar Sara sampai masuk lift, setelah Sara masuk lift Diaz berjalan menuju kamar nya dan ingin segera tertidur agar bisa bertemu Rosmalia besok pagi.
•••
Dah aku like semua, sama fav dan rete ya..
Salam dari “Eradicate”
Violetta mampir
semangat thor^^
Salam kenal dari "Wanita Di Hidupku" 😍😍😘😘😘😘