Nadiva, biasa di panggil Diva adalah gadis manis berusia dua puluh satu tahun yang saat ini masih menjadi mahasiswi semester enam sebuah universitas kesehatan di kota nya.
Kehidupan aman tentram Diva berubah menjadi lebih berwarna setelah memiliki tetangga seorang duda yang di tinggal meninggal istri nya saat melahirkan anak nya. Duda berusia tiga puluh tiga tahun itu bernama Randika Immanuel, memiliki seorang anak perempuan berusia enam tahun yang bernama Cinta.
Sejak awal bertemu Diva, Cinta sudah menyematkan kata Bunda sebagai panggilan kesayangan Cinta buat Diva.
Bagaimana kah kisah Diva dalam menghadapi aneka ulah Cinta yang selalu menginginkan Diva menjadi Ibu nya, sementara Diva sendiri tidak menyukai Ayah Cinta yang terkesan bersikap arogan?.
"Ayah hitung sampai tiga. Kalau ndak mau bangun Ayah gendong kaya karung beras nih!" Ancam Dika yang tak jua di tanggapi oleh Cinta. Hingga ....
"Cinta Oh Cinta ..."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Choco 33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14. Meminta Restu
Flash Back sehari sebelum sah
Dika sengaja menemui Ayah Hasan di toko bangunan milik Ayah Hasan guna membicarakan hal penting yang menyangkut masa depan nya juga Cinta di mana akan ada andil Diva sebagai pelengkap nya.
Wajah muram yang Ayah Hasan tampak kan tak menyurutkan Dika menyampaikan niat baik nya demi kebahagiaan Cinta dan mungkin juga Cinta.
"Apa yang mau Kamu bicarakan?". Ayah Hasan mengajukan pertanyaan beberapa saat setelah Dia dan Dika memasuki ruangan tempat Ayah Hasan menyimpan berkas pembukuan toko juga sebagai tempat beristirahat nya juga karyawan kepercayaan nya.
Walaupun gugup, sebisa mungkin Dika menyembunyikan kegugupan nya tersebut. Apalagi tatapan tajam yang Ayah Hasan tujukan kepada nya seolah menjawab apa yang akan Dika ucapkan beberapa saat lagi.
"Sebelum nya Saya meminta maaf yang sebesar besar nya kepada Pak Hasan, kalau apa yang akan Saya sampaikan pasti akan membuat Bapak keberatan. Namun sebagai sesama orang tua yang sangat menyayangi Putri nya dan pasti sangat menginginkan Putri nya bahagia, maka tanpa harus dengan panjang lebar lagi saya jelaskan, Saya Randika Immanuel bermaksud melamar Nadiva Binti Hasan selaku Putri Bapak satu satu nya sebagai Istri Saya". Wajah Ayah Hasan tampak tenang mendengar ucapan panjang yang Dika sampaikan, kedua nya saling melemparkan tatapan yang sayang nya tak bisa terbaca oleh kedua belah pihak.
Tatapan Dika penuh harap kepada Ayah Hasan agar bisa memberikan restu nya. Sedangkan tatapan Ayah Hasan kepada Dika menyiratkan keberatan akan niat baik yang sudah Dika sampaikan.
"Sebagai Istri atau Ibu sambung bagi Cinta?". Pertanyaan Ayah Hasan membuat Dika terdiam.
"Jika sebagai Istri, apakah Kamu mencintai Diva, seperti layak nya seorang Pria yang menikahi Wanita karena atas dasar saling mencintai, bukan hanya di butuhkan sebagai Ibu sambung bagi Putri Pria yang berstatuskan DUDA?". Ayah Hasan membalikkan ucapan panjang Dika seraya menekan status Dika di akhir pernyataan nya.
"Kamu tau kan kebahagiaan seorang Ayah adalah ketika melihat Putri nya bahagia?". Tanya Pak Hasan di balas Dika dengan anggukan kepala nya.
"Lalu apa yang mendasari Kamu beranggapan kalau kebahagiaan Diva dan Cinta itu sama. Apa Kamu pikir dengan Kamu yang menikahi Diva, bisa membuat Putri Saya bahagia, seperti apa yang akan putri Kamu rasakan nanti?". Dika terdiam masih mencoba bertanya pada diri nya sendiri akan rasa nya kepada Diva selama beberapa bulan kebelakang ini.
Hubungan nya dengan Diva beberapa bulan ini bisa di bilang cukup dekat, karena beberapa kali Dika mengantar dan menjemput Diva atas rengekan Cinta yang ingin mengantar dan menjemput Diva di kampus nya.
Walaupun Dika masih sering menampakkan wajah jutek nya kalau bersama Dika jika di muka umum. Namun terkadang Dika mendapati Diva yang beberapa kali melirik kagum kepada nya, membuat Dika yakin kalau apa yang dirasakan nya kepada Diva, sama dengan apa yang di rasakan Diva kepada nya.
Hanya saja untuk bertanya langsung kepada Diva, Dika masih meragu dan takut kalau gadis itu akan menolak seperti penolakan yang sudah Pak Hasan ucapkan beberapa bulan lalu.
Ya status Dika sebagai Duda dengan satu orang anak memang membuat nya merasa insecure di hadapan Diva dan keluarga nya terutama Ayah Hasan, yang berharap Diva menikah dengan pria single.
Walaupun tak dapat di pungkiri bahwa selain Diva banyak wanita yang mengagumi dan berharap menjadi pendamping nya, namun karena Cinta yang selalu menolak kehadiran wanita lain selain Diva, membuat nya Dika pun enggan menanggapi para wanita tersebut.
"Tak akan ada orang tua, terlebih seorang Ayah yang akan rela melepaskan Putri nya, jika hanya akan di jadikan sebagai seorang ibu pengganti bukan seorang istri seperti layak nya wanita yang di nikahi oleh pria yang mencintai nya _".
"Saya mencintai Diva, lebih dari yang Bapak ketahui. Mencintai nya dalam diam tanpa bisa mengungkapkan. Mengharapkan nya dalam bait doa yang Saya pinta di sepertiga malam agar Diva bisa menjadi pelengkap ibadah Saya dunia dan akhirat, bukan hanya sebagai ibu sambung bagi Cinta, namun juga menjadi ibu bagi anak-anak Saya kelak". Ayah Hasan tertegun sesaat selepas Dika berucap. Menatap tajam pria berwarna mata hazel yang sayang nya tak ada kebohongan yang tampak dimata pria yang menyorot kepada nya dengan tatap penuh harap.
Menarik nafas pelan dan menghembuskannya dengan perlahan menjadi pilihan Ayah Hasan sebelum berucap,
"Sebagai sesama pria Saya memegang teguh atas apa yang Kamu sampaikan tadi. Menolak nya pun percuma, karena mungkin penolakan yang akan Saya berikan itu tak hanya menyakiti Kamu, Cinta namun juga Diva secara sembunyi sembunyi. Tapi Saya minta, Kamu harus menyelesaikan masalah Kamu terlebih dahulu dengan pihak keluarga Almarhumah Shanum, karena sampai saat ini Cinta masih berada di tangan Mereka dan hanya pernikahan Kamu dan Shakirra saja yang bisa membuat Cinta bebas dari gengaman Mereka!".
Ucapan tegas Ayah Hasan membuat Dika menganggukkan kepala nya, hingga akhir nya Ayah Hasan di buat terkejut dengan apa yang di rencanakan oleh Dika.
Sementara itu Diva saat ini sedang bersama Bu Tantri tengah membahas langkah apa yang akan di ambil oleh Dika setelah pria itu menyetujui menikah dengan Shakirra sebagai jaminan akan bebas nya Cinta dari cengkraman keluarga Almarhumah Shanum.
"Neng, nggak apa-apa kalau Nak Dika jadi menikahi Shakirra besok?". Diva membuang pandangan nya dari tetapan sang ibu yang tengah menantap nya khawatir.
"Nggak apa-apa atuh Bu. Itu kan sudah keputusan Mas Dika, memang Diva punya andil apa dengan keputusan yang sudah Mas Dika ambil, agar Cinta bisa kembali bersama nya". Jawab Diva yang terkesan pasrah.
"Yakin, nggak bakal sakit hati melihat Nak Dika bersanding dengan wanita lain dan mungkin Cinta akan memanggil nya Bunda?". Diva terdiam tak menyahuti atau pun menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Bu Tantri.
"Apa yang bisa Neng harapkan, jika Mas Dika tetap pada keputusan nya untuk menikah dengan Mbak Shakirra agar Cinta bisa berkumpul lagi bersama Mas Dika. Lagi pula, kalau Mas Dika menolak menikahi Mbak Shakirra dan lebih memilih bersama Neng demi Cinta, memang nya Ayah juga Bunda setuju?. Ayah saja sudah menolak keras Mas Dika dengan status nya padahal Neng sama Mas Dika nggak punya hubungan istimewa". Ucap Diva panjang lebar yang di balas dengan tawa kecil Bu Tantri.
"Sudah ah. Lebih baik Neng istirahat, biar kuat menghadapi hari esok, yang mungkin saja bisa membuat hidup Neng jungkir balik".
Ucapan Bu Tantri sebelum meninggalkan Diva di kamar Diva membuat gadis cantik itu pun kebingungan dengan apa yang akan terjadi esok, hingga kata Sah itu di keesokan hari nya.
Bertepatan dengan di boyong paksa Papa Kael, Mama Jess juga Shakirra yang masih mengenakan kebaya pengantin itu, sebuah kec0p4n di kening Diva yang tengah menggendong Cinta membuat Diva tertegun menatap heran kepada Dika yang memasang senyum hangat nya kepada Diva.
Wajah Diva semakin merona saat terdengar suara bisikan doa yang Dika di pucuk kepala Diva.
kelakuanmu sungguh memalukan niken...
walaupun wanitanya ada rasa pada pria nya,tapi terkesan di sembunyikan oleh pihak pria waktu menikahinya...
untuk ku pribadi,ya ga mau lah,apalagi nti di cap pelakor....huuh...
benalu teriak benalu...haaaah...malu maluin banget sikap kluarga opa kael yg notabene nya juga orang miskin yg jadi benalu juga pada oma jess...
haaaiisshhh...si dika ini pun ga sadar,darah dlm separuh dirinya juga orang biasa..
waspada ya para ibu",di dlm 1 kawasan perumahan kalian ada pelakor yg siap mencari mangsa.../Grin/