kisah seorang gadis yang terpaksa menjadi simpanan Sugar Daddy demi bisa mendapatkan jaminan hidup layak setelah keluarga nya di kucilkan oleh keluarga besar mendiang sang ayah,mula nya kehidupan gadis bernama Ayana itu serba berkecukupan,tapi setelah ayah nya meninggal, seluruh aset kekayaan almarhum di kuasai oleh sang adik yang rakus akan harta kekayaan kakak nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Winda Lestary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
lembah dosa part 2
Setelah mendapatkan uang banyak, Ayana segera mengirimkan setengah dari uang nya ke kampung,ia juga tidak menghambur-hamburkan uang tersebut, niat nya tetap ingin melanjutkan pendidikan sampai dirinya bisa mendapatkan gelar sarjana, dendam nya pada Adiguna tidak akan padam sampai seluruh aset kekayaan milik nya itu kembali jatuh ke tangan nya.
Sudah seminggu sejak kejadian itu, Ayana juga semakin menikmati pekerjaan nya menjadi wanita malam. apa lagi uang terus mengalir tanpa sedikit pun merasa kekurangan.hari itu Aurel menerima panggilan dari om Wijaya, beliau meminta Aurel menemani nya untuk datang ke club malam ini .
"haduh males banget gue sebener nya datang ke sana,capek.!"
gerutu Aurel sambil melempar Handphone nya ke atas kasur. ia menjambak rambut nya dengan kasar lalu berguling di atas tempat tidur.
"kamu kenapa sih Rel.?" tanya Ayana yang baru saja masuk ke kamar nya.
" gue males banget pergi malam ini nemenin om.."
Aurel tidak menjelaskan om siapa yang di maksud,ia justru menutupi wajah nya menggunakan bantal.
" emang kemana? "
tanya Ayana yang menyusul duduk di bibir tempat tidur.
" club.! jawab Aurel singkat. "
"anjir.., lu yakin males? gue temenin deh yuk, siapa tau gue bisa dapat om-om tajir di sana.! hahaha.. "
Ayana tertawa terbahak-bahak sendiri sambil menguncangkan tubuh Aurel.
"serius loe mau nemenin gue?!"
Aurel langsung beranjak duduk melipat kedua kaki nya dengan posisi berhadapan dengan Ayana. Ayana menganggukan Kepala sambil melebarkan pandangan kedua mata nya.
"oke kita gas berangkat.!"
Aurel sebenar nya sungkan jika harus berangkat sendirian, karena selama di sana, Aurel hanya di jadikan teman minum setelah nya om Wijaya akan sibuk ngobrol dengan rekan bisnis nya. malam pun tiba, Ayana dan Aurel pergi bersama, kedua nya tampak menikmati hidup, meskipun tanpa mereka sadari perbuatan mereka banyak menyakiti perasaan wanita lain,mereka juga tidak takut akan karma yang menimpa nya nanti akibat dari pekerjaan yang mereka geluti.
suasana di dalam begitu ramai dan bising, ini kali pertama nya Ayana memasuki dunia gemerlap, orang-orang di sana semua tampak menikmati hidup nya,beberapa di antara nya juga asik bergoyang mengikuti alunan musik yang memekakan telinga.
Aurel menarik pergelangan tangan Ayana membawa nya menemui om Wijaya.
"kita kemana?!"
tanya Ayana mengeraskan suara.
" udah ikut aja.! jawab Aurel yang juga menaikan nada bicara nya.
" hay sayang.!" om Wijaya langsung menyambut kedatangan mereka sambil mengecup kening Aurel.
"mula nya om Wijaya belum menyadari keberadaan Ayana yang posisi nya berdiri di belakang Aurel.
" om kenalin ini temen aku.!"
Aurel memperkenalkan Ayana pada om Wijaya untuk pertama kali nya.
"tatap pria itu mendadak berubah, di balik lampu remang-remang, wajah Ayana masih terlihat ayu dan mempesona.
" hallo om."
Ayana mengulurkan tangan kanan nya sambil tersenyum tipis,om Wijaya segera menjabat tangan Ayana yang begitu halus dan mulus.tercium aroma wangi yang menyeruak dari tubuh Ayana.
setelah mereka duduk dan saling mengobrol, Ayana memperhatikan dengan jelas wajah om Wijaya,sesekali ia mencuri pandang hanya untuk mengingat sesuatu.wajah nya tampak tidak begitu asing di pikiran Ayana, ia seperti pernah melihat om Wijaya di suatu tempat.
penerangan yang hanya remang-remang membuat Ayana kesulitan mengenali dengan jelas. tapi dirinya yakin bahwa pernah bertemu dengan om Wijaya di suatu tempat. setelah asik menikmati obrolan, Ayana pamit pergi ke toilet, tak berselang lama, om Wijaya juga pamit ke toilet entah dengan alasan yang sama atau hanya sekedar ingin bertemu Ayana tanpa sepengetahuan Aurel.
Om Wijaya sengaja berdiri di lorong ruangan yang menjadi pembatasan antara toilet pria dan wanita.hampir satu menit beliau berdiri di sana sambil memainkan handphone nya untuk sekedar mengusir rasa bosan.
Ayana yang baru saja keluar dari area kamar mandi langsung terperanjak kaget melihat keberadaan om Wijaya yang seolah sengaja menunggu nya di sana. ia berjalan pelan sambil menoleh kanan kiri barang kali ada seseorang yang sengaja di tunggu oleh om Wijaya selain dirinya.
saat ia berpapasan, tangan om Wijaya tiba-tiba meraih tangan nya lalu menarik tubuh Ayana menjauh dari tempat tersebut.
"aku seperti pernah mengenal mu, kamu Ayana, gadis yang pernah aku tabrak bukan?!"
om Wijaya mendekatkan wajah nya ke wajah Ayana, suasana lingkup toilet tergolong sepi, apa lagi orang-orang jarang sekali melewati lorong tersebut karena alasan gelap dan kurang nya lampu penerangan.
"lepasin om. " lirih Ayana sambil berusaha memalingkan wajah nya yang sudah hampir menyentuh wajah om Wijaya.
"aku gak nyangka, ternyata kamu wanita malam, ku kira kamu gadis baik-baik, polos dan juga lugu. "
om Wijaya memiring kan senyum menatap lekat wajah Ayana yang mengkerut ketakutan.
"tenang lah Ayana, aku gak bakal makan kamu kok. "
om Wijaya mengambil langkah mundur sambil melepaskan pegangan tangan nya, Ayana menghela nafas lega, kedua tangan nya kembali merapikan rambut nya yang sedikit berantakan.
"kamu gak jawab pertanyaan ku? kamu gadis yang pernah aku tabrak bukan? "
om Wijaya mengulang pertanyaan. Ayana mengangguk-anggukan kepala nya.saat mereka hendak kembali ke ruangan semula, Aurel terlihat sedang berjalan menuju ke arah mereka, dengan sigap om Wijaya menarik tangan Ayana untuk bersembunyi d balik dinding.saat Aurel memasuki pintu kamar mandi, kedua nya lantas bergegas meninggalkan tempat persembunyian.
Pertemuan ini menjadi pemicu tumbuh nya rasa ketertarikan om Wijaya pada sosok Ayana, gadis cantik itu sudah memikat hati nya, om Wijaya rupa nya diam-diam meminta nomor telpon Ayana,Ayana yang cukup tertarik dengan tubuh atletis om Wijaya dan wajah nya yang masih terlihat tampan di usia yang tidak lagi muda, akhir nya rela memberikan kontak pribadi nya, hanya saja Ayana tidak tau jika Aurel sudah menjadi simpanan om Wijaya sejak lama.
yang Ayana tau, di dunia seperti ini tidak ada persaingan, bahkan antara teman sekalipun. tanpa Aurel ketahui kedua nya sering chating bahkan ke deketan Ayana dan om Wijaya kian hari kian akrab.Ayana yang sudah sejak lama tidak lagi mendapat kan kasih sayang dari sosok seorang ayah, ia merasa bisa mendapatkan kasih sayang tersebut dari om Wijaya.
Diam-diam pula om Wijaya mengajak Ayana ketemuan di sebuah hotel, dan lagi-lagi tanpa sepengetahuan Aurel.Ayana menyetujui ajakan beliau dengan senang hati.
" kamu sudah di mana?"
om Wijaya menelpon Ayana yang baru saja turun dari taksi.
" hallo.!"
Ayana mengeraskan suara nya karena suasana sekitar nya sangat berisik dengan kendaraan dan beberapa orang yang berlalu lalang. Ayana turun di trotoar jalan yang jarak nya sudah dekat dengan hotel tempat mereka akan bertemu nanti.
"kamu dimana?!"
tanya om Wijaya sekali lagi sambil mengeraskan suara nya.
"saya udah di depan hotel nya om. !"
Ayana berjalan terburu-buru menarik langkah nya gegas melewati lobby utama. kehidupan gadis itu kini sudah akrab dengan Pria-pria hidung belang, bagi Ayana, kehidupan dunia malam sudah banyak mengubah diri nya,bahkan kepribadian nya, dari menjadi gadis lugu dan cupu, kini berubah menjadi gadis binal dan nakal.
untuk si Sera semoga mendapatkan karma nya lagi