NovelToon NovelToon
Tasbih Cinta Untuk Adam

Tasbih Cinta Untuk Adam

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Cinta Terlarang / Cintapertama / Tamat
Popularitas:662.2k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

"Dalam Tasbihku, ku langitkan doa atas namamu, meski aku tidak tahu apakah doaku yang akan pulang sebagai pemenangnya." ~ Hawaa

Hubungan persaudaraan tak sedarah yang sudah terjalin ternyata menumbuhkan cinta diantara Adam dan Hawaa, tapi semua itu harus terhalang, saat Adam memilih menganggap Hawaa hanya sebatas saudara.

Hawaa yang telah kecewa, kembali dibuat terluka saat Adam datang mengenalkan kekasihnya, Anissa yang ingin Adam ajak serius.

"Saat kamu melangitkan doa dengan nama orang lain, kamu harus siap menerima jawaban, dari doa itu." ~ Adam

Inikah jawaban, dari Doa yang Hawaa langitkan, ataukah ada jawaban lain yang belum kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Empat Belas

Adam menjabat tangan wali hakim. Membacakan doa ketika akan memulai akad nikah, bacaan tersebut adalah beberapa doa yang terdiri dari kalimat istighfar, dua kalimat syahadat dan shalawat.

"Adam Ashraf Zuhair, apakah kamu siap untuk mengucapkan ijab kabul?" tanya wali hakim.

"Siap, Pak," jawab Adam.

"Adam Ashraf Zuhair," panggil wali nikah lagi.

"Saya Pak," jawab Adam.

"Saya nikah dan kawinkan engkau dengan saudari Annisa Jayanti binti Muhammad Rafli, dengan mas kawin seperangkat perhiasan emas, di bayar tunai," ucap wali hakim.

"Saya terima nikah dan kawinnya ...."

Adam menghentikan ucapannya. Semua tamu jadi ikutan tegang dan gugup. Matanya memandang lurus ke depan tanpa kedip.

"Hawaa ...," ucap Adam dengan senyuman semringah.

Hawaa yang berjalan memasuki ruang pesta menjadi pusat perhatian karena Adam yang menghentikan akad. Rida memandangi gadis itu dengan tatapan tajam.

Gadis itu dengan wajah merah menahan malu, mendekati Bunda Syifa dan memeluk lengannya dengan erat.

"Adam, apa kita bisa ulang. Ingat, sekali tarikan napas saja,' ucap wali hakim mengingatkan.

"Baik, Pak. Saya sudah siap!" ucap Adam dengan penuh keyakinan.

Wali nikah lalu mengulang membaca doa sebelum ijab kabul. Keduanya telah kembali berjabat tangan.

"Adam Ashraf Zuhair ...," panggil wali hakim.

"Saya, Pak," jawab Adam.

"Saya nikah dan kawinkan engkau dengan saudari Annisa Jayanti binti Muhammad Rafli, dengan mas kawin seperangkat perhiasan emas, di bayar tunai," ucap wali hakim.

"Saya terima nikah dan kawinnya Annisa Jayanti binti Muhammad Rafli dengan mas kawin tersebut, di bayar tunaaiiii," jawab Adam dengan sekali tarikan napas.

"Bagaimana saksi ...?" tanya wali nikah itu.

"Sahh ...." Kedua saksi menjawab serempak.

"Alhamdulillah ...," jawab Adam.

Hawaa tak bisa lagi mendengar apa yang diucapkan para tamu undangan. Semua tampak berbahagia. Dunia terasa begitu gelap bagi gadis itu.

"Aku mau ke toilet, Bunda," ucap Hawaa. Tanpa menunggu jawaban dari ibu sambungnya itu, dia berjalan tergesa menuju taman di belakang hotel.

Hawaa merasa hatinya hancur saat melihat pria yang sangat dicintainya itu akhirnya resmi menikah dengan wanita lain. Dia tidak dapat menahan air mata yang mengalir deras dari matanya saat melihat mereka berdua dinyatakan resmi sebagai suami istri.

Setiap detik yang berjalan tadi terasa seperti siksaan bagi Hawaa. Dia terus-menerus merasakan keputusasaan dan kehilangan yang mendalam. Semua harapan dan impian untuk memiliki Adam telah sirna.

Hawaa tidak bisa menyembunyikan perasaan sedihnya. Hatinya terasa berat dan pikirannya dipenuhi dengan rasa sakit yang tak terperi. Ia teringat akan canda dan tawa mereka bersama.

Hanya dalam sekejap, hidupnya berubah menjadi kegelapan. Semua mimpi yang ia harapkan bersama pria itu hancur begitu saja. Perasaan sedih dan terluka mendera Hawaa seakan tak ada habisnya.

Walau dia sebulan ini telah berusaha melupakan cintanya pada Adam, tapi bukan hal yang mudah untuk melakukan semua itu.

Hawaa tadi telah berusaha menyembunyikan rasa sakitnya. Dia mungkin tersenyum dan berusaha bahagia di permukaan, tapi dalam hatinya, kepingan-kepingan hati yang hancur terus tersayat oleh kenyataan.

Hawaa tidak bisa membayangkan dia akan menjadi saksi hidup atas pernikahan pria yang dicintainya. Pasti nanti, setiap kali hari pernikahan itu muncul dalam pikirannya, gadis itu merasakan pukulan baru yang memecahkannya. Tak peduli seberapa keras dia berusaha, kegagalan ini terus menghantui dirinya dalam setiap hembusan angin.

"Ya Allah, jika situasi ini memang harus begini, dan tak mungkin bisa diubah lagi, maka ubahlah perasaanku, se ikhlas-ikhlasnya untuk melepaskan dirinya. Dan jika perpisahan ini adalah takdirku, maka hilangkan lah perasaanku untuknya. Dan buatlah hati ini rela melihat dia bahagia dengan pasangan halalnya," gumam Hawaa dalam hatinya.

"Kenapa Kak Hawaa ada di sini?" tanya Rida. Entah sejak kapan dia ada di sana.

Hawaa menghapus air matanya saat mendengar suara seseorang menyebut namanya. Gadis itu membalikan tubuh menghadap ke asal suara. Dahinya berkerut memikirkan siapa yang ada dihadapannya saat ini.

Rida yang merasa diperhatikan, lalu tersenyum dan menjawab rasa penasaran gadis itu.

"Kak Hawaa lupa denganku? Aku Rida adiknya Bang Adam, anak ayah Harris," ucap Rida.

Setelah Rida menyebut nama Haris, barulah Hawaa mengerti dan paham. Dia kembali menghapus air matanya.

"Kenapa Kak Hawaa di sini?" tanya Rida dengan rasa ingin tahu yang besar.

Tadi saat dia ingin ke toilet, gadis itu melihat Hawaa yang juga berdiri dari duduknya. Dia sengaja mengekori langkahnya. Rida awalnya hanya ingin menyapa, tapi melihat arah yang di ambil gadis itu menuju taman, dia makin penasaran.

"Aku gerah di dalam," jawab Hawaa berusaha dengan suara biasa.

Rida tersenyum simpul. Seperti mengejek jawaban dari gadis itu.

"Kak Hawaa lucu. Di dalam ruangan sangat adem. AC hidup dengan kuatnya. Justru di sini yang terasa panas," balas Rida.

Hawaa menarik napas dalam. Tak tahu harus menjawab apa. Kenyataan memang begitu.

"Atau Kak Hawaa lagi ingin menghindari sesuatu?" tanya Rida semakin ingin tahu.

"Menghindari apa?" tanya Hawaa dengan suara lembut. Namun, dahinya berkerut, memikirkan maksud dari pertanyaan gadis itu.

"Mungkin saja Kak Hawaa sengaja menghindari pernikahan. Sejak kemarin aku tak melihat kehadiran Kakak di rumah. Hal yang aneh, masa saudara sendiri datang disaat detik-detik pengucapan ijab kabul!" seru Rida dengan tersenyum licik.

"Kakak kerja, Dek. Baru dapat izin hari ini," jawab Hawaa lagi, masih dengan suara lembut.

"Bukan sengaja menghindar?" tanya Rida lagi.

"Menghindari apa, Dek?" Hawaa balik bertanya, bukannya menjawab pertanyaan Rida.

"Sengaja menghindari pernikahan Bang Adam. Aku melihat semua ini tidak wajar. Apakah Kak Hawaa sebenarnya memiliki perasaan lebih dengan abangku itu, sehingga sengaja datang paling akhir dari para tamu undangan karena belum siap melihatnya menikah?" tanya Rida.

...----------------...

1
Nani Te'ne
suka
Suky Sukeni
terbaik
Suky Sukeni
kasian hawa ,jadi serba salah.si Annisa sama Adam saja yang terlalu egois dan naif, sudah tau dari awal gak yakin ttp saja di lanjutin nikah ..hufff dunia pernovelan bikin aq gak doyan makan
Suky Sukeni
entah lah ,gimana ini ceritanya, mau bela siapa, tp mengingatkanku dengan kelakuan Harris papanya Adam.
Cha Cha
lagian kenapa annisa maksa padahal uda tau adam selalu mngingat hawa
Bilqis Nabilla
Luar biasa
Lilik Juhariah
Masya Allah Tabarakallah cantik cantik ganteng
antha mom
semangat berkarya mama reni 💪👍
trianti
Luar biasa
Puji Rahayu
jujur wkt ank2 ku msh kecil2..
badai menerjang rmh tanggaku yg ada tiap hari ribut perang bratayuda.
srasa dunia hancur&lelah.
hanya kesalah paham man.
mertua yg sllu ikut campur.
drama&ikut campur.
tp alhmdulillah..q ttp bertahan demi ank2..& dlm setiap doa dlm sujud ku.
badai itu berlalu...
skrg mlah tmbah cinta&harmonis.
tdk ada mslah yg tak bs d selesaikn baik2..bicara dr ht k ht slg terbuka.
& sllu ttp mmperthankn cinta qt.
Puji Rahayu
emg boleh ya saudara tiri nikah?
Puji Rahayu
bearti sik ndableg nissa.
dh tw pusat dunia adam hawa
knp msh bertahan?
kl gk cinta mosok mokso?
kl cinta pst dy yg jd prioritas utamanya.
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻
Siti Aminah
emang bnr yah kata pepatàh... buah jatuh tak jauh dr pohon ny...itulah si ular rida sm kelakuan ny sm mamah ny
Siti Aminah
jgn blng nanti adam slh sebut nama ...hrsny annisa jd hawwaa...
Siti Aminah
gafi kereeen...bikin aku jatuh cinta pada mu...
Siti Aminah
hawaa...hawaa...makany sakit sih sakit tp jgn terlalu menyolok lah....jd kesan nh kaya cari perhatian ...jg orang jd tau klo kamu ada apa2 sm adam
Siti Aminah
hrsny hawaa bs mengontrol diri ...jgn bersikap seperti itu...kan terlihat menyolok bikin orang jd curiga dgn sikapny
Siti Aminah
aku sdh baca novel mu thor yg judulny Istri ke dua
Mama Reni: Makasih, Say. ♥️♥️♥️
total 1 replies
theresia05
maaf kecewa sama ceritanya, harusnya gak sampai nikah adam dan nisa. menikah bukan suatu mainan atau hanya skedar peralihan hati. menikah itu komitmen. klk pun adam dan hawa saling mencintai ya jujur dri awal, kasian nisa jdi janda tnpa di sentuh. apa sapah nisa disini. korban seaungguhnya ya nisa. mencintai gak salah tpi apa bedanya adam dan ayahnya yg menyakiti hati istrinya untuk wanita lain.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!