JANGAN DIBACA DULU! MASIH TAHAP REVISI, ENTAR KALIAN GA NGERTI LAGI.
(Prolog - bab 16 SELESAI DIREVISI)
"Nina, kamu harus mencari keluargamu."
"Nina janji. Nina akan menemukan keluargaku."
Aku tahu ini sulit, tapi aku akan berusaha. Namun, janjiku terpenuhi keesokan harinya. Bukankah ini terlalu cepat?
"Tuan Van... gadis kecil ini...?"
"Anakku. Dia adalah anakku."
Aku menemukan ayah angkat yang sangat hebat!!
Lalu setelah itu, seorang wanita muda mendatangiku.
"Putriku.... Ini Ibu, Nak."
"Ibu...? Ibu...?"
Ternyata aku punya seorang ibu yang sangat cantik!
Aku sudah menemukan keluargaku, jadi haruskah aku meninggalkan keluarga angkatku?
Ibu sangat baik, Ayah juga sangat baik!
Kalau begitu, ayo jodohkan mereka!
―――――――――――――
•Update: slow update.
•Cover dari Pinterest.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Winona R. D nsy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. Berita Tentang Putri Angkat Lyon
Seorang wanita tiba di bandara Kota Kyoxx. Ia kembali ke tempat ini setelah lima tahun menetap di Amerika. Satu-satunya hal yang membuatnya kembali ke kota kelahirannya adalah karena ibunya memintanya pulang. Ibunya mengatakan kalau salah satu mitra kerja perusahaan keluarganya akan mengadakan pesta malam nanti. Jadinya ia yang masih single diwajibkan hadir meskipun untuk formalitas.
Wanita cantik berambut pirang itu keluar dari bandara bersama dua orang bodyguard di belakangnya. Untungnya tidak ada wartawan di bandara ini dan penyamarannya berhasil, jadinya ia tidak perlu berkerumun di tengah cuaca panas seperti ini.
Masuk ke mobil, wanita itu duduk dan menyandarkan kepalanya. Embusan napas panjang keluar dari bibirnya. "Haaa... duduk berjam-jam di pesawat membuatku mati rasa," gumamnya pelan seraya menutup matanya.
"Nona Muda Kedua, apakah sekarang kita akan menjemput Nona Pertama?" tanya sopir pribadinya sopan.
Sementara dua bodyguard tadi sudah menunggu di mobil yang terparkir di belakang mobil wanita itu.
"Ya. Kita akan pergi ke sekolah keponakanku," jawab wanita itu tanpa membuka matanya.
Setelah itu, mobil hitam mewah itu melaju di jalanan beraspal menuju salah satu sekolah terkenal di Kota Kyoxx, yaitu SD Lyannchi Kyoxx.
Dulunya sekolah dasar itu bernama SD Kamila Kyoxx. Tetapi sekarang sekolah dasar tersebut sudah diambil alih oleh penerus keluarga Van, yang tak lain adalah Van Lyon. Lalu Lyon mengubah nama sekolah dasar itu dengan nama dirinya yang digabungkan dengan nama kekasihnya.
Tak butuh waktu lama untuk sampai di SD Lyannchi Kyoxx. Mobil hitam itu pun tiba di depan gerbang sekolah dasar itu. Wanita di dalam mobil, Anne, membuka kaca mobilnya.
Mirei, kakak perempuannya serta keponakannya yang bernama Akina, melambaikan tangan ke arah mobil hitam Anne. Lalu mereka berjalan menuju tempat parkir mobil Anne, lantas membuka pintu mobil dan duduk. Mobil hitam itu pun kembali melaju di jalanan menuju ke rumah mereka, yaitu kediaman keluarga Stephanie.
"Anne, kamu akhirnya pulang."
Mirei tersenyum lembut sambil mengamati adiknya yang bertambah cantik dan lebih dewasa, lalu mereka berpelukan, saling melepas rindu yang tertahan selama lima tahun ini.
"Kalau saja kamu tidak mengirim pesan, aku mungkin tidak tahu kalau kamu akan pulang."
"Aku merindukanmu, Kak."
Anne membalas pelukan kakaknya dengan erat, lalu mata birunya berpapasan dengan Akina.
"Bibi juga kangen kamu, Akina."
"Aku juga kangen sama Bibi," balas Akina dan tersenyum lebar.
...↬°↫ ...
Mobil yang ditumpangi Anne beserta Mirei dan Akina berhenti ketika rambu-rambu lalu lintas menunjukkan warna merah.
'Hm?'
Suara-suara yang begitu menghebohkan seisi kota menarik perhatian Anne. Ia melihat ada banyak wanita berhenti berjalan dan memandang ke satu arah, yaitu tempat di mana sebuah televisi digital super besar terpasang.
"Berita terkini pagi ini yang menghebohkan seisi Kota Kyoxx!"
Tampak seorang reporter wanita yang sering muncul di televisi berbicara dengan ekspresi bersemangat.
"CEO tampan dari Perusahaan Van In Here dan yang kita kenal dengan panggilan 'Pangeran Es', yaitu Van Lyon, memberikan sebuah berita besar yang dapat dijadikan sebagai Hari Patah Hati Nasional Kyoxx!"
Anne memandang foto Van Lyon yang terpampang di televisi digital dengan ekspresi rindu.
'Lyon... bagaimana kabarmu?'
Ia ingin menanyakannya secara langsung, namun tidak bisa. Anne meyakini dirinya sendiri bahwa Van Lyon yang ia kenal pasti melanjutkan hidup yang baru atau mungkin sudah menikah dengan orang lain.
'Apalagi katanya berita ini akan menjadi awal mula Hari Patah Hati Nasional Kyoxx... apa mungkin beritanya tentang Lyon yang akan menikah?' pikir Anne lagi sambil mengepalkan tangannya erat-erat.
Perasaan cemburu yang sudah lama hilang seketika timbul di hatinya. Lalu ia tersentak seolah baru saja mengingat sesuatu.
'Ah! Apa sih yang kupikirkan?'
Anne menggelengkan kepalanya, berusaha mengusir pemikiran tadi dan menghilangkan perasaan cemburunya.
'Mau dia menikah, kek! Atau tunangan! Itu, 'kan, bukan urusanku!'
Anne terus-menerus mengulang kalimat itu di dalam hatinya, lalu melirik foto Lyon yang ada di layar televisi itu.
'Aku berharap kamu bahagia, Lyon.'
Tatapan tegas Anne seketika runtuh kala mendengar berita yang dibawakan oleh reporter terkenal dari SCL News, Daisy Lea.
"Pangeran Es kita mengatakan bahwa dia telah mengadopsi seorang anak perempuan! Apakah Anda semua percaya? Ini tentu saja mustahil! Namun, berita ini dibenarkan langsung oleh Tuan Van Lyon!"
Berita yang disiarkan itu berhasil menarik seluruh pasang mata yang ada di jalan raya.
Sementara itu, Anne terperanjat kaget di kursi mobilnya.
'Mengadopsi anak? Lyon yang itu mengadopsi anak perempuan?!'
"Saya terjun langsung untuk merekam keakraban Van Lyon dengan putrinya. Anda semua bisa melihatnya di video yang saya perlihatkan."
Sebuah video muncul di samping foto Lyon yang ada di layar televisi, memperlihatkan kejadian di mana Lyon dan Nina yang membeli pakaian di sebuah toko yang ada di mall.
"Permisi. Selamat siang, Tuan Van. Saya Daisy Lea, reporter dari SCL News. Kami ingin menanyakan sesuatu pada Anda."
"Ya. Tanya saja," balas Lyon acuh tak acuh di dalam video.
Pembicaraan di video itu lagi-lagi berhasil menarik perhatian orang-orang yang ada di jalan raya.
"Apakah benar bahwa Anda telah mengadopsi seorang anak?"
"Benar," jawab Lyon, kemudian menggendong seorang anak perempuan manis berambut pirang.
Tatapannya yang terkesan pamer seolah-olah mengatakan 'Lihat ini. Aku punya anak perempuan lucu seperti malaikat. Kalian pasti tidak punya anak perempuan yang secantik dan semanis putriku' pada seluruh negeri.
Tingkah kekanak-kanakan Lyon yang mudah ditebak berhasil membuat orang-orang yang menonton video itu tercengang bukan main. Mereka sungguh tidak percaya dengan apa yang ditampilkan di televisi digital itu.
Video kembali berlanjut dengan Daisy Lea yang memuji sikap Lyon.
"Tidak disangka bahwa pujaan kaum wanita se-Kyoxx sangat perhatian pada putrinya!"
Suara 'klik' berulang kali yang terdengar dari seseorang yang memotret pasangan ayah dan anak itu pun menambah suasana bersemangat di dalam video.
"Kami sangat ingin tahu mengapa Anda mengadopsi anak perempuan dan bagaimana keseharian kalian. Bisakah Anda menceritakannya, Tuan Van?"
"Karena dia putriku," jawab Lyon absurd.
"Ya? Maaf?"
"Apa aku harus memberitahumu kenapa aku melakukan semua ini?"
Tatapan tajam dari Lyon di dalam video membuat para staf dan reporter wanita itu berkeringat dingin.
"K-kami hanya ingin bertanya...."
"Ayah mengadopsi Nina karena suka!"
Perhatian semua orang yang menonton video itu berpusat pada wajah imut seorang anak perempuan yang ada di layar televisi.
"Sekarang Ayah lagi cari dress yang Nina suka. Setiap malam sebelum tidur, Ayah sering menyanyikan lagu tidur buat Nina! Ayah juga rela nggak pergi ke kantor pas Nina sakit! Pokoknya Ayah bener-bener ayah yang the best!!"
Lyon tersenyum bangga di dalam video, sementara orang-orang yang menonton sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Setelah itu mereka menunjukkan respons yang beragam. Ada yang merasa kagum, gembira, sedih, kecewa, patah hati, cemburu, bahkan ada juga yang tidak setuju mengenai keputusan Lyon yang mengadopsi seorang anak.
Hari ini memang benar-benar Hari Patah Hati Nasional Kyoxx.
Rambu-rambu lalu lintas mulai berubah warna menjadi hijau, namun hanya sebagian kecil kendaraan yang pergi karena hampir semua orang yang berkendara memilih menonton berita yang saat ini disiarkan. Mobil Anne juga ikut diam di tempat, ia serta kakaknya fokus menonton berita itu.
"Itulah video yang kami rekam sewaktu berada di mall. Kali ini saya akan meliput seberapa mirip Tuan Van dengan putri angkatnya. Tidakkah Anda semua penasaran? Nah, sekarang lihatlah perbandingan ini!"
Setelah mengatakan hal itu, di samping foto Lyon tadi muncul foto Nina, yang diambil saat di mall. Keduanya tampak seperti ayah dan anak sungguhan.
"Apakah Anda semua melihat kemiripan di antara mereka? Jika ya maka pendapat kita sama. Putri angkat Tuan Van, Van Nina, tampak sangat mirip dengannya. Benar-benar mirip layaknya anak kandung sungguhan."
Deg.
Anne membeku di tempat. Nama putri angkat Lyon sama dengan nama putrinya. Ia baru menyadari kesamaan ini.
"Dan yang lebih mengejutkannya lagi, saya dan reporter-reporter yang lain menemukan informasi terkait kemiripan Van Nina dengan salah satu dari putri keluarga bangsawan Kyoxx! Siapakah itu?"
Tiba-tiba di samping foto Nina muncul foto seorang wanita cantik yang juga berambut pirang.
Deg.
'Hah?!'
Anne membeku lagi kala foto yang muncul di layar televisi adalah fotonya sebelum ia pergi ke Amerika.
"Siapa lagi kalau bukan aktris cantik kita yang berbakat dari keluarga Stephanie, yaitu Nona Anne Stephanie!"
Di luar mobil Anne terjadi kegaduhan. Semua respons mereka tertuju pada Anne. Ada yang mengatakan bahwa Anne memang sangat mirip dengan Nina. Ada juga yang mengatakan bahwa Anne mungkin adalah ibu kandung Nina sebelum diadopsi Lyon.
"Sayang sekali Nona Stephanie tidak memberikan kabarnya selama lima tahun penuh ini. Semoga dengan adanya berita ini, Anda menampakkan diri ke dunia luar lagi, Nona Anne. Saya dan seluruh penggemar Anda bersungguh-sungguh menantikan comeback Anda sebagai aktris."
...↬°↫...
Anne mematung di mobilnya, yang kini sedang dalam perjalanan menuju kediaman Stephanie. Ia berkeringat. Wajah manis seorang anak kecil yang ada di layar televisi dan wajah bayi putrinya saling tumpang tindih di kepalanya.
'Kenapa... anak itu memberikan aku perasaan rindu seperti ini? Kenapa...?'
"Anne."
Sentuhan tangan Mirei yang hangat membuat Anne tersentak. Ia memandang kakaknya dengan mata berkaca-kaca.
"Kakak...."
"Ya, aku tahu. Kamu sangat mirip dengan anak itu. Atau mungkinkah... dia memang putrimu yang hilang 5 tahun lalu?"
"M-mungkin...."
Anne menggangguk kecil. Ia sungguh berharap bahwa putrinya yang menghilang lima tahun lalu adalah putri angkat Lyon. Entah bagaimanapun caranya, ia harus mencari tahu tentang 'Van Nina' yang muncul di berita pagi ini. Mungkin saja ada petunjuk yang ia temukan.
Akina, yang tidak mengerti dengan situasi di mobil, berkata dengan polos, "Pantesan aku selalu ngerasa kalau Nina mirip sama orang yang aku kenal. Ternyata Nina mirip dengan Bibi."
Mata biru Anne membulat. Ia memandang Akina dan buru-buru bertanya, "Apa kamu mengenal Nina?"
Akina mengangguk semangat. "Iya. Nina adalah teman sekolah aku dulu. Dia pintar banget dan berbakat! Nina juga sering ikut olimpiade dan dia udah lulus SD baru-baru ini! Nina hebat banget, 'kan? Aku saja sampai iri sama dia! Udah pintar, dia juga manis dan cantik!!" jawabnya menggebu-gebu, sepenuhnya berisi pujian untuk Nina.
"Ah, terus apa kamu tahu Nina dulunya tinggal di mana?"
"Hmm. Panti asuhan? Kayaknya iya, deh."
'Apa? Panti asuhan?'
Anne mendapat petunjuk pertama yang bisa membuktikan bahwa putri kandungnya adalah Nina.
"Terus, terus? Apa lagi yang kamu tahu?"
"Aku nggak begitu tahu. Soalnya aku sama Nina cuma main di sekolah dulu," jawab Akina jujur. "Oh, tapi mungkin Bu Guru Kepala Sekolah tahu!"
'Kepala sekolah, ya. Sepertinya dia punya informasi yang aku mau....'
Anne bersandar di dekat jendela mobil setelah mengucapkan terima kasih pada Akina. Ia melihat pemandangan di jalan raya dengan sedikit harapan.
'Mungkin. Mungkin saja... tebakanku benar.'
...↬°↫...
Mobil hitam Anne tiba di kediaman keluarga Stephanie. Anne segera turun dari mobilnya. Tanpa menyapa ataupun memeluk ibunya, wanita berambut pirang panjang itu bergegas ke kamarnya.
"Haahh...."
Berbaring di tempat tidurnya, Anne menghela napas panjang. Seprai dengan warna pink yang menyelimuti tempat tidurnya menjadi kusut ketika Anne merentangkan tangannya. Ucapan reporter wanita yang dilihatnya tadi di jalan raya masih melekat di pikirannya, terutama wajah manis Nina, yang entah kenapa mengganggu pikirannya. Semakin diingat, Anne menjadi semakin penasaran dengan identitas asli anak perempuan itu.
Tidak bisa dipungkiri bahwa wajah anak itu mirip dengannya, bagaikan bernostalgia ke masa kecilnya dulu.
'Kalau tidak salah di leher anak itu....'
Anne mengerjapkan matanya karena merasa ada sesuatu yang janggal. Ia pun turun dan menuju ke sebuah lemari kecil di atas meja riasnya, tempat di mana ia menyimpan barang berharganya.
Klik.
Ia membukanya dan mengambil sebuah album foto dengan sampul merah muda. Perlahan album itu terbuka, memperlihatkan foto-foto kebersamaan Anne dengan putrinya dari mulai ia hamil, putrinya yang masih bayi, hingga usia putrinya yang mencapai dua tahun. Kalung liontin merah muda yang terbuat dari batu rodonit dipakai oleh putrinya di dalam salah satu foto.
'Apa karena aku lihat dari jauh makanya sekilas kalung ini mirip dengan kalung Nina?' batin Anne bertanya-tanya. 'Tapi tidak mungkin ini hanya kebetukan belaka, 'kan?'
Ia menemukan kejanggalan. Dimulai dari nama putrinya yang sama dengan putri angkat Lyon dan liontin mereka yang terlihat mirip.
"Sepertinya ada yang aneh, deh," gumam Anne saat jarinya menopang dagunya. "Kalau begini, mau tidak mau harus aku cari tahu."
'Berarti satu-satunya cara....'
Cara yang paling efektif adalah dengan menyelidiki identitas asli Nina melalui Kepala Sekolah SD Lyannchi Kyoxx.
"Aku harus segera bertemu dengannya," ucap Anne tegas, tangannya mengepal.
Kali ini, ia tidak boleh gagal lagi. Ia yakin bahwa petunjuk seperti ini pun bisa membawanya bertemu dengan putrinya.
―――――――――――――――
TBC!
HAI SEMUA MAMPIR YUK KE KARYA
"TERPAKSA BERSAMA" DAN "MAMA APA AKU PUNYA PAPA"
AKU TUNGGU
TERIMA KASIH 🙏
penulisannyaa rapiih 💕👍👍👍
Like sudah mendarat dengan selamat sampai siniii
Jgn lupa mampir yaa ke ceritaku
Makasihh 🙏🏻😁
bdw mampir juga ya kak di novelku judulnya[cinta segi tiga]
salam dari CINTA DIWAKTU YANG SALAH
ditunggu mampir baliknya
semangat up ny Thor 😘
sukses untuk karyanya
jangan lupa mampir di karyaku yang menceritakan cowok letoy yang selalu ditolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
Terimakasih 🙏