Keinginan Farah yang ingin merubah hidupnya, diterima sebagai asisten CEO di salah satu perusahaan terbesar di kota ini malah membuatnya menjadi istri kontrak CEOnya.
Dia sudah berusaha untuk menolak tapi kenyataan berkata lain, Dia harus menjalani pernikahan itu karena tidak ingin kehilangan pekerjaannya.
Tidak sampai disitu, setelah tumbuh rasa cinta diantara mereka kembali mereka dihadapkan dengan berbagai masalah yang menguras air mata dan kesedihan, sampai akhirnya hanya takdir yang menentukan nasib pernikahan mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ling_ling85, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan siang sama Hendra
Farah berangkat kekantor seperti biasa menggunakan motor kesayangannya, kali ini Farah berangkat lebih awal biar bisa agak sedikit bersantai di perjalanan.
Di parkiran Farah melihat Rena yang juga baru sampai.
"Ren pagi sekali kamu datang??" tanya Farah
"Iyaa tadi aku mampir dulu beli sarapan jadi berangkat lebih awal" jawab Rena.
"Ren aku duluannya" ucap Farah sambil berlalu pergi meninggalkan Rena sendirian.
"Dasar Farah bunkannya nungguin malah ninggal" gerutu Rena
Beban berat di hati Farah seketika hilang pagi ini.Farah berjalan menuju lobby kantornya, belum sempat tangannya memencet tombol lift sudah ada tangan lain yang mendahuluinya.
"Hendraa..."
"Kamu itu jalan sambil liatin ponsel terus awas nanti kejedot lift" goda hendra
Farah hanya bisa terseyum mendengar ucapan Hendra, mereka masuk lift berdua, masih pagi jadi blm banyak karyawan yang datang.
"Seminggu ini kamu kelihatan sibuk banget sampe aku gak liat kamu sama sekali " ucap Hendra
"Iyaaa. ...Dra aku lagi sibuk banget seminggu ini".
"Gimana hari ini masih sibuk ngga???" tanya Hendra
"Hari ini nggak kayak nya".
"Kalau gitu nanti kita makan siang bareng ya???" ajak Hendra
Farah kaget bukan main mendengar Hendra mengajaknya makan siang bareng, tidak bisa di pungkiri Hendra adalah satu-satunya pria yang membuat Farah jatuh hati, entah sejak kapan yang pasti sejak pertemuan pertama mereka di perpustakaan kampusnya.
"Iyaaa nanti aku kabari yaa" jawab Farah malu-malu.
Setelah sampai di ruangannya Farah masih senyum-senyum sendiri, dia tidak pernah berfikir bakal bisa jalan berdua dengan Hendra, apalagi makan siang bareng. Masih dalam lamunannya sambil terseyum sendiri tanpa farah sadari di depannya ada seorang pria yang memandangnya heran dari tadi.
"Kamu kenapa ...sakit..atau sudah mulai gila???"
"Aaahh..."
Farah kaget dan tersadar dari lamunannya, di lihatnya Devan sudah berdiri di depannya.
"Kapan kamu sampe???"
"Dari kamu senyum sendiri kayak orang gila tadi" jawab Devan sambil berjalan menuju meja kerjanya.
Farah membenarkan posisi duduknya dan kembali menatap komputernya.
"Datang kek hantu tau-tau sudah di depanku, emang kenapa kalau aku senyum sendiri toh gak ada hubungannya sama kamu" batin Farah.
Devan duduk di singgasananya dan menyalakan komputernya, banyak sekali meeting hari ini yang membuat kepalanya sedikit pusing, ditambah lagi banyaknya berkas- berkas yang belum lengkap dan harus segera di revisi.
Merasa banyak yang belum disiapkan Devan menyuruh Farah untuk membantunya,Farah mengambil berkas dari meja Devan dan mulai membantu mengerjakannya, tak butuh waktu lama akhirnya pekerjaan mereka selesai juga, sekarang tinggal meeting dengan klien.
Sstelah semua beres Farah ijin untuk makan siang, karena memang sudah waktu makan siang, sengaja tadi Farah buru-buru menyelesaikan pekerjaan nya karena takut mengganggu rencana makan siangnya bareng Hendra.
♡♡♡
Di tempat lain terlihat Hendra masih sibuk dengan pekerjaannya, saking sibuknya sampe dia tidak melihat kalau Rena sekertaris Devan sudah ada di depan meja nya.
" Siang pak Hendraa..." sapa Rena
"Oohhh maaf saya gak tau kalau ada kamu di sini"
"Pak Hendra sibuk banget sampe saya dah ketuk pintu 10 kali aja gak denger, akhirnya saya memutuskan untuk langsung masuk" jelas Rena
"Iyaa saya lagi fokus sama laporan keuangan dari devisi finance, ada apa Rena??"
"Ini berkas dari Pak Devan, beliau minta di serahkan langsung ke pak Hendra".
"Ohhh iyaaa makasih ya Rena".
Setelah Rena pergi Hendra melihat jam tangannya, sepuluh menit lagi jam makan siang, buru-buru dia membereskan file-file di mejanya dan mengambil ponsel yang masih di dalam tas kerjanya.
Seketika dia tersenyum melihat layar ponselnya, di sana sudah ada pesan dari Farah mengatakan bahwa dia bisa makan siang bareng.
Tanpa pikir panjang di raihnya jas yang ada di belakang kursinya, Farah memberi tahunya bahwa dia menunggunya di Dexa cafe yang tidak jauh dari kantornya. Posisi Dexa cafe ada di seberang Fortune resto, resto yang biasa Devan menghabiskan waktu makan siangnya.
Hendra memutuskan untuk berjalan karena memang cafe itu sangat dekat dengan kantor, dijalan Hendra tampak bahagia,senyumnya merekah dan hatinya sangat senang, dia berharap akan terus bisamakan siang berdua dengan Farah.
Sudah lama Hendra menunggu saat ini, saat dimana dia bertemu lagi dengan Farah dan bisa menghabiskan waktu bersama. Ternyata takdir berpihak kepadanya dan mempertemukan dia lagi dengan Farah, bahkan bisa satu kantor dengannya.
♡♡♡
Di Fortune resro terlihat Mike dan Devan sedang asyik ngobrol dengan beberapa hidangan khas perancis di meja mereka. Jelas aja jam makan siang Devan sering pergi ke resto itu, selain dekat dengan kantor di sana juga ada menu makanan kesukaannya. Hari ini tak sengaja mike menghampirinya ke resto.
"Farah mana kok makam sendiri ???"
"Farah makan sama teman-temannya" jawab Devan santai
"Dasar anehh, harusnya kamu lebih banyak pergi berdua brow, biar romantis gitu???"
"Romantis ...emang harus tiap hari berdua????"
"Ahhhh.... sudah lah aku kehabisan kata-kata kalau debat sama kamu brow"
Di seberang tampak Farah dan Hendra sedang memesan makanan, Tatapan mata Hendra gak pernah lepas dari wajah Farah, membuat Farah jadi salah tingkah.
"Kamu kenapa sih liatin aku terus???"
"Hmmm...gak apa-apa seneng aja bisa makan berdua sama kamu"
Sesekali mereka saling pandang, Farah yang terlihat malu-malu, sedangkan Hendra terus mengajak Farah menginggat tentang masa-masa kuliah mereka dulu, sesekali terdengar tawa mereka bersamaan, mereka makan sambil mengobrol santai.
Selesai makan Farah keluar dari cafe berdua dengan Hendra di sampingnya, mereka memilih berjalan ke kantor karena memang resto itu gak jauh dari kantor, apalagi jalan berdua membuat mereka lebih banyak waktu untuk sekedar ngobrol sambil jalan.
Di sisi lain Mike dan Devan juga keluar dari resto, beda dengan Farah, Devan dan Mike naik mobil mewah nya. Setelah putar balik dan melajukan mobil nya kembali ke kantor tanpa sengaja Mike melihat Farah jalan berdua dengan Hendra.
"Broww...itu bukan nya Farah ya...?????"
Devan langsung mengalihkan pandangannya kearah yang di tunjukkan Mike, Devan hanya melirik sebentar dan kembali fokus pada jalanan.
"Ituu yang kamu maksud makan bareng temen brow, apa kamu gak cemburu sama sekali???"
"Mungkin yang lain sudah balik duluan jadi tinggal mereka berdua" jawab Devan mengalihkan perhatian Mike
Untung saja Mike gak banyak tanya lagi, Dan Devan bisa bernafas lega, Devan sempat berfikir ada hubungan apa Farah dan Hendra.
Saat Devan sampai Farah masih belum ada mejanya, Devan mulai berfikir ada apa antara Farah Dan Hendra, dana kenapa mereka terlihat sangat akrab seperti sudah kenal lama.
hidup terlalu berat. bisa ga diketemukan sm sesosok devan didunia nyata ini
OMG itu jhi chank wook😍😍😍😍😍
thooor harusnya pemeran utamanya ituuu sedikit ga rela😥😥😥😥😥