NovelToon NovelToon
Mitos Kembang Mayang

Mitos Kembang Mayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat
Popularitas:53.8k
Nilai: 5
Nama Author: Raisya Putri 🕊

Aku masih perawan, itu yang di katakan Maudy ketika akhirnya Ia tau kalau suaminya selama ini mencoba menghindarinya karena kepercayaan turun temurun dari keluarga suaminya itu.

Pada saat resepsi pernikahan mereka entah karena apa, ada beberapa kembang mayang yang tiba-tiba mengering, dan itu membuatnya mendapat hinaan karena di percaya sudah tidak segel lagi.

Maudy yang mengira kalau suaminya menghindarinya karena memang tidak ada cinta, karena memang pernikahan mereka terjadi karena perjodohan.

Hingga akhirnya Ia tau alasan suaminya itu diam padanya selama berbulan-bulan. Yuk mampir di karya author remangan, jangan lupa bagi like komennya ya 🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raisya Putri 🕊, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Perasaan Aneh Gibran

Gibran mengemudi tanpa tujuan, Ia tidak mengerti apa yang sebenarnya Ia rasakan saat ini, akhirnya Ia putuskan untuk pulang. Bu Ayu menyambutnya dengan senyum ceria meskipun heran karena Putranya pulang lebih awal dari biasanya.

Gibran mengendarkan pandangannya kesana kemari namun tidak menemukan apa yang Ia cari.

        " Cari siapa Nak, cari istri mu. Sepertinya belum kembali Nak. "

     " Nggak Bun, baiklah Gibran ke atas dulu. "

Bu Ayu hanya bisa tersenyum dan menggeleng pelan melihat gelagat Putranya yang menurutnya sedikit aneh.

Gibran masuk ke kamar sambil bergumam, Ia tidak terima kalau di katakan mencari istrinya meskipun sebenarnya itulah yang terjadi. Gengsinya masih tingkat dewa hingga Ia tidak ingin mengakuinya.

         " Mengajar apanya, mana ada sekolah yang muridnya belum bubar sampai jam tiga begini. "

Tidak berselang lama terdengar suara Maudy, Bu Ayu pun menyambutnya dengan bahagia seperti pada anak kandungnya sendiri.

          " Kamu pasti lelah, istrahatlah lebih dulu, nanti turun pas makan malam. "

Maudy mengangguk karena Ia juga harus berganti pakaian, sebenarnya Ia ingin menanyakan sesuatu namun karena sebuah pertimbangan akhirnya Ia urungkan.

Maudy membuka pintu kamar dan melihat suaminya sedang duduk di sofa bersama laptopnya, Ia segera mengambil handuk dan juga pakaian gantinya dan bergegas ke kamar mandi.

Maudy tidak sadar kalau sejak tadi suaminya memperhatikan setiap pergerakannya hingga menghilang di balik pintu, Gibran menghela nafas dan kemudian menutup laptopnya.

Dua puluh menit berlalu namun Gibran tidak melihat keberadaan istrinya, Ia mulai membatin.

       " Apa yang di lakukannya di dalam kamar mandi, mau mandi apa tidur. " Gumam Gibran.

Karena rasa penasaran nya Ia mulai melangkah ke arah pintu mencoba mengintip di balik pintu namun tidak menemukan apapun disana.

         " Mas, sedang apa, apa Mas perlu sesuatu. "

Gibran terkejut dan langsung menoleh ke asal suara, ternyata orang yang Ia cari ada di sebelahnya, tepatnya di samping lemari tengah merapikan perlengkapan sholatnya.

Gibran yang gugup bergegas masuk ke kamar mandi dengan alasan panggilan alam, Gibran menggerutu di dalam kamar mandi.

        " Sejak kapan dia keluar, kenapa aku tidak melihatnya, lagian aku kenapa sih, bisa-bisanya aku kepo mengenai keberadaan nya. Sekarang apa yang harus aku lakukan. " Gumam Gibran dalam hati.

Maudy menunggu suaminya, mungkin suaminya itu membutuhkan sesuatu. Sementara Gibran masih bingung mencari alasan ketika keluar dan bertemu istrinya.

        " Mas, apa Mas baik- baik saja di dalam. "

Bukan tanpa alasan, Maudy sedikit khawatir karena suaminya tak kunjung keluar.

         " Apa Mas butuh sesuatu, biar aku ambilkan. "

Maudy menunggu jawaban suaminya namun tidak ada jawaban apapun.

        " Mas, apa Mas baik- baik saja. "

Maudy semakin khawatir, Ia memberanikan diri mengetuk pintu hingga akhirnya terdengar jawaban dari dalam kamar mandi.

        " Aku baik- baik saja, bisa tolong ambilkan handuk untuk ku. "

Maudy segera mengambil handuk yang baru dan kembali mengetuk pintu dengan pelan.

" Mas, buka pintu nya, ini handuknya. "

Pintu perlahan di buka sedikit dan Gibran dengan cepat menarik handuknya.

" Apa masih ada lagi yang Mas butuhkan, kalau sudah tidak ada aku ingin ke bawah menemui Bunda sebentar. "

Gibran tersenyum, Ia menghela nafas lega. Akhirnya Ia tidak harus bertemu Maudy ketika Ia keluar dari kamar mandi.

" Iya, pergilah. "

Maudy meninggalkan kamar setelah menyiapkan keperluan suaminya, Ia ingin ke dapur untuk membantu para asisten rumah tangga menyiapkan makan malam untuk semua penghuni rumah.

Meskipun sudah di larang oleh Ibu mertuanya namun Maudy merasa tak enak hati hanya berdiam diri saja dan semua yang Ia inginkan tersaji di depannya. Bu Ayu akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa, selain mengijinkan menantunya itu untuk melakukan apapun yang Ia sukai.

Semua yang di lakukan Maudy membuat kebencian Mawar semakin besar padanya, Ia yang sejak kecil selalu di manja tentu tidak akan bisa melakukan semua yang di lakukan Maudy.

Maudy selalu melayani suaminya dengan baik bahkan di meja makan, Ia selalu melakukan semuanya dengan baik.

" Kamu kenapa sih, selalu marah- marah nggak jelas. " Lagi-lagi Bayu heran melihat sikap Istrinya.

Mawar masih duduk di sisi ranjang sedangkan Bayu mulai menarik selimut dan menutupi tubuhnya.

" Mas, kok tidur lagi sih. "

Mawar kembali marah ketika melihat suaminya yang tidak peduli padanya bahkan langsung tidur tanpa memikirkan nasib mereka.

" Memangnya mau ngapain lagi Mawar, aku lelah dan semua pekerjaan ku sudah selesai, aku ingin istrahat cepat agar besok bisa bangun lebih awal. "

Lagi-lagi Mawar menjalankan aksinya, Ia yang berinisiatif lebih dulu.

" Mas, sampai sekarang bahkan aku belum hamil. Mas tidak boleh tidur sebelum kita mencoba nya lagi, bukankah kata Dokter kita harus mencobanya sesering mungkin. "

Akhirnya Bayu hanya bisa pasrah walaupun sebenarnya Ia lelah, antara senang dan sedih. Ia merasa senang karena bisa bercinta dengan sang istri tanpa mengeluarkan biaya apapun namun Ia juga merasa tidak nyaman karena meskipun Ia merasa lelah namun sang Istri tetap meminta jatah padanya.

Di tempat berbeda

Gibran meminta sang Istri untuk tidur dengan nya namun Maudy menolak, bukan Ia tidak mau namun Ia tidak ingin membuat suasana tidak nyaman di antara keduanya.

" Tidak apa-apa Mas, aku sudah nyaman disini. Mas tidur saja disana, bukankah besok Mas harus bekerja. "

Gibran terdiam, Ia mencari cara agar Maudy mau tidur seranjang dengan nya namun tetap tidak menjatuhkan martabatnya.

" Bukankah kita ingin membahagiakan Bunda, bagaimana kalau sampai Bunda melihat kita tidur terpisah. Bunda pasti akan marah padaku kalau tau menantunya tidur di sofa. "

Meskipun sudah beralasan yang masuk akal namun Maudy tetap menolak, Ia bahkan tertidur lebih dulu dan tidak lagi mendengar omelan suaminya.

****

Seperti biasa, pagi-pagi Maudy bangun lebih awal. Ia juga sudah menyiapkan keperluan suaminya, namun sebelum berangkat ternyata Gibran sudah bangun dari tidurnya. Gibran terkejut melihat sang Istri sudah rapi.

" Ah Mas mau langsung mandi, biar aku siapkan airnya. "

Gibran mengangguk, Maudy bergegas ke kamar mandi. Melihat Istrinya masuk ke kamar mandi, Gibran bergegas turun dari ranjang dan menuju meja rias, Ia melihat kearah pintu sambil tangannya merogoh ke dalam tas Maudy.

Bibirnya menyunggingkan senyum setelah keinginan nya berjalan dengan lancar.

" Mas bisa mandi sekarang, air hangatnya sudah siap. Oh ya Mas, bisakah aku berangkat terlebih dulu. "

Gibran mengangguk sebelum masuk ke dalam kamar mandi, Maudy bergegas turun dan berpamitan pada Ibu mertuanya.

Bu Ayu meminta menantunya untuk sarapan bersama namun karena waktunya sudah kepepet jadi Ia putuskan untuk sarapan di kantin sekolah saja.

" Maaf Bun, lain kali ya. Sekarang hampir telat, Maudy berangkat dulu ya Assalamu'alaikum. "

Bu Ayu bisa memaklumi apa yang di lakukan Maudy karena memang tempat Maudy mengajar lumayan jauh dari tempat mereka. Dari sisi lain, Mawar tersenyum. Ia mempunyai ide untuk membuat sang Ibu mertua menyayangi nya kembali.

...----------------...

1
Kurnia Skty29
duh mawar² ngapain kamu nyalahin Bayu mang kamu ga denger apa yang di ucapin dokter tadi di rumah sakit, semuanya butuh proses war kata dokter juga. Masuk telinga kanan keluar telinga kiri dan berbeda pula apa yang di pikirkanya yaitu hanya harta warisan
Kurnia Skty29
Berapa banyak lu Nana Nini Nunu semaleman ga bisa langsung jadi besoknya war. Sedangkan pertemuaan dan terjadinya pembuahan butuh 6hari, kalau mau periksa pake testpack butuh telat datang bulan 1 minggu
Kurnia Skty29
andai Bayu tau apa yang dipikikan istrinya. Dan juga mawar tidak akan menyesal malah membuatnya senang kalau membuahkan hasilnya yaitu membuat ia hamil otomatis ia mendapatkan warisan
Andariya 💖
maudy d jodohkan 🤣🤣
🎵⭕🦾
jgn" Maudy mau dijadikan tumbal pesugihan 🤔🏃🏃🏃
🎵⭕🦾
rombongan dari keluarga calon besan rupanya 🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️
🎵⭕🦾
jgn" Rizky juga sdh diancam oleh keluarga Wijaya. pd siapa Maudy hrs membagi cerita 😢
🎵⭕🦾
waduhh...kok jd rumit begini. sebenarnya ada perjanjian apa antara papa Maudy dg keluarga kaya raya itu? mencurigakan 🤔
🎵⭕🦾
hahhh? terjadi mis komunikasi kyknya. Maudy sdh punya pilihan sendiri. sementara papanya juga menyiapkan calon suami utk Maudy. gaswat nihh
🎵⭕🦾
tentu tidak mudah bagi Maudy menyikapi permintaan papanya.
🎵⭕🦾
ya gak bisa gitu dong pa... semua kn butuh proses. gk bisa buru" nikah juga.
🎵⭕🦾
demi apa coba pak Rahmat & dokter menutupi situasi & kondisi yg sesungguhnya? bukannya hanya akan menambah luka putrinya seandainya terlambat tau?
🎵⭕🦾
papa...jgn ngomong spt itu. jgn mendahului yg di atas. 🙄
🎵⭕🦾
ada kabar kurang mengenakkan nih biasanya klo udh kek gini 🤔
𐎙࿆ᷤⷭ Murni 𝐀⃝🥀ᴳᴿ🐅
kok dah lama nggak up Thor ada apa🤔
Sri Rela Vivi Ani: uda ga minat deh bcanya lama x ga ada sambungannya bosan
total 1 replies
Sri Rela Vivi Ani
kekny uda lama sekali ne cerita ga ad sambungannya apa dihapus aja yaaa cari yg lain yg lebih seru lg
Lusia Ani Hermawati
mantap ceritahya
Panji Tika
mawar " kelihatan banget klu dia gila harta bukankah orang tua jg suami nya sdh kaya masih aja kurang
Panji Tika
ealah pengantin prianya malah kabur ...blm saling mengenal sih tapi ngk gitu jg caranya
Panji Tika
hancurnya hati Rizky...sabar ya semuanya sudah jalan takdir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!