"maaf,aku ga bisa ngejanjiin kapan aku bisa siap menikah dan saat ini pernikahan belum ada di rencana hidup aku"jawab Mita mantap
"jadi...???"
"kalo kamu emang ga bisa nunggu aku,kamu bisa cari wanita lain yang siap buat kamu nikahin kapan aja sesuai dengan permintaan Abang kamu itu"
Rasya yang di minta segera menikah oleh abangnya yang juga akan menikah harus menerima kenyataan pahit dengan penolakan dari sang kekasih yang malah pergi meninggalkannya demi mengejar karir.
namun beberapa Minggu sebelum abangnya menikah terjadi kehilangan kontak dengan pesawat yang di tumpangi oleh Safi,Abang Rasya.
amanah Safi yang meminta Rasya untuk dapat menjaga ibu dan Nissa calon kakak iparnya pun membuat Rasya terbebani.terlebih saat ibunya mengalami depresi karena kehilangan Safi dan membutuhkan perhatian dan perawatan intens dari keluarga
sanggupkah Rasya menjaga ibu terlebih menjaga calon kaka iparnya sesuai dengan permintaan sang abang dengan baik!?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bunchiez chie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14
Pagi yang cerah saat matahari kembali memulai tugasnya untuk memberi kehangatan pada seluruh penghuni planet bumi.Rasya terlihat sudah rapi dengan stelan kerjanya berdiri di dalam kamar hendak akan berjalan keluar kamar.namun tiba tiba terlihat Nissa keluar dari balik pintu yang baru saja terbuka.
“Apa masih ada yang kurang mas!?”tanya Nissa memastikan saat tubuh rampingnya sudah benar benar terlihat
“Tidak,saya baru akan keluar”jawab Rasya
“Niss,terima ini.simpan untuk keperluan kamu”ucap Rasya ketika menyodorkan kartu kecil yang bertuliskan simbol salah satu bank ternama di tanah air
“apa ini mas!?”tanya Nissa sambil membolak balikan kartu pemberian Rasya yang sudah ada ditangannya.
“Ini kartu debit,di dalamnya berisikan sejumlah uang untuk keperluan kamu,kamu bisa menggunakannya”ucap Rasya
“Untuk apa,bukankah semua keperluan Nissa sudah terpenuhi di rumah ini.dari makan sampai tempat tinggal sudah tercukupi.lagi pula Nissa masih punya sedikit tabungan yang belum Nissa gunakan jika ada keperluan mendesak!?”ucap Nissa
“Kamu sangat berisik,apa susahnya tinggal terima.lagi pula isinya tidak banyak. jika kurang kamu bisa memintanya lagi pada saya”
“Apa Nissa bisa gunakan uang yang ada di kartu ini untuk memberi tambahan modal pada paman!?”tanya Nissa polos
“kalau kamu berani menggunakan uang itu untuk menambah modal paman mu yang serakah itu,saya pastikan mini market paman mu itu rata dengan tanah”ancam Rasya geram mendengar ucapan Nissa.
“Ish,mas Rasya ambekan,Nissa kan Cuma nanya,,,,,Kalau mau,mas kasih Nissa uang cash saja untuk pegangan Nissa kalau Nissa jalan jalan bareng ibu ke taman,lagian tidak mungkin kan Nissa bayar jajanan Nissa pada penjual kaki lima di taman menggunakan kartu debit ini”ucap Nissa asal
Mendengar ucapan Nissa,Rasya pun menghadiahkan Nissa dengan tatapan yang tajam seperti ingin melubangi hati siapa saja yang melihat tatapan itu.
Nissa yang melihat tatapan tajam Rasya pun langsung menutup mulutnya yang kembali akan mengucapkan kata penolakan pada Rasya,namun Nissa pun mengurungkan niatnya untuk menolak pemberian Rasya dan memilih untuk menuruti apa yang Rasya berikan.
“Dasar cerewet,membuang buang waktu saja”gerutu Rasya sambil berjalan keluar kamarnya.
Nissa pun berjalan mengikuti Rasya tepat dibelakang punggung lebar Rasya menuju ruang makan untuk sarapan.
Setelah Rasya menyelesaikan sarapannya,dia pun langsung pamit pada ibunya.mencium punggung tangan dan dahi Bu Rita lalu berjalan menuju mobil.tak lupa mengingatkan Nissa untuk berhati hati dalam menjaga ibu.
Nissa pun mendorong kursi roda yang di duduki Bu Rita untuk mengantar kepergian Rasya .
“niss,hati hati ya menjaga ibu.saya pergi,,, assalamualaikum”pamit Rasya sebelum memasuki mobil di kursi belakang dan pa Dodo yang selalu setia mengantar Rasya pergi kemana pun melajukan mobilnya membelah jalanan kota menuju kantor.
“Walaikum salam”
Setelah mobil Rasya hilang dalam pandangan,Nissa pun segera mengajak Bu Rita jalan jalan.
“Ayo Bu kita berjalan jalan ke taman komplek,cari udara segar”ajak Nissa sambil mendorong kursi roda Bu Rita.
Sesampainya di taman.Nissa pun berhenti di sebuah tempat duduk yang bisa menampung sekitar tiga orang yang berada tepat di bawah pohon yang rindang.
Ketika Nissa sudah menempatkan Bu Rita di tempat yang nyaman,tiba tiba kakinya tersentuh bola yang menggelinding ke arahnya.nissa pun melirik kearah bola lalu mencari tahu dari mana bola itu berasal.
Terlihat dari jarak sekitar Lima meter terdapat seorang balita laki-laki dan wanita paruh baya berjalan menghampiri Nissa dan ibu mertuanya.
“Hai kakak cantik,,,itu bola punya aku.maaf bolanya kena kaki kakak cantik”ucap balita laki laki yang masih terdengar belum jelas berbicara tersebut seolah menyesal
Nissa pun menunduk mengambil bola yang berada di bawah kakinya dan memberikannya pada balita tersebut sambil tersenyum
“Tidak apa apa sayang kakak tidak sakit kok”ucap Nissa sambil tersenyum hangat
“Aduh Alvin,Oma capek,boleh kah Oma istirahat sebentar”ucap wanita paruh baya yang tadi berjalan bersama balita tersebut dengan nafas yang terengah engah lalu mendudukkan dirinya di bangku taman.
“saya ikut duduk disini ya “ucap wanita paruh baya tersebut meminta izin pada Bu Rita dan Nissa
“silahkan Tante”ucap Nissa ramah
“Oma,,,Alvin masih mau main bola”rengek balita tersebut yang ternyata bernama Alvin
“Tapi Oma capek sayang”keluh wanita yang di panggil Oma itu.
Alvin pun melirik ke arah Nissa Dan Bu Rita secara bergantian lalu menghampiri Bu Rita yang sedang duduk di kursi rodanya.
“Oma kok eyang ini duduknya di sini!?”tanya Alvin polos sambil.menunjuk ke arah kursi roda yang digunakan Bu Rita
“Iya eyang kakinya sakit sayang jadi duduknya di kursi roda”ucap Oma Alvin
“Oh,hai eyang namaku Alvin,umurku lima tahun”alvin pun memperkenalkan dirinya pada Bu Rita sambil tersenyum memperlihatkan barisan gigi gigi kecilnya yang rapi
Bu Rita pun melirik ke arah nissa.lalu Nissa pun mendekati Alvin dan Bu Rita.
“Hai Ade kecil perkenalkan,nama Kaka Nissa”ucap Nissa mencairkan suasana canggung yang tercipta karena Bu Rita yang terlihat belum begitu nyaman dengan orang asing.
Oma Alvin yang melihat keterdiaman Bu Rita pun seolah mengetahui ketidak nyamanan yang dirasakan Bu Rita.
“saya Rosi Omanya Alvin”ucap Oma Alvin memperkenalkan dirinya pada Nissa
“Oma ayo kita main lagi”rengek Alvin
“Sebentar ya sayang,Oma masih capek”keluh Bu Rosi dengan halus agar Alvin memahami keadaanya.
“Kaka cantik,mau tidak temani Alvin main bola”ajak Alvin pada Nissa.
“Tapi Kaka sedang menjaga ibu kakak”tolak Nissa dengan halus
Alvin pun melirik Bu Rita
“Eyang,boleh tidak kakak cantiknya Alvin ajak bermain bola”pinta Alvin pada Bu Rita dengan memasang wajah yang menggemaskan khas anak balita.
Tanpa di duga Bu Rita pun menganggukkan kepalanya perlahan sebagai jawaban mengiyakan pada Alvin.
Nissa kembali melihat ke arah Bu Rita yang menganggukkan kepalanya ke arah Nissa untuk meyakinkan kesungguhan dari jawaban Bu Rita.
Setelah mendapat izin dari mertuanya Nissa pun main tak jauh dari tempat Bu Rita duduk yang di temani oleh Bu Rosi Oma dari Alvin.
“Terima kasih ya Bu sudah mengizinkan anaknya bermain dengan cucu saya”ucap Bu Rosi pada Bu Rita.
Bu Rita hanya mengedipkan matanya ke arah Bu Rosi lalu kembali melihat Nissa dan Alvin yang sedang bermain.
Bu Rosi yang ternyata seorang psikolog sepertinya faham akan keadaan psikologis Bu Rita sehingga dia pun menghadapi Bu Rita sesuai dengan keahliannya.
“Anak anda sangat cantik,baik lagi,anda sangat beruntung memiliki anak perempuan secantik nissa.kalau saja saya memiliki seorang putra,saya pasti akan menjadikannya menantu”ucap Bu Rosi sambil terus tersenyum melihat Alvin yang terlihat nyaman bermain dengan Nissa.
Mendengar ucapan Bu rosi,entah kenapa terasa ada perasaan takut kehilangan Nissa di hati Bu rita.nissa yang selama ini menjaga dan merawatnya dengan sabar dan telaten serta obrolan obrolan ringan yang selalu keluar dari bibir indah gadis cantik itu seolah sudah membuatnya nyaman.dan sepertinya tanpa Bu Rita sadari,dia telah menyayangi Nissa sehingga dia pun merasakan takut kehilangan nissa.takut Nissa meninggalkannya dan Rasya lalu menikah dengan pria lain karena Bu Rita sadar,selama ini Nissa belum mendapatkan perlakuan yang layak baik dari beliau sebagai mertuanya maupun dari Rasya sebagai suaminya.
Tiba tiba raut wajah Bu Rita yang sebelumnya menikmati pemandangan Nissa dan Alvin yang sedang bermain bola pun berubah seperti ketakutan dan tanpa di duga Bu Rita pun untuk pertama kalinya memanggil nama menantu yang selalu setia menjaganya itu.
“Nisss”panggil Bu Rita lirih namun terdengar jelas oleh Bu Rosi
“Nak Nissa,ibumu memanggil”teriak Bu Rosi membantu memanggilkan Nissa untuk Bu Rita.
Nissa yang mendengar teriakan Bu Rosi pun langsung menoleh ke arah Bu Rosi lalu berjalan menghampiri kedua wanita paruh baya tersebut.
“Iya tante!?”tanya Nissa pada Bu Rosi untuk memastikan
“ibumu memanggilmu cantik”jawab Bu Rosi pada Nissa
Mendengar ucapan Bu Rosi, mata Nissa pun terbelalak tak percaya karena selama dia menjaga bu Rita,jangan kan memanggil namanya,untuk menjawab iya saja Bu Rita belum pernah.
Nissa pun memastikan kebenaran yang di ucapkan Bu Rosi dengan melihat ke arah mertuanya sambil tersenyum penuh pertanyaan.
“Niss,pulang”ucap Bu Rita singkat saat Nissa masih sibuk mencari jawaban dari ucapan Bu Rosi.
Mendengar ajakan Bu Rita,Nissa yang tak percaya pun langsung memeluk tubuh mertuanya dengan perasaan bahagia.
“aaah senangnya,akhirnya ibu mau berbicara sama Nissa, ayo kita pulang, lagi pula matahari sudah mulai meninggi,nanti ibu bisa kepanasan”ajak Nissa dengan perasaan gembiranya.
“Kalau boleh tau,ibu kamu sakit apa!?”tanya Bu Rosi pada Nissa
“Ini ibu mertua Nissa Tante ibu dari suami Nissa.beliau tidak terbiasa berbicara dengan orang baru jadi setiap ada orang yang mengajaknya berbicara,ibu hanya terdiam.tapi ibu orangnya baik kok”ucap Nissa Menjelaskan
“Oh,Tante kira ini ibu kamu niss,habisnya kalian terlihat seperti ibu dan anak kandung saja”tawa Bu Rosi mengingat kesalahannya
“Maafkan saya ya Bu,tadi sudah berfikir untuk menjadikan Nissa menantu saya,,,hahaha,,,tapi anda benar benar beruntung mendapatkan menantu seperti Nissa,sudah cantik,Nissa kelihatannya sangat menyayangi ibu”ucap Bu Rosi pada Bu Rita meminta maaf sambil diikuti tawa renyahnya mengingat kesalahannya.
“Kapan kapan mampir ke rumah Tante ya cantik,ini kartu nama Tante,disitu ada alamat dan nomer telpon jadi kamu bisa menghubungi Tante,lagian rumah kita deketan ini.makasih banyak ya sudah bermain dengan Alvin”
Nissa pun mengambil kartu nama yang diberikan bu Rosi lalu membacanya yang ternyata berprofesi sebagai psikolog.
Nissa pun lebih memilih segera pamit karena matahari yang semakin meninggi mulai terasa sangat panas menyengat di kulit kepalanya yang tertutup hijab.
“Insya Allah nanti kita mampir,kami pamit pulang ya Tante,,,daaah Alvin”pamit Nissa pada Rosi dan Alvin sambil melambaikan tangannya.lalu berjalan mendorong kursi roda milik Bu Rita untuk pulang kerumah.
-
-
-
like like like plus komennya ya 🥰
berharap banget aku tuh
🤗🤗🤗
stop normalisasi kelakuan salah yang menguntungkan pemeran utama wanita(sudut pandang kalian pembaca wanita)
ELO SAPA BHEKTI, LO CMA ANAK SATU YG BRU KNL MA NISSA UDH JATUH CINTA, SBLM JATUH CINTA, LO CARI DLU INFORMASI SIAPA TU NISSA, MSH SINGLE ATAU UDH BRSUAMI, KLO MSH SINGLE WAJAR LO JATUH CINTA, INI ISTRI ORANG..
DN SI BHEKTI ITU DI PRESSURE SDIKIT AGAR JGN DEKATI ISTRI ORANG
INGAT NOVEL YG BERJUDUL DI KIRA SECURITY, TRNYATA SULTAN.. MNTAN PACAR SI SULTAN YG MODEL, TPI AKHIRNYA MNIKAH SAMA SANG ASSISTENT SULTAN, SI ASSISTEN JUGA DITINGGALKN SI MODEL UNTUK TRIMA TAWARAN MODEL LN, PDHAL ASSISTEN SDH MLARANG,, BIAR ISTIRAHAT BUAT PROMIL, TPI DIMODEL TTP NGOTOT, AKHIRNYA SI MODEL BRANGKAT KE LN, NAH DISANA MLH SLINGKUH DN HAMIL SMA LKI2 AGENSI YG MNAUNGINYA DI LN...