NovelToon NovelToon
REINKARNASI DEWA PELAHAP

REINKARNASI DEWA PELAHAP

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Dan budidaya abadi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:196.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Arlingga Panega

Ini adalah kisah dari seorang dewa yang memiliki julukan Dewa Pelahap. Dia yang merasa bosan karena telah berada di puncak kultivasi dan tidak mampu naik ke alam primordial, akhirnya berbuat nekat dengan memasuki siklus reinkarnasi menggunakan teknik tertentu dan menyegel ingatannya agar tidak menghilang saat bereinkarnasi.

Entah sebuah takdir atau kesialan yang menimpa Dewa Pelahap, sehingga dia bereinkarnasi menjadi menjadi manusia fana dengan dantian tersegel.

Namun ketika dia sedang dalam titik terendahnya, dia menemukan sebuah benda aneh yang mampu mengikis segel dalam dantiannya secara perlahan. Dan awal kisah Reinkarnasi Dewa Pelahap pun dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arlingga Panega, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berakhir Juga

Kera Api segera bergerak dengan kecepatan penuh dan menyerang Yu Jireu dengan cara membabi-buta. Dia sudah tidak peduli lagi dengan tempatnya berkuasa yang pasti hancur akibat ulahnya. Yang ada dalam fikiran Kera Api hanya membunuh dan membunuh bocah berumur 10 tahun yang selalu mengejeknya.

Boommm... Boommm... Boommm...

Ledakan demi ledakan terus terjadi saat setiap Kera Api melayangkan serangan untuk menghancurkan Yu Jireu. Debu-debu beterbangan di mana-mana dan membuat pandangan mata tertutupi.

Akan tetapi karena Kera Api memiliki insting hewan buas yang sangat tinggi dan Yu Jireu memiliki intuisi mantan sang Dewa Pelahap, hal seperti itu sama sekali tidak menjadi masalah untuk keduanya.

Yu Jireu yang hanya memakai senjata pisau kerambit hanya dapat memberikan serangan balasan beberapa kali saja. Dia lebih banyak menghindari setiap serangan yang diberikan oleh Kera Api untuknya. Namun seringai tipis masih terus terpancar dari sudut bibirnya.

Yu Jireu sangat yakin bahwa tidak akan lama lagi Kera Api itu akan segera kehabisan energi dan terjatuh dengan sendirinya. Nanti dia hanya perlu membuat sedikit gerakan saja untuk membunuhnya. saat ini dia hanya perlu untuk sedikit bersabar menunggu waktu itu tiba.

"Grrrraaa.."

Kera Api mengaum dengan sangat keras sembari memukul-mukul dadanya lalu memberikan serangan laser api kepada Yu Jireu. Mata bocah berumur 10-an tahun itu sedikit menyipit karena merasakan bahaya yang sangat besar dari laser energi berelemen api tersebut sehingga dia harus mengalirkan lebih banyak energi Qi pada bagian kakinya untuk bergerak lebih cepat guna menghindar.

Boommmmmmmm...

Ledakan yang sangat keras melebihi ledakan ledakan sebelumnya langsung terjadi dan sebuah kawah raksasa yang sangat dalam tercipta akibat ledakan tersebut. Yu Jireu yang sebelumnya menjadi sasaran dari laser energi itu tampak sedang melayang tidak jauh di atas kawah raksasa itu sembari meneguk ludahnya secara kasar, karena jika saja dia sampai terlambat meski hanya seperseribu detik, maka sudah dipastikan reinkarnasinya ini akan berakhir dengan sangat cepat alias tidak sesuai dengan harapannya.

"Edan! Monyet edaaaan! Untung aku tak mati!" ucapnya dengan marah karena untuk kedua kalinya jantungnya dibuat berdetak lebih kencang dari biasanya karena merasakan bahaya kematian.

Yu Jireu segera bergerak melesat dengan kecepatan tinggi dan bersiap untuk menyayatkan pisau kerambit miliknya ke tubuh Kera Api yang tampaknya begitu kelelahan setelah melakukan serangan mengerikan sebelumnya. Yu Jireu yakin bahwa hewan buas itu telah menggunakan seluruh energinya sehingga hanya tersisa beberapa persen saja untuk mempertahankan kesadaran. Ini merupakan kesempatan emas bagi Yu Jireu untuk menghabisi hewan buas keturunan dari Sang Dewa Kera.

Zheep!

Mata Kera Api itu langsung menyusut menjadi tajam saat melihat bocah 10 tahunan itu terbang ke arahnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dia ingin bergerak untuk menghindar, akan tetapi tubuhnya sama sekali tidak bisa diajak kompromi karena sedang mengalami efek samping dari penggunaan jurus atau teknik laser energi sebelumnya.

Bukan hanya tubuhnya saja tidak dapat digerakkan, bahkan rahangnya yang biasa terbuka sangat lebar saat mengaung dengan keras kini seolah membatu dan sangat sulit untuk ia buka. Kera Api hanya bisa menggertakkan giginya kuat-kuat sehingga dapat terdengar suara gemerulutuknya.

Srak! Srak!

Yu Jireu menyayatkan pisau kerambit itu tepat pada bagian leher lalu pisau yang lainnya lagi di bagian urat besar di pundaknya.

Tubuh besar dari Kera Api langsung membeku di tempat saat setelah Yu Jireu melewatinya. Tatapan matanya memperlihatkan ketidakpercayaan, karena sebentar lagi dia pasti akan tewas akibat lehernya yang terkena gorokan pisau kerambit bocah 10 tahun itu.

Kera Api mulai merasakan seperti sedang kesemutan pada bagian lehernya, lalu perlahan menjadi rasa sakit yang tidak terbayangkan, sehingga dia ingin menjerit sekeras-kerasnya. Namun karena kerongkongan serta tenggorokannya telah terputus maka suaranya pun tidak keluar, kecuali hanya angin yang seperti nafas tersengal-sengal yang muncul.

Pandangan mata dari Kera Api tiba-tiba menjadi berkunang-kunang yang semakin lama semakin banyak dan terlihat seperti gelapnya malam yang ditemani miliaran bintang. Namun bintang-bintang itu segera menghilang menjadi kekosongan yang dipenuhi dengan kegelapan, karena vitalitas tubuhnya telah benar-benar lenyap dan jantungnya pun berhenti berdetak.

Bamm!

Tubuh besar Kera Api itu pun roboh dan mati dengan mata yang masih terbelalak tidak terima.

"Haahhh.. Akhirnya berakhir juga!" ujar Yu Jireu sembari menghela nafas lega.

Senyuman tipis segera terpancar dari sudut bibir Yu Jireu. Dengan inti dari hewan buas Kera Api yang merupakan salah satu spesies kera keturunan Dewa Kera atau Sun Wukong yang memiliki elemen api sangat panas, pasti akan dapat meningkatkan kultivasinya walaupun hanya satu tahapan saja.

Tap!

Yu Jireu mendarat tidak jauh dari tubuh kera itu dan menatapnya dengan senyuman simpul. Dia agaknya sedikit memikirkan mengenai beberapa hal yang berhubungan dengan sang Dewa Kera atau Sun Wukong. Jika Dewa Kera itu tahu bahwa salah satu keturunannya yang memiliki potensi tinggi untuk menjadi sangat kuat di masa depan, mengingat pada saat kera di hadapannya ini barulah memiliki kultivasi Tingkat Langit Tahap 6 sudah memiliki api semi abadi, dia pasti akan sangat marah dan membunuh Yu Jireu.

Di kehidupan pertamanya, mungkin Dewa Kera atau Sun Wukong sama sekali bukan masalah untuk Yu Jireu. Namun untuk saat ini, kekuatan Yu Jireu masihlah sangat lemah. dia yakin bahwa hanya menggunakan nafas Sang Dewa Kera saja sudah dipastikan dia akan mati dengan tanpa makam atau hancur berkeping-keping menjadi butiran debu.

Setelah itu, Yu Jireu segera menggali tubuh hewan buas Kera Api dan mengambil intinya. Inti tersebut bahkan lebih besar dari inti-inti hewan buas atau binatang spiritual yang pernah ditemui oleh Yu Jireu pada tingkatannya. Inti itu berukuran segenggaman tangan pria dewasa dan berwarna merah menyilaukan yang menandakan bahwa inti itu memiliki elemen api yang sangat kuat.

Dan seperti biasanya, setelah mengambil inti dari hewan buas Kera Api, Yu Jireu juga mengambil beberapa potong daging dan organ-organ penting lalu meninggalkan jasad Kera Api di tempat itu tanpa memperdulikan apa yang akan terjadi setelahnya. Tidak lupa juga dia mengambil sumber daya yang dijaga oleh Kera Api untuk dijadikannya sebagai pil atau yang lainnya.

Zheep!

Yu Jireu terbang ke arah lain guna mencari sebuah tempat yang aman baginya untuk berkultivasi. Meskipun umurnya baru berumur 10 tahun atau bisa dikatakan masihlah sangat belia, Yu Jireu sama sekali tidak mengkhawatirkan tubuh ini jika melakukan terobosan kultivasi secara terus-menerus.

Hal itu Yu Jireu lakukan karena sebelum dia mulai berkultivasi, dia terlebih dahulu melakukan peningkatan kekuatan fisik menggunakan sebuah teknik yang dia gabungkan dengan teknik kultivasi pelahapnya.

***

"Ini pasti perbuatan manusia!"

Beberapa saat setelah kepergian dari Yu Jireu, dua sosok yang memiliki aura menakutkan muncul di tempat bekas pertarungan yang kini menjadi tanah yang hancur dan tandus.

1
Iwa Kakap
vssbnodubnsks
Alfa Kristanti
/Heart//Heart//Heart//Heart/
Atik Kiswati
gt aja tamatnya....
wong agung
pertarungan nya terlalu lama
wong agung
kunpeng si ikan pelahap langit
wong agung
buah bodhi itu ada pohon nya
ira kasih
ditunggu season 2 nya thor...😁
seru soalnya
ira kasih
akhirnyaaaaa.......
ira kasih
raja yang sopan...
ira kasih
semoga ketemu ya thor.. sama istrinya 😁
ira kasih
waahhh.... langsung kayyaaaaa.....🤩
ira kasih
a..
ira kasih
👀
ira kasih
😁👍
ira kasih
a
ira kasih
yeeeeyyy....
ira kasih
😁👍
ira kasih
yeeyy...
ira kasih
kangen karya othor.. pas nwmu yg ini blm baca.
tetap semangat berkarya thorr.. semoga sehat selalu amin
Huang Ling'er
ARC 2 ya dimana ya ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!