Misteri kasus orang hilang sejak tahun 1986 hingga 2017 membuat semua orang menjadi takut, bahkan pihak berwajib pun tidak bisa melakukan banyak hal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HousingAmoeba45, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 14: Penyegelan - Trisula #5 [Final]
Setelah berkendara cukup lama, mereka berdua sampai di Pantai Melawai. Kedua orang itu duduk di kursi yang ada di pantai.
“Sekarang kita tunggu sampai dia muncul.”
“Gak ada effort banget, kukira bakal nyari tuh makhluk.”
“Mending tunggu sampe malam aja, masih banyak orang di sini.”
“Kenapa harus nunggu sampe malem?” Tanya Raezha mengerutkan dahinya dengan rasa keheranan.
“Ya biar gak ada orang liat, dan kita nunggu di sini biar kalo anomalinya muncul kita langsung bisa menyegel dia di dalam cincin aneh ini.”
Mereka berdua terus menunggu dari siang hingga sore, Raezha berjalan-jalan meninggalkan Herlambang karena ia bosan duduk melihat ombak di pesisir pantai.
Raezha berjalan ke sebuah toko di dekat pantai lalu membeli sebuah air mineral botol dan 3 bungkus roti cokelat.
Setelah membeli beberapa makanan dan minuman, Raezha berjalan meninggalkan toko tersebut dan pergi ke tempat duduk Herlambang.
Dari belakang Raezha mengulurkan tangannya dan menawarkan rotinya ke Herlambang. “Mau gak?” Tawar Raezha dengan mulut yang masih mengunyah roti.
“Oh, makasih ya.” Herlambang mengambil roti dari tangan Raezha lalu membuka bungkus roti dan memakan roti cokelat tersebut.
Raezha duduk di kursi yang berhadapan dengan Herlambang, ia mengeluarkan smartphone-nya lalu mulai bermain game online.
Sementara Herlambang terus melihat ke arah laut, ia melihat ombak laut kecil yang menyapu pesisir pantai sambil memakan rotinya.
...
Malam pun tiba, semua bagian pesisir pantai telah sepi pengunjung dan hanya menyisakan beberapa petugas yang kemudian akhirnya pergi dari pantai.
“Raezha, sekarang.” Herlambang keluar dari mobil sambil menenteng senapan serbu dengan peluru khusus.
“Ah! Iya, ok!” Raezha juga ikut keluar dari mobil sambil membawa senapan serbu berpeluru khusus.
Mereka pergi menuju tempat terakhir mereka bertemu dengan anomali "Trisula".
Sesampainya di sana, Herlambang mengeluarkan cincin aneh dari saku celananya. Cincin itu kembali bersinar melalui permata yang melekat pada cincin tersebut.
“Tunggu dulu, Yudo emangnya kau tau cara menyegel anomalinya?” Tanya Raezha sambil menatap Herlambang.
“Sebenarnya aku gak tau sih, tapi Listya juga gak tau jadi langsung praktik aja.” Jawab Herlambang dengan ekspresi nyengir di wajahnya.
“Aduh! Bakal repot ini dah!” Keluh si Raezha.
Tiba-tiba ada hembusan angin kuat yang menerjang area pantai dan dibarengi dengan suara petir yang menggelegar di langit.
Sebuah pusaran air dan ombak laut besar timbul di pesisir pantai, kemudian sebuah tangan besar yang memegang trisula muncul terlebih dahulu dari pusaran air.
“Dia beneran muncul lagi.” Ucap Raezha, mereka menodongkan senapan serbu ke arah trisula.
Anomali "Trisula" akhirnya muncul sepenuhnya, menunjukkan wujudnya kepada Herlambang dan Raezha.
“Sumpah berasa lawan final boss dalam game.” Raezha mulai menembaki anomali menggunakan senapan serbunya, meski peluru dari senapan serbunya diserap oleh tubuh anomali. Namun, peluru khusus yang diserap oleh anomali meledak di dalam tubuhnya.
Herlambang berlari maju sambil menembaki anomali "Trisula" secara terus-menerus. “Raezha! Aku alihkan perhatiannya! Kamu segel dia!” Herlambang melempar cincin aneh kepada Raezha.
Raezha terkejut dan menangkap cincin aneh itu, cincin tersebut bersinar semakin terang saat berada di tangan Raezha.
Raezha merasa pusing dan sakit di kepalanya ketika cincin itu bersinar semakin terang di tangannya, Raezha merasakan ada seseorang yang berbicara di kepalanya dan pikirannya. “Lempar....”
Herlambang terus menembak anomali dan mengalihkan perhatiannya. “Raezha! Kamu kenapa gak gerak?!” Tanya Herlambang ketika ia melihat Raezha memegang kepalanya sendiri.
Raezha tersadar lalu menoleh ke Herlambang yang masih menembaki anomali, Raezha berlari ke arah anomali membantu Herlambang menembaki makhluk air tersebut.
Anomali "Trisula" memberikan perlawanan dengan memberikan serangan semburan air yang kencang dan cepat dari ujung trisulanya.
Serangan anomali tersebut mengarah ke Herlambang, tapi Herlambang mampu mengelak dari semburan air.
“ARRGGHHH!” Raezha berteriak kesakitan dan menjatuhkan cincin dan senapannya, ia berlutut sambil memegangi kepalanya yang sakit.
“RAEZHA! KAU KENAPA?!!”
“Lempar... Lempar cincin itu...” Raezha merasakan kalimat itu terucap terus-terusan berulang di kepalanya, Raezha menoleh dan melihat cincin aneh itu terus bersinar semakin terang.
Sementara itu Herlambang melemparkan sebuah granat vakum ke anomali "Trisula".
Granat tersebut meledak memberikan efek luka dan membuat ruang vakum udara ke anomali meskipun ia kembali memulihkan diri dengan cepat.
Raezha mengambil cincin aneh lalu ia berlari nekat ke anomali "Trisula", setelah berada cukup dekat Raezha melemparkan cincin aneh mengenai anomali.
Permata yang bersinar dari cincin itu menyerang seluruh bagian tubuh anomali "Trisula" secara perlahan.
“Yudo! Lempar lagi granat vakumnya ke anomali itu! Ledakannya bakal mempercepat proses penyegelan!” Teriak Raezha kepada Herlambang.
Setelah mendengar itu Herlambang melemparkan sisa granat vakumnya ke anomali, Raezha juga melempar granat vakumnya untuk mempercepat proses penyegelan.
Ledakan granat vakum tersebut mengakibatkan terbentuknya ruang vakum udara pada anomali tersebut, sementara cincin aneh masih melayang dan menyedot anomali ke dalamnya.
Tidak lama kemudian anomali "Trisula" berhasil disegel ke dalam cincin aneh, cincin tersebut masih bersinar tapi tidak seterang saat berada di tangan Raezha.
“Akhirnya selesai...” Herlambang menarik dan menghela napasnya lalu berjalan dan mengambil cincin aneh.
“Berarti... Misi kita selesai?” Tanya Raezha dengan napas ngos-ngosan.
“Ya, misi kita telah selesai...”
Herlambang dan Raezha berjalan kembali ke mobil, mereka pergi meninggalkan pantai itu dan balik ke fasilitas untuk memberikan laporan.
Setelah memberikan laporan tentang misi yang telah mereka selesaikan, kini cincin aneh itu sudah dianggap sebagai anomali baru bahkan BARUNO membuat klasifikasi baru untuk cincin aneh tersebut, yaitu kelas "KH" atau "Khusus". Cincin aneh itu disimpan di dalam ruangan khusus anomali kelas "B" yang terisolasi dari dunia luar dan penjagaan yang ketat agar anomali tersebut tidak lepas kendali.
...
ANM-137 (KH) “Cincin besar aneh”
ANM-138 (B) “Trisula”