NovelToon NovelToon
Istri Lusuh Yang Kau Abaikan

Istri Lusuh Yang Kau Abaikan

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Cerai / CEO / Cintapertama / Chicklit / Tamat
Popularitas:654.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Sekti

Elizia seorang yatim piatu dinikahi oleh seorang manajer bernama Zafian. Mereka bertemu saat Zafian menyumbang dana di Panti Asuhan tempat di mana Elizia diasuh.

Setelah satu tahun menikah, Elizia menjadi janda karena sudah tidak menarik di mata Zafian serta ibu mertua sangat membenci Elizia yang hanya gadis lusuh dan miskin.

Zafian menikah lagi dengan mantan pacarnya yang dulu sempat menghilang. Goresan luka yang dirasakan oleh Elizia mengakibatkan dia harus bangkit dan membalas semua pengkhianatan dan hinaan dari mantan suami dan ibu mertua.

Bagaimana nasib Elizia setelah Zafian menikah dengan mantan pacarnya? Apakah Elizia akan semakin terpuruk ataukah malah lebih sukses setelah menjadi janda?

Yuk, jangan lupa intip kisah selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Sekti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Elizia Dikerjain

Saat malam itu, tepatnya pukul 20.30 WIB Elizia dan anggota ibu-ibu Gengster akan beranjak pergi dari acara kondangan di rumah keluarga Widya. Mereka tidak menyangka jika acara kondangan tersebut akan terjadi kekacauan yang mengakibatkan tamu undangan berhamburan untuk meninggalkan acara tersebut.

"Elizia, ayo kita pulang sekarang. Jangan hiraukan wanita ****** itu!" perintah bu Tuti kepada Elizia.

Rihana masih memaki Elizia karena terbakar api cemburu dan acaranya hancur berantakan. Dia tidak bisa mengendalikan emosinya yang masih labil. Orang tua Rihana dari kecil selalu memanjakan dia tanpa membekali ilmu budi pekerti sehingga ketika dia dewasa masih bersifat manja, kekanak-kanakan dan temperamental.

"Baik, tunggu sebentar ya?" jawab Elizia menyuruh ibu-ibu Gengster untuk menunggu.

Lalu Elizia berjalan ke arah di mana pak Sujono berada. Ketika dia sudah sampai ditempat tersebut dia berkata,

"Ayah, Elizia pamit pulang dahulu ya? Maafkan saya dan ibu-ibu anggota Gengster jika telah mengakibatkan acara kondangan ini berantakan," ucap Elizia merasa bersalah.

Elizia yang tidak bersalah saja masih merasa bersalah. Dia takut menggagalkan acara pernikahan Zafian dengan Rihana.

"Elizia. Kamu sungguh anak baik. Seharusnya keluarga kami yang meminta maaf kepadamu namun, mereka sudah dibutakan oleh kebaikan sehingga mereka tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk," tutur Sujono dengan nada sendu.

Pak Sujono merasa kecewa terhadap keluarganya yang tidak bisa melihat kebaikan di dalam diri Elizia. Namun, mau bagaimana lagi takdir Tuhan memang sudah digariskan seperti itu.

"Iya. Ayah yang sabar ya? Saya hanya mau bertanya lima hari lagi keluarga ini jadi mengadakan resepsi pernikahan atau tidak?" tanya Elizia menyelidik.

"Jadi. Kalau tidak jadi Ayah yang malu. Mereka sering di rumah saya berpacaran dan belum terikat pernikahan. Kacau tidak kacau resepsi pernikahan harus tetap diadakan agar semuanya yang tidak halal menjadi halal," jawab pak Sujono secara bijak.

"Iya Sudah saya pulang sekarang ya? Nanti takut kemalaman."

Tanpa menunggu jawaban dari pak Sujono Elizia akan segera pulang dengan anggota Gengster ibu-ibu. Lalu ibu-ibu tersebut menurut apa kata Elizia dan berjalan menuju bajainya yang terparkir di depan rumah keluarga pak Sujono.

Beberapa menit kemudian, rombongan dari ibu-ibu Gengster termasuk Elizia sudah masuk ke dalam bajai masing-masing dan sopir bajai mulai menyalakan mesin dan segera tancap gas.

Tujuh menit kemudian, Elizia dan ibu-ibu tersebut sudah sampai di rumah masing-masing.

Elizia mulai masuk ke dalam rumah neneknya lewat pintu depan dan ternyata belum di kunci. Dia langsung masuk. Terlihat nenek masih duduk di sofa sedang membaca buku entah buku apa itu.

"Assalamualaikum, Nek. Elizia pulang." Elizia langsung mencium tangan nenek Rumi dengan takzim lalu duduk di sebelah nenek tersebut.

"Wa'alaikumsalam. Syukurlah kamu sudah pulang. Bagaimana acaranya? Lancarkah? Kamu masih dihina atau tidak?" tanya nenek Rumi penasaran dan ingin segera mengetahui kondisi acara tersebut.

"Acaranya kacau, Nek. Mantan kakak ipar saya malah membuat keonaran dan menuduh saya yang tidak-tidak sehingga ibu-ibu Gengter murka dan angkat bicara. Setalah itu, para tamu undangan mulai berhamburan untuk pergi dari acara kondangan tersebut," ungkap Elizia secara detail.

"Oh. Sekali-kali keluarga itu harus diberi pelajaran agar jera. Menurut firasat Nenek, Widya pasti masih geram dengan kamu. Kita harus hati-hati. Dan menjaga jarak dari mereka. Yasudah Nenek mau tidur sudah ngantuk. Kamu tidak tidur, besok bekerja 'kan?" tanya Neneknya mengingatkan.

"Iya, Nek. Elizia juga mau tidur tetapi saya sholat isya dulu karena belum sholat," jawab Elizia datar.

Mereka lalu pergi ke kamarnya dan melakukan keperluan masing-masing.

*** ****

Pagi pun tiba. Elizai sudah membuat sarapan untuk neneknya dan dirinya berupa bubur ayam yang aromanya menggugah selera.

Elizia lalu menata peralatan untuk makan serta menyiapkan bubur yang dia masak di atas meja makan. Beberapa menit kemudian, hidangan sarapan sudah tersedia. Ada bubur ayam, sambal, kecap dan dilengkapi dengan kerupuk bawang. Tidak lupa Elizia membuat teh celup manis yang dia taruh di poci bergambar aneka buah yang segar.

"Nek, sarapannya sudah matang, ayo kita segera makan." Elizia memanggil nenek Rumi yang sedang menyiram tanaman hias yang berada di teras depan rumah.

"Iya, Nak. Nenek akan menyusul." Setelah selesai menyiram tanaman hias, nenek Rumi segera cuci tangan dan bergabung dengan Elizia untuk sarapan.

"Nek, cobain bubur ayam buatan Elizia enak atau tidak."

Elizia mengambilkan bubur ayam yang masih panas ke dalam mangkok dan disuguhkan kepada nenek Rumi.

"Hem. Rasanya nendang! Pokoknya apa yang dimasak oleh kamu. Rasanya berkualitas. Nenek suka." Nenek Rumi mengacungkan dua jempol sambil tersenyum keibuan.

Lalu meraka menyantap sarapan dengan lahap. Tidak terasa waktu menunjukan pukul 07.30 WIB. Saatnya Elizia haris segera berangkat kerja di kantor.

"Nek, Elizia pamit kerja dulu ya? Nenek hati-hati di rumah." Elizia lalu mencium tangan nenek Rumi dan segera berangkat kerja.

Dengan langkah cepat, Elizia mengambil motornya di garasi dan mulai memanasi motornya terlebih dahulu. Setelah sepuluh menit, dia mulai berkendara ke arah tempat kerjanya.

Sepuluh menit berkendara, akhirnya sampai juga di tempat kerja. Dia langsung memarkirkannya dan segera masuk ke dalam gedung mewah tersebut.

Dia masuk di area yang yang sudah ditentukan oleh menejernya Reza Aditama.

"Elizia, kamu sudah datang sepagi ini?" tanya Hamzah tiba-tiba memanggilnya dari arah belakangnya.

"Mas Hamzah. Kok Anda ada di sini?" tanya Elizia penasaran.

"Tidak boleh, ya? Aku sengaja ke sini untuk bertemu kamu. Elizia, setelah pulang kerja nanti aku mau mengajak kamu ke suatu tempat. Boleh ya?" Hamzah merengek manja kepada Elizia.

Hamzah ingin mengatakan sesuatu kepada Elizia. Dia sudah yakin dan pasti akan mengungkapkan sebuah ketetapan itu.

"Oh. Em. Baiklah. Sekalian saya akan membeli pakaian untuk acara resepsi pernikahan tetangga saya," jawab Elizia sambil tersenyum manis.

Di balik pintu, Zora mendengarkan pembicaraan mereka. Kedua tangannya mengepal dan geram. Lalu dia berpikir akan berbuat sesuatu.

"Sip. Yasudah aku kembali ke tempat kerja. Aku tunggu nanti saat pulang di parkiran." Lalu CEO tersebut melenggang pergi dan mulai bekerja. Sementara Elizia masih menunggu manajer dan teman-temannya datang.

Tidak lama satu-per satu mereka mulai berdatangan termasuk manajer Reza Aditama.

Lalu mereka menempati duduk masing-masing dan mulai bekerja. Setelah beberajam bekerja selama seharian, akhirnya para karyawan 'JAYA GROUP' berhamburan untuk pulang karena sudah usai waktu bekerja.

Kini Elizia mulai berjalan menuju tempat parkir untuk menengok motornya.

"Astaga, kenapa ban motor saya copot? Siapa yang tega berbuat jahil seperti ini?" tanya Elizia kepada temannya yang sama-sama pulang menuju ke tempat parkir. Elizia merasa terkejut.

"Haduh, kok bisa ya? Pasti ada orang yang ngejahilin kamu, Elizia. Kita bilang saja sama CEO kita siapa tahu di bantu." Teman Elizia memberi saran kepada Elizia untuk mengadu kepada Sang CEO.

Tiba-tiba berjalan seorang Zora mendekati Elizia dan salah satu teman ceweknya.

"Lia, ada apa sih kok rame?" tanya Zora yang pura-pura tidak tahu jika sebenarnya dia yang menyuruh orang untuk mencongkel ban motor milik Elizia saat di parkiran sudah sepi tidak ada orang.

"Ini lho, ban motor milik Elizia copot. Kasihan banget Elizia," jawab Lia merasa iba melihat kejadian itu.

"Oh. Copot ya? Kasihan, padahal baru dua hari kerja tapi sudah apes. Kasihan sekali dia." Zora tersenyum menyeringai melihat kejadian itu.

"Elizia, ada apa?" tanya Sang CEO kepada Elizia yang masih berdiri menatap motornya.

"Tidak ada apa-apa," jawab Elizia datar.

Lalu Hamzah menengok motor milik Elizia dan ternyata ban motornya sudah tidak ada.

"Kamu tenang saja Elizia, saya akan mengganti rugi ban motor kamu yang hilang. Nanti saya akan panggilkan mobil pick up untuk mengangkut motor kamu ke bengkel. Jadi, pertenuan kita ditunda saja dulu Yang penting membenahi motor kamu dulu," ucap Hamzah kepada Elizia.

'Rasain, salah sendiri kecentilan sama CEO idamanku. Aku akan selalu menggagalkan rencana pertemuan antara Elizia dan bos Hamzah,' gumam Zora di dalam hatinya.

Zora sejak pagi hari sudah menguping pembicaraan Hamzah dengan Elizia. Dia berusaha menggagalkan rencana pertemuan antara Elizia dan Hamzah Anggara. Zora tidak terima jika Sang Ceo berhubungan dekat dengan Elizia. Dari dulu misinya adalah menikah dengan Hamzah Anggara.

1
Sumiati 32
kok Hamzah , cek tapi kesannya odoh gak tegas
Sumiati 32
ortu Rihana kYa,tapi pestapeenimahannya di rmh laki 2
Sumiati 32
geo masa gak tegas
Rafanda 2018
ko alurnya jadi ngawur,,sorri thor end aja
Rafanda 2018
la kemarin kondangan ko mau kondangan lagi🤔🤔🤔🤔
Sri Handayani
ho oh
pur wati
sudah berulang kali kok ndak di jebloskan dlm penjara aja sih .CEO itu biasanya tegas dlm bertindak .apalagi menyangkut orang yg paling di sayanginya.tapi ini kok sikapnya terlalu lembek dan kurang jeli dlm hal masalah.🙄🙄🙄
Lala Kusumah
ceritanya baguuuuusss dan seruuuuuu.... lanjutkan....
Budinahwati
Luar biasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Abu fatih Aljawi: Makasih support nya pembaca.
total 1 replies
angel
baru kali ini ada CEO di suruh2 mau Ama staffnya /Facepalm/
Anonim
Thor, klu d pdang masaknrendang itu hbiskan wktu 5 jam plng sdkit 😂😂
Putri Chaniago
biarin aja Hamzah hilang
💖 NAMA Q CINTA 💖
HA UDAH TA...?TAMAT?WOW TRRCENUNG2 AKU HIHIHI.....
Lee Mba Young
makane makane kn bnyak taksi mending pulang Naik taksi drpd di Antar orang, lagian gk pantes juga wanita dan Laki bukan muhrim Naik Mobil bersama bisa jd fitnah sekarang malu kn.
di Kota kn bnyak grab dan taksi kl tidak kn bnyak ojol tu drpd di Antar orang.
Vien Habib
Luar biasa
Putri Chaniago
ah g asyik lemah banget padahal mertuanya udah izinkan utk ngasih pelajaran pada Hamzah... jgn lemah banget jd istri
Sulfia Nuriawati
benang kusut, g slesai² kalo kyk gn yg jadi korban ttp anak
Tini Uje
dah lah tinggal kn saja duo laki2 tuh liz 😏gedek bgtt liat nya apalagi sihamjah 👊
Lee Mba Young
alah kl cewek itu gk mati paling juga bobok bareng kn secara dia lbih cantik Dr istrinya. bhkan rela nikahi tanpa izin. sekarang bawa anak nya pula kl jd elizia gk sudi juga ngurus tu bayi, anak sendiri gk di pikir mlh bawa anak orang tu hamzah, awale laki baik Lama Lama laki munafik juga.
elizia kl hamzah minta balik suruh milih bayi itu atau kluarga kl kluarga suruh naruh panti saja bayi itu kl gk mau ya sdh say good bay saja.
Diana Darmawi: dah mulai gk ada mood baca cerita ini,yg awalx lelaki baik malah jadi munafik,hamzah" dasar munafik🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!