NovelToon NovelToon
Perangkap Cinta CEO Licik

Perangkap Cinta CEO Licik

Status: tamat
Genre:CEO / Lari Saat Hamil / Menikah Karena Anak / Tamat
Popularitas:766.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: riri_923

Jatuh hati pada seorang kasir di salah satu cabang Marmart milik nya? Mungkin hal ini akan menjadi lelucon di kalangan kelas atas.

Tapi salahkan paras dan perilaku gadis mungil itu yang terlewat menggemaskan di mata seorang Marvin Cargius Adam's pria berkarisma serta berpendidikan yang harus menggunakan cara kotor nya demi mendapatkan gadis pujaan nya.

*Sequel dari "Don't Touch My Baby!". Jangan lupa baca season satu nya🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri_923, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 14. Sesuatu Yang Menarik

"Tuan muda, tolong permudah pekerjaan saya mari kita belajar" Ucap Ric, asisten sekaligus sahabat Barra dengan penuh kesabaran menghadapi tingkah Marvel.

"Aku sudah pintar, untuk apa belajar lagi?" Sahut Marvel dengan mata yang terfokus pada layar handphone nya.

Lagi-lagi Ric menghela napas nya, selama beberapa hari ini baru satu materi bisnis yang ia ajarkan pada Marvel, entah masuk atau tidak ke dalam otak pria nakal itu.

Sedangkan di pojok sana seorang gadis yang sedari tadi memperhatikan itu semua mendengus kesal lantas mendekati kedua nya.

"Bisa hormati orang yang lebih tua dari mu?" Sentak gadis itu seraya merebut handphone Marvel.

"Agis..!" Pekik kaget Ric saat melihat putri nya dengan berani merebut handphone Marvel.

"Kembali kan handphone ku" Erang marah Marvel, menatap penuh kebencian pada gadis di depan nya.

"Tidak!" Tolak mentah-mentah Agisty yang nanti nya akan menggantikan sang Papa menjadi asisten keluarga besar ini, atau lebih tepat nya menjadi asisten dari pria menyebalkan di depan nya.

"Agis, kembalikan handphone tuan muda" Titah Ric yang tidak di gubris oleh Agisty.

"Belajar terlebih dahulu baru saya kembali kan handphone anda, tuan muda" Ujar Agisty yang kali ini terdengar sedikit sopan.

"Aku sudah mengerti semua nya, jangan remehkan aku!" Hardik galak Marvel.

"Walau pun anda sudah mengerti semua nya, tetapi ke depan nya anda akan di hadapkan dengan hal yang lebih berat"

Ric terdiam menatap perseteruan putri dan tuan muda nya, umur nya tak lagi muda jadi untuk menghadapi remaja seperti Marvel memang membutuhkan remaja yang lebih keras dari pria itu, seperti putri nya.

Tidak ingin meladeni ocehan Agisty, Marvel pun bangkit dari posisi nya dan berniat merebut kembali handphone nya. Namun gerakan gadis itu lebih cepat dari pada dugaan nya.

"Selesaikan satu materi hari ini, baru saya kembali kan handphone anda" Ujar tak main-main Agisty.

Marvel mengeram kesal dan marah, gadis di depan nya ini benar-benar berani dan andai saja di depan nya ini seorang pria mungkin Marvel sudah melayangkan bogeman di wajah menyebalkan itu.

"Oke fine, tapi selesaikan game ku. Jika rank ku turun maka bersiap-siap!" Ancam tajam Marcel yang khawatir akan rank di dalam game nya.

"Tenang saja tuan, saya sudah ahli menangani ini dan selamat belajar" Agis pun kembali menyingkir dengan mata yang mulai fokus pada game Marvel, melanjutkan game pria itu yang baru saja di mulai.

"Mari tuan kita belajar" Ujar Ric tersenyum tipis.

Mendengus kesal, pada akhirnya Marvel pun duduk di kursi belajar nya bersama dengan Ric yang mulai menerangkan materi bisnis dan sistem kerja di perusahaan raksasa milik sang Daddy.

Sedangkan tanpa ketiga orang itu sadari, dari sela pintu kamar Marvel yang terbuka ada Barra dan Queen yang sejak awal menyaksikan perseteruan putra dan anak dari asisten nya.

"Seperti nya aku menemukan sesuatu yang menarik di sini" Gumam Barra.

Queen langsung menatap sang suami, mereka saling bertatapan dengan pikiran yang seperti nya sama.

*

*

"Ini tuan obat nya" Ujar Rio seraya memberikan bungkus obat yang sebelum nya ia tebus di apotek rumah sakit.

"Hm terima kasih, dan urus lah perusahaan hari ini"

Rio mengangguk, tentu ia tidak keberatan karena hari ini tidak terlalu sibuk. Mata nya pun melirik ke sela pintu kamar hotel yang terbuka itu.

"Ada apa?" Tanya Marvin dengan wajah tanpa ekspresi nya.

"Nona baik-baik saja 'kan tuan?" Tanya ragu Rio.

"Apa maksud mu? Untuk akan kau mengkhawatirkan nya huh?!" Jawab tidak santai Marvin.

"Bukan begitu tuan, hanya saja em saya pikir rencana semalam cukup berlebihan.." Walau pun ragu akhirnya Rio mampu mengutarakan isi pikiran nya.

Tentu Rio tau bahwa Marvin licik, dalam hal berbisnis pun pria di hadapan nya ini memiliki seribu satu cara untuk melumpuhkan lawan nya.

"Tidak usah ikut campur dan kembali ke perusahaan!" Bentak murka Marvin.

Rio menunduk. "Baik tuan, dan tadi apoteker bilang ada satu obat yang harus di minum sebelum makan" Jelas nya.

Marvin berdehem, setelah nya pria itu kembali masuk ke dalam kamar hotel bertuliskan President's Room tersebut. Meninggalkan Rio yang kini berdiri menatap pintu kamar itu dengan tatapan iba.

"Honey.." Marvin mengelus rambut Olivia yang masih memejamkan mata nya setelah pemeriksaan setengah jam yang lalu.

Wanita itu di berikan suntikan penenang oleh dokter wanita yang memeriksa nya dengan terpaksa, karena saat pemeriksaan Olivia terus meronta dan menangis begitu memilukan.

Melihat kelopak mata sang pujaan hati yang masih terpejam membuat Marvin menghela napas nya sesaat sebelum akhirnya beralih mengambil salep yang berada di dalam kantong obat itu.

Setelah nya Marvin beralih mencuci tangan nya terlebih dahulu hingga benar-benar bersih lalu menyingkap selimut yang membungkus tubuh Olivia.

Setelah nya pria itu menurunkan sedikit penutup inti Olivia lalu mengoleskan salep pada pinggiran nya yang memerah akibat ulah nya semalam.

"Shh.." Olivia meringis merasakan dingin dan perih yang bercampur manjadi satu, kelopak mata nya pun sontak terangkat yang langsung di suguhkan pemandangan Marvin di bawah sana.

"Menjauh sialan!" Teriak serak Olivia mengabaikan rasa sakit nya dan menendang tubuh Marvin.

Alhasil tubuh Marvin yang belum siap itu mendarat di lantai membuat nya mengerang kesakitan.

"Arrghh..!!"

Olivia tidak peduli dengan erangan Marvin, wanita itu kembali menarik selimut nya dan menutupi seluruh tubuh nya.

"Brengsek hikss.. Brengsek!" Maki Olivia kembali menangis.

Marvin yang sudah bangun pun kini duduk di samping wanita itu, menarik paksa selimut nya hingga wajah Oliva terlihat.

"Jangan menangis, aku hanya sedang mengoleskan salep" Jelas Marvin lembut seraya menyeka air mata Olivia sebelum di tepis oleh wanita itu.

"Menjauh!"

"Tidak, aku tidak akan menjauh sampai mati pun" Sahut Marvin tak mengerti kemarahan wanita di samping nya.

Olivia diam memalingkan wajah nya ke arah lain dengan air mata yang terus mengalir. "Maafkan aku Ayah, Mama. Aku tidak bisa menjaga diri ku dan maafkan aku Nicho.." Batin nya terasa sesak.

"Ayo minum obat lambung mu, setelah itu baru makan" Ujar Marvin yang sudah menyiapkan segelas air dan obat lambung cair itu.

Tentu Marvin tau bahwa Olivia memiliki masalah dengan lambung nya, semua itu di sebabkan karena makanan pedas yang sering di konsumsi secara berlebihan.

Namum Olivia tak merespon, bahkan wanita itu masih memalingkan wajah nya tidak sudi menatap Marvin.

"Honey.." Marvin menggertakkan gigi nya menahan sabar. "Jangan sampai aku menggunakan cara semalam agar obat ini masuk ke mulut mu" Lanjut nya.

"Tinggalkan aku, menjauh dari ku brengsek hikss..!!" Erang Olivia memukuli Marvin dengan kedua tangan terkepal nya.

...****************...

1
namia khira
bagus ceritanya
Avril
😂😂
Icikiwir
Marvin thor
nobita
sepet nonton drakor
nobita: seperti nonton drakor
total 1 replies
nobita
itu bukan mencintai Marvin tapi obsesi mu terhadap Olivia
nobita
horang kaya mah bebas ya pemirsahh
nobita
itulah tandanya orang sedang jatuh cinta... diluar nurul
nobita
alur ceritanya apik thor... tulisannya juga rapi... ku suka kusuka
Alifah Azzahra💙💙
Bos mah emang banyak modusnya yah Thor 🤣🤣
Alifah Azzahra💙💙
Kasian kamu Rio punya bos bucinnya tingkat dewa 🤣🤣
Alifah Azzahra💙💙
Penguntit Mesum🤣🤣
Rahmi Mamimima
wkwk klo marvel lgsg marah pas adisty mngumpat

kalau marvin d biarin aja ,mau oliv mngumpat kyk gmn pun 🤣
Rahmi Mamimima
keren sih barra
krna dy tau, akan semarah apa dirinya jika agis anaknya
smua ayah pasti marah klo anaknya d hamili laki2 yg bkn suaminya
Rahmi Mamimima
kyknya d pkiran marvel skrg adalah oliv.krna dy kn mulai suka sm oliv sjak dy mnemukan oliv d pohon
Rahmi Mamimima
astagaa
gk marvel , gak marvin
sm2 gila
Rahmi Mamimima
lah km apa vin? gatal sm calon tunangan org 😆😆😆
Rahmi Mamimima
wkwkwkkw🤣🤣🤣

lupa klo suaminya mudah tantrum
Rahmi Mamimima
heh 🤪🤪 bisa2nya lupaa
keenakan makan sm mantan yg lain d lupakan
Rahmi Mamimima
😆 gembul jg krna hamil anakmu vin
Rahmi Mamimima
🤣🤣 gitu2 kn nurun dr klakuanmu barra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!