NovelToon NovelToon
Madu

Madu

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Fantasi / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Noktafia Diana Citra

Aisyah, seorang gadis yang memilih berhijrah dan menutup wajah nya dengan selembar kain (cadar) semenjak SMA. Gadis yang membuat banyak laki-laki ingin menikahi nya, namun lagi-lagi ditolak oleh nya.

Kemudian, hatinya terperangkap oleh seorang pemuda bernama Fatih, yang ternyata adalah dosen baru di Kampusnya. Meneguk manisnya rumah tangga, hingga akhirnya harus berpisah dengan Fatih suaminya dengan cara yang sangat menyakitkan.

Cerita lengkapnya akan temen-temen baca di novel "MADU" ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noktafia Diana Citra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14

"Selamat pagi,". Sapa Ayah kepadaku.

"Pagi Yah,". Jawabku yang baru saja bangun tidur.

Saking capeknya. Aku tertidur sangat lelap. Bahkan alarm shalat subuh sampai tidak terdengar. Aku terbangun jam 6 pagi. Astaghfirullah..., ampuni Fatih ya Allah. Rasanya sangat berdosa tidak berjamaah dimasjid. Tak ada yang membangunkan aku.

"Gimana badannya?, sudah enakan?. Ayah lihat kamu sangat kecapaian,". Sambil menghampiriku yang duduk dikursi depan televisi.

"Lumayan Yah. Ayah pulang jam berapa?,". Tanyaku.

"Ayah pulang jam 21:00. Saat Ayah sampai rumah, Ayah sempat kaget. Tapi bunda memberitahu kalau kamu sudah tidur karena kecapaian,".

"Begitu kah, maafkan Fatih Tah. Tidak menyambut Ayah pulang dari kantor,". Jawabku.

"Tidak apa-apa. Ayah mengerti. Bagaimana diSolo?,". Tanya Ayah sambil menyeruput secangkir kopi hitam miliknya.

"Ya alhamdulillah Yah, sampai sekarang sih lancar, dan Fatih betah disana,". Jawabku sambil melirik Ayah.

"Ya baguslah kalo memang lancar. Tumben pulang mendadak. Biasanya pulang kalo ada libur panjang saja?,".

"Sebenarnya Fatih ingin membicarakan sesuatu sama Ayah dan Bunda,". Jawabku serius.

"Tentang apa?,". Tiba-tiba Bunda datang dari arah dapur dengan membawa sepiring buah anggur merah dan bertanya kepadaku.

"Tentang lamaran Bun,". Jawabku.

"Lamaran?, maksudnya?, lamaran pekerjaan?, atau lamaran apa yang kamu maksud?,". Tanya Bunda yang sekarang sudah duduk didepanku Disamping Ayah.

"Bukan lamaran pekerjaan Bun, tapi Fatih ingin melamar putri seseorang untuk dijadikan pasangan hidup Fatih,". Aku menjelaskan maksud lamaran yang baru saja aku ingin bicarakan.

"Jadi, perempuan seperti apa yang akan kau jadikan bagian dari keluarga ini?,". Tanya Ayah penuh dengan nada mengintimidasi.

"Perempuan yang Fatih pilih, dia adalah putri sulung dikeluarganya, dia memiliki satu adik laki-laki. Usia dia 5 tahun lebih muda dari usia Fatih. Dia wanita yang baik-baik, sekarang dia sedang kuliah dijurusan farmasi semester 6 Yah, namanya Aisyah Fatimatul Salwa,". Aku menjelaskan sosok dik Aisyah kepada Ayah dan Bunda.

Aku melirik Ayah yang hanya manggut-manggut mendengarkan penjelasanku.

"Lalu?,". Tanya Ayah datar padaku.

"Lalu Fatih, ingin Ayah dan Bunda melamarkan Aisyah untuk Fatih Yah,".

"Apa kamu sudah yakin?, kenapa tidak mencari yang sudah lulus saja?, dan cari yang dokter seperti bunda gitu?,". Tanya Bunda kepadaku.

"Bismillah Bun, Fatih sudah sangat yakin. Bahkan Fatih sudah bertemu langsung dengan Aisyah dan kedua orang tuanya, Fatih tidak mematok harus dokter, atau yang lainnya Bun. Selama dia baik akhlaknya dan agamanya itu sudah lebih dari cukup untuk Fatih Bun,". Aku menjawab dan menjelaskan semua pertanyaan Bunda dengan sangat hati-hati. Takut kalau-kalau Bunda sakit hati karena penjelasanku.

"Sudah kenal berapa lama dengan Aisyah?,". Tanya Abi kepadaku.

"Fatih dan Aisyah baru kenal 1 hari Yah, kami ber ta'aruf, didalam Islam ta'aruf itu proses saling mengenal satu sama lain,".

"Apa ?!, baru kenal satu hari?, dan langsung ingin melamar?, apa kamu ga keliru?, kenapa ngga pacaran dulu saja?, dan kenapa tidak kamu bawa Aisyah bertemu dengan Ayah dan Bunda,". Tanya Ayah kaget mendengar pernyataanku, bahwa aku memang baru sehari kenal dan bertemu langsung dengan Aisyah itu pun pada saat proses ta'aruf dan nadzor waktu itu.

"Ayah, Fatih tidak ingin mengajak wanita baik-baik seperti Aisyah untuk berpacaran Yah. Lagi pula diagama kita, pacaran itu tidak diperbolehkan karena banyak sisi negatifnya Yah. Walaupun Fatih baru sehari kenal dan bertemu dengan Aisyah. Fatih sudah yakin hatinya Yah, Fatih juga sudah berdoa kepada Allah untuk diberikan petunjuk,". Aku menjawab semua kekhawatiran Ayah dan Bunda dengan pelan-pelan.

"Lalu kenapa tidak kamu bawa ke sini dulu sebelum melamar?,". Kali ini Bunda yang bertanya.

"Bun, Fatih tidak mungkin membawa Aisyah kemari, apalagi hanya berdua saja Bun. Aisyah itu seorang perempuan yang taat dengan agamanya Bun. Dan berduaan dengan laki-laki yang belum halal itu tidak dibenarkan dalam Islam,". Jawabku hati-hati.

"Jadi, kapan rencana kamu ingin melamarnya?,". Tanya Ayah sembari menyeruput kopi miliknya yang mungkin tidak terlalu panas lagi.

"Rencananya, bulan ini juga Yah. Dua atau tiga hari setelah Fatih balik lagi ke Solo, sembari nanti Fatih juga diskusikan dengan orang tua Aisyah,".

"Orang tuanya berkerja sebagai apa?. Bapak Ibunya?,". Tanya Bunda padaku.

"Bunda, walaupun keluarga Aisyah tidak memiliki harta sebanyak kita, tapi keluarga Aisyah adalah keluarga yang sangat kaya hati. Mereka sangat sederhana Bun, jauh dari kesan glamor dan mewah. Abinya Aisyah seorang pekerja kantoran biasa, sedang Uminya hanya ibu rumah tangga saja,".

Entah apa yang ada di pikiran Bunda dan Ayah saat itu. Aku hanya melihat ekspresi Ayah dan Bunda yang saling menatap. Aku hanya bisa beristighfar dalam hati. Kadang sedih rasanya, mendapati kenyataan bahwa kedua orang tua sendiri sangat jauh dari Tuhan yang telah menciptakan mereka, jauh dari nilai-nilai agama. Ya Allah..., berikanlah hidayah-Mu untuk kedua orang tuaku, doaku dalam hati

"Baiklah, nanti kamu kabari saja, kapan Ayah dan Bunda harus datang ke Solo. Nanti sekalian Ayah ajak beberapa kerabat untuk kesana,". Tiba-tiba ucapan Ayah membuyarkan lamunanku.

"Alhamdulillah, jadi Ayah dan Bunda memberikan restu untuk Fatih dan Aisyah?,". Tanyaku penuh dengan rasa bahagia.

"Kamu anak satu-satunya kami, apapaun yang kamu inginkan jika memang menurut kamu itu baik, Bunda dan Ayah akan mendukung mu,". Jawab Bunda sambil tersenyum kepadaku.

"Tapi Bun, Aisyah menggunakan cadar. Apa Bunda tidak mempermasalahkannya?,". Aku bertanya dengan rasa khawatir takut kalau-kalau Bunda menolak Aisyah dengan cadarnya. Ada baiknya aku memberitahukan saat ini juga, agar nanti baik Bunda maupun Ayah tidak kaget melihat penampilan Aisyah.

Apalagi Bunda sangat takut dengan wanita yang menggunakan cadar, seperti sudah terdoktrin ajaran bahwa perempuan dengan cadar adalah aliran sesat, meskipun latar belakang pendidikan Bunda adalah seorang dokter.

"Tidak apa-apa,". Hanya itu kata yang aku dengar dari Bunda. Lega rasanya Bunda tidak mempermasalahkan pakaian Aisyah.

"Alhamdulillah, terimakasih banyak Bunda, Ayah. Terimakasih atas segalanya. Fatih sangat bahagia,". Aku lantas memeluk Bunda erat. Bunda juga membalas pelukan ku. Sedang Ayah hanya tersenyum melihat adegan itu.

"Berikan Bunda cucu yang lucu-lucu yah,". Bisik Bunda di telingaku. Aku terkekeh begitu juga Ayah yang mendengar perkataan Bunda barusan.

"Nanti setelah proses melamar, sekalian saja kita bicarakan langsung mengenai tanggal pernikahannya,". Ucap Bunda kepadaku.

"Boleh, lebih cepat lebih baik,". Sambung Ayah.

"Baiklah Bun, kalau gitu, bolehkah Fatih minta tolong sama bunda?,". Tanyaku manja.

"Minta tolong apa?,". Tanya Bunda penuh penasaran.

"Fatih ingin di buatkan teh manis hangat buatan Bunda seperti kemarin sore Bun,". Ucapku sambil memasang raut wajah memelas.

"Hehehe... kamu itu ada-ada saja, baiklah. tunggu disini, Bunda akan datang dengan pesanan yang tuan inginkan,". Gurau Bunda sambil berlalu dari tempat duduknya.

"Ayah tidak ke kantor?,". Tanyaku pada Ayah.

"Ke kantor kok, ini Ayah mau siap-siap dan berangkat ke kantor. Ada beberapa klien penting yang harus Ayah temui hari ini,". Jelas Ayah padaku yang kemudian bangkit dan menuju kekamar untuk bersiap berangkat ke kantor.

Aku melirik kearah taman samping rumah. Kulihat bi Ijah sedang memotong-motong rumput dan merapihkannya. Sedang bi Endah membantu menyapu bekas potongan daun-daun yang berserakan. Mereka berdua sudah puluhan tahun ikut Ayah dan Bunda, bahkan sejak sebelum aku dilahirkan. Ternyata mereka sudah kembali dari rumah tante Erni, gumamku lirih.

Bunda datang dengan secangkir teh hangat untukku, dan kemudian berlalu mengantar Ayah yang sudah siap untuk berangkat ke kantor.

1
Elisabet Sembiring
memang nyebelin, gondok, tapi namanya cerita ya ibu, mau nyebelin author nulis ceritanya, ya tetap baca. weleh weleh.
author semangat menulis dan readers semangat membaca./Smug/
Elisabet Sembiring
awal baca, hasil sholat istikhoroh nya agak meragukan. nggak terlalu mendalam, ya kan thor
Elisabet Sembiring
jujur dong ke suami.
kata ibu mertua, harus poligami
dasar novel, bikin greget.
lanjut aku baca
Elisabet Sembiring
Luar biasa
Ciankk Arumi Kirana
nyimak
Yayuk Nuri
thor pokok nya jg pisah kn aisah ama fahmi tor aq gk trima pokok nya klu di pisah kn
Yayuk Nuri
jagan pisah kan
Yayuk Nuri
jg pisah kn aisah sama fahmi thor
Yayuk Nuri
ya kenapa fahmi tidak mau nerima panjelasan nya aisah
Yayuk Nuri
lanjut seru nih
TongTji Tea
cerai nya kapan?
TongTji Tea
telan aja sedih mu ,Syah .Aneh banget sih ini
Annasya Saila
karya yang bisa di ambil pelajaranx untuk kita menghadapi setiap ujian di dunia ini. belajar tentang sabar, ikhlas dan ridho akan setiap rencana yg Allah berikan.
Annasya Saila
sungguh tulus cinta Fahmi untuk Aisyah. di dunia di uji dg begitu dahsyatx dan kelak di akhirat akan mendapatkan kebhgiaan. pasangan dunia akhirat Fahmi dan Aisyah.
amalia gati subagio
o a lahhh, bajigur basi oroknya iblis, yach turunan gen setan he
amalia gati subagio
ye kok metong sich? bikin pesta 7hr 7mlm aza, unjuk suka cita utk hasil bajigus basi pd madu1 yg kini otw bangun dari koma o on ogeb pasrahnya jd budak nafsu lu 😁
amalia gati subagio
he? mulai menggugat taqdir neh? ojo nesu2 la bojo anyarnya sempurna toh? jalang++++ suami na bajigur tengik, klop!! yach madu 1 sih mang o on ogeb culun naif halu
Sulati Cus
innalillahi kok jd mewek begini sih pdhl udh pernah baca
amalia gati subagio
perempuan ini munafik bercadar, penipu dgn sertifikatnya bintang 100, tobatnya tobat sambal he
amalia gati subagio
kereb!!!! perempuan dewasa berpendidikan berilmu cukup, sengaja menjatuhkan harga dirinya sd -0sen, terus n terus terperangkap dlm neraka demi syurga yg tak dirindukan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!