NovelToon NovelToon
The Hunter

The Hunter

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Transmigrasi ke Dalam Novel / Epik Petualangan / Masuk ke dalam novel / Harem / Budidaya dan Peningkatan / Barat / Tamat
Popularitas:79.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aro McCoy

Seorang pria biasa yang gemar membaca novel fantasi. Tertidur sambil memeluk buku itu. Namun saat terbangun, dunia di sekelilingnya telah berubah. Ia bukan lagi ada di dunianya melainkan dunia dalam novel yang dia baca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aro McCoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Makan Bersama Freya Dan Agnes

Gisella berdiri kemudian membuka pintu. "Gisella bayar hutangmu." Kata pria berusia 30 tahun berkulit kuning, berambut hitam pendek.

"Aku masih belum mempunyai uang untuk membayar hutangnya." Jawab Gisella.

"Di dalam cerita, Gisella meminjam uang kepada sepupunya. Untuk biaya berobat ibunya di rumah sakit." Gumam Deon melihat Gisella.

"Kita adalah saudara. Bisakah kamu memberikanku keringanan. Aku pasti akan membayar hutangku." Kata Gisella.

"Berapa hutang Gisella. Aku akan membayarnya." Kata Deon berjalan ke arah pria berusia 30 tahun.

"Hutang Gisella 30 Juta belum termasuk bunga 3 Juta." Balas pria berambut hitam pendek melihat Deon.

"Kirim nomor rekeningmu. Aku akan membayar bunganya terlebih dulu." Kata Deon. Pria berambut hitam kemudian mengirimkan nomor rekeningnya kepada Deon.

Deon kemudian mentransfer uang 3 juta kepada pria berambut hitam.

"Gisella kamu menemukan pacar yang baik." Pria berambut hitam tersenyum melihat uang 3 juta yang masuk ke dalam rekeningnya.

"Gisella aku akan memberimu waktu 30 Hari untuk melunasi hutangmu." Kata pria berambut hitam kemudian keluar dari rumah.

"Deon, aku pasti akan mengganti uangmu." Kata Gisella melihat Deon.

"Tidak perlu, anggap saja uang 3 juta itu sebagai tanda terimakasih karena sudah mengajakku makan bersama di rumahmu." Deon tersenyum.

"Terimakasih Deon." Gisella tersenyum.

"Deon, aku minta nomor teleponmu." Kata Gisella. Deon kemudian memberikan nomor teleponnya kepada Gisella.

"Baiklah, kalau begitu aku pamit pulang." Kata Deon melihat Gisella dan ibunya.

"Aku akan mengantarmu ke depan." Kata Gisella. Gisella kemudian mengantar Deon ke depan rumahnya.

"Deon, hati-hati di jalan." Kata Gisella. Deon mengangguk kemudian menarik gas dan mengendarai motornya.

Melihat kepergian Deon, Gisella kemudian masuk ke dalam rumahnya. "Gisella apa Zion pernah memberimu sesuatu." Tanya ibu Gisella.

"Tidak." Gisella menggeleng.

"Ibu memberimu saran. Lebih baik kamu berpisah dengan Zion dan menjalin hubungan dengan Don." Kata ibu Gisella. Gisella terdiam saat mendengar kata ibunya.

Beberapa menit kemudian Deon telah kembali ke apartemennya. Deon masuk ke dalam apartemennya kemudian berbaring di sofa. "Open status window." Kata Deon kemudian status window muncul di depannya.

Nama : Deon

Usia : 25 tahun

Ras : Manusia

Class : Necromancer

Level : 28

Health : 30

Strength : 30

Agility : 25

Stamina : 10/25

Mana : 85/95

Poin : 5

"Aku hanya level up 3 kali setelah membunuh puluhan goblin." Kata Deon melihat levelnya.

"Aku akan menambahkan 5 Poin di mana." Kata Deon meningkatkan statusnya.

"Siiing." Cahaya biru menyelimuti tubuh Deon.

"Dengan kekuatanku yang sekarang. Seharusnya aku setara hunter rangking C." Gumam Deon melihat statusnya.

Malam hari. Saat ini Deon sedang berada di dalam kamarnya. "Kriiing." Deon melihat smartphonenya berbunyi.

Deon membuka smartphonenya dan melihat panggilan dari Freya. "Halo." Kata Deon menjawab panggilan.

"Deon, aku menunggumu di restoran tempat kita makan biasanya." Kata Freya.

"Baik. Aku akan segera kesana." Jawab Deon kemudian mematikan telepon.

"Freya siapa yang kamu hubungi." Kata Agnes melihat Freya.

"Teman huntingku. Dia juga tinggal di apartemen yang sama denganku." Jawab Freya.

"Kak, kamu mau pergi kemana." Tanya Clara.

"Makan bersama teman." Kata Deon keluar dari apartemen.

30 Menit kemudian Deon sampai di sebuah restoran. Deon memarkir motornya kemudian masuk ke dalam restoran.

Saat masuk ke dalam restoran Deon terkejut melihat wanita yang sedang duduk bersama Freya.

"Dia terlihat mirip dengan Agnes." Gumam Deon kemudian berjalan ke arah Freya.

"Deon, pesan makanan yang kamu suka. Hari ini aku yang akan mentraktirmu." Freya tersenyum.

"Baik." Deon mengangguk kemudian memesan makanan.

"Deon, kenalkan dia Agnes sepupuku." Kata Freya.

"Deon." Deon mengulurkan tangannya.

"Agnes." Agnes menjabat tangan Deon.

"Deon, Agnes adalah hunter seperti kita. Classnya adalah Mage dan levelnya 21." Kata Freya.

"Apa skillmu fire ball." Tanya Deon.

"Benar, skillku fire ball." Agnes mengangguk.

"Eehh, bagaimana kamu bisa tahu bahwa skillku fire ball." Agnes bingung.

"Tidak salah lagi, dia Agnes yang aku temui di dalam permainan. Bagaimana bisa dia tidak mengenalku." Gumam Deon di pikirannya.

"Apa jangan-jangan Agnes kehilangan ingatannya tentang permainan. Setelah dia terbunuh di dalam permainan." Gumam Deon.

Deon melihat Agnes dan berkata. "Aku hanya menebak."

"Ini pesanan anda." Deon melihat pelayan restoran mengantar pesanannya.

"Deon, kamu bisa makan terlebih dulu. Setelah itu kita akan mengobrol." Kata Agnes.

"Baiklah." Balas Deon kemudian mulai makan.

Beberapa menit kemudian Deon telah selesai makan. "Deon, besok ayo kita berburu bersama." Kata Freya.

"Besok aku akan mengevaluasi ulang rank hunterku." Kata Deon.

"Aahh begitu ya. Jika setelah selesai mengevaluasi rank kamu ingin pergi berburu. Jangan lupa hubungi aku." Kata Freya.

"Baik, aku akan menghubungimu. Jika aku ingin pergi berburu." Jawab Deon.

"Bagus." Freya tersenyum.

"Baiklah, ayo kita pulang." Kata Deon.

"Baik." Freya mengangguk. Deon, Freya dan Agnes kemudian keluar dari restoran. "Brooomm." Deon menghidupkan motornya.

"Deon, hati-hati di jalan." Kata Freya masuk ke dalam mobil.

"Oke." Deon mengangguk kemudian mengendarai motornya.

30 menit kemudian Deon telah kembali ke apartemen. "Apa ibu belum pulang." Tanya Deon kepada Clara.

"Belum. Ibu bilang akan pulang tengah malam." Jawab Clara.

"Oke." Balas Deon kemudian masuk ke dalam kamarnya. Deon berbaring di kasur dan memejamkan matanya. Tidak lama kemudian Deon tertidur.

Keesokan harinya Deon keluar dari kamarnya. "Deon, kamu ingin pergi kemana." Tanya ibu Deon.

"Kantor asosiasi hunter." Jawab Deon.

"Hati-hati di jalan." Kata ibu Deon.

"Baik bu." Deon mengangguk kemudian keluar dari apartemennya.

30 Menit kemudian Deon berhenti di depan sebuah gedung. Deon memarkir motornya kemudian masuk ke dalam gedung.

"Aku ingin mengevaluasi ulang ranking hunterku." Kata Deon melihat pria berpakaian hitam.

Pria berpakaian hitam kemudian memberikan nomor kepada Deon. "Nomor 7." Kata Deon kemudian duduk di kursi.

"Apa kamu ingin mendaftar menjadi hunter." Pria berambut coklat melihat Deon.

"Eehh, bukankah dia pria yang terbunuh di dalam permainan." Gumam Deon melihat pria berambut coklat.

"Tidak, aku ingin mengevaluasi ulang rankingku." Kata Deon.

"Sama, aku juga ingin mengevaluasi ulang rank hunterku." Pria berambut coklat tersenyum.

"Kalau kamu menjadi hunter ranking C, kamu pasti akan mendapatkan tawaran dari asosiasi hunter dan sebuah guild." Kata pria berambut coklat melihat orang-orang yang sedang mengobrol.

"Antrian nomor 6 silakan masuk." Kata wanita berpakaian hitam berambut hitam pendek.

"Giliranku." Kata pria berambut coklat kemudian masuk ke dalam ruangan.

Beberapa menit kemudian Deon melihat pria berambut coklat keluar dari ruangan. "Seperti yang aku harapkan. Aku rank C." Pria berambut coklat tersenyum.

"Antrian nomor 7." Kata wanita berpakaian hitam. Deon kemudian masuk ke dalam ruangan.

"Aku ingin melihat kartu identitas anda." Kata wanita berpakaian hitam. Deon kemudian memberikan kartu identitas hunter miliknya.

"Ehh, dia sudah rank D." Gumam wanita berpakaian hitam melihat kartu hunter Deon.

"Apa anda ingin mengevaluasi ulang ranking hunter anda." Tanya wanita berpakaian hitam.

"Iya, aku ingin mengevaluasi ulang ranking hunterku." Jawab Deon.

"Tolong letakan tangan anda di kristal hitam." Kata wanita berambut pendek.

"Baik." Deon kemudian menyentuh kristal hitam.

"Tiiitt." Wanita berambut pendek melihat angka 210 di monitor.

"Bisakah saya melihat kemampuan Necromancer anda." Tanya wanita berambut pendek.

"Tidak masalah." Jawab Deon.

"Bangkit." Kata Deon kemudian 7 arwah prajurit muncul di depannya.

"Apa 7 arwah jumlah maksimal yang bisa anda panggil." Tanya wanita berambut pendek.

"Tidak, jumlah arwah yang bisa aku panggil adalah 10." Jawab Deon.

~ Beri Like jika kalian menyukai cerita ini ~

1
Nazrul
👍👍
Nazrul
👍
Nazrul
👍👍
Nazrul
👍
Nazrul
👍👍
Nazrul
👍
rws
bantengnya gak di panggang kan enak itu 🤣
Don't disturb...
pemerintah nya kek dikonoha anjirr..
Don't disturb...
goblin suara nya 'waa' ya?🗿
Mahlubin Ali
Terlalu monoton🥱🥱🥱 Alurnya begitu terus. ga ada ide lain atau apa? Login, bangun, berburu, makan, pulang, login, bangun ....
Luken
not bad
ADYER 07
alur ceritanya terlalu kaku thor💣
Tidak Jr.
status mulu
Reza Aditiya
itu cwe ga hamil hamil MC mandul kahhh
pembacasetia
terjadi
Abbie Jard
sesaat njiiiiiiiiirr MC nya.jadi kemana mana aneh nya🤣🤣
Abbie Jard
sungguh munafik MC nya...
sukanya sesama jenis 🤣🤣
uwa_botak
Luar biasa
R_Calm
aku kecewa 😞
ATOM
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!