NovelToon NovelToon
Istri Tertukar Tuan Anres

Istri Tertukar Tuan Anres

Status: tamat
Genre:Pengganti / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:180.3k
Nilai: 5
Nama Author: najwa aini

Memiliki suami tampan, kaya dan mapan, serta hidupnya diratukan, adalah impian semua perempuan. Seperti Elena yang tiba-tiba berubah menjadi Elea, istri dari Anres Alvaro Tanujaya, serta ibu dari si cantik Arabella. Hidup Elena pun berubah bak seorang ratu dari negeri dongeng.


Tapi, bagaimana jika semua itu hanya pinjaman. Bagaimana jika satu saat pemilik sahnya datang, dan meminta kembali semua yang sudah dipinjamkan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon najwa aini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

"Pak, berhenti!" titah Elena dengan keras.

Supir pun berhenti mendadak dan menghadirkan bunyi klakson yang bersahut-sahutan dari arah belakang mobil mereka. Pasalnya, pengendara lain yang dibelakang juga harus menarik rem dengan cepat agar tidak menabrak.

"Ada hal apa, Nyonya? Kita berhenti di area mobil dilarang parkir." Sang supir menatap Elena dengan pandangan heran dan sekaligus menahan kesal. Kekesalan yang kemudian dibungkus dengan senyuman. Karena begitulah, undang'undang tak tertulis atas diri seorang Art terhadap majikan. Tetap tersenyum di atas rasa lelah dan kesal yang berselubung.

"Parkir mobilnya di tempat yang pas, aku akan menemui Edward." Elena hampir tak sempat menyelesaikan semua ucapannya, karena dengan tergesa segera turun dari mobil.

"Nyonya tunggu!" Supir memanggil tertahan dan segera menahan napas dalam diam.

Elena sendiri langsung bergegas memasuki halaman sebuah resort yang dimana barusan ia sempat melihat penampakan Edward. Wanita itu menoleh kanan kiri, tapi siluet lelaki yang dicari sudah tak lagi ditemui. "Aku yakin barusan itu adalah Edward. Dan dia sedang bersama seorang perempuan."

Elena sejenak hentikan langkah sebelum memutuskan untuk masuk saja ke dalam resort.

"Maaf, Ibu." Seorang wanita cantik yang membalut tubuhnya dengan kebaya slim fit dan berkain batik menghampiri. "Boleh undangannya dulu, Bu." Wanita itu bertanya sopan seraya mengumbar senyum keramahan.

"Undangan?" Elena jadi terheran. Namun, sedetik kemudian ia paham, bahwa mungkin saja tempat ini sudah direservasi secara pribadi untuk sebuah acara tertentu. Dan hanya yang memiliki undangan saja, dari si pemilik hajat, yang boleh memasukinya.

"Maaf, Mbak. Apa yang punya acara atas nama pak Edward?" tanya Elena langsung.

Wanita itu diam seperti mengingat dan kemudian mengangguk. "Benar, Ibu."

"Saya temannya pak Edward, Mbak. Jadi, saya boleh masuk untuk ketemu dengan beliau di dalam?"

"Maaf, Ibu. Menurut prosedurnya, hanya yang punya undangan saja yang boleh masuk. Jika, Ibu memang ada undangannya, kami silakan untuk mengisi buku tamu."

"Oh begitu." Elena hanya bisa menelan kecewa dalam diamnya. "Terima kasih, Mbak," ujarnya dan berbalik badan meninggalkan ruangan. Karena ia memang tak mengantongi undangan apa-apa.

"Nyonya Elea." Tiba-tiba saja ada dua orang laki-laki tinggi besar yang menghadang langkah Elena saat wanita itu sedang melitasi halaman resort yang indah

dan asri. "Silakan kembali ke mobil!" Kedua lelaki itu memberi perintah dengan tatapan mengintimidasi.

"Ka-kalian siapa?"

"Perintah tuan Edward, Nyonya Elea harus kembali ke rumah Tanujaya sekarang juga."

Rupanya mereka adalah dua orang suruhan Edwrad. Pasti lelaki itu tahu, kalau Elena sedang mencarinya di luar.

"Edward? Jadi Benar dia ada di dalam?"

Elena segera menoleh pada bangunan Resort yang sangat mewah dan elegan, berharap dapat menemukan Edward di dalam, atau setidaknya di ujung pandangan.

"Silakan ke mobil, Nyonya." Bukannya menjawab apa yang ditanyakan, dua orang lelaki itu menggiring Elena kembali ke mobil yang parkir di seberang jalan.

Mau tak mau, wanita itu harus mematuhi. Karena sudah jelas, kalau dua orang tersebut sudah mengantongi perintah wajib yang tak boleh ditampik. Meskipun tak berupa surat tertulis.

"Kita jalan lagi, Nyonya?" tanya supir begitu Elena telah menempati kursinya.

"Iya," sahut Elena sembari memijit pelipisnya. "Jika saja yang aku lihat hanya Edward, aku tak akan sampai seperti ini mengejarnya. Tapi, wanita yang bersama Edward, itu yang sangat membuatku merasa penasaran. Wanita itu, seperti sangat aku kenal." Elena hanya bisa bermonolog dalam hati seraya tak henti menghela napas. Dan tak ada kata yang terucap dari bibirnya, hingga mobil yang membawa mereka sudah memasuki gerbang halaman rumah besar Tanujaya.

"Nyonya pulang lebih awal," sapa Ranti begitu pemeran istri Anres itu sudah menapaki ruang tengah keluarga, yang merupakan ruangan paling luas dan sesekali berfungdi sebagai ballroom pribadi, tiap kali keluarga Tanujaya punya acara yang tidak digelar di luar rumah.

"Iya." Elena mengangguk singkat dan sedikit menyematkan senyum pada Ranti.

Lalu meneruskan langkahnya hendak ke kamar, namun "Abel bagaimana, Ranti?"

"Nona lecil baik-baik saja, Nyonya. Tadi siang cuma sempat menanyakan, nyonya pada Indah."

"Aku akan menemuinya dulu." Elena hendak berbalik arah.

"Sebaiknya, Nyonya membersihkan diri dulu sebelum menemui nona kecil," cegah Ranti dengan mengemukakan peraturan yang sudah berlaku di rumah ini.

"Emm baiklah." Elena patuh. Karena katanya, Dimana kaki berpijak disana langit dijunjung. Elena telah masuk menjadi anggota keluarga Tanujaya, maka mau tidak mau ia harus mengikuti semua peraturan di rumah tersebut.

"Ada pemberitahuan dari dokter Hangga, dia akan datang satu jam lagi, Nyonya," tutur Ranti menambahkan laporannya.

"Edward juga datang?" tanya Elena cepat.

"Mas Edward tidak akan datang hari ini. Dia sedang merayakan ulang tahun kekasihnya," jawab Ranti.

"Pacarnya Edward berulang tahun hari ini?"

"Benar, Nyonya. Hari ulang tahun yang sama dengan nyonya Elea," kata Ranti, dan memang hal itulah yang ada dalam pikiran Elena saat ini. Wanita itu bahkan sampai menghentikan langkahnya karena merasa ada fakta kecil yang ia temukan terkait itu semua.

"Sejak kapan Edward punya pacar yang berulang tahun di hari ini?" tanya Elena dengan raut wajah penasaran yang tak bisa ditutupi.

"Hal itu, kurang tau pasti, Nyonya. Mas Edward hanya menyebutkan demikian padaku tadi pagi."

Elena mengangguk kecil dan ia memilih teruskan langkah sambil membawa berbagai pertanyaan yang kini bersemayam dalam benaknya.

Hingga tiba di kamar, ia masih berdiri menyandar di balik pintu. Lalu pertanyaan demi pertanyaan mulai menyerang kepalanya, setelah beberapa hal ia temukan. Bak kepingan puzzle yang di susun hingga mulai menjadi bentuk yang utuh dan bisa terbaca.

"Apa itu artinya, Edward sedang merayakan ulang tahun pacarnya diresort tadi, dan pacarnya itu ... aku sempat melihat Edward bersama dengan perempuan yang wajahnya mirip denganku. Apa itu nyonya Elea?"

Elena pun teringat dengan ucapan Indah beberapa waktu lalu yang mengatakan, kalau selama ini Elea sering bepergian dengan Edward.

"Jadi benar, kalau selama ini Elea sering pergi dengan Edward.

Apa diam-diam mereka punya hubungan khusus di belakang Anres? Dan Edward, diam-diam ingin menyingkirkan Anres dengan terus menerus memberinya obat midazolam?"

Elena terduduk di sofa dekat jendela dengan kepala yang berdenyut saat pemikiran demi pemikiran tentang Edward, Anres dan Elea datang menggelayut. "Jika benar ini yang terjadi, ini adalah sebuah konspirasi jahat yang tidak boleh dibiarkan. Lalu, bagaimana caranya aku memberitahukan semua ini pada Anres? Apa ia akan percaya padaku, sedangkan aku tidak punya bukti apa-apa, kecuali kesimpulan yang aku buat sendiri. Apalagi aku hadir di rumah ini hanya sebagai Elea palsu. Tidakkah Edward atau pun Anres akan berbalik menyerangku, jika hal ini aku ungkapkan. Lalu, apa yang harus aku lakukan sekarang?"

Arghhh.

Elena memegangi kepalanya yang tiba-tiba diserang rasa nyeri yang hebat.

"Apa yang terjadi padaku? Setiap kali aku berpikir keras, kepalaku pasti sakit seperti ini."

Dan rasa nyeri itu kian menyerang hingga Elena ambruk tak sadarkan diri tanpa ada satu orang pun yang mengetahui.

🥀🥀🥀🥀

Selamat siang semua..Semoga bacaan ini menjadi teman menyenangkan di waktu istirahat siang kalian ya...

1
Deuis Lina
kak naj ,,,
Deuis Lina: ya aku baca ulang istri tertukar tuan anres,,tapi aku penasaran sama lanjutan Kalam cinta untuk nafsa hehehe
total 2 replies
Elisabeth Ratna Susanti
waduh kejedot tembok pasti sakit banget yaaakkkk
Micke Rouli Tua Sitompul
alea datang
YuWie
benar, semakin banyak manusia yg mengedepankan akal tapi mengabaikan hukum Tuhan. Aku sampai bayangkan, besokkk kedepannya 20 atàu 30tahun kedepan ketika anak2ku menjadi ibu akan semakin seperti apaaaaa kehidupan ini. Yg salah jadi terlihat benar dan semakin merajalela
YuWie
ahhh..untunglah klo edward tidak terlibat.
YuWie
lahhh edward tau semua...
YuWie
hedewwww..kakehan misteri...genre detektif kali ya..gak ada romantis nya blas
YuWie
polisi wae bingung, apalagi aku...suspect baru
YuWie
motif nya apa Damita..harta lagi, kurang banyaknya bagiannya
YuWie
owww, begituuu alurnya
Zahwa Putri Bunda
tetep.semangat terus untuk berkarya kak Najwa..aku suka sama cerita novel² kak Najwa...,💪🏻💪🏻👍🏻👍🏻💞
Isti Qomah
ini Edward Wiliam bkn si kak,,
kalau dilihat dari crita awal ny si ada bawa2 bama Pramudya corp..
Mommy elle
makasih Najwa akhirnya cerita ini diselesaikan juga. memang tulisannya Najwa selalu memuat konflik yg berat tp di situ juga sebenarnya menariknya. karena seberat apapun konfliknya, penyelesaiannya selalu sangat memikat. semangat terus berkarya 💪💪💪
Liza Arjanto: baguuuusss ceritanya. sarat kesan moral. Trims author
total 2 replies
Deuis Lina
tapi nunggu lanjutannya anaknya mas damares atau babang erald kok d lanjutin kak nazwa
Najwa Aini: Iya, Kak. Mau dilanjutin juga
total 1 replies
Deuis Lina
keren pokonya endingnya,,
Najwa Aini: Matur Nuwwun kak
total 1 replies
andriya
ku tunggu karya selanjutnya kak Naj...
semangat ya...
Najwa Aini: Makasih ya Kak.
Karya baru udah ada..Hadir ya..
aku tunggu lhoo
total 1 replies
Deeha
bagus mrnarik ceritanya
kurnia rahayu
Luar biasa
Zahwa Putri Bunda
itulah tokoh² kak Najwa yg selalu mengedepankan sifat² yg positif pada tokoh utamanya....
HANAMI DEWATI
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!